Tertambat Bad Boy Insyaf

Tertambat Bad Boy Insyaf
Siuman


__ADS_3

"Ken jawab aku Ken, kalau kamu memang sudah bangun, tolong respon aku lagi, genggam tanganku lebih erat Ken," ucap Diandra penuh harap.


Hingga di saat itu pun Diandra merasakan jika genggaman tangan Ken semakin erat seperti apa yang diinginkannya. Diandra tersenyum karena rasa haru bahagia yang menyelimutinya saat ini, jantungnya juga terasa berdetak lebih kencang dan merasakan sesuatu yang bergejolak di dalam dadanya. Membuat Diandra benar-benar tak mengerti tentang perasaannya saat ini, perasaan yang semakin hari semakin menjadi. Di saat itu pula Kenzo perlahan membuka matanya lalu tersenyum kepada wanita yang berada di hadapannya saat ini, wanita yang pertama kali melihatnya bangun.


"Diandra, kau jangan menangis," ucap Kenzo lirih. Ia melepaskan genggaman tangannya lalu mengusap air mata yang jatuh di pipi Diandra dengan sangat lembut.


Dengan reflek pula Diandra memegang tangan Kenzo dan meletakkan di sudut pipinya, entah kenapa rasanya begitu bahagia melihat Kenzo yang sudah siuman meskipun keduanya sama sekali tak memiliki hubungan apapun. Begitu juga dengan Kenzo, ia pun juga merasakan begitu bahagia karena saat ini ada Diandra di sampingnya dan begitu perhatian kepadanya.


"Ken, syukurlah kamu sudah sadar. Aku panggil Dokter dulu ya," ucap Diandra.


"Jangan pergi Di, aku masih ingin berdua denganmu," ucap Kenzo.


"Iya Ken, aku akan tetap bersama denganmu. Tapi kamu harus tetap diperiksa Dokter dulu, sebentar saja," kata Diandra lalu beranjak dari tempat duduknya dan segera keluar dari ruangan tersebut untuk memanggil dokter.


Tidak berapa lama kemudian, Dokter dan Suster tiba di ruang ICU, sedangkan Diandra menunggu di luar ruangan bersama Sinta sambil menunggu dokter menangani Kenzo.


"Tante, aku senang Kenzo sudah siuman. Aku benar-benar merasakan dan melihat Kenzo sadar Tante," ucap Diandra yang begitu antusias.


"Iya Diandra, Tante juga sangat senang dan bersyukur. Ternyata kamu itu benar-benar penyemangat Kenzo, bahkan saat Tante disampingnya saja Kenzo tidak sadar, tetapi kamu benar-benar membawa keajaiban. Terimakasih ya Sayang," ucap Sinta yang langsung saja memeluk Diandra.


Diandra pun membalas pelukan tersebut dengan erat diiringi air matanya yang menetes, selain rasa bahagianya karena melihat Kenzo sadar, ia juga sangat senang karena pada akhirnya mendapatkan pelukan dari seorang ibu yang sudah lama tidak ia rasakan.


*****


"Kenapa kamu senyum-senyum seperti itu, ada chat dari siapa?" Tanya Satria saat melihat Sasa yang sedang menemaninya, tetapi asik dengan ponselnya sendiri dan terlihat senyum bahagia yang terpancar dari wajahnya.


"Apaan sih Kak, kepo banget. Mau tahu aja urusan orang lain," jawab Sasa Ketus.


"Ck, kamu ini benar-benar keterlaluan ya, kakaknya lagi sakit tetap saja bersikap seperti itu," hardik Satria.

__ADS_1


"Ya ampun Kakakku sayang, semenjak sakit sepertinya lebih sensitif ya. Aku tahu kalau Kakak lagi sakit, memangnya aku kurang apa sih Kak, sekarang 'kan aku juga lagi menjaga Kakak dan Kakak mau tahu kenapa sekarang aku tersenyum? Itu karena aku mendapat kabar dari Diandra kalau Kenzo sudah siuman," ucap Sasa.


"Apa?" Satria terlihat syok, tak terima mendengar kabar tersebut. "Sial! Kenapa cepat sekali dia sadar dan sekarang Diandra juga yang menemaninya di sana," umpat Satria dalam hatinya.


"Jangan syok seperti itu lah Kak, nggak suka banget ya dengar kabar Kenzo sudah sadar. Sudahlah Kak, kalian berdua itu nggak perlu lah musuhan terus. Apalagi sesama anak geng motor, seharusnya kalian berdua itu akur gitu. Kenapa juga sih harus bermusuhan, heran deh," hardik Sasa.


"Tidak bisa, apalagi saat ini kami berdua sedang bersaing untuk mendapatkan hati Diandra," ucap Satria keceplosan.


"Serius? Jadi kalian berdua sama-sama menyukai Diandra dan berusaha untuk merebut hati Diandra. Ya itu wajar sih, aku juga sudah menebaknya. Tapi Kak, seharusnya Kakak itu nggak usah lah bersaing dengan Kenzo, karena aku yakin pasti Kenzo yang akan menjadi pemenangnya," ucap Sasa dengan yakin.


"Dasar Adik nggak ada akhlak, bukannya ngedukung kakaknya malah mendukung orang lain. Lebih baik kamu pergi sana, tidak usah mengangguku," kata Satria yang menatap kesal


"Ye ngambek, oke tunggu Mami datang aku juga akan pergi Kok dari sini," ucap Sasa yang menjauh dari Satria, ia memilih duduk di sofa lalu kembali memainkan ponselnya itu.


Sedangkan Satria di saat itu pun meraih ponselnya yang berada di atas nakas, lalu menghubungi seseorang lewat pesan WhatsApp.


*****


"Iya Dok, terimakasih banyak," ucap Bram.


Kini Kenzo pun telah dipindahkan ke ruang rawat inap, ia harus dirawat sampai keadaannya pulih baru diperbolehkan kembali ke rumah.


"Sinta, aku ingin berbicara sebentar denganmu," ucap Bram yang langsung saja membawa mantan istrinya itu keluar dari ruangan. Sedangkan Kenzo ditemani oleh Diandra, Riko, Bobby dan Teddy yang memang langsung datang ke rumah sakit setelah mendengar kabar bahwa Kenzo telah siuman.


"Benar-benar luar biasa, padahal aku hanya pergi keluar sebentar karena ada Tante Sinta di sini. Ternyata setelah Diandra datang kau benar-benar langsung meresponnya," ucap Riko.


"Yang namanya kekuatan cinta ya seperti itulah," sambung Bobby.


"Apaan sih kalian," ucap Kenzo yang di saat itu pun terlihat malu, ia juga melirik Diandra karena takut jika wanita tersebut merasa tidak nyaman karena teman-temannya itu.

__ADS_1


"Kalian nggak usah berlebihan, ini hanya kebetulan saja kok. Bukan aku yang menyebabkan Kenzo siuman," ucap Diandra


"Tapi aku penasaran, apa sih yang kau ucapkan tadi? Kok bisa Kenzo merespon dengan cepat seperti itu?" Tanya Riko.


"Hm … apa ya? Ada deh, rahasia dong," jawab Diandra yang menggoda teman Kenzo.


"Ya ampun jangan main rahasia gitu lah Di. Dan kau sendiri Ken, apa kau mengingatnya?" Tanya Riko lagi. Ia semakin dibuat penasaran karena Diandra yang enggan memberitahunya.


"Ingat tidak ya? Sepertinya ingat tapi kalian semua tidak perlu tahu lah," goda Kenzo pula.


"Sepertinya ada bau-bau yang akan jadian nih. Belum apa-apa saja sudah kompak seperti ini," sindir Teddy.


"Maaf ya semuanya, aku jadi melupakan sesuatu. Karena kalian bertiga ada di sini, boleh 'kan kalau aku pergi sebentar," ucap Diandra.


"Diandra kamu mau kemana?" Tanya Kenzo seakan tak rela menjauh dari wanita itu.


"Aku mau pergi sebentar aja kok, nanti pasti aku akan ke sini lagi," ucap Diandra tersenyum, sehingga membuat Kenzo pun membalas senyuman tersebut dan menganggukkan kepalanya.


Lalu Diandra segera saja melangkahkan kakinya keluar dari ruang rawat inap Kenzo.


"Cieh … baru juga mau pergi sudah langsung rindu aja," sindir Bobby.


"Diam kau! Kau itu tidak tahu apa-apa, jadi lebih baik diam saja," hardik Kenzo.


"Santai bro. Sepertinya kau terlihat sangat bahagia, apa menurutmu kau sudah mendapatkan hati Diandra?" Tanya Riko.


"Sepertinya iya, karena aku bisa melihat bagaimana khawatirnya Diandra terhadapku. Bahkan aku tadi bisa bangun karena aku benar-benar mendengar doa yang tulus dari Diandra dan apa kalian tahu saat aku terbangun, aku melihat Diandra yang sedang menggenggam tanganku, lalu dia juga meletakkan tanganku di pipi mulusnya. Jantung ini menjadi berdetak tak karuan dan aku yakin jika aku benar-benar mencintai Diandra," ungkap Kenzo, sehingga membuat teman-temannya itu pun tersenyum dan ikut merasa bahagia.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2