
Sasa melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Saat ini ia dan Diandra sedang dalam perjalanan menuju ke rumah sakit. Setelah mendengar kabar dari seseorang lewat telepon tadi, Sasa pun langsung saja memberitahu Diandra jika saat ini Kenzo sedang berada di rumah sakit karena kecelakaan malam tadi.
Beberapa saat kemudian, kini keduanya pun telah tiba di rumah sakit tempat dimana Kenzo dirawat. Segera saja Diandra dan Sasa berlari menuju ke ruang ICU, karena saat ini Kenzo sedang berada di sana.
"Sa, kau membawa Diandra?" Tanya Riko yang pernah melihat Diandra dari foto saja. Dialah yang mengabari Sasa tadi tentang keadaan Kenzo.
"Iya aku Diandra. Bagaimana keadaan Kenzo sekarang?" Jawab Diandra dan bertanya.
"Kenzo masih koma," jawab Riko sembari menunjuk ke arah ruang ICU yang membuat Diandra pun tampak sedih, terlihat ada buliran bening yang keluar dari sudut matanya.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Kenzo bisa sampai seperti ini?" Tanya Sasa pula.
"Aku tidak tahu kronologi kejadiannya itu seperti apa. Tapi yang aku dengar tadi malam Kenzo bertengkar hebat dengan orang tuanya lalu dia keluar dari rumah. Aku juga tidak tahu dia kemana. Sampai ada pihak kepolisian yang langsung datang ke rumah Kenzo, karena melihat identitas dalam dompetnya. Aku juga baru tahu pagi ini, karena Papi Kenzo ada meeting penting jadi beliau memintaku untuk menjaga Kenzo," terang Riko.
"Ya ampun, dalam keadaan darurat seperti ini ayahnya masih memikirkan pekerjaan," kata Sasa yang tak habis pikir ada orang tua seperti Bram.
"Ya seperti itulah keluarganya. Mungkin saat ini kalian belum tahu banyak tentang Kenzo, tapi aku juga tidak mungkin menceritakan masalah sahabatku sendiri kepada kalian. Nantinya kalian juga pasti akan tahu sendiri," kata Riko.
"Ya sudahlah, yang penting sekarang kita berdoa saja ya supaya Kenzo bisa cepat sadar," ucap Diandra yang terlihat begitu cemas.
"Di, kamu yang sabar ya. Dokter sudah melakukan hal yang terbaik, aku yakin kok kalau Kenzo akan segera sadar," ucap Sasa sembari menepuk pelan pundak sahabatnya.
"Diandra, aku tahu kau dan Kenzo memang tidak memiliki hubungan apapun. Tapi apa kau tidak bisa merasakan sedikit saja perasaan Kenzo terhadapmu?" Tanya Riko.
Diandra mengernyitkan dahinya, "Maksud kamu apa?" Tanyanya tak mengerti.
__ADS_1
"Maaf, lebih jangan dibahas lagi, anggap saja aku bicara soal tadi. Sekarang gimana kalau kau masuk saja ke dalam, kau temani Kenzo, ajak dia berbicara. Siapa tahu dengan kau berada di sampingnya, Kenzo akan cepat merespon dan bangun," ucap Riko penuh harap.
"Ya aku setuju. Diandra, memang lebih baik sekarang kamu masuk. Aku yakin Kenzo pasti membutuhkan orang-orang terdekatnya saat ini," sahut Sasa.
"Apa itu berguna? Tapi aku bukan orang terdekat Kenzo," kata Diandra yang memang merasa tidak terlalu dekat dengan pria tersebut.
"Tapi kau selalu bersama dengannya 'kan akhir-akhir ini? Diandra, mungkin aku harus mengatakan ini supaya kau yakin. Akhir-akhir ini kau selalu saja menjadi topik perbincangan Kenzo setiap kali bertemu denganku, dia selalu saja membicarakan tentangmu. Seakan jiwanya yang dulu rapuh karena seorang wanita, saat ini sudah kembali bersemangat karena kau. Aku mohon ya kau mau masuk ke dalam dan berbicara dengan Kenzo, mudah-mudah Kenzo bisa mendengarnya dan akan sadar," pinta Riko dengan tatapan mendamba.
"Ya sudah aku akan mencobanya." Diandra menyetujuinya. Ia pun segera memakai pakaian khusus dan masuk ke dalam ruangan ICU, sementara Sasa dan Riko menunggu di depan ruangan tersebut.
*****
"Kerja yang sangat bagus, kau benar-benar bisa diandalkan. Aku yakin dengan seperti ini pria itu tidak akan lagi bisa bersikap sombong," kata Satria yang merasa sangat puas mendengar kabar tentang Kenzo saat ini.
"Tapi apakah kau tidak begitu keterlaluan melakukan hal ini kepada Kenzo? Bagaimana jika dia tidak bernyawa lagi?" Tanya Joe, malah ia yang merasa ngeri.
"Lalu bagaimana dengan mereka yang tadi malam terlibat?" Tanya Endru.
"Kalau soal itu, kau tenang saja. Mereka sudah berambus dari sini dan aku pastikan tidak akan ada satupun yang tahu jika mereka yang telah membuat Kenzo menjadi seperti sekarang ini, apalagi kita dalang dibalik ini semua," jawab Joe dengan sangat yakin.
"Katakan kepada mata-mata di rumah sakit untuk selalu mengabari kondisi di sana!" Titah Satria.
"Oke!" Jawab Joe singkat.
Baru saja membicarakan akan hal itu, di saat itu pula ada sebuah pesan masuk dari seseorang yang mengabari tentang keadaan di rumah sakit, tempat Kenzo berada saat ini.
__ADS_1
"Kau harus lihat ini." Joe memperlihatkan sebuah foto di ponselnya kepada Satria dan Endru.
"Sasa sedang berada di sana? Itu artinya Diandra juga ada di sana?" Ujar Endru, yang tahu persis bagaimana perasaan Satria kepada Diandra. Apalagi soal kesepakatan bersaing antara Kenzo dan Satria untuk mendapatkan hati Diandra.
"Aku tidak bisa tinggal diam," ucap Satria yang menatap tajam penuh amarah. Ia tak terima jika saat ini Diandra malah berada di samping Kenzo, usahanya untuk menjauhkan Diandra dan Kenzo malah terlihat sia-sia.
*****
"Mau sampai kapan kita diam seperti ini terus Ndre. Apa sampai satu persatu anggota di dalam geng motor kita habis? Setelah kemarin Kenzo diserang oleh orang yang tidak dikenal, lalu Boy dan sekarang Kenzo lagi sampai koma. Seharusnya kau sebagai ketua geng harus bertindak dengan tegas!" Ucap Teddy.
Saat ini mereka sedang berada di markas Geng Motor Eagle bersama anggota lainnya, seperti biasa jika memang ada sesuatu yang akan mereka bahas.
"Bacot! Apa kau pikir selama ini aku hanya diam saja? Aku juga sudah mencari tahu siapa anak-anak motor yang meresahkan itu. Jika memang mereka adalah anak geng motor, aku juga mencari tahu mereka anak geng motor mana, siapa ketua geng motor mereka? Lagipula Kenzo itu kecelakaan, bukan diserang oleh anak geng motor lain," kata Andre
"Tapi aku tidak yakin jika itu memang kecelakaan. Karena yang Riko katakan dia melihat jelas bagaimana ada memar di wajah dan tubuh Kenzo, Dokter juga langsung mengatakan hal itu. Sepertinya kecelakaan ini hanya settingan, pasti sebelumnya Kenzo sempat dikeroyok terlebih dahulu dan itu bukan hanya satu orang yang melakukannya. Kalau hanya satu orang, sudah pasti Kenzo tidak akan kalah," terang Teddy.
"Itu artinya Kita harus mencari tahu lagi soal ini sekarang juga Ndre. Riko sedang sibuk di rumah sakit untuk melihat keadaan Kenzo dan menjaganya. Jadi kau sebagai ketua geng yang harus bertindak dan ada kita di sini yang pasti akan membantumu, begitu juga dengan anggota yang lain," kata Bobby.
" Seharusnya kalian itu sadar, kenapa setiap geng motor mengincar dan mencelakai Kenzo, itu artinya memang dia saja yang selalu membuat masalah," kata Andre asal.
Bug …
"Jaga ucapanmu!" Bobby terlihat begitu marah sehingga dengan reflek melayangkan pukulan ke wajah Andre dan meninggalkan darah di sudut bibir pria tersebut.
Bersambung …
__ADS_1