Tertambat Bad Boy Insyaf

Tertambat Bad Boy Insyaf
3 Orang Tak Dikenal


__ADS_3

Mendengar akan hal itu, membuat Kenzo mendengus kesal tetapi sangat enggan untuk meladeni Andre. Memang dari dulu Andre selalu saja sensi terhadapnya, bahkan saat ia masih menjadi ketua Geng Motor Eagle dan Andre yang menjadi wakil ketua geng itu, mereka selalu saja berselisih paham karena Andre yang suka tidak menyetujui cara Kenzo memimpin geng dan terlihat jika ia sangat ingin menyingkirkan Kenzo. Hingga pada saat Kenzo memutuskan untuk meninggalkan geng motor, keinginan Andre untuk menjadi ketua pun terwujud. Sehingga membuat Kenzo berpikir mungkin saat ini Andre membencinya karena ia takut jika posisinya akan digantikan oleh Kenzo kembali. Berbeda halnya dengan Riko yang di saat itu terlihat emosi dan langsung saja mendekati Andre.


"Heh kau itu kenapa sih? Sepertinya kau sangat tidak suka melihat kami berbicara?" Tanya Riko.


"Sorry bro, sama sekali bukan urusanku apalagi melarang kalian untuk berbicara. Tapi harusnya kalian lebih menghargai waktu, apalagi di sini sudah ada ketua yang akan membahas masalah kita, tetapi kenapa kalian malah sibuk sendiri," kata Andre.


"Segitu angkuhnya kau menjadi ketua. Yang aku tahu sewaktu Kenzo masih menjadi ketua, dia tidak pernah melakukan seperti apa yang kau lakukan saat ini," ujar Riko.


"Sudah Ko, biarkan saja. Sekarang kita ke sana," ajak Kenzo menuju ke tempat dimana biasa mereka mengadakan rapat untuk membahas sesuatu.


Andre mengepal erat kedua tangannya menahan emosi dan tatapannya yang penuh kebencian.


Lalu segera saja mereka semua berkumpul, untuk membahas apa yang terjadi saat ini seperti tujuan mereka pada awalnya. Tentu saja Andre sebagai ketua geng lah yang memulai pembicaraan tersebut.


"Seperti yang kalian ketahui, jika saat ini 2 teman kita masih berada di kantor polisi karena mereka tertangkap saat melakukan tawuran. Saat ini mereka masih dalam tahanan karena menunggu dijemput oleh orang tuanya. Jadi di sini aku ingin mengingatkan kepada kalian semua, kalian harus lebih berhati-hati. Jangan sembarangan bertindak apalagi meladeni geng motor yang terlihat sengaja memancing emosi dam mencari gara-gara dengan kita," kata Andre.


"Ya, tetapi paling tidak kalau memang di antara kita ada yang terlibat, seharusnya sebagai ketua kau juga harus ikut andil, kau harus menyelamatkan anggotamu dulu, bukan malah melarikan diri," ujar Riko


"Apa maksudmu berbicara seperti itu?" Tanya Andre.


"Apa kau pikir kita semua tidak tahu waktu itu kau datang ke lokasi tawuran itu, tetapi kau malah melarikan diri tanpa memikirkan Bobby. Padahal dia meminta pertolonganmu, hingga akhirnya Bobby tertangkap dan saat ini masih berada di kantor polisi. Dan sekarang apa kau memikirkan bagaimana caranya mengeluarkan Bobby dari sana?" Tuding Riko.


"Kita ada di sini sekarang untuk membahas masalah ini, kita harus membantu Bobby agar bisa keluar. Tapi kenapa sepertinya kau malah menyudutkanku," ujar Andre tak terima.

__ADS_1


"Aku tidak menyudutkanmu Andre. Tapi sebagai ketua seharusnya kau bisa menunjukkan rasa pedulimu terhadap anggotamu. Kau benar-benar berbeda sekali dengan Kenzo. Lebih baik Kenzo saja yang kembali menjadi ketua geng, aku siap mundur kembali menjadi anggota. Aku juga tidak butuh menjadi wakil ketua yang sama sekali tidak bisa diandalkan sepertimu," ucap Riko yang membuat emosi Andre terpancing hingga naik ke ubun-ubun.


Dengan penuh amarah, Riko melayangkan tonjokan pada wajah Riko hingga meninggalkan luka serta darah yang keluar dari sudut bibirnya.


"Kenapa kau malah menyerang Riko? Bukankah yang dikatakan Riko itu benar. Kau jangan keterlaluan, seharusnya kau intropeksi diri, bukan malah tidak terima dengan pendapat orang lain tentangmu. Sebagai ketua geng, kau itu mempunyai tanggung jawab yang besar," ucap Kenzo yang akhirnya ikut angkat bicara.


"Siapa kau harus ikut campur di sini? Kau itu bukan siapa-siapa lagi, kau hanya anggota yang baru saja bergabung setelah kemarin menyatakan keluar dari sini," ujar Andre.


Bug …


Tiba-tiba saja Kenzo pun memukul Andre seperti apa yang dilakukan Andre tadi terhadap Riko.


"Ck," cibir Andre mengulas senyum tipis.


Di saat itu Andre hendak membalasnya, akan tetapi dengan cepat Riko dan anggota yang lain mencegah keduanya.


"Ya benar, bukannya malah saling menyakiti seperti ini," sahut Teddy.


*****


Saat sedang di perjalanan, tiba-tiba saja ada tiga orang yang menggunakan motor sport, tidak diketahui entah siapa yang kebut-kebutan di jalanan mengejar Kenzo. Sepertinya mereka mempunyai niat buruk kepada Kenzo, karena saat ini ia hanya sendirian.


Dalam waktu sekejap, kini ketiganya sudah berada di dekat Kenzo dengan posisi di samping kanan, kiri dan belakang Kenzo. Sehingga Kenzo yang hendak melarikan diri pun sangat kesulitan. Lalu segera saja ketiganya melakukan aksi heroik dengan bergantian menendang motor Kenzo yang membuatnya pun hampir saja terjatuh.

__ADS_1


"Sial! Siapa mereka? Sepertinya mereka sengaja ingin mencelakaiku. Bagaimana caranya aku menghindar dari mereka? Aku hanya sendiri," batin Kenzo.


Semakin Kenzo mencoba untuk melawan, ketiganya pun semakin brutal tanpa henti menendang. Bahkan salah satu di antara mereka ada yang memukul tubuh Kenzo, hingga pada akhirnya Kenzo kehilangan keseimbangan dan membuatnya jatuh tersungkur tepat di samping jalanan yang sepi.


"Mampus kau," ucap salah satu dari mereka yang tersenyum sangat puas, lalu segera saja mereka bertiga pergi meninggalkan Kenzo sendirian di sana.


*****


Diandra yang di saat itu sedang di dalam perjalanan pulang menggunakan taksi online, tidak sengaja melihat seseorang yang terkapar di tepi jalan.


"Pak, Pak, berhenti Pak!" Ucap Diandra.


Setelah sang supir memberhentikan taksinya, segera saja Diandra keluar dari taksi dan berlari menghampiri orang yang bernasib malang itu. Terlihat seseorang yang di yakini adalah seorang pria masih menggunakan helm dalam kondisi pingsan serta luka di tangan dan lututnya.


"Mas, Mas, bangun Mas," panggil Diandra sembari mengguncang tubuh pria tersebut.


Akan tetapi pria itu belum juga sadar, sehingga Diandra pun memanggil supir taksi untuk meminta bantuannya.


"Pak, helmnya tolong dibuka dulu dan sekarang kita bawa orang ini ke rumah sakit ya," kata Diandra.


"Tapi Nona, memangnya Nona tidak takut terkena masalah," kata supir yang terlihat cemas.


"Pak, ini soal nyawa, kenapa malah memikirkan hal itu sih. Lagipula Bapak bisa lihat 'kan jalanan ini sepi, tidak ada yang melihatnya. Bahkan ada yang lewat pun seperti tidak peduli. Sebenarnya kalian ini punya rasa kemanusiaan atau tidak? Bagaimana jika ini terjadi pada Bapak atau keluarga Bapak, tetapi sama sekali tidak ada yang peduli? Pasti Bapak akan merasa sangat kecewa 'kan?" Kata Diandra yang membuat sang supir menyetujui ucapan Diandra itu benar.

__ADS_1


Lalu supir membuka helm yang dikenakan oleh pria tersebut, sehingga Diandra pun dapat melihat wajahnya, membuat ia sangat terkejut karena lagi-lagi dipertemukan dengan pria yang menurutnya sangat menyebalkan.


Bersambung …


__ADS_2