Tertambat Bad Boy Insyaf

Tertambat Bad Boy Insyaf
Kekuatan Cinta


__ADS_3

Tak mau banyak bertanya karena sudah pasti ini semua ada hubungannya dengan Kenzo, Diandra pun ingin segera beranjak dari tempat duduknya untuk menemui pria yang masih sangat dicintainya itu.


"Diandra, kamu mau kemana Sayang? Jangan pergi kemana-mana dulu, keadaan kamu juga sedang tidak baik-baik saja," sergah Danu sembari menahan tubuh anaknya itu.


"Pa, aku yakin pasti terjadi sesuatu dengan Kenzo. Aku mohon Pa, izinkan aku untuk melihat Kenzo, Kenzo pasti membutuhkan aku saat ini." Diandra memohon dengan tatapan sendu, membuat Danu pun tidak tega melihat anaknya itu. Ia dapat melihat bagaimana Diandra menyayangi putra dari pria yang dulu pernah menjadi sahabatnya.


"Tolong Om, Dokter yang meminta Diandra untuk segera ke sana. Benar kata Diandra saat ini Kenzo sangat membutuhkannya, jadi tolong izinkan Diandra Om." Riko pun ikut memohon demi sahabatnya.


Danu menghela nafas panjang, bagaimanapun juga ia hanyalah manusia biasa yang sangat lumrah jika marah terhadap orang yang sudah menyakiti anaknya, yaitu Bram. Tetapi Kenzo tidak bersalah dan Danu juga masih memiliki belas kasihan terhadap orang lain, sehingga ia pun mencoba untuk tidak bersikap egois untuk saat ini.


"Baiklah, tapi pakai kursi roda dan biar Papa yang mengantar kamu ke sana," ucap Danu yang akhirnya menyetujui.


"Iya Pa," jawab Diandra yang merasa sangat senang.


Satria yang sangat pintar memanfaatkan situasi, langsung mengambil kursi roda yang tidak jauh dari brankar Diandra dan memberikannya kepada Danu. Bukan karena ia peduli terhadap Kenzo, melainkan ingin mencari muka di depan orang tua dari wanita yang dicintainya itu.


"Terimakasih Nak Satria," ucap Danu.

__ADS_1


"Iya Om sama-sama," jawab Satria.


Lalu Danu pun membantu Putri semata wayangnya untuk duduk di kursi roda dan setelah itu membawanya keluar dari ruang rawat inap menuju ke ruang ICU, diikuti oleh Riko, Harry, Satria dan juga Sasa.


 


Setibanya di depan ruang ICU, terlihat dokter yang di saat itu sedang berdebat dengan Bram. Pasalnya Bram sama sekali tidak menyetujui jika Diandra masuk ke ruang ICU sesuai dengan perintah dokter.


"Tolong Anda mengerti keadaannya Tuan, ini semua demi kebaikan Anak Anda. Sampai saat ini Tuan Kenzo belum bisa membuka matanya tetapi beliau terus saja mengigau memanggil nama Diandra. Saya yakin Diandra adalah wanita yang dicintainya dan bisa saja jika wanita yang bernama Diandra itu ada di sini, itu akan memicu kesadarannya. Sekarang pilihan ada di tangan Anda Tuan, Anda ingin melihat Anak Anda sadar atau tidak. Atau Anda memang ingin melihat Tuan Kenzo tersiksa seperti itu terus-menerus karena keegoisan Anda," ucap dokter yang mencoba memberi pengertian, sehingga membuat Bram pun bungkam dan tampak berpikir. Rasanya ia memang sudah tak punya pilihan lain selain menepis rasa egoisnya untuk mengizinkan Diandra masuk, tapi pertanyaannya apakah Danu mengizinkan setelah apa yang ia lakukan terhadap keluarganya?


'Sudahlah Bram, ini semua demi rasa kemanusiaan. Aku juga mengizinkan Diandra untuk menemui Anakmu, bagaimanapun juga awalnya aku sudah mengenal Kenzo adalah anak yang baik," ucap Danu yang berjalan menghampirinya dengan mendorong kursi roda Diandra.


Sementara yang lain menunggu di luar ruangan dengan perasaan cemas yang terpancar dari wajah mereka. Kecuali Harry yang memang tidak mengenal Kenzo dan juga Satria yang malah tidak ingin melihat Satria sadar.


"Mudah-mudahan kau tidak akan pernah sadar Kenzo, bila perlu pergi saja kau selamanya agar tidak ada yang menghalangiku lagi untuk bersama dengan Diandra," batin Satria yang menatap penuh kebencian.


 

__ADS_1


"Diandra … Diandra … Aku mohon jangan pergi Diandra," racau Kenzo yang sangat terdengar jelas di telinga Diandra. Ia merasa sangat terpukul melihat keadaan Kenzo yang sangat memprihatinkan, bahkan dokter sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa agar Kenzo bisa membuka matanya.


"Nona Diandra, kami sangat membutuhkan bantuan Anda. Semoga dengan keberadaan Anda di sini Tuan Kenzo akan segera bangun," ucap dokter.


"Baik dokter, saya akan berusaha semaksimal mungkin. Saya akan berusaha untuk berbicara dengan Kenzo dari hati ke hati dan saya harap ini akan membuahkan hasil," ucap Diandra diiringi air matanya yang menetes, tak kuasa menahan kesedihan yang dirasakannya saat ini.


"Baik Nona, Saya dan suster akan tetap berada di sini untuk berjaga-jaga. Silahkan Nona dekati Tuan Kenzo," ucap dokter.


Lalu Diandra pun melangkahkan kakinya mendekati Kenzo, ia duduk di kursi rodanya tepat di samping Kenzo sembari menggenggam tangan pria tersebut.


"Ken, aku di sini. Aku nggak kemana-mana Kok. Aku nggak akan pernah meninggalkan kamu, aku akan selalu ada di samping kamu Kenzo. Aku minta maaf jika perpisahan kita sudah membuat kamu menjadi seperti ini. Sekarang aku mohon kamu bangun ya, kasihan keluarga kamu yang sangat berharap kamu bangun, kasihan sahabat kamu, kasihan juga sama orang-orang yang menyayangi kamu termasuk aku Ken. Aku mohon kamu bangun, aku di sini ada untuk kamu. Aku sangat ingin disaat kamu bangun nanti, aku adalah orang yang pertama kali kamu lihat. Kenzo, aku mohon kamu bangun Ken," ucap Diandra dengan air matanya yang terus saja menetes hingga terjatuh membasahi tangan Kenzo.


Akan tetapi sepertinya belum ada tanda-tanda bahwa Kenzo akan sadar. Kendati demikian saat ini Kenzo berhenti mengigau menyebut nama Diandra yang sedari tadi disebutnya dan terlihat juga jika saat ini pria tersebut juga ikut merasakan kesedihan dengan meneteskan air matanya, yang menurut dokter itu artinya Kenzo telah merespon ucapan Diandra. Dokter juga sangat yakin jika ini pasti karena kekuatan cinta yang dimiliki oleh keduanya. Diandra yang melihat dan mendengar akan hal itu pun merasa sangat senang, karena itu artinya Kenzo masih ada harapan untuk sembuh, hanya saja saat ini ia sedang berjuang untuk bangun.


"Nona, coba sekali lagi. Ini sudah merupakan awal yang sangat bagus," titah dokter dan ditanggapi anggukan kepala oleh Diandra, tanda menyetujuinya.


"Ken kamu dengar aku 'kan. Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku Ken, seperti kata kamu kita harus sama-sama berjuang meskipun kedua orang tua kita melarang hubungan kita. Aku tahu aku egois karena telah mengambil keputusan secara sepihak, seharusnya apapun yang terjadi aku harus meyakinkan orang tua aku dan aku janji Ken kalau kamu bangun, aku akan merubah semuanya, aku akan berjuang demi cinta kita. Aku akan tetap bersama kamu Ken, kita tidak akan berpisah," bisik Diandra.

__ADS_1


Hingga di saat itu terlihat dari layar monitor bahwa detak jantung Kenzo yang tadinya sangat lemah kini sudah kembali normal dan tiba-tiba saja Kenzo juga membuka matanya, membuat dokter dan suster sangat terkejut dan segera memeriksa keadaan Kenzo. Benar-benar kekuatan cinta yang begitu kuat diantara keduanya, sehingga Kenzo bisa bertahan dan bangun karena mendengar ucapan Diandra, wanita yang dicintainya.


Bersambung …


__ADS_2