Tertambat Bad Boy Insyaf

Tertambat Bad Boy Insyaf
Meminta Bantuan


__ADS_3

"Kau? kenapa kau memukulku?" Kata Andre yang tak terima.


Tentu saja Andre sangat terkejut mendapat perlakuan yang tiba-tiba dari anggotanya itu dan ia pun hendak membalas pukulan tersebut, akan tetapi dengan cepat Teddy dan Boy menarik keduanya.


"Bobby, sabar Bob. Kau tidak boleh bersikap seperti ini!" Sergah Teddy.


"Apa Kau pikir aku bisa tinggal diam dengan ucapannya tadi. Sebagai ketua di sini, seharusnya dia itu membela teman, bukan malah menyudutkan teman seperti itu!" Bentak Boby.


"Harus melihat juga teman seperti apa yang harus dibela. Mungkin saja 'kan apa yang Andre katakan itu benar," sahut Boy.


"Diam kau! Kau juga sama saja. Apa kau pikir aku tidak tahu bahwa kau adalah kacung Andre," kata Bobby.


"Sudahlah Bob, kita berada di sini mau membahas masalah apa yang sedang terjadi di geng motor kita, bukan malah membuat keributan lain," kata Teddy, lalu membawa Bobby untuk menjauh dari Andre sementara waktu agar dirinya lebih tenang.


"Ck, selalu saja membela anak itu," umpat Andre sembari mengusap darah yang terus saja mengalir di sudut bibirnya.


"Lebih baik kau bersihkan saja dulu darah di lukamu itu," kata Boy yang memberikan sapu tangan entah milik siapa kepada Andre.


Andre langsung saja merampas sapu tangan tersebut tanpa mengucap kata apapun, ia terlihat sangat kesal karena sebagai ketua geng sepertinya ia memang tidak pernah dihargai oleh Teddy dan Bobby. Mereka berdua memang selalu tidak sejalan dengan apa yang di lakukan oleh Andre, sama halnya juga seperti Riko dan Kenzo.


*****


"Hai Ken, maaf ya kalau aku lancang masuk ke dalam ruangan ini untuk menemui kamu. Padahal kita sama sekali tidak memiliki hubungan apapun, bahkan kalau dibilang teman juga nggak. Karena dari pertemuan awal kita, kita selalu aja bertengkar. Kamu sih nyebelin banget," ucap Diandra yang mengerucutkan bibirnya itu.


"Tapi kamu tahu nggak Ken, melihat kamu seperti ini, jujur aku sedih. Karena semakin hari kita selalu sering bertemu dalam keadaan yang tak terduga, aku menolong kamu, begitu juga dengan kamu yang menolong aku untuk beberapa kali. Kamu harus ingat Ken, kalau kamu itu punya sahabat yang baik banget sama kamu dan dia sangat berharap supaya kamu bangun, jangan tidur terus seperti ini. Cemen banget sih, dengan kamu berbaring lemah seperti ini, nggak ada lagi orang yang mengganggu aku, orang yang membuat aku kesal," ucap Diandra yang mengingat bagaimana hari-hari yang ia lalui sejak ada Kenzo, pria yang keras kepala dan selalu saja membuat masalah padanya. Tanpa sadar air mata Diandra pun jatuh begitu saja menahan kesedihannya.

__ADS_1


------


"Dimana Kenzo? Pasti Diandra 'kan yang sudah menyebabkan Kenzo menjadi seperti ini," tuding Laura yang baru saja tiba di rumah sakit dan saat ini sedang berdebat dengan Sasa, entah dari mana wanita itu tahu tentang kabar Kenzo saat ini.


"Heh nenek lampir, kenapa tiba-tiba kamu menuduh Diandra yang menyebabkan Kenzo menjadi seperti ini? Sedangkan kita baru saja datang. Kenzo itu kecelakaan," kata Sasa yang terlihat begitu emosi, tak terima sahabatnya dijelek-jelekkan seperti itu.


"Alah sudahlah, jangan bohong. Aku yakin pasti Kenzo habis bertengkar 'kan dengan Diandra, jadi membuat Kenzo tidak fokus membawa motor hingga terjadi kecelakaan seperti itu," ucap Laura.


"Atas dasar apa kau berkata seperti itu Laura?" Tanya Riko.


"Karena jelas-jelas tadi malam Kenzo ada di depan rumah Diandra. Aku juga nggak tahu ya apa yang dilakukan Kenzo di sana, tapi yang jelas setelah ada salah satu warga di sekitar yang menegurnya, barulah Kenzo pergi dari rumah Diandra," kata Laura keceplosan.


"Apa? Jadi benar kalau tadi malam Kenzo ke rumah Diandra?" Tanya Sasa yang masih sulit untuk mempercayainya.


"Dari mana kau tahu soal ini? Atau jangan-jangan kau yang ada dibalik kecelakaan Kenzo," ucap Riko yang mulai curiga terhadap Laura. Padahal tadinya dia begitu percaya terhadap wanita tersebut, akan tetapi setelah banyak mendengar ceritanya dari Sasa dan melihat sikap Laura akhir-akhir ini, membuatnya pun yakin jika Laura memang bukanlah wanita yang baik.


"Mungkin saja karena kau mempunyai niat lain," tuding Riko.


"Menolong? Menolong apa?" Tanya Sasa yang semakin dibuat bingung.


"Kau tidak perlu tahu tentang urusanku. Sekarang aku ingin melihat Kenzo," ucap Laura.


"Tidak bisa, karena Dokter hanya mengizinkan 1 orang terdekatnya saja yang masuk kecuali keluarga, bukan orang sembarangan. Dan saat ini Diandra sudah berada di dalam sana." Riko menegaskan.


------

__ADS_1


Setelah cukup rasanya menahan kesedihan di dalam ruangan ICU, kini Diandra pun menghapus air matanya, tak mau jika Riko dan Sasa akan tahu jika dirinya baru saja menangisi Kenzo. Entah karena rasa kasihan atau karena ada perasaan lain. Entahlah, yang jelas ia benar-benar tidak tega melihat keadaan Kenzo saat ini. Lalu ia ia pun beranjak dari tempat duduknya dan hendak keluar dari ruangan tersebut.


"Jangan tinggalkan aku."


Mendengar suara Kenzo, tentu saja sangat mengejutkan bagi Diandra, membuatnya pun langsung saja menoleh ke arah sumber suara. Akan tetapi wajahnya yang tadi tampak senang, berubah menjadi muram kembali karena melihat Kenzo masih memejamkan matanya.


"Ken, apa tadi benar-benar kamu yang berbicara? Seandainya itu memang kamu, aku mohon kamu bangun Kenzo," pinta Diandra yang sangat yakin jika ia memang mendengar suara Kenzo. Akan tetapi di saat itu Kenzo sama sekali tak menjawabnya, membuat Diandra menjadi putus asa dan langsung saja keluar dari ruangan tersebut.


"Ini dia wanita yang sudah membuat Kenzo menjadi seperti ini," ucap Laura yang langsung saja menghampiri Diandra saat baru keluar dari ruangan ICU.


"Aku tidak ada urusan denganmu," ucap Diandra Ketus.


Tanpa memperdulikan keberadaan Laura di sana, Diandra pun menceritakan apa yang baru saja terjadi di dalam ruangan kepada Riko dan Sasa. Sama halnya dengan Riko dan Sasa, Laura juga tampak tercengang seakan tak mempercayai apa yang diucapkan oleh Diandra. Kendati demikian, mereka memutuskan untuk memanggil dokter, hingga dokter masuk ke dalam ruangan ICU untuk memeriksa keadaan Kenzo saat ini.


*****


"Brengsek! Sepertinya aku harus benar-benar bertindak sekarang. Kemarin Kenzo sendiri juga sudah datang padaku memberitahu tentang masalah ini. Kenzo masih berusaha bersikap tenang dan memaafkan mereka. Tapi sekarang Kenzo lagi yang menjadi korbannya dan ini tidak bisa dibiarkan. Kalian tenang saja, aku pasti akan membantu kalian untuk mencari tahu soal ini. Lalu apakah Andre setuju dengan kalian datang ke sini meminta bantuanku," ucap Bara.


"Sudahlah Kak, kita tidak perlu memikirkan Andre. Sebagai ketua geng motor, dia benar-benar sama sekali tidak bejus dan tidak peduli dengan apa yang sedang menimpa Kenzo saat ini," kata Teddy yang datang ke markas Geng Motor The Blues bersama Bobby. Mereka berdua sengaja datang ke sana untuk meminta bantuan Bara, karena memang selama ini sebagai geng motor senior, The Blues yang selalu membantu Eagle saat sedang ada masalah.


"Iya Kak, jika kita bertindak lebih cepat, itu akan lebih baik," sambung Bobby.


"Ya sudah kalau begitu, lebih baik sekarang kita ke rumah sakit dulu untuk melihat keadaan Kenzo. Setelah itu kita cari tahu siapa dalang dibalik semua ini," kata Bara yang mengajak beberapa anggotanya untuk pergi bersama mereka.


Akan tetapi saat baru saja keluar dari markas, di saat itu mereka sudah melihat segerombolan geng motor yang salah satunya sedang menatap mereka dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Bersambung …



__ADS_2