
"Ternyata kau benar-benar bisa diandalkan. Jadi apa rencanamu?" Tanya Satria.
"Tentu saja aku bisa. Apapun bisa aku lakukan dengan mudah yang terpenting keinginanku bisa terwujud. Rencanaku adalah … ," ucap Laura yang kembali berbisik di telinga Satria, membuat pria tersebut tersenyum, merasa ide yang diberikan Laura adalah ide yang cemerlang.
"Aku tidak menyangka, ternyata kau sangat pintar," puji Satria.
"Ck, kemana saja kau selama ini, kenapa kau baru sadar jika aku adalah wanita yang pintar. Pasti saat ini kau menyesal 'kan karena sudah menyia-nyiakanku. Eh sorry, aku ralat, bukan kamu yang menyia-nyiakanku tapi aku yang memang sengaja berbuat ulah agar kau mau melepaskanku. Tapi sayangnya menyesal pun tidak ada gunanya, karena sekarang aku sama sekali sudah tak berminat untuk kembali lagi denganmu," ucap Laura dengan percaya diri.
"Ck, kenapa kau begitu yakin? Kenapa kau berpikir aku begitu menyesal dan sangat ingin kembali denganmu. Itu sama sekali tidak Laura, seperti yang kau katakan bahkan saat kita bersama pun aku sudah menyukai Diandra. Jadi seharusnya kau tahu jika aku tidak sepenuhnya mencintaimu," kata Satria dengan tersenyum meledek.
"Aku tidak peduli, yang penting sekarang ini rencana kita harus berhasil agar aku bisa mendapatkan Kenzo dan kau bisa mendapatkan Diandra," ucap Laura.
"Oke! Secepatnya kita jalankan rencana itu," ucap Satria.
*****
Kenzo melajukan motor sportnya dengan kecepatan tinggi menuju ke sebuah restoran untuk menemui sang ibu sesuai permintaan dari Sinta sendiri. Meskipun sebenarnya ia sangat enggan, tetapi benar kata Diandra bahwa ibunya berhak bahagia. Apalagi pernikahan ibu dan calon suaminya seminggu yang lalu harus tertunda karena dirinya yang masuk rumah sakit, sehingga Kenzo pun mencoba untuk tidak bersikap egois.
Beberapa saat kemudian, kini Kenzo pun telah tiba di sebuah restoran VIP bintang 5 yang memang dipesan khusus oleh Jack, calon suami Sinta. Kenzo langsung menuju ke ruangan tersebut untuk menemui ibu beserta calon ayah dan saudara tirinya.
"Nah itu dia anak aku Mas," ucap Sinta saat melihat Kenzo yang baru saja masuk ruangan dan berjalan menghampiri mereka.
__ADS_1
Jack pun langsung saja melihat ke arahnya, berbeda dengan anak Jack yang tampak sibuk dengan ponselnya. Ia sama sekali tak peduli, sama halnya dengan Kenzo yang sebenarnya sangat enggan untuk ikut dipertemuan 2 keluarga ini. Tetapi mereka sangat terpaksa demi orang tua.
"Sayang, terimakasih ya kamu sudah datang," ucap Sinta yang tersenyum manis untuk sang anak.
"Ayo silahkan duduk Kenzo," ucap Jack yang membuat anaknya langsung saja mengangkat wajahnya karena mendengar nama yang tak asing di telinganya. Sehingga keduanya pun sama-sama saling bertatapan.
"Kau?" Ucap keduanya yang sama-sama menunjuk dan sontak terkejut. Bahkan di saat itu anak laki-laki Jack langsung bangkit dari tempat duduknya karena melihat seseorang yang tak asing baginya.
"Andre, jadi kau anak Om Jack?" Tanya Kenzo untuk memastikan.
"Ya dan kau anak Tante Sinta?" Tanya Andre pula.
"Bagaimana bisa kau adalah calon saudara tiriku? Benar-benar sangat memuakkan. Kalau tahu seperti ini aku tidak akan datang ke sini," hardik Andre.
"Kenzo, stop! Jaga bicaramu," ucap Sinta yang menatap sang anak.
Mendengar pertengkaran di antara anak-anaknya, tentu saja membuat Sinta dan Jack merasa kebingungan dan mencoba untuk menenangkan keduanya.
"Kenzo, Andre, Papa tidak tahu apa masalah kalian, tapi tidak disangka jadi ternyata kalian berdua sudah saling mengenal. Sekarang ayo kalian duduk dulu," ucap Jack, hingga di saat itu pun Andre dan Kenzo sama-sama duduk di kursi yang telah disediakan untuk mereka.
"Ada masalah apa? Mami senang karena ternyata kalian berdua sudah saling mengenal, tetapi kenapa kalian berdua terlihat saling tidak menyukai?" Tanya Sinta.
__ADS_1
"Iya Kenzo, Andre, kenapa kalian berdua seperti saling bermusuhan? Kalian itu akan menjadi saudara. Jadi apapun masalahnya, kalian berdua harus segera menyelesaikannya," sambung Jack.
"Saudara? Aku tidak sudi dan sama sekali tidak setuju Papi menikah Tante Sinta," bantah Andre.
"Andre, jangan ucapanmu itu. Jangan membuat Papa malu," ucap Jack yang terlihat emosi dan menatap anaknya dengan tajam.
"Apa kau pikir aku mau menjadi saudaramu?" Cibir Kenzo.
"Kenzo, jangan seperti itu lah. Bukankah kamu sudah mengatakan terserah Mami jika mau menikah dengan Om Jack? Itu artinya kamu harus menerima Om Jack dan anaknya," ucap Sinta dengan tatapan mendamba.
"Aku memang mengatakan terserah Mami mau menikah dengan siapapun, karena aku melarangnya pun Mami sama sekali tidak peduli 'kan? Tapi bukan itu artinya aku menerima calon suami Mama ini, apalagi anaknya. Sekarang terserah Mami mau tetap melanjutkan pernikahan atau tidak. Mami tidak perlu meminta restuku, Mami silahkan menikah dan hidup berbahagia dengan suami serta anak tiri Mami itu," kata Kenzo yang melipat kedua tangannya dan diletakkan di atas perut serta menampakkan raut wajahnya yang begitu kesal.
*****
Meskipun pertemuannya dengan calon ayah dan saudaranya itu sangat tidak mengenakan, tetapi malam harinya Kenzo kembali bersemangat dan mood baiknya juga kembali karena malam ini adalah malam pertemuannya dengan Diandra. Ia sudah mengatur semuanya di saat Diandra mengatakan ingin mengajaknya bertemu untuk menjawab pernyataan cintanya waktu itu. Tentunya Kenzo tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, meskipun ia tidak tahu apa jawaban Diandra nantinya, yang terpenting ia sudah berusaha dulu, menikmati makan malam romantis yang telah disiapkannya secara khusus. Mengingat jika wanita yang disukainya itu sangat sulit diajak untuk keluar, selalu saja menolak dengan berbagai alasannya. Saat ini Kenzo hanya bisa berpikir positif jika Diandra pasti akan menerimanya.
Saat ini Kenzo sudah menunggu kedatangan Diandra di restoran tersebut, sesuai permintaan Diandra yang memintanya untuk datang terlebih dahulu ke tempat itu. Sedangkan Diandra saat ini sudah di dalam perjalanan, ia tak ingin merepotkan Kenzo jika harus menjemput ke rumahnya dan sesuai permintaan Kenzo pula nanti dia yang akan mengantarnya pulang dan Diandra pun menyetujuinya.
Kenzo tampak memainkan jari-jari nya karena merasa gugup akan bertemu dengan wanita yang disukainya. Setelah lama ia merasa trauma karena disakiti oleh wanita dan tidak ada satupun wanita yang bisa membuatnya jatuh cinta lagi, tapi menurutnya Diandra benar-benar sangat spesial, ia berbeda dengan wanita lain yang selama ini dikenalnya. Sehingga hanya Diandra lah yang mampu mengobrak-abrik isi hatinya, setelah sekian lama tertutup rapat.
"Ken, ya maaf ya aku terlambat," ucap seorang wanita yang berada di belakang Kenzo, sehingga membuatnya langsung saja membalikkan tubuh dan menoleh ke arah sumber suara.
__ADS_1
Bersambung …