
Kenzo tercengang karena merasa sangat terpesona, bahkan jantungnya berdetak tak karuan saat melihat seorang wanita cantik yang di saat itu sedang berdiri di hadapannya. Ia tak percaya jika wanita tersebut adalah Diandra karena terlihat begitu cantik dari biasanya. Diandra yang biasanya selalu tampil dengan wajah polos, malam ini terlihat berdandan tipis, membuatnya begitu sangat cantik dan sempurna di mata Kenzo.
"Ken, kenapa bengong?" Tanya Diandra sehingga membuyarkan lamunan pria tersebut.
"Oh iya Di, maaf. Silahkan duduk!" Ucap Ken yang beranjak dari tempat duduknya, lalu menarik kursi untuk diduduki oleh Diandra.
"Terima kasih ya Ken," ucap Diandra tersenyum.
"Iya sama-sama Di, kau sama sekali tidak terlambat. Terimakasih ya karena kau sudah datang ke sini," ucap Kenzo.
"Kenapa kamu yang mengucapkan terimakasih, 'kan aku yang meminta kamu untuk bertemu malam ini," ujar Diandra.
"Iya, aku tahu. Tapi 'kan aku yang menentukan restoran ini dan kau bersedia untuk datang ke sini. Yang pasti aku merasa sangat senang," ucap Kenzo.
"Ya deh, sama-sama kalau begitu," jawab Diandra.
Setelah itu pun waiters datang mengantarkan makanan dan minuman untuk keduanya yang telah dipesan oleh Kenzo.
"Silahkan dimakan, kalau ada yang kurang atau kau kurang menyukai makanan dan minumannya, kau bisa memesannya lagi. Karena tadi sewaktu aku tanya kau mau makan apa, jawabannya terserah. Ya aku tahu sih wanita jika ditanya pasti jawabannya seperti itu," ujar Kenzo.
"Ya itu kamu tahu. Terimakasih ya Ken, menu yang kamu pesan ini aku suka kok," jawab Diandra.
"Ya pastinya lah Di, ini 'kan makanan dan minuman kesukaanmu semua. Tidak sia-sia tadi aku menanyakannya dulu ke Sasa," batin Kenzo mengulas senyum tipis. "Ya sudah kalau begitu sekarang kita makan ya," ucap Kenzo, lalu keduanya pun tampak menikmati menu makan malam yang telah tersaji di atas meja.
"Di, jadi apa jawabanmu atas pernyataan cintaku kemarin? Kamu menerimanya atau tidak?" Tanya Kenzo saat mereka sudah selesai makan. Rasanya sudah tak sabar lagi mendengar jawaban itu, jawaban yang sudah membuatnya gelisah dan susah tidur selama 1 minggu.
"Jujur Ken, seperti yang pernah aku katakan kalau aku sudah tidak mau lagi mengenal anak-anak geng motor, Adik aku meninggal karena ulah mereka. Tapi setelah aku menemukan buku diary Adik aku, aku merasa jika nggak sepenuhnya itu kesalahan dari anak geng motor. Di dalam buku tersebut Adik aku menceritakan bagaimana sisi positifnya anak geng motor sehingga membuat aku dalam 1 minggu ini selalu mencari tahu sendiri dan aku benar-benar menemukannya Ken. Salah satunya waktu kemarin aku melihat anak-anak geng motor berbagi makanan untuk orang-orang susah di jalanan. Terlebih lagi setelah aku mencari tahu yang sebenarnya ternyata yang mengeroyok Adik aku waktu itu adalah anak-anak jalanan ya memang tidak mempunyai orang tua, tidak mempunyai pendidikan dan aku baru tahu jika waktu itu Adik aku dikeroyok karena dia hanya berniat membantu temannya tapi malah dia yang kena sasarannya. Aku baru tahu itu semuanya kemarin, tapi bukan berarti aku tetap mendukung anak-anak geng motor karena aku juga masih menemukan anak-anak geng motor yang tawuran di jalanan, membuat ulau dimana-mana, aku juga masih menemukan beberapa Ken," Terang Diandra.
"Oh … jadi seperti itu, lalu apa menurutmu aku adalah salah satu anak motor yang suka membuat ulah di jalanan?" Tanya Ken.
"Aku nggak tahu Ken, tapi aku juga memiliki perasaan yang sama denganmu," ucap Diandra apa adanya.
"Apa itu artinya kau menerima cintaku?" Tanya Kenzo penuh harap.
__ADS_1
"Iya, aku mau. Tapi dengan syarat aku tidak mau lagi kamu terlibat tawuran di jalanan, ugal-ugalan ataupun membuat masalah. Bahkan kalau perlu aku mau kamu keluar dari geng motor," ucap Diandra yang membuat Kenzo sangat terkejut mendengarnya.
"Jadi kau juga ingin aku keluar dari geng motor?" Tanya Kenzo untuk memastikan.
"Iya, karena menurutku akan lebih baik kalau kamu sama sekali tidak terlibat dengan geng motor lagi. Meskipun yang mengeroyok Adik aku waktu itu adalah anak jalanan, tetapi aku juga tidak membenarkan sikap anak geng motor yang selalu bersikap semena-mena di jalan. Kamu juga dikeroyok oleh anak geng motor 'kan waktu itu. Aku nggak mau itu terjadi lagi Ken, aku hanya mengkhawatirkan kamu," ucap Diandra dengan tatapan sendu.
"Diandra, kau tidak perlu khawatir aku baik-baik saja. Tapi jika kau memang menginginkannya, aku akan keluar dari geng motor," ucap Kenzo yang menurutnya sama sekali tak jadi masalah, toh dia juga dulu sudah pernah keluar dari geng motor demi orang tuanya.
"Apa kamu yakin?" Tanya Diandra yang menatap mata Kenzo, membuat pria tersebut menjadi gugup dan merasa jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya.
"Tentu saja aku yakin, ini semua demi kau Diandra. Sebenarnya orang tuaku juga tidak menyukai aku bergabung dengan geng motor. Tetapi beri aku waktu, karena aku tidak mungkin bisa langsung meninggalkan mereka setelah aku kembali. Aku hanya tidak mau mereka mengatakan jika aku datang dan pergi sesuka hatiku," ucap Kenzo yang meminta pengertian dari Diandra.
"Iya, aku mengerti Ken," jawab Diandra diiringi anggukan kepalanya.
"Lalu apakah kau mau menerima cintaku sekarang atau nanti setelah aku keluar dari geng motor?" Tanya Kenzo.
"Tentu saja aku menerima cintamu sekarang," jawab Diandra dengan mantap.
"Apa kau yakin? Kau serius?" Tanya Kenzo tak mempercayainya.
"Ya tentu saja, masa iya kalau kita sudah jadian aku masih memanggilmu dengan sebutan seperti itu. Pastinya aku akan memanggilmu dengan sebutan Sayang," ucap Kenzo yang membuat Diandra pun tersenyum malu.
Kini keduanya pun telah resmi jadian dan diliputi rasa bahagia yang tak bisa dijelaskan.
*****
"Sebenarnya kamu ajak aku ketemuan ada apaan sih?" Tanya Sasa saat mereka sedang berada di sebuah cafe. Ya Riko lah yang meminta Sasa untuk datang ke cafe tersebut.
"Maaf ya Sa kalau aku sudah membuatmu merasa terganggu dengan memintamu datang ke sini," ucap Riko yang merasa tidak enak.
"Ya nggak gitu juga lah Ko. Aku hanya bertanya sebenarnya ada apa? Nggak biasa aja gitu kamu ajak aku bertemu seperti ini. biasanya 'kan kalau ada apa-apa kamu hanya mengabari aku lewat telepon atau pesan WA," ucap Sasa.
"Iya juga sih, tapi malam ini aku sengaja mengajakmu bertemu di cafe ini karena ingin makan malam bersamamu," ungkap Riko.
__ADS_1
"Oh … gitu, ya nggak apa-apa sih. Ya sudah kalau begitu kita pesan makanan aja ya sekarang," ucap Sasa yang sebenarnya sudah merasa sangat lapar.
Lalu Riko pun memanggil waiters dan keduanya memesan menu yang mereka inginkan.
"Oh ya Sa, apa kau tahu kalau malam ini Kenzo dan Diandra sedang makan malam berdua?" Tanya Riko.
"Apa? Mereka makan malam berdua terus Diandra tidak memberitahuku?" Tanya Sasa yang terlihat kesal.
"Ya yang aku tahu tadi Kenzo bilang seperti itu. Malah Kenzo bilang Diandra yang mengajaknya bertemu karena akan menjawab pernyataan cintanya waktu itu, tetapi Kenzo mengambil kesempatan ini untuk mengajak Diandra makan malam bersama," terang Riko yang membuat Sasa pun semakin kesal. Ia merasa tak dianggap oleh Diandra karena telah merahasiakan hal tersebut
"Hal sepenting ini Diandra nggak mengabari aku, benar-benar keterlaluan ya! Kamu juga, kenapa baru memberitahu aku sekarang? Kalau kamu memberitahu aku dari tadi, kita 'kan bisa ikut mereka," protes Sasa.
"Ya anggak bisa gitu lah Sa. Itu 'kan urusan mereka. Sekarang yang terpenting lebih baik kita mengurus urusan kita berdua saja," ucap Riko yang mengecilkan suara di ujung kalimat tetapi tetap didengar jelas oleh lawan bicaranya.
"Maksud kamu?" Tanya Sasa mengernyitkan dahinya, merasa kebingungan.
"Ya maksud aku kita berdua makan malam di sini," jawab Riko sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia juga merasa kebingungan karena tidak tahu harus menjawab apa.
"Hm … mudah-mudahan deh Diandra menerima cinta Kenzo supaya nggak galau lagi dan nggak salah juga menilai anak-anak geng motor. 1 lagi biar aja si Laura kebakaran jenggot, habisnya sok dekat banget sih sama Kenzo," gerutu Sasa yang memang sangat tidak menyukai mantan kekasih kakaknya itu.
"Sebenarnya Kenzo juga terpaksa mau dekat dengan Laura, dia itu hanya mau membalas budi karena waktu itu Laura yang sudah menolong Kenzo pertama kali saat digebukin oleh anak geng motor yang tidak jelas asal-usulnya," terang Riko.
"Hah! Menolong Kenzo? Kapan?" Tanya Sasa yang dibuat bingung.
"Pertama kali saat Kenzo di tinggalkan di tepi jalan X, Laura yang menemukan Kenzo dan membawanya ke rumah sakit," jelas Riko.
"Ini serius Laura bicara seperti itu? Atas dasar apa wanita itu bilang kalau dia yang menolong Kenzo? Bukankah yang menolong Kenzo menyembunyikan identitasnya?" Tanya Sasa.
"Jadi kau tahu juga soal orang yang menolong Kenzo menyembunyikan identitasnya? Itu memang benar, tapi pada akhirnya Laura yang mengakuinya sendiri. Dia mengakui gelang yang aku temukan di tempat kejadian waktu itu adalah gelangnya," jawab Riko.
"Gelang apa? Apa maksudmu-. Tunggu sebentar," ucap Sasa yang langsung meraih ponselnya, lalu ia pun menunjukkan sebuah foto kepada Riko. "Apa maksudmu adalah gelang ini?" Tanyanya.
"Ya benar, memang gelang ini," jawab Riko yang membuat Sasa pun begitu terkejut.
__ADS_1
Bersambung …