
"Kamu serius ini gelang persahabatan kamu dengan Diandra dan ternyata Diandra juga yang sudah menolong Kenzo waktu itu?" Tanya Riko saat Sasa sudah menceritakan semuanya kepada Riko, ia benar-benar tak menyangka karena telah ditipu habis-habisan oleh Laura. Bukan hanya dirinya saja tetapi Kenzo dan juga teman yang lainnya.
"Ya benarlah, aku punya buktinya kok. Bahkan nota pembelian gelang itu di Jepang juga masih aku simpan. Gelang itu khusus aku pesan dan hanya aku dan Diandra yang punya. Tadinya sih aku ingin tetap merahasiakan tentang hal ini sesuai permintaan Diandra, tetapi aku nggak menyangka ternyata hal ini malah dimanfaatkan sama Laura dan aku heran Laura mendapatkan informasinya dari mana sampai dia membuat rencana sematang mungkin. Terus dia juga dapat foto gelang yang sama dengan gelang aku dari mana? Oh iya aku yakin deh pasti dia dan teman-temannya yang waktu itu sudah menaruh sesuatu di lotion aku, terus bikin aku gatal-gatal, hingga akhirnya aku menaruh gelang itu di wastafel. Mereka juga yang membuat aku terburu-buru ke kelas supaya aku melupakan gelang itu sejenak dan mereka mengambil gelang aku serta memfotonya untuk menjadi bukti. Benar-benar rencana yang sangat sempurna," ujar Sasa yang terlihat begitu kesal.
"Ya itu bisa saja dan saat ini gelangmu dan gelang Diandra juga masih ada di tangan Laura, kau harus mengambilnya kembali," ucap Riko.
"Iya kamu benar. Oh ya Rik kira-kira Aku boleh nggak minta tolong sama kamu," ucap Sasa.
"Mau minta tolong apa? Selagi aku bisa, aku pasti akan membantumu kok," kata Riko.
"Tolong dong kamu atur gimana caranya supaya Laura mau mengembalikan gelang itu. Tapi tetap berpura-pura kalau kalian percaya memang dia yang sudah menolong Kenzo waktu itu," pinta Sasa.
"Kalau masalah itu sepertinya akan sulit kalau aku yang memintanya, pasti Sasa akan curiga. Tetapi aku yakin Kenzo yang lebih gampang mencari alasan supaya Laura mau memberikan gelangnya. Kalau aku nggak yakin akan berhasil," ujar Riko mengingat bagaimana hubungannya dengan Laura akhir-akhir ini.
"Oh iya, kamu benar juga sih. Ya sudah kalau begitu kamu bilang aja ke Kenzo tentang apa yang tadi aku ceritakan tetapi lebih baik kita jangan bicara dulu soal ini ke Diandra ya," tukas Sasa.
"Oke, itu urusan gampang. Aku pasti akan bantu kamu. Aku yakin setelah Kenzo tahu yang sebenarnya, pasti dia akan semakin mencintai Diandra dan akan semakin benci dengan wanita pembohong itu," ujar Riko.
"Iya, aku aja eneg banget lihat cewek itu. Kok bisa-bisanya sih dia ngaku-ngaku seperti itu, nggak tahu malu banget," gerutu Sasa. "Oh ya Rik thanks ya sebelumnya karena sudah cerita masalah ini ke aku dan kamu juga sudah mau bantu aku," ucap Sasa tersenyum, membuat Riko merasa sangat bahagia dan langsung menyambut senyuman itu, lalu disimpan di dalam hatinya.
"Sama-sama Sa, aku senang kok bisa membantumu. Ya sudah selesaikan makannya, setelah ini kita pulang," kata Riko yang membalas senyuman Sasa.
"Iya, lagipula besok aku juga ada kuliah pagi," ucap Sasa.
Lalu keduanya pun melanjutkan makan malam dan setelah itu kembali ke kediaman masing-masing. Tentunya Riko mengantar Sasa pulang terlebih dahulu meskipun mereka menggunakan kendaraan yang berbeda. Setelah memastikan Sasa selamat sampai tujuan dan masuk ke dalam rumahnya, barulah Riko pergi meninggalkan kediaman Sasa.
__ADS_1
*****
"Ken, nggak usah gandeng-gandeng tangan juga lah," tolak Diandra yang merasa risih saat Kenzo hendak menggandeng tangannya, menunjukkan kemesraan di depan anak-anak kampus.
"Memangnya kenapa? Kita berdua 'kan udah jadian. Atau kamu malu ya karena udah jadian sama aku?" Tuding Kenzo.
"Ya nggak gitu juga lah Ken. Kenapa juga aku harus malu jadian sama kamu, tapi aku hanya nggak mau aja kita terlalu memamerkan kemesraan di kampus. Aku juga nggak mau nanti akan timbul kecemburuan, apalagi dengan banyaknya fans kamu di kampus ini," kata Diandra mencari aman.
"Oh masalah itu, iya deh tapi kamu tenang saja siapapun yang berani menyakiti kamu mulai sekarang aku pasti akan menghajar mereka, aku pasti akan memberikan mereka pelajaran supaya kapok dan tidak akan ada yang berani mengganggu kamu lagi. Aku janji, aku akan selalu menjaga kamu Sayang," ucap Kenzo seketika menghentikan langkah mereka dan menatap Diandra dengan penuh keyakinan, sehingga membuat Diandra pun merasa begitu tersentuh.
"Terimakasih ya Sayang, tapi tetap aja aku nggak mau kita terlalu mengumbar kemesraan karena kampus ini 'kan tempat belajar bukan tempat orang pacaran," kata Diandra.
Karena Kenzo merasa sudah sangat menyayangi wanita yang ada di hadapannya saat ini, bahkan sudah resmi menjadi kekasihnya, ia pun menuruti saja yang terpenting kekasihnya itu selalu merasa nyaman saat bersamanya.
"Ya udah aku masuk dulu ya, bye … ," ucap Diandra melambaikan tangannya sembari masuk ke dalam kelas.
"Bye … ," balas Kenzo yang juga melambaikan tangan lalu melangkahkan kaki menuju ke kelasnya.
*****
"Mentang-mentang udah jadian, sepertinya udah lupa deh sama sahabat sendiri," sindir Sasa saat Diandra datang menghampiri dan duduk di sampingnya. Ia memang sudah diberitahu oleh Diandra tentang pertemuannya dengan Kenzo, karena ia menanyakannya langsung lewat telepon.
"Apaan sih, aku nggak mungkin lah lupa dengan sahabatku sendiri. Soal tadi malam aku minta maaf ya, sebenarnya aku mau kasih tahu kamu, tapi aku maunya kasih tahu kamu secara langsung. Ya mana aku tahu kalau kamu udah dikasih tahu sama Riko, itu bukan salah aku dong," kata Diandra membela diri.
"Masih aja ya membela diri, untung aja kamu itu sahabat baik aku, kalau bukan nggak tahu lagi deh," ucap Sasa yang mengerucutkan bibirnya itu.
__ADS_1
"Uh … terimakasih ya Sayang, kamu itu benar-benar sahabat terbaik aku deh. Sekali lagi aku minta maaf ya," ucap Diandra yang langsung saja merangkul tubuh sahabatnya itu.
"Iya, iya aku maafin. Oh ya kamu enak udah jadian sama Kenzo, Kenzo itu geraknya cepat banget deh beda sama Riko," ucap Sasa kesal, terlihat kekecewaan dari raut wajahnya.
"Hah Riko? Kamu mengharap Riko menyatakan cinta untuk kamu gitu?" Tanya Diandra to the point.
Sasa sontak terkejut, ia baru sadar jika tadi telah keceplosan berbicara seperti itu kepada sahabatnya. Sehingga sekarang Sasa pun bingung harus mengatakan apa kepada Diandra, sudah pasti ia tidak mungkin bisa mengelak.
"Apaan sih Di, nggak lah, bukan itu kok maksud aku," kata sasa yang memalingkan wajahnya, ia takut ketahuan oleh Diandra karena wajahnya saat ini memerah seperti kepiting rebus.
"Cieh … udahlah ngaku aja, kamu punya perasaan ya sama Riko? Aku ini sahabat kamu loh, aku tahu bagaimana reaksi kamu saat menyebut nama Riko tadi," kata Diandra lalu Sasa pun menolehkan wajahnya menatap ke arah Diandra.
"Serius? Kelihatan banget ya kalau aku menyukai Riko dan berharap Riko menyatakan cinta untuk aku?" Tanya Sasa untuk memastikan.
"Iya dong, jadi benar kan?" Tanya Diandra dan ditanggapi anggukan pelan oleh Sasa karena masih malu untuk mengakuinya.
"Cieh … ada yang jatuh cinta nih," ledek Diandra.
"Cieh … ada yang baru jadian nih," balas Sasa yang tak mau kalah. Hingga keduanya pun terlihat tertawa lepas dan bahagia.
Tanpa mereka sadari ternyata ada yang memperhatikan mereka sedari tadi dengan tatapan tajam, sudah jelas ia sangat tidak suka melihat kebahagiaan di antara keduanya.
"Sekarang kalian boleh senang-senang dulu, tapi lihat saja nanti."
Bersambung …
__ADS_1