
Alga berjalan beriringan dengan Chatrina menuju tenda milik Chatrina, semua melihat Chatrina dengan berbisik, namun gadis itu mengabaikannya walaupun Alga merasa tidak nyaman merasakan hal tersebut, Alga hanya melihat Chatrina yang berwajah tanpa ekspresi terus berjalan hingga sampai di depan tenda nya.
"Thanks ya." ucap Chatrina sambil tersenyum
"Aku minta maaf untuk hal itu, aku akan memperbaiki nya."
"Tidak apa-apa, tidak perlu, aku juga tidak membutuhkan pengakuan orang lain tentang kita." Chatrina terus tersenyum, membuat Alga merasa sangat bersalah.
Alga berjalan menuju tenda nya sendiri setelah mengantarkan Chatrina ke tenda gadis itu, semua memang bergunjung tentangnya dengan Chatrina, walaupun Alga tidak pernah terpengaruh akan hal tersebut tapi Chatrina, dia tidak ingin gadis itu sakit hati karena omongan orang-orang mengenainya, orang ketiga, pelakor, perebut pacar adiknya, dan segalanya.
Alga membuka ponselnya, memilih foto milik Chatrina yang diam-diam dia ambil saat kencan, foto gadis itu yang terlihat sangat cantik, Alga sama sekali tidak berniat membagikannya dengan siapapun tapi melihat orang-orang yang membicarakan pasangannya seperti itu membuat Alga sendiri tidak nyaman, apalagi Chatrina. Instagram milik Chatrina itu terkunci, followers nya hanya 20 an orang dan yang di follow hanya 5 orang, itupun akun bercentang nya 2, jadi tiga orang itu ibunya, Alga, dan Liana.
Algaleo menandai anda di postingannya.
Notif masuk ke ponsel Chatrina, bukan hanya itu, banyak tag, dan juga akun-akun yang tiba-tiba memfollownya dan masuk dalam daftar tunggu, hanya beberapa detik tapi sudah banyak yang request untuk di acc, bahkan juga request DM.
Postingan Alga benar-benar membuatnya menjadi seleb dalam beberapa detik, followers Alga yang hampir 1jt sangat mempengaruhi, bukan hanya dm baik tapi juga dm ngejudge Chatrina pun di terima. Hanya saja memang dengan begini semua akan tau siapa sebenarnya pilihan Alga, jadi tidak ada yang memikirkan hal buruk mengenai Chatrina lagi.
Tak ada hal buruk lagi hingga bus yang membawa anak IPA camp kembali ke sekolah, semua keluar dari bus dengan bawaan masing-masing, Alga membantu Chatrina membawakan tas gadis itu.
Sewaktu berangkat Alga tidak membawa motor melainkan membawa mobil, dia memang jarang memakai mobilnya jadi ya begitulah agak kotor dikit luarnya berdebu, mobil bmw hitam.
Alga memasukkan tas milik Chatrina kedalam mobil dan membukakan pintu depan untuk Chatrina masuk. Semua melihat pemandangan itu menangis iri, siapa lagi yang tidak iri dengan Chatrina, treat like a queen. Termasuk Erika yang baru saja keluar dari bus nya memakai seragam pramuka, kebetulan bus mereka hampir barengan pulangnya jadilah sekolah lumayan rame sabtu ini.
"Thanks." Sebelum masuk Chatrina menyeringai puas pada Erika.
"Sama-sama sayang."
Mobil Alga meninggalkan area sekolah menuju rumah Chatrina, rumah itu nampak sepi dari luar, ibu Chatrina mengatakan kalau ada kegiatan di kantor nya yang kegiatannya ada di luar kota, jadi beberapa hari tidak pulang ke rumah.
"Duduklah terlebih dahulu." Ucap Chatrina menyuruh Alga duduk di ruang tengah.
"Iya." Alga tersenyum dan duduk di sofa, pemandangan indah saat melihat foto-foto masa kecil Chatrina, rambutnya bukan hitam melainkan pirang.
Chatrina datang dengan membawa minuman dan pembantu rumahnya yang membawa nampan berisi camilan.
"Silakan den Alga."
"Makasih bi."
Chatrina duduk di sofa sebrang Alga.
"Itu anak kecil kamu kan?." Tanya Alga sambil menunjuk foto anak kecil memakai dress putih berambut pirang.
__ADS_1
"Iya, rambutku memang pirang, tapi karena masih sekolah di hitam biar ngga dikira anak nakal."
"Hahaha ada-ada aja, emang kenapa kalo pirang kan belum tentu anak nakal."
"Soalnya waktu kecil suka dikatain temen-teman jadi sama mama di hitamin aja. Kebiasaan jadi sampai sekarang pilih hitam terus."
"Oh gitu ya. Padahal bagus kalau pirang, nggak salah juga kan warna rabut bukan mencerminkan hati seseorang."
Menjelang sore hari, Alga berpamitan untuk pulang. Tepat didepan gerbang Alga menghentikan langkahnya dan menengok ke belakang kearah Chatrina yang mengantarnya sampai di depan gerbang.
"Besok aku jemput, kita jalan."
"Ha? Iya."
Alga mengusap rambut Chatrina sambil tersenyum "masuk terus istirahat."
"Iya." Chatrina tidak bisa mengatakan apapun, Alga benar-benar membuatnya melayang.
Alga mengusap rambut Chatrina sambil tersenyum "masuk terus istirahat."
"Iya." Chatrina tidak bisa mengatakan apapun, Alga benar-benar membuatnya melayang.
...
Chatrina membaringkan tubuhnya di ranjang, mengambil ponselnya yang ada di nakas, beberapa pesan masuk dari Liana, dan juga Alga. Notif ig jangan tanyakan lagi, jebol karna tiap detik bahkan selalu ada aja yang masuk, jadi Chatrina mematikan notif ig nya tapi untuk saat ini dia meng acc akun milik Amanda, Edgar, Levi, dan Gavin. Chatrina hanya merasa mengenal mereka saja tidak ada yang lain.
Alga mengirimkan pesan pada Chatrina.
Sayang…
Tidak membutuhkan waktu yang lama, Chatrina membalas pesannya dengan sangat singkat, namun bukan Alga namanya kalau hanya berhenti disana.
Chatrina : Iya?
Ngapain nih?
Chatrina : Tiduran
Kamu tau nggak kenapa kamu cantik?
Chatrina : Aku ga cantik
Bagiku cantik
Cantik banget, sampai aku ga mau pisah sedetikpun sama kamu
__ADS_1
Chatrina : Apaan sih
Keluar deh
Chatrina : Kenapa?
Keluar aja dulu
Alga tersenyum saat melihat balasan Chatrina, memasukkan ponselnya kedalam saku celana.
Chatrina terlihat membuka pintu balkon kamarnya, pandangannya tertuju pada Alga yang berdiri didepan gerbang rumahnya membawa boneka teddy bear besar dan bunga mawar. Chatrina tersenyum, bukan hanya di novel yang dibacanya, akhirnya dia juga menemukan pria tokoh utama di novel.
Chatrina terburu menuruni tangga dan keluar rumah membuka gerbang, gadis itu memeluk tubuh Alga erat. Begitu pula Alga yang membalas pelukan Chatrina, bukan hanya itu ternyata Alga membawa teman-teman Butterfly nya, mereka semua membawa setangkai mawar dan satu balon.
"Ada acara apa?." Tanya Chatrina, jam sudah menunjukkan pukul 12 malam tapi mereka berkumpul disana.
"Selamat ulang tahun sayang." Ucap Alga lembut, Gavin datang dengan kue bertuliskan 18 tahun.
Alga mengambil alih kue tersebut, bahkan Chatrina tidak ingat kalau dia berulang tahun hari ini.
"Make a wish."
Chatrina memejamkan matanya berdoa pada Tuhan, apapun yang ingin dicapai dan semua kebaikan selalu berada di sisi orang-orang yang menyayanginya.
Chatrina meniup lilin nya, kembali Alga memeluk Chatrina erat.
Malam itu terlihat sudah sepi kembali saat semua teman-teman Alga pulang, tinggalan disana hanya Alga, Edgar dan Gavin, karena mereka berdua ikut semobil dengan Alga.
Duduk di sofa sambil memakan makanan yang dibuatkan pembantu rumah Chatrina, untung saja ibu Chatrina menyiapkan banyak daging di lemari pendingin.
Chatrina tersenyum, untuk pertama kali ulang tahunnya begitu ramai, terakhir kali hanya mama nya yang mengucapkan ulang tahun tapi sekarang semua nya mengucapkan walaupun Chatrina selalu menunggu ucapan ulang tahun dari ayahnya.
"Hei Chatrina, lihat sini, hbd yeeee." Ucap Edgar sambil membuat story wajah Chatrina.
Gadis itu masih cantik walaupun sudah menghapus make up tipisnya dan memakai baju tidur
Dimeja makan mereka sudah banyak makanan, makanan ala-ala korean food.
"Waaahh makan enak nih." Ucap Edgar
"Berisik lo norak." Jawab Gavin yang duduk disebelahnya
Chatrina dan Alga hanya tertawa melihat tingkah kedua temannya yang hampir tidak pernah akur soal seperti ini.
__ADS_1
Bersambung...