The Butterfly Effect

The Butterfly Effect
Episode 34


__ADS_3

Setelah sekian lama hari berlalu, waktu terus berputar, malam berganti siang, Alga akhirnya kembali ke sekolah seperti biasanya. Laki-laki tampan bertubuh tinggi dengan mata tajam dan wajah dingin itu berjalan di lorong sendirian menuju ke kelas 12 IPA 1, yang ingin ditemui hanyalah sesosok gadis cantik yang tengah menyingkirkan anak rambutnya ke belakang telinga sambil membaca buku novel di bangku paling belakang.


Kelas 12 seharusnya digunakan untuk membahas masa depan, akan lanjut kemana setelah selesai sekolah nanti, tapi semuanya masih abu-abu sekarang. Setiap orang punya mimpi, tapi tidak semua orang punya mimpi yang real. Termasuk Alga, dia tidak ada yang ingin dilakukan selain hidup bersama gadis itu selamanya, saling mencintai dan mengisi kekurangan masing-masing.


“Alga.” Suara lembut itu memanggil namanya, senyuman manis yang keluar dari sudut bibirnya menyapa dengan indah bak berada di surga.


Alga berjalan menghampiri Chatrina yang duduk di kursi nya, dia menarik kursi bangkunya sendiri dan meletakkan tas di meja. Pandangan Alga tidak beralih dari Chatrina sedikitpun, semakin hari perasaanku semakin besar dalam mencintai perempuan, selain mama nya, hanya Chatrina yang berhasil membuat Alga melakukan apapun untuk membuatnya bahagia.


“Maaf baru masuk sekolah lagi.”


“Kenapa minta maaf, syukurlah akhirnya kamu kembali ke sekolah, sekolah sepi kalau tidak ada kamu.”


Terlihat Devano yang baru saja masuk kelas, matanya bertatapan secara langsung dengan Alga yang duduk di bangkunya, tapi Alga mengabaikan hal tersebut, dia masih malas berurusan dengan siapapun, apalagi Devano.


Guru masuk kedalam kelas setelah bel masuk berbunyi, mata pelajaran hari ini kimia, walaupun sangat susah tapi semua harus mendengarkan dengan baik, entah masuk kepala atau tidak mengingat mereka akan segera melaksanakan ujian tengah semester.


Sebelum ujian tengah semester dilaksanakan, SMA Effect seperti yang diketahui semua orang akan mengadakan sebuah event tahunan yang cukup besar. Dari bazar hingga live musik, seperti tahun sebelumnya, bazar hanya akan digunakan untuk kelas 10, sedangkan live musik hanya akan diisi dari kelas 11, sedangkan kelas 12 nya bebas, karena ini tahun terakhir anak angkatan kelas 12.


Jam istirahat berlangsung, Alga dan Cahtrina meninggalkan kelas menuju ke kantin menemui teman-teman butterfly nya yang sudah menunggu di kantin sekolah.


“Duluan saja, ada yang ketinggalan.” Chatrina kembali ke lorong kelas menuju ke kelasnya untuk mengambil ponselnya yang ketinggalan di dalam tas.


Di kelas itu hanya ada Devano yang duduk sendirian sambil bermain game, Chatrin mengabaikannya tapi tidak dengan Devano yang meletakkan ponselnya di meja dan menghampiri Chatrina yang tengah membuka tas.


“Ada yang mau gue omongin sama lo.”


Chatrina menoleh kearah Devano dengan tatapan bingung.


“Ngomong aja.”


“Gue suka sama lo.”


Rasanya mungkin sangat tiba-tiba untuk semua orang yang mengatakan itu, apalagi Devano pada Chatrina yang sebenarnya juga semua orang tau kalau Chatrina sudah punya pacar, apalagi pacarnya Algaleo, siapa yang berani dengan Algaleo.

__ADS_1


“Gila lo.” Chatrina berhasil menemukan ponselnya, mengabaikan Devano yang berusaha mengejar Chatrina.


Saat keluar kelas, bersamaan dengan Erika yang lewat di depan kelasnya, sepertinya malah sengaja datang ke kelasnya untuk mencari Devano.


“Tuh cowok lo.” Chatrina menghindari Erika yang berdiri didepan pintu kelasnya dan pergi menuju ke kantin.


“Kak.” Panggil Erika lembut berusaha mencerna apa yang dia dengar “Chatrina lagi? Dulu Kak Alga sekarang Kak Devan juga mau di rebut Chatrina, sebenarnya apa bagusnya dia sih.”


“Minggir.”


“Kak Devan!.” Teriak Erika keras yang mengakibatkan semua orang melihat kearah mereka berdua.


Devano menghentikan langkah kakinya dan menoleh kearah Erika “Gue nggak suka sama lo, sejak awal lo aja yang ke-pd an, gue Cuma mau bantuin lo, bukan karena gue suka sama lo.”


Semua berbisik mengenai Erika dengan pernyataan Devano yang cukup menggemparkan sekolah, apalagi postingan Erika yang menyampaikan bagaimana laki-laki itu sangat menyukainya, padahal kenyataan juga tidak.


“Terus selama ini Kak Devan menganggap gue apa? Kita udah tidur bareng kak.” Lirih Erika yang membuat Devano mendekatkan kepalanya pada Erika.


“Terus kenapa? Bukannya lo juga tidur sama cowok-cowok lain, lo nggak sadar?.”


“Mending lo intropeksi diri, lo nggak cocok sama gue.”


Bersamaan dengan kalimat Devano yang berakhir, Amanda lewat bersama teman-temannya, Amanda sekarang tidak terlalu peduli dengan urusan orang lain, banyak yang harus dia lakukan selain mengurusi permasalahan Erika atau Chatrina, apalagi Devano yang tidak pernah ada habisnya. Tapi tiba-tiba Devano menghampiri Amanda dan menggandeng tangannya.


“Apaan sih lo.”


“Makin cantik aja manda.”


Semua menatap kearah Erika dengan jijik, tidak suka, tapi ada juga yang kasihan, termasuk Chatrina yang berdiri sangat jauh di balik dinding dan sejak tadi memperhatikan Erika. Mungkin hubungan mereka tidak pernah baik, tapi Chatrina tidak sejahat itu pada Erika, terkadang dia berpikir kalau mungkin saja Chatrina bisa jadi kakak yang baik untuk Erika jika dia tidak menuntut banyak hal atas kesempurnaan keluarganya, jika dia menerima keputusan ayahnya dengan lapang dada.


“Miau.” Chatrina menoleh saat melihat Alga berada di belakangnya, menunggu lama membuat Algaleo penasaran kemana perginya Chatrina yang mengatakan kalau hanya mengambil barang sebentar, tapi melihat Chatrina yang berada di balik dinding sedang menyaksikan Erika dan Devano yang tengah bertengkar.


“Maaf, kamu menunggu ya? Ayo kita ke kantin.”

__ADS_1


“Ada apa?.”


“Bukan apa-apa.”


Algaleo mendengar semuanya sejak awal, dan Alga tau kalau Chatrina merasa sangat bersalah sekarang. Mungkin dia juga tau kalau Chatrina tidak menyukai Erika, tapi terlihat jelas kalau walaupun begitu Chatrina masih punya rasa kasihan pada adik tirinya.


“Kalo gue jadi Erika sejak awal gue pindah sekolah.”


“Iya bener, sumpah ga tau diri banget.”


“Mana mungkin dia bermimpi jadi pacar Devan.”


“Semua orang juga tau Devan nggak suka tipe cewek kayak Erika.”


Banyak hal yang membuat Erika kesal sekaligus sedih, dan bagi Erika itu semua adalah kesalahan Chatrina, semuanya hancur saat ada Chatrina.


Erika meninggalkan lorong menuju ke kelasnya untuk mengambil tas, saat dia masuk kelas, semua yang berkumpul menjadi diam, sudah jelas kalau mereka sedang membicarakan mengenai Erika.


“Mau kemana? Belum jam pulang.” Suara laki-laki membuat Erika menghentikan langkahnya saat akan keluar gerbang.


“Kak Gavin.”


“Lo boleh marah atau sedih sama keadaan, tapi lo harus tau kalau meninggalkan sekolah sebelum jam pulang itu melanggar aturan.”


“Apa urusan lo? Gue nggak peduli juga.”


“Ya udah lo tinggal pindah sekolah yang artinya apa yang mereka katakan tentang lo itu bener.”


“Sebenarnya apa sih mau kak Gavin?.”


“Nggak ada, gue Cuma nggak mau lo berakhir kayak orang yang gue kenal. Sejak awal Devano nggak pernah nolong lo, dia Cuma manfaatin lo doang, harusnya kalau lo deket sama orang, cari tau dulu masa lalunya.”


“Terus?.”

__ADS_1


“Lo sebenarnya baik, ada baiknya juga lo baikan sama kakak lo, dia nggak jahat sama lo, lo yang berlebihan membencinya.” Gavin menepuk pundak Erika “Perasaan itu nggak bisa di paksa.” Kemudian pergi masuk kedalam gedung sekolah.


Bersambung...


__ADS_2