The Butterfly Effect

The Butterfly Effect
Episode 41


__ADS_3

Chatrina membuka pintu rumahnya sambil menarik koper milik Erika, di luar dugaannya kalau Adrian tidak membantu Erika sama sekali, walaupun Chatrina sudah berusaha membantunya untuk bicara dengan Adrian, ayahnya.


“Masuk aja.”


Erika hanya mengangguk, gadis itu melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah Chatrina, melihat pemandangan di dinding yang banyak menunjukkan foto-foto Chatrina saat kecil, juga keluarga ibu Chatrina, bahkan ada foto pernikahan ibunya yang baru.


“Lo tunggu disini ya, gue bersihin kamar tamu dulu, soalnya lagi nggak ada pembantu dirumah, pulang kampung minggu ini sampai minggu depan.”


Erika hanya mengangguk, dia tidak melakukan apapun selain mengikuti perintah Chatrina, lagipula kalau tidak ada kakak tirinya itu mungkin Erika akan tidur di jalanan. Setelah membersihkan kamar tamu, Chatrina membantu Erika membawa barang-barangnya masuk kedalam kamar tersebut.


“Makasih.”


“Sama-sama, lo istirahat aja dulu, ntar gue bangunin kalau waktunya makan malam.”


“Nyokap lo kemana?.”


“Honeymoon, masih lama pulangnya, jadi anggap aja rumah sendiri.”


Erika mengangguk.


Chatrina keluar rumahnya menuju ke supermarket depan perumahannya untuk membeli beberapa perlengkapan untuk Erika. Sabun, sampo, dan lain-lain. Chatrina tidak menyukai sayuran sehingga dia sama sekali tidak menyimpan sayuran di dalam lemari pendinginnya sehingga dia membeli sayuran untuk di masak, Erika butuh makan makanan sehat tidak sepertinya yang bisa makan makanan apapun yang ada di lemari pendingin terutama junk food.


Dua kantong plastik besar Chatrina bawa ke rumahnya, sampai di depan gerbang dia melihat Alga yang duduk di motornya sambil melambaikan tangan pada Chatrina.


“Butuh bantuan?.” Alga menghampiri Chatrina dan membantu gadis itu membawa barang belanjaan.


“Makasih, tapi kamu ngapain kesini?.”


“Mau ngajak makan malam di luar, tapi sepertinya kamu mau masak sendiri ya?.”


“Iya ini. Ikut makan bareng aja. Erika juga ada di dalam.”


“Ngapain Erika disini?.”


“Panjang ceritanya, ayo masuk.”


Alga masuk kedalam rumah, membantu Chatrina di dapur membuat makan malam sendirian.

__ADS_1




Suara bising di luar kamar mengganggu tidur Erika, gadis itu membuka pintu kamarnya dan melihat ke arah dapur, ada Alga dan Chatrina yang tengah bercanda sambil memasak. Kegiatan yang sangat membuatnya iri, tapi dia bahkan tidak bisa menyalahkan siapapun atas kejadian ini, karena apa yang terjadi dengannya itu akibat dari ulahnya sendiri.


Erika kembali menutup pintu kamarnya dan berdiam diri disana tidak ingin mengganggu Chatrina dan Alga di dapur.


Suara dering ponsel Alga membuat laki-laki itu meninggalkan dapur untuk mengambil ponselnya yang ada di meja makan, nama Gavin tertera di layar dan dia baru ingat kalau malam ini anak-anak butterfly janjian nongkrong di tempat biasanya.


“Shit!.” Alga menerima telepon tersebut.


“Lo dimana? Gue kerumah lo tapi kayaknya lo nggak ada dirumah.”


“Gue di rumah Chatrina sekarang, ntar gue nyusul.”


“Anak-anak masih lama, gue kesitu ya? Edgar juga lagi bantuin orang tuanya antar galon.”


“Ya udah kesini aja sekalian ikut makan malam bareng.”


“Oke otw.”


Mereka hari ini membuat ayam kecap, sup brokoli, telur omelet, spageti, serta makanan penutupnya ada jeli dan cup cake yang Chatrina beli di supermarket.


“Gavin ikut makan juga nggak papa kan?.”


“Nggak papa lah, bagus banyak orang, lagian siapa yang habis makanan sebanyak ini.”


Alga mengangguk dan mencoba memeluk Chatrina, namun gadis itu buru-buru menghindar sambil tertawa naik ke lantai dua menuju kamarnya. Suara motor didepan mengurungkan niat Alga yang akan mengejar Chatrina, Alga keluar untuk mempersilakan Gavin masuk.


“Lama amat, ngapain sih lo.” Gavin nyelonong masuk seakan menganggap seperti rumahnya sendiri, bahkan duduk di sofa dengan santai.


Menunggu Chatrina turun, mereka berdua memutuskan untuk main game di ponsel sebentar. Beberapa menit kemudian Chatrina turun setelah menyelesaikan mandi dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang layak pakai saat ada tamu.


“Gavin udah disini, tunggu di meja makan aja, gue mau panggil Erika dulu.” Chatrina menuju ke pintu kamar tamu.


“Erika?.” Gavin sedikit terkejut saat Chatrina menyebut nama Erika.

__ADS_1


“Erika ada disini, nggak usah pasang muka bego lo. Ayo.”


Mereka semua berada di meja makan, tidak ada perbincangan hanya saling melihat satu sama lain. Hingga Chatrina tertawa dengan tiba-tiba untuk memecah keheningan, “Kenapa semua diam?.”


“Jadi lo ngapain disini sekarang?.” Pertanyaan itu bukan keluar dari mulut Alga, melainkan dari mulut Gavin.


Alga sudah mengetahui semuanya dari Chatrina mengenai Erika yang ada disini dan alasannya ada disini, sehingga laki-laki itu sudah tidak khawatir lagi kalau Erika jahat atau melakukan hal yang tidak-tidak pada Chatrina.


Erika meletakkan alat makan yang dia pegang dan melihat ke arah Gavin “Kak Chatrina bantuin gue. Gue di usir dari rumah.” Jawab Erika jujur.


“Nggak usah dibahas, makan aja, nggak laper apa kalian berdua.” Alga menghentikan perbincangan itu agar tidak terlalu jauh pembahasannya.


Mereka memutuskan untuk makan malam dengan sangat tenang, jangan tanyakan bagaimana rasa makanannya, karena Alga lah yang membuat makanan itu jadi enak, dia lama tinggal sendiri sehingga membuat makanan tidak susah untuknya, berbeda dengan Chatrina yang selalu makan makanan buatan ibunya atau pembantu dirumahnya.


Setelah makan, semua masih berada di ruang tengah. Tidak mungkin Erika langsung kembali ke kamarnya setelah tau ada Gavin dan Alga di rumah itu, kemungkinan mereka juga banyak menanyakan alasan Erika berada disini. Chatrina mengambil makanan ringan dan meletakkan diatas meja, sedangkan Gavin terlihat memperhatikan Erika dari atas hingga bawah, mengira-ngira alasan gadis itu ada disini sekarang.


“Kak Chatrina bantuin gue, gue di usir dari rumah.” Ucap Erika yang sama sekali tidak membuat Gavin terkejut.


“Terus?.”


“Emm itu...” Erika memejamkan matanya sambil menunduk “Gue hamil.” Dua kata itu benar-benar membuat Gavin menyemprotkan minumannya.


“Apa?.” Gavin melihat kearah Chatrina dan Alga yang sama sekali tidak terkejut. “Anak siapa? Devano lagi?.” Tanya Gavin kemudian.


“Bukan kak.”


“Shut-shut nggak usah tanya lagi.” Alga menepuk pundak Gavin agar tidak lanjut mengintrogasi Erika.


“Lo nggak mau jujur aja cowoknya siapa?.” Tanya Chatrina yang sebenarnya juga tidak tau siapa ayah dari bayi yang ada dalam kandungan adiknya itu.


“Gue juga nggak tau kak, waktu itu gue berhubungan nggak Cuma sama satu orang.”


“Pusing gue.” Gavin memegang kepalanya sendiri tidak tau harus mengatakan apa, terlalu di luar nalar untuknya yang dari keluarga baik-baik dan terpandang.


Chatrina hanya mengangguk mengerti dengan ucapan Erika.


“Terus lo mau gimana sekarang? Lo mau rawat bayi itu sampai lahir?.”

__ADS_1


Erika mengangguk “Gue takut bunuh dia, gue nggak akan tega.”


Bersambung...


__ADS_2