The Butterfly Effect

The Butterfly Effect
Episode 27


__ADS_3

Sudah satu minggu sejak kejadian yang menimpa Chatrina dan sejak saat itu pula hingga hari ini Alga sama sekali tidak tau siapa pelaku yang melakukan hal tersebut pada Chatrina. Membuat Alga begitu frustasi jika memikirkannya. Erika, jika berpikir bahwa dia pelakunya, maka 100% bukan, entahlah tidak ada tanda yang mengarah pada gadis itu walaupun Alga berusaha mencari tau lebih dalam mengenai Erika pada hari itu, nyatanya bukan dia.


Satu batang, dua batang, tiga batang habis dibakar. Asap dimana-mana, kamar berdinding abu-abu itu dipenuhi dengan asap, tidak biasanya Alga merokok di dalam kamar, biasanya dia akan menyempatkan untuk membuka pintu ke balkon dan duduk disana. Namun, malam ini pria itu memutuskan untuk menghabiskan waktunya di dalam kamar.


triingg


Chatrina : Sudah tidur?


kalau Chatrina sudah bertanya seperti itu, maka tanda nya dia butuh teman mengobrol. Alga mematikan rokoknya dan mulai menekan panggilan ke Chatrina, perbincangan mereka berlangsung hingga keduanya berakhir di alam mimpi masing-masing.


...


Pagi hari di hari minggu, pagi yang dingin dengan embun sehabis hujan. Alga terbangun dari tidurnya, ponsel di sebelahnya sudah mati, baterainya habis karena semalaman mengobrol dengan Chatrina melalui telepon. pria itu beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk mencuci wajah, mengambil handuk dan mengeringkan wajah tampannya, pagi ini dia akan jogging keliling komplek sebentar lalu mandi.


Alga keluar rumahnya, bersamaan dengan mobil yang melewati rumahnya dan berhenti didepan rumah Erika, mobil milik Devano yang mana Erika baru saja keluar dari mobil itu. Alga sama sekali tidak peduli, dia hanya mengabaikannya dan mulai berlari untuk mendapatkan keringat dan mengeluarkan seluruh emosi yang menumpuk di kepala.


Sehabis jogging dengan banyak ibu-ibu yang menyapa nya, Alga kembali ke rumah, mengambil air mineral di meja dan meneguknya hingga habis. Alga masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badan, mengganti pakaiannya dengan pakaian yang bersih. kaos hitam polos di padukan dengan celana pendek senada dan sandal rumahan.


Alga mengambil keranjang pakaian kotornya dan memasukkan semua pakai kotor itu ke dalam kantong plastik khusus pakaian kotor. Pria itu menyalakan motornya, menunggu sebentar, kemudian memakainya menuju tempat laundry yang ada di seberang komplek perumahan tempat nya tinggal.


"Iya bener bu, sudah seminggu putrinya itu sering pulang pagi diantar mobil."


Perbincangan ibu-ibu komplek yang tengah berbelanja di tukang sayur yang berhenti di depan tempat laundry. Setelah meletakkan pakaiannya di sana, Alga kemudian kembali ke rumah, ingin rasanya dia tidak peduli dengan Erika, tapi mengingat itu adalah Devano, Alga merasa akan ada masalah lagi setelah ini.


Setelah menyelesaikan kegiatan mandinya, Alga mengambil ponsel yang dia letakkan di atas meja untuk mengirimi pesan Chatrina.


Udah siap? Aku jemput ya.


Chatrina : Mau Kemana? aku baru bangun.

__ADS_1


Alga belum ada janji atau membuat janji dengan kekasihnya, tentu saja gadis itu akan bertenya kemana mereka hari ini.


Rahasia, Aku jemput sekarang. siap-siap aja


Alga mengeluarkan mobilnya, menyalakan mobilnya kemudian dia masuk ke dalam rumah mengganti pakaiannya dengan yang lebih rapi, ya walaupun hanya mengganti celana dan memakai jaket. hari ini dia mengajak Chatrina kencan, untuk yang beberapa kali, tapi dia tetap gugup jika bertemu gadis itu.


setelah semua selesai, Alga pergi kerumah Chatrina. ternyata gadis itu sudah siap sejak tadi, pasalnya Chatrina telah menunggu Alga di depan rumahnya. saat mobil Alga datang, Chatrina mengetuk kaca pintu mobil milik Alga sebelum pria itu keluar.


"apa aku boleh menyetir?." Tanya Chatrina dengan puppy eyes nya.


"kamu yakin?."


Chatrina mengangguk dengan semangat.


"oke." Alga keluar dari mobil, berganti dengan Chatrina yang duduk di balik kemudi, sedangkan dia duduk di samping.



Alga membuat tweet di twitternya saat Chatrina tengah fokus menyetir menghindari mobil-mobil lain yang terburu-buru ingin sampai.


Mobil Alga berhenti di indomaret, Chatrina ingin membeli beberapa camilan dan juga minuman, lebih tepatnya ingin membeli onigiri untuk sarapan, Chatrina juga belum sarapan, jadi gadis itu membeli 2 onigiri dan juga minuman, air mineral, 2 kotak susu coklat dan juga minuman bersoda, tak lupa camilan ringan lainnya.


Sekalian bertukar tempat ganti Alga yang menyetir karena Chatrina tidak tau Alga ingin membawanya kemana.


Mereka berdua berhenti di sebuah kedai, untuk pertama kalinya Chatrina kesana setidaknya bukan hanya pertama kali kesana tapi juga baru pertama kali melihat kedai seperti itu.


Sama dengan kedai coffee lainnya hanya saja mereka menyediakan pembuatan gerabah sejenis cangkir dan lain-lain untuk di ukir.


Alga duduk di salah satu meja dengan Chatrina sembari menunggu pesanan mereka datang, Chatrina bukan orang yang suka bermain ponsel, namun pesan dari ibunya membuat gadis itu mengalihkan fokus pada benda pipih miliknya.

__ADS_1



Chatrina tersenyum tatkala melihat postingan Alga, wajahnya kembali terpampang di instagram post akun Algaleo bahkan like nya lebih dari 100 hanya dalam waktu singkat. Keren bgt sih Alga walaupun nggak mungkin segitu banyaknya.


Kegiatan mereka berakhir, kedua nya keluar dari kedai namun tiba" hujan turun, jarak ke mobil lumayan jauh ya setidaknya baju mereka pasti basah.


Alga melepaskan jaket yang dipakainya dan memakaikan di tubuh Chatrina.


"Kenapa? Bukannya kamu lebih kedinginan, aku nggak papa masih pake baju panjang."


"Bahannya tipis pasti tetap dingin, pakai saja biar lebih hangat."


"Thanks." Chatrina tersenyum manis.


Mereka berdua memutuskan berlarian hingga kedalam mobil, Alga mengambil tisu yang ada di kursi belakang dan memberikannya pada Chatrina.


"Bersihkan yang basah biar ngga masuk angin."


Alga tak pernah berpikir sebelumnya akan secepat ini menemukan gadis yang sangat dicintainya bahkan di ujung kuku pun dia nggak akan pernah rela kalau Chatrina terluka.


Mobil Alga meninggalkan parkiran menuju tempat kencan kedua mereka yaitu ke mall, penampilan kucel mereka sebelumnya sudah kembali ke asal, kalau memang dari sananya udah cantik dan ganteng mau berpenampilan kayak gembel pun tetap akan sama saja.


Setidaknya ke mall nggak akan masalah karena parkiran ke dalam mall nya tidak terkena air hujan.


Chatrina dan Alga menuju ke bioskop untuk membeli tiket nonton film hari ini, film horor yang ingin di tonton Chatrina, the nun. Walaupun takut horor tapi Chatrina masih saja meminta menonton film itu, bukan karena ingin modus tapi memang Chatrina sangat ingin menonton tapi tidak berani menonton sendirian.


Setelah membeli tiket mereka masih harus menunggu satu jam lebih untuk bisa masuk ke bioskop karena jadwal nya memang masih satu jam lagi. Jadi mereka memutuskan untuk makan di salah satu kedai yang ada di mall.


Ramen, Chatrina ingin makan makanan Korea yang sangat terkenal itu. Chatrina juga sudah sangat lama tidak makan ramen di sana karena ibunya masih sibuk mempersiapkan pernikahan yang akan digelar dua minggu lagi.

__ADS_1


__ADS_2