
"Gila sih yang ngelike foto bos Alga di tuither melebihi followers gue." Ucap Edgar.
Mereka bertiga tengah berada di rumah Alga, sehabis pulang sekolah, harusnya Chatrina juga ada disana tapi siang itu Chatrina di jemput ibunya, alhasil malah Edgar dan Gavin ikut pulang ke rumah Alga.
Ngomong-ngomong soal Edgar yang dapet duit dari judi Alga dan Gavin waktu itu ngga jadi di beliin motor, buat beli lahan di sebelah rumahnya, mau di bangun gudang buat naruh beberapa bahan pokok dagangan keluarganya. Memang sangat mulia si Edgar itu, uang haram dikembangin buat usaha.
Siang itu semua ramai renang di rumah Alga sambil ngegosip, lumayan rumah Alga paling sepi, kalo rumah Gavin ada pembantunya sama adiknya yang masih SD, rumah Edgar jelas sibuk karena pada jualan.
"Erika berhubungan sama Devano?." Tanya Gavin.
"Iya betul, tuh anak kayaknya mau mengibarkan bendera perang lewat Erika yang jelas punya masalah sama anak butterfly."
"Atau dia cuma manfaatin Erika buat nafsu doang?." Ucap Alga yang baru saja datang dengan membawa nampan berisi camilan dan minuman soda dingin.
"Semuanya masuk akal." Jawab Gavin
Devano memang sangat terkenal dengan akun alternya walaupun itu akun pribadi, semua postingannya juga 18+ dari yang bersifat sensual, minuman keras, rokok, semua nya jadi satu itulah kenapa dia disebut Badboy.
Dilain sisi Chatrina pulang bersama Sarah, ibunya dan bos ibunya, Kevin. Entahlah Chatrina tidak tau ada masalah apa sehingga bos ibunya itu menjemputnya juga. Mereka berhenti di sebuah restaurant bintang lima, untuk makan siang tentunya.
Mereka berada di meja yang sudah di pesan oleh Kevin, Chatrina duduk di antara mereka berdua menyisakan satu kursi kosong yang entah untuk siapa.
"Keponakan saya akan datang untuk ikut makan siang hari ini." Ucap Kevin sebelum pertanyaan terlontar dari bibir Sarah.
"Ah begitu ya."
Beberapa saat kemudian makanan pun datang sekaligus seorang pria memakai seragam yang sama dengan Chatrina namun berbalut jaket kulit menghampiri meja mereka.
"Maaf saya telat."
"Duduklah Devan."
Mata mereka bertemu, mata indah Chatrina dan mata menyebalkan milik Devan yang selalu membuat Chatrina merasa dilecehkan.
"Chatrina, ini keponakan om. Namanya-."
"Udah kenal om." Sela Devan dengan tiba-tiba tanpa mengalihkan pandangannya dari Chatrina "kita satu kelas kebetulan."
"Baguslah kalau sudah kenal, om akan mulai berbicara hal penting setelah makan siang."
Selama makan siang berlangsung, hanya sedikit canda tawa yang keluar dari mereka semua. Chatrina merasa sangat risih dengan pandangan Devano.
"Ma, om Kevin, Chatrina permisi ke belakang sebentar."
"Baiklah, cepat kembali Cha."
__ADS_1
"Iya om."
Chatrina beranjak dari duduknya menuju ke toilet yang lumayan jauh dari area mereka makan, masuk ke toilet wanita yang sepi, mungkin hanya dia sendiri yang berada di sana, Chatrina berdiri didepan kaca, mencuci wajahnya menggunakan air yang mengalir, dan membersihkannya menggunakan tisu, tanpa make up pun Chatrina memang sangat cantik.
Selesai dengan kegiatannya di toilet, sedikit memakai make up tipis dan liptinnya, Chatrina keluar sambil memakai sweaternya kembali. Saat membuka pintu toilet, gadis itu di kagetkan dengan Devano yang ada didepannya.
"Minggir!." Ucap Chatrina
"Kalo gue ngga mau?." Devano berjalan mendekat kearah Chatrina sedangkan gadis itu makin mundur hingga membentur dinding.
Devano mendekatkan tubuhnya ke Chatrina, mengusap pipi Chatrina lembut, sedikit menundukkan kepalanya untuk melihat wajah cantik Chatrina.
Chatrina tersenyum, entah kenapa senyuman itu membuat Devano hilang kendali, Chatrina sangat cantik dengan senyuman itu, namun jleebbbb dengan sekali tendangan lututnya, Chatrina telah memecahkan masa depan Devano yang indah.
"Ouuuhhh!!! Shittt!!." Devano menjauh dari Chatrina memegangi celananya.
"Makanya jangan kurang ajar jadi cowok!." Chatrina meninggalkan Devano yang kesakitan disana, kembali ke meja tempat makan dengan ibunya dan juga bos ibunya.
Chatrina tersenyum dan duduk di kursinya.
"Loh kamu ngga ketemu Devano Cha?." Tanya Sarah
"Engga ma."
"Tadi Devano juga ijin ke toilet."
"Benar juga sih."
Beberapa menit kemudian Devano datang dengan menahan sakit di selangkangannya karena ulah Chatrina. Yang membuat Chatrina heran itu kelakuan Devano yang sama sekali tidak cocok jadi keponakan om Kevin yang baik hati dan sopan.
"Kamu kenapa?." Tanya Kevin
"Ngga papa om."
Perbincangan pun dimulai.
"Karena sudah berkumpul, om akan menyatakan suatu hal. Om akan melamar ibumu." Ucap Kevin dan membuat Chatrina sangat terkejut, memang Kevin sangat baik dan Chatrina selalu berharap kalau mamanya kembali ke sisi ayah kandungnya, biarkan kalian menyebut Chatrina egois tapi Chatrina benci perpisahan orang tuanya.
"Iya mama sama om Kevin saling mencintai." Lanjut Sarah.
"Karena om juga wali dari Devano, jadi dia juga harus tau masalah ini. Itulah kenapa om juga mengundangmu kesini Devan."
"Kalo Devan sih setuju om tante, karena kalian saling mencintai, maka kalian perlu menikah, lagipula om juga sudah lama tidak mencintai siapapun, melihat om yang sudah menemukan cinta yang baru, tentu saja Devan juga sangat senang." Jelas Devano.
"Chatrina?." Panggil Sarah
"Iya ma."
__ADS_1
"Kamu ngga bisa?."
"Bukan seperti itu ma, Chatrina senang mama akhirnya menemukan orang yang sayang ke mama, om Kevin juga sangat baik, dia pasti melindungi mama. Tapi om, apa om bisa janji ke Chatrina akan selalu menjaga mama?."
"Sangat janji, om janji padamu nak."
"Baiklah kalau memang akan menikah, Chatrina senang mendengarnya." Walaupun terlihat palsu, Chatrina tetap tersenyum manis.
Selesai makan, mereka berjalan ke lobby bersama.
"Om tante, biar Devano aja yang nganterin Chatrina pulang, lagipula kalian harus ke kantor lagi kan."
"Iya, apa ngga papa Dev?."
"Nggak papa kok tan."
"Makasih ya. Chatrina, ngga papa ya di anterin Devano aja?."
"Iya nggak papa ma, mama sama om Kevin hati-hati dijalan."
Sarah dan Kevin akhirnya pergi terlebih dahulu dengan mobilnya, menyisakan Chatrina dan Devano yang masih ada di lobby restaurant.
"Lo pulang aja, gue bisa naik taksi." Ucap Chatrina ketus
"Engga, gue udah janji nganterin lo pulang kan." Devano menarik tangan Chatrina dan mendorongnya masuk kedalam mobil kemudian menutupnya, bahkan Devano tidak mendengarkan teriakan Chatrina.
Saat berada di dalam mobil, Chatrina seperti menginjak sesuatu di mobil Devano, saat dia memindahkan kakinya, sebuah plastik tipis kecil dibawah, Chatrina mengambilnya dan menunjukkan pada Devano.
"Ini apaan?." Tanya Chatrina dengan wajah polos.
Devano menengok dan sangat terkejut dengan apa yang di pegang Chatrina, pria itu langsung merebutnya dan memasukkan ke dalam saku celana.
"Ini permen karet, lo nggak pernah liat ini?." Tanya Devano
"Engga tuh."
"Jadi Alga baik ya ke lo."
"Kenapa jadi bawa-bawa Alga."
"Terserah gue lah."
"Yang pasti dia lebih baik daripada lo."
"Ya gue tau."
Selama dalam perjalanan sesekali Devano melihat kearah Chatrina, Chatrina lebih istimewa dari yang dia kira, walaupun dingin tapi dia juga sangat manis, Alga memang cocok dengan gadis itu. Ingin rasanya merebut Chatrina dari Alga, mungkin akan sangat menyenangkan.
__ADS_1
Bersambung...