The Butterfly Effect

The Butterfly Effect
Episode 29


__ADS_3

Alga baru saja terbangun saat gedoran pintu terdengar keras di telinganya, keadaan ruang tengah gelap karena mulai petang, Alga menyalakan semua lampu dan membuka pintu. Dia lupa kalau ada janji dengan Edgar untuk main PS.


"Lama banget bos."


"Gue ketiduran, sorry."


Alga menyuruh Edgar masuk ke rumahnya mengambilkan beberapa kaleng minuman dingin dari kulkas di dapurnya, kulkas yang berisi makanan sehat milik Alga yang selalu di stok setiap minggu, bukan Alga yang berbelanja tapi pembantu yang datang setiap seminggu sekali untuk membersihkan rumah juga mengisi bahan makanan yang habis, biasanya yang cepat habis adalah sayuran dan daging, sehingga stok paling banyak itu, sisanya seperti pada umumnya makanan beku dan makanan instan.


"Gue mandi dulu." Alga naik ke lantai dua untuk mandi dan mengganti pakaian, tidak membutuhkan waktu lama dia kembali ke bawah untuk bermain ps sambil menunggu Gavin datang.


Klunting


Belum sampai setengah jam bermain, ponsel Alga dan Edgar bersamaan berbunyi chat masuk.


THE BUTTERFLY INTI


Gavin : Devan udah keterlaluan nih, gue barusan liat dia deketin cewek lo ga


KAPAN?


Gavin : Barusan aja, gue di mall. Kayaknya pulang, lo tanya ke cewek lo deh, kelihatan banget nggak iklas juga muka cewek lo. lagian lo kemana sih nggak jemput.


Edgar : Ketiduran doi, ini baru bangun gara-gara gue gedor pintu rumahnya.


Hahaha ngantuk banget gue.


Alga mengepalkan tangannya, tapi dia berusaha untuk tenang jangan sampai gara-gara ini dia malah bertengkar dengan Chatrina, dia belum mendengar penjelasan dari Chatrina yang sebenarnya.


Sayang… lagi dimana?


Chatrina : Dirumah, hp aku mati tadi


Tadi kamu pulang di anter devan?


Chatrina : Iya di anterin, tapi langsung pulang. maaf nggak bilang kamu, soalnya ga bisa nolak juga karena hp aku mati.


Nggak papa jangan dekat-dekat sama dia lagi ya


Chatrina : Iya aku tau kok


Aku kerumah kamu boleh kan? kangen


Chatrina : Boleh


OTW GAS


Alga menarik jaket nya yang ada di sofa dan memakaikan di tubuhnya,


"Lah mau kemana?." Tanya Edgar bingung padahal dia masih bales chat Gavin yang akan ke sana.

__ADS_1


"Gue kerumah Chatrina bentar aja, ntar gue pulang, lagian Gavin udah mau dateng kan, lo kalo mau makan steak buat aja sendiri dagingnya tinggal ngambil di kulkas."


"Bener bos?."


"Bener, tapi lo bersihin kalo habis masak."


"Oke siap."


"Gue pergi dulu."


Alga menyambar kunci motornya yang ada di meja dan menyalakan motor pergi ke rumah Chatrina, sebelum sampai disana, Alga membeli beberapa makanan ringan di indoapril.


Satu kantong plastik berisikan makanan ringan kesukaan Chatrina, saat melihat jam sebuah notif masuk dari instagram Chatrina, postingan terbaru Chatrina.



Like save komen


Alga kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah Chatrina, beberapa menit kemudian dia sampai tidak lama di jalanan karena jalanan yang lumayan renggang ke arah rumah Chatrina.


Gadis itu keluar dengan memakai hoodie kebesaran dan hotpants yang tertutupi dan sandal rumahan, Chatrina tersenyum sambil membuka gerbang rumahnya menyuruh Alga masuk.


Setelah mematikan motor, Alga mengikuti langkah Chatrina masuk kedalam rumah, mereka duduk di ruang tengah lantai bawah biasa untuk tamu. Chatrina mengambilkan beberapa camilan seperti biskuit dan juga minuman hangat karena itu malam hari, ibunya belum pulang mungkin masih makan malam dengan calon suaminya.


"Kenapa?." ucap Chatrina setelah duduk di sofa sebelah Alga


"Nggak papa kok, aku bisa jaga diri lagian aku nggak bisa nolak perintah mama sama om Kevin tadi."


"Lain kali bilang aja nanti biar aku jemput."


"Iya makasih ga."


Alga mengangguk, tangannya menyentuh kedua tangan Chatrina dengan sayang membuat jantung Chatrina berdegup kencang.


"Ahh eh itu kamu kamu kan pinter pelajaran bahasa inggris, bisa ajarin?."


"Hahaha kenapa nanya, pasti aku ajarin lah."


"Bentar aku ambil buku di kamar dulu."


Alga tersenyum melihat punggung Chatrina mulai menjauh untuk mengambil buku pelajarannya yang akan ia pelajari dengan Alga malam ini. Saat tengah bermain ponselnya sendiri, tiba-tiba ponsel Chatrina berdenting pesan masuk, nama Devano di layar membuatnya naik darah apalagi saat pesan nya yang tengah menggoda Chatrina.


Devano : Hi bby


Devano : Malam Baby…


Devano : Bales dong


Devano : Sayang

__ADS_1


Dengan kesal Alga yang tau password ponsel Chatrina membalas pesan yang dikirimkan oleh Devano kepada pacarnya.


Diem lo Ular sawah!


JANGAN GANGGU CEWEK GUE!



Devano yang tengah rebahan di ranjang empuknya tertawa membalas balasan Chatrina yang ia tahu itu pasti Alga yang membalasnya. DM dari Erika membuatnya mengalihkan chat Chatrina dan membalas DM dari Erika.


Devano mengambil kunci mobil yang ada dinakas sebelah ranjangnya, lelaki itu mengeluarkan mobil dari basement apartemennya dan pergi kerumah Erika untuk menjemput gadis itu, bukan gadis lagi pokoknya menjemputnya. Rumah yang biasanya sudah ada orang tua Erika di dalam sekarang sepertinya kosong, tapi Devano tidak nyaman melakukan apapun di rumah, dia lebih nyaman di tempatnya sendiri di apartemennya yang hanya dia pemiliknya tidak akan ada orang yang mengganggu.


Devano tersenyum pada Erika setelah dia masuk, mereka pergi ke apartemen Devano melakukan hal yang belum saatnya mereka lakukan sebelum menikah, sejak awal Devano tau Erika tidak sepolos itu, setelah dekat dengannya, Erika lebih dewasa, postingannya pun mengikuti postingan Devano, dia juga mulai merokok.


Pagi itu mereka sudah bangun, menyempatkan untuk memotret diri di depan cermin dan memposting di media sosial. Erika yang melakukan karena Devano tidak ingin melakukan hal tersebut, menurutnya tidak penting.



komentar buruk tentang Erika semakin banyak, yang dukung ada tapi tidak sebanyak yang membencinya.



Sedangkan Devano tengah menghisap batang rokoknya yang sudah terbakar setengah, melihat kearah jendela besar yang menampakkan kota dengan sedikit kabut pagi. Mereka berdua harusnya sudah bersiap ke sekolah tapi Devano memilih terlambat dan ikut jam kedua setelah istirahat karena percuma kalau datang terlambat tetap akan menunggu sampai jam kedua jadi lebih baik datang untuk ikut di jam pelajaran kedua.


Ponsel Devano yang terbuka di room chat menarik perhatian Erika, saat nama Chatrina ada di antara cewek-cewek yang mengirimi pesan Devano. Tanpa persetujuan lelaki itu dan tanpa sepengetahuannya, Erika membuka isi pesan Chatrina, hanya sedikit tapi mampu membuat Erika sangat kesal.


'selalu saja Chatrina, kenapa dia selalu beruntung soal cowok, dia tidak perlu memohon atau menyerahkan tubuhnya bisa mendapatkan semua cowok, sialan!'


Erika masuk ke kamar mandi membersihkan badannya dan mulai memakai seragam sekolahnya, namun sebelum memakai seragam, masih mengenakan ****** ***** dan bra nya, Devano memeluk Erika dari belakang.


"Thanks baby."


Erika hanya mengangguk dan mengecup pipi Devano dari samping, bukan Devano namanya kalau berakhir begitu saja, untuk kesekian kalinya mereka berhubungan badan, walaupun begitu Devano yang edukasi mengenai **** nya udah pro dia selalu memakai pengaman saat bermain.


Mereka selesai tepat jam 9 pagi, setelah memakai seragam sekolah lengkap, mereka pergi ke sekolah, satpam hanya menggeleng-geleng melihat mereka berdua baru memasukkan mobil ke parkiran bersamaan dengan anak-anak lain yang juga telat.


Saat menuju ke kelas, Chatrina yang berjalan dengan Liana tanpa sengaja berpapasan dengan Erika. Chatrina sudah tidak peduli dengan nya tapi Erika tetap melayangkan tatapan bencinya pada Chatrina apalagi saat tau Devano berusaha mendekati Chatrina juga.


"Aneh banget tuh anak." Ucap Liana kesal


"Biarin aja Li."


"Mukanya itu ngeselin Cha."


"Ngga usah di lihat."


"Lo terlalu baik jadi cewek."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2