
Seberapa benci pun kamu pada ayahmu, dia tetaplah pria yang membuatmu berada di dunia. begitulah pada akhirnya Chatrina bisa berhadapan dengan ayahnya di sebuah restaurant Jepang.
"Kemarin Chatrina liat di rumah anda ada mobil box, ibu-ibu menghampiri saya katanya anda menjual beberapa barang berharga dirumah karena kesulitan keuangan."
"Siapa yang bilang?."
"Tetangga rumah anda."
"Papa tidak kesulitan, hanya membuang yang tak berguna."
"Baguslah kalau begitu."
"Makanlah terlebih dahulu."
"Iya."
Chatrina memakan makanan yang berada dimeja, sesekali melihat ayahnya yang semakin hari seakan tak terawat sama sekali, Chatrina memang kasihan dengan ayahnya tapi semuanya tertutup rasa tak suka Chatrina dengan kisah yang telah berlalu, saat ibunya di usir dari rumah dan ayahnya menggandeng wanita lain, tak lain dan tak bukan sahabat ibunya, ibu Erika.
Saat tengah makan, tiba-tiba ibu Chatrina datang, bukan sengaja mendatangi mereka berdua anak dan ayahnya, kebetulan dia menghabiskan makan siangnya terlambat dan bos nya mengajaknya makan siang di luar.
"Chatrina, Adrian."
"Mama."
"Sarah."
Sarah tersenyum, "ah iya, maaf. Ini bos mama di kantor, pak Kevin. Pak Kevin, ini putri saya, Chatrina dan mantan suami saya Adrian."
"Kevin."
"Chatrina om."
"Adrian."
"Emm mama lanjutin aja makannya sama om Kevin, Catrina masih mau ngobrol sama papa."
"Ya sudah mama duluan ya."
"Iya ma."
Sarah mengusap kepala putrinya dan duduk di meja kosong lain.
"Sepertinya mama mu ada hubungan dengan pria itu."
"Emang nya kenapa ? Baguslah mama bisa dapat pria yang sayang sama mama, lagian om Kevin juga kelihatan baik."
"Ya kamu benar."
Chatrina menghabiskan makan siangnya, begitu pula dengan ayahnya. Setelah makan siang tidak ada perbincangan lain, mereka berpisah di depan restaurant, tadinya Adrian menawarkan untuk mengantar Chatrina pulang, tapi gadis itu menolak dan lebih memilih menunggu taksi didepan.
__ADS_1
Semakin lama menunggu semakin langit mendung mau hujan. Sarah dan Kevin baru saja keluar dari restaurant saat melihat Chatrina berada di lobi depan.
"Chatrina." Panggil ibunya
"Eh mama."
"Kamu ngga dianterin pulang sama papa?."
"Engga ma soalnya emang Chatrina yang nolak."
"Pak Kevin, saya antar putri saya terlebih dahulu ya."
"Sepertinya percuma kalau menunggu taksi, bagaimana kalau sekalian saja, biar saya yang antar juga?."
"Tapi pak nanti merepotkan."
"Tidak masalah, lagipula setelah ini kamu harus balik ke kantor."
"Ma, ngga boleh nolak rejeki." Bisik Chatrina yang bahkan bisa didengar Kevin.
"Husshh."
Kevin terlihat terkekeh melihat tingkah Chatrina yang lucu, pria itu kehilangan putra dan istrinya sekaligus beberapa tahun yang lalu karena kecelakaan mobil, mungkin kalausaja mereka masih hidup akan sebesar Chatrina putranya itu.
Pada Akhirnya Chatrina pulang bersama ibunya dan bos dari ibunya, setelah mengantarkan Chatrina ke rumah, mereka berdua kembali ke kantor.
Tepat saat akan masuk, seseorang memanggil namanya dan menghampirinya. Itu Erika mengenakan Hoodie hitam dan hotpants serta sandal rumahan.
"Ngapain lo kesini?."
"Gara-gara lo hidup gue hancur!!."
Chatrina menyeringai "lo fikir selama ini lo bikin gue apa? Lo juga menghancurkan hidup gue! Papa lo rebut! Keluarga gue lo hancurin!!." Chatrina mendekatkan tubuhnya pada Erika "selama ini ternyata gue salah, setelah tau trik lo, setidaknya emang lebih berguna ketimbang jadi pemberontak tak tau aturan." Chatrina membalik tubuhnya dan masuk kedalam rumah.
"Sialan!!." Erika pergi dari rumah Chatrina dengan kesal, dia harus memikirkan cara lain untuk mengembalikan nama baiknya sekaligus menghilangkan Chatrina.
...
Alga tengah berada di pabrik produksi pakaian miliknya, mengecek beberapa barang dengan design terbaru. Bukan hanya Alga, tapi juga ada Gavin yang selalu menemaninya. Itu adalah usaha milik Alga, Gavin, dan Edgar, awalnya hanya untuk menyalurkan kegabutan anak remaja, tapi kemudian berkembang pesat dan menjadi sangat besar.
"Erika buat tweet baru."
Alga mengambil ponsel Gavin, tweet Erika yang menyita perhatiannya, mengingatkannya pada kejadian malam itu, saat Chatrina berteriak didepan rumah Erika atau didepan rumah ayahnya dengan marah, bahkan memakinya juga. bukan seperti Chatrina yang dikenalnya saat ini, Chatrina yang baik dan lemah lembut.
"Gue pergi duluan ya, lo urus ini."
"Oke sip, hati hati ga."
__ADS_1
Motor Alga membelah jalanan menuju rumah Chatrina, gerbangnya terbuka sedikit bahkan pintunya tidak terkunci, memang Chatrina lumayan sembarangan di rumah sendirian, mana semua pintu seakan dibiarkan.
Alga melihat Chatrina di ruangan santainya di lantai dua sambil membaca novel dan meminum coklat hangatnya.
"Eh kenapa kamu bisa masuk?." Chatrina langsung duduk dan menaruh cangkirnya di meja
"Pintunya ngga di kunci, aku udah ketuk-ketuk tapi ngga ada jawaban."
"Ahh aku lupa."
"Apa niatmu selama ini?." Tanya Alga dengan tiba-tiba
"Niat apa?."
"Niatmu berhubungan denganku, aku masih ingat dengan jelas pertama kali kita bertemu, sepertinya untuk sebuah hubungan sepasang kekasih bukanlah dirimu."
"Aku tidak ada niat apapun, siapa yang mengatakan seperti itu denganmu?."
"Tidak ada, aku hanya berfikir."
Chatrina mendekatkan dirinya pada Alga dan memeluk tubuh pria yang ada di hadapannya. "Memangnya aku tidak boleh jatuh cinta atau aku tidak boleh merasakan dicintai?." Lirih Chatrina yang membuat Alga merasa sangat bersalah menanyakan hal tersebut pada gadis itu.
"Aku minta maaf sudah berprasangka buruk."
"Tidak apa-apa."
Alga menatap wajah Chatrina lekat-lekat, seberapapun pria itu mencari letak kebohongan Chatrina, sama sekali tidak menemukan hal itu, mata teduh Chatrina yang melihat nya sangat tulus membuat Alga semakin mencintai Chatrina.
"Mau jalan-jalan?." tanya Alga
gleeeedeekkk!
Suara petir terdengar dan hujan deras pun turun membasahi jalanan.
"Yah sepertinya alam tidak menghendeki."
"Aku buatkan minuman hangat untukmu." Chatrina menuruni tangga menuju lantai satu di dapur, membuat kopi dan mengambil beberapa camilan yang ada di dapur membawanya ke lantai dua di ruang santainya.
Chatrina meletakkan makanan di meja, sedangkan Alga sudah duduk di sofa sambil menonton tayangan televisi.
Alga tersenyum melihat Chatrina yang nampak sibuk memainkan ponsel, untuk pertama kalinya Alga masuk ke story instagram Chatrina, walaupun hanya tangannya tapi Alga sangat senang.
Merasa dipandangi, Chatrina menengok menemukan Alga yang tengah melihat kearahnya. "Kenapa?."
"Tidak apa-apa."
Bagaimana mungkin seorang Algaleo begitu jatuh cinta dengan sosok wanita yang ada dihadapannya, wanita penuh misteri, tentang Chatrina masih abu-abu dimata Alga, tapi pria itu berusaha menerima hal tersebut dan selalu berharap ada waktu bahwa dia tau bagaimana sosok Chatrina sebenarnya, bukan hanya seseorang dengan keluarga yang broken.
Tapi Alga terkadang berfikir kalau dia telah terburu-buru mengenai cinta, Chatrina berpengaruh besar terhadap hidupnya hingga Algaleo tidak bisa mengontrolnya, kasih sayang dan rasa cinta nya pada Chatrina melebihi apapun, takut suatu hari lagi dia menerima sebuah kekecewaan atau dia mengecewakan gadis itu.
__ADS_1
Algaleo mendekatkan wajahnya pada Chatrina yang duduk disebelahnya dan mengecup singkat bibir Chatrina lalu mengusap lembut rambutnya.
Bersambung...