The Butterfly Effect

The Butterfly Effect
Episode 17


__ADS_3

Chatrina baru saja membuka ponselnya saat banyak sekali pesan yang masuk termasuk dm twitter Erika yang entah kenapa membuatnya puas, dalam hidupnya hanya ingin Erika merasakan rasanya di rebut, ayahnya barang-barangnya teman-temannya, semua di rebut Erika di balik wajah polos itu.


Chatrina meletakkan kepalanya di meja, buku novel di biarkan terbuka, jam menunjukkan pukul 9 lebih semua keluar kelas untuk istirahat, sebelumnya Alga sudah mengajak Chatrina ke kantin tapi Chatrina menolaknya, jadilah Alga pergi merokok ke belakang sekolah dengan teman-temannya.


"Kak Alga." Panggil Erika, wajah gadis itu terlihat manis mengenakan sweater pink dan rambut yang tergerai.


Alga membuang puntung rokoknya dan melihat ke arah Erika.


"Ngapain lo kesini?."


"Mau ngasih ini kak, tadi mama buatin terus waktu aku ke rumah kak Alga, kak Alga nya udah berangkat."


Alga menerima kotak bekal dari Erika, karena kata ‘mama’ selalu membuat Alga luluh "thanks, lain kali ngga usah repot-repot."


"Engga repot kok kak, aku ke kelas dulu." Erika tersenyum dan meninggalkan area belakang sekolah.


Setelah Erika menghilang di belokan dinding, Alga memberikan kotak bekal itu pada Edgar "nih makan, lo belum makan kan?."


"Belum, thank you bos."


Alga pergi ke kantin dengan Gavin, membeli roti dan susu kotak rasa coklat, kesukaan Chatrina.


"Anaknya kemana?." Tanya Gavin


"Dikelas, kayaknya nggak mood lagi datang bulan."


"Pantesan."


"Gue duluan ya, ntar pulang sekolah tunggu aja di warung depan kayak biasa, habis nganterin Chatrina gue nyusul."


"Oke sip."


Alga menuju ke kelasnya, berjalan ke bangku Chatrina, menarik kursinya agar mendekat ke meja Chatrina, gadis itu tengah tertidur, ponselnya masih terbuka dm an dengan Erika. Chatrina tidak mengatakan kalau Erika terus mengganggunya.


"Eh kamu disini." Ucap Chatrina saat membuka mata, gadis itu mematikan layar hpnya dan memasukkan kedalam saku.


"Iya, aku bawain roti sama susu coklat kesukaanmu."


"Makasih." Chatrina membuka rotinya dan menusuk susu kotaknya menggunakan sedotan.


"Erika masih kurang ajar?."


"Apa? Engga kok."


"Itu aku baca tadi."


"Paling cuma kesel aja."


Alga mengusap kepala Chatrina lembut "kalau ada yang ganggu kamu, bilang ya."


Chatrina mengangguk.


Jam pulang sekolah pun berbunyi, Chatrina dan Alga berjalan beriringan menuju parkiran sekolah, tiba-tiba seorang siswa menghampiri Chatrina.


"Cha dipanggil bu Andini."

__ADS_1


"Kenapa?."


"Ngga tau gue ke ruangannya aja."


"Ya udah, makasih ya."


Chatrina melihat ke arah Alga "gue ke ruangan bu Andini dulu ya."


"Mau di anter?."


"Ngga usah, gue bisa sendiri kok."


"Ya udah gue tunggu di warung depan ya."


"Iya."


Chatrina kembali masuk ke sekolah, menuju ke ruangan bk, namun sebelum sampai di ruangan bk ada tangan yang menariknya masuk ke toilet.


Mereka Erika dan kedua teman cowoknya, Chatrina tidak tau kalau Erika cukup populer dikalangan cowok-cowok. Itu adalah toilet cowok yang sudah di modifikasi dengan tulisan rusak di pintu depan.


Kedua tangan Chatrina di pegang oleh kedua cowok di sisi kanan dan kiri. Pegangannya sangat kuat, tenaga cowok memang selalu berbeda dengan cewek.


"Hi kak." Sapa Erika dengan senyumannya "ah lama sekali tidak membuatmu menderita seperti ini, kenapa sih mama mu itu harus ngajak kamu pindah kerumahnya, menyebalkan."


Plaaakkk


Erika menampar pipi kiri Chatrina "ini untuk Alga yang telah kamu rebut."


Plaaakkk


"Untuk hal buruk beberapa hari ini."


Plaaakkk


"Lepas anjinggg!!." Teriak Chatrina kesal


"Upss kasar banget sih. Oh iya kan ngga punya aturan, udah kayak anjing lepas dari kandang ya. Kalian berdua boleh telanjangi dia sepuas kalian, mau lakukan apapun sepuas kalian jangan biarkan dia lolos." Ucap Erika yang kemudian keluar dari toilet bertuliskan rusak tersebut.


Alga yang tengah merokok di warung depan sekolah melihat Bu Andini yang baru saja keluar dari mobilnya, sepertinya bu Andini memang baru saja tiba di sekolah, kalau begitu Chatrina.


"Gue ke sekolah dulu." Dengan buru-buru Alga berlari ke sekolah menuju ke ruang bk yang kosong, feeling Alga sangat buruk, dia resah.


Dari belakang Gavin dan Edgar mengikuti Alga.


"Lo kenapa sih ga." Tanya Gavin yang melihat Alga sangat khawatir.


"Chatrina, dia harus nya disini."


"Itu." Edgar menunjuk toilet laki-laki yang bertuliskan rusak "gue tadi habis dari situ nggak ada yang rusak."


Braaakkk


Alga mendobrak pintu toilet tersebut, mendapati Chatrina yang di lantai, roknya sudah sobek setengah, kancing seragamnya terbuka. Dua laki-laki memakai seragam yang sama dengan mereka berada didepan Chatrina hampir menodai Chatrina kalau saja Alga tidak menariknya dan memukulnya dengan bertubi-tubi.


"Stop ga, pikirin Chatrina." Teriak Gavin.

__ADS_1


Alga yang sadar langsung menghampiri Chatrina yang memeluk lututnya, melepaskan jaket yang dia pakai dan menutupkan di tubuh Chatrina.


"Tenanglah, ada aku disini." Alga memeluk erat tubuh Chatrina yang bergetar.


Sebelum Alga keluar, dia menyuruh Gavin dan Edgar membawa kedua anak itu kebelakang sekolah, mereka juga memanggil beberapa anak Butterfly untuk memukulinya hingga babak belur sebelum pada akhirnya sekolah yang akan bertindak.


Alga mengantarkan Chatrina kerumahnya, bahkan hingga masuk kedalam kamar.


"Sayang." Panggil Alga lembut


Chatrina menengok ke arah Alga, matanya berkaca-kaca.


"Maaf aku terlambat datang."


Chatrina terdiam sambil berhambur memeluk Alga erat. Setelah tenang dan sudah membersihkan badan, mengganti pakaiannya dengan pakaian rumah, Chatrina menghampiri Alga yang duduk di sofa ruang tengah rumahnya.


"Jangan bilang mama ya soal ini."


"Kenapa?."


"Aku takut mama khawatir."


"Iya aku nggak akan bilang, tapi siapa yang melakukannya?."


Belum sampai Chatrina membalas, sebuah pesan masuk dari Gavin.


Gavin : Ga, dua anak itu ngaku. yang nyuruh Erika anak kelas 10, ini gue udah laporin ke pihak sekolah. mereka mau dibawa ke kantor polisis atau gimana?


"Erika kan yang ada di balik ini semua? Pipimu sakit?." Tanya Alga


"Udah nggak terlalu kok, tapi gimana kamu bisa tau?."


"Gavin yang bilang, dia tau dari dua anak itu."


"Aku udah maafin Erika juga, nggak perlu di perpanjang."


Alga menyentuh kedua tangan Chatrina "kenapa kamu masih baik walaupun udah di sakitin kayak gini?."


"Karna ngga ada gunanya aku jahatin juga, kasihan dia."


"Aku ikutin mau mu tapi pihak sekolah tetap harus bertindak."


"Iya, makasih."


Setelah memastikan Chatrina beristirahat dikamarnya, Alga meninggalkan rumah Chatrina. Pria itu menuju ke sekolah dimana teman-temannya berada, guru kedisiplinan juga ada disana. Termasuk Erika dan kedua orang tuanya.


"Pak bukan anak saya yang melakukan, lagipula mereka saudara, mana mungkin melakukan seperti itu." Jelas ibu Erika


"Iya benar, Chatrina putri saya juga."


Alga membuka pintu ruang kedisiplinan "apa saya boleh berbicara." Ucap Alga


"Ya tentu."


"Saya sudah mengantarkan Chatrina ke rumahnya, dia baik-baik saja tapi saya tidak yakin dengan mentalnya, apa yang terjadi hari ini sudah sangat keterlaluan apalagi di area sekolah, kalau sampai orang luar tau maka reputasi sekolah akan dipertaruhkan. Apakah tidak sebaiknya menghukumnya sangat berat seperti mengeluarkan pelaku dari sekolah ini."

__ADS_1


Deegg


Bersambung...


__ADS_2