
Seperti biasa pagi itu Alga keluar dari rumahnya setelah memakai seragam sekolah lengkap, dengan jaket denim dan tas punggungnya, sambil mengenakan sepatu, Alga menyalakan motornya, kalau kata orang-orang sih biar panas mesinnya. matahari tidak muncul pagi ini, dari perkiraan cuaca harusnya hujan tapi hanya mendung.
Melihat sepertinya akan turun hujan, Alga tidak jadi memakai motornya, di matikan kembali mesinnya dan mengambil kunci mobil yang ada di dalam laci kamarnya, ganti menyalakan mesin mobilnya. Kemungkinan Alga tipe cowok yang agak bodoh, udah tau perkiraan cuaca akan turun hujan tetapi tetap mengelurkan motor, akhirnya ganti mobil juga.
Saat tengah mengeluarkan mobil, tiba-tiba Erika menghentikannya didepan gerbang.
"Kenapa?." Tanya Alga mengeluarkan kepalanya di jendela
"Kak boleh nebeng?."
Melihat akan turun hujan akhirnya Alga mengiyakan.
"Masuklah."
Erika membuka pintu depan dan langsung masuk, duduk di sebelah kursi kemudi.
"Lah kok disini? dibelakang."
"Pindah kak?."
Rintik hujan mulai turun, Alga pun membiarkan Erika duduk disana, setelah sampai di rumah Chatrina juga dia akan menyuruh Erika pindah ke belakang. Erika tersenyum, akhirnya dia bisa bareng ke sekolah dengan Alga, trik kedua akan digunakan setelah hampir sampai di rumah Chatrina.
Sampai di rumah Chatrina, Alga melihat kesamping Erika tengah tertidur. Tepat saat itu Chatrina berlari dan membuka pintu depan mobil Alga.
"Erika." Chatrina melihat ke arah Alga "nggak papa kok, aku dibelakang aja."
Alga sangat menyesali hal tersebut, walaupun sepertinya Chatrina tidak masalah tapi membuatnya benar-benar tidak nyaman.
"Maaf ya." ucap Alga
"Nggak papa kok, kasihan dia kan tidur."
Dalam perjalanan ke sekolah diiringi suara hujan, Alga yang terus melihat Chatrina dari kaca. Beberapa menit kemudian mobil Alga masuk area sekolah dan terparkir di parkiran sekolah, Alga melepaskan jaketnya dan keluar dari mobil membuka pintu belakang dimana Chatrina duduk. Menghalangi hujan yang turun di kepala Chatrina menggunakan jaketnya menuju lobby utama sekolah, semua melihat kejadian itu seperti berada dalam novel romantis.
Namun kemudian semua memandang ke arah pintu depan yang terbuka, Erika keluar dari mobil Alga juga.
"Astaga ngga tau diri banget jadi cewek."
"Gila sih bisa-bisaya jadi orang ketiga."
"Bikin mata gue sakit aja, habis liat romantis liat yang busuk."
Dan semua nya yang mengatakan Erika beserta keburukannya.
Erika menghampiri Alga "kak Alga makasih ya tumpangannya."
"Sama-sama."
"Aku duluan kak."
"Hm."
__ADS_1
Setelah Erika pergi, gantian Alga dan Chatrina yang pergi ke kelas mereka. Liana sudah menunggu di kelas dengan PR matematikanya yang sudah sangat menumpuk, Chatrina sudah mengerjakan PR tersebut dengan Alga semalam, untuk pertama kalinya pula Alga mengerjakan PR bukannya malah kabur saat ada PR.
Jam pelajaran pertama berakhir, semua murid yang di kelas terburu menuju kantin untuk makan, di istirahat pertama selalu saja kantin sangat penuh dan semua mengantri makanan, tapi tidak dengan dua sejoli yang malah duduk di bangkunya masing-masing. Alga terlihat mengamati wajah cantik Chatrina yang ketiduran, saat jam pelajaran tadi, Chatrina terlihat sangat memperhatikan guru tapi lama-lama bukunya menutupi seluruh wajah, ternyata saat jam pelajaran pertama selesai, Alga yang iseng menarik bukunya, yang punya malah tidur.
"Bos kantin yuk!." Teriak Edgar yang membuat Alga langsung menengok ke arah pintu dan mengisyaratkan untuk diam.
"Syyuuutt."
"Eh maap-maap, duh bos lagi bucin."
"Ya udah ngapain masih disini, ayo pergi." Gavin mengajak Edgar meninggalkan kelas Alga, menyisakan pria itu bersama Chatrina saja.
"Shittt!!!." Teriak Alga dengan tiba-tiba membuat Chatrina terbangun "eh sorry, tidur aja lagi."
"Kenapa?."
"Engga ada apa-apa."
THE BUTTERFLY INTI
Edgar : Devan dah di Indo
Gavin : Bukannya mau otw
Bener udah di indo dia, cek zenly
Gavin : Lah iya bener
Biarin aja dulu, siapa tau diem aja anaknya
Gavin : Bener, siapa tau dah insap
Edgar : Kalo dah insap sih
Devano Mahaputra, sebelum pindah ke Amerika dia sempat mencari masalah dengan anak-anak butterfly, lebih tepatnya 1 bulan yang lalu, bukan masalah besar karena sebenarnya dia adalah sahabat Alga, entah karena apa Devano melakukan sebuah kesalahan sehingga anak butterfly terutama Alga sangat membencinya. Yang berawal sahabat menjadi musuh, mereka saling bersaing dalam apapun.
Alga dan Chatrina berjalan melewati lorong, biasanya mereka menjadi pusat perhatian tapi semua malah berpusat pada hp masing-masing, ya Alga sendiri tau mereka semua membahas mengenai Devano yang akan kembali ke sekolah.
"Kak Alga." Panggil Erika "kak boleh bareng ngga?."
"Sorry gue nggak bisa, ada acara sama Chatrina nggak lewat rumah."
"Ya udah deh makasih kak."
Erika berjalan menjauh meninggalkan parkiran menuju keluar gerbang sekolah, dia sudah menghubungi ibunya agar menjemputnya pulang sekolah, namun sebuah mobil lain berhenti di depannya, seorang pria tampan memakai kaca mata hitam terlihat di dalamnya saat membuka kaca mobilnya.
"Erika?."
"siapa?."
__ADS_1
"masuk, gue nggak akan nyakitin lo."
Mau tidak mau Erika masuk kedalam mobil tersebut, mobil itu berjalan meninggalkan area sekolah.
"Lo siapa?." Tanya Erika, karena sejak mobil jalan, pria itu tak berbicara.
"Gue Devano Mahaputra."
"Kak Devano, woah ternyata kakak beneran ganteng ya." Erika langsung membungkam mulutnya sendiri. "maaf kak."
"Ngga masalah, lo lucu juga."
Erika tersenyum, tidak menyangka kalau dia yang akan di hampiri pertama kali oleh seleb SMA Effect, Devano Mahaputra, dia sempat dengar sewaktu jalan di lorong sepulang sekolah kalau Devano akan kembali ke sekolah setelah cuti setahun, harusnya tahun ini sudah tidak di sekolah tapi dia akan mengulang di kelas 12. Dan semua tau kalau Devano bermasalah dengan anak Butterfly terutama Algaleo, memang dia tampan tapi tetap saja lebih tampan Alga, semua juga tau akan hal tersebut, Devano lebih terlihat badboy.
"Kakak kenapa ya mau ketemu aku?."
"Hahaha santai saja." Devano menyentuh paha Erika yang terekspos "gue bakal membersihkan nama lo di sekolah."
"Aku? tapi kenapa?."
"Apa butuh alasan? kalau begitu tidak jadi."
"Tidak kak, aku senang."
"Baguslah, dimana rumah lo? gue anterin balik."
"Perumahan melati nomor 7 kak."
"Deket rumah Alga ya?."
"Iya."
Sampai didepan rumah Erika, tapi sebelum itu terlihat mobil milik Alga didepan rumah, Alga baru saja keluar dengan seorang wanita, wanita itu adalah Chatrina, yang sempat Devano tau kalau Alga berhubungan dengan wanita itu, Chatrina memang cantik, wajar jika Alga sangat menyukainya, bukan hanya cantik tapi juga manis.
"Makasih kak udah nganterin pulang." Ucap Erika sebelum keluar dari mobil Devano.
Devano menghentikan langkah Erika yang akan membuka pintu mobil, tangan Devano menarik tubuh Erika mendekat ke arahnya, mengecup singkat bibir Erika membuat sang empunya hanya diam, tak percaya apa yang terjadi.
"Istirahat." Ucap Devano lembut.
"I-iya kak." Erika keluar dari mobil Devano
"Lah kok udah dirumah, baru aja mama mau jemput kamu." Ucap Mayang yang baru saja keluar dari rumah sambil membawa kunci mobil.
"Ngga usah ma." Jawab Erika dengan wajah bahagianya.
Mayang melirik keluar, sebuah mobil meninggalkan area depan rumahnya. "siapa itu?."
"Kating Erika, kak Devano, dia baru saja balik dari Amerika."
"Jadi kamu udah move on dari Algaleo?."
__ADS_1
"Belum sih, cuma kak Devano juga nggak papa, dia ganteng juga baik dan pokoknya sebelas duabelas kayak kak Alga."
Bersambung...