The Butterfly Effect

The Butterfly Effect
Episode 35


__ADS_3

Alga baru saja menyelesaikan pekerjaannya yang banyak tertunda setelah kepergian orang yang sangat dia sayangi, perempuan yang menjadi cinta pertama dalam hidupnya, mungkin Tuhan telah mengirim Chatrina untuknya untuk menggantikan sosok cinta pertamanya yang akan Tuhan ambil ke sisinya, untuk bahagia. Dan Alga juga harus bahagia dengan perempuan yang Tuhan pilihkan untuknya juga.


Motor Alga memasuki rumahnya, mematikan mesin kemudian masuk kedalam untuk membersihkan badannya yang sudah lengket karena keringat. Bekerja juga sekolah, sebuah kegiatan yang seharusnya tidak dilakukan secara bersamaan, tapi Alga senang melakukannya, pekerjaannya adalah sebagian dari hobinya juga.


Laki-laki itu masuk kedalam rumah sambil memainkan ponselnya, mengirim pesan pada Chatrina, sesekali tersenyum karena gadisnya yang merengek masalah pakaian. Pakaian Chatrina itu lumayan banyak dan menurutnya sangat bagus, tapi perempuan itu bingung memilih yang mana, sekitar 7-8 dress di kirimkan gambarnya pada Alga karena bingung memilih yang mana.


Bukannya mandi sesuai dengan yang dipikirkan setelah bekerja, Alga malah duduk di pantry sambil meneguk air dingin yang dia ambil dari lemari pendingin sambil menanggapi chat dari kekasihnya.


Sibuk dengan kegiatannya sendiri, jam terus berjalan, tak terasa sudah mulai petang. Alga menuju ke lantai dua menuju ke kamarnya untuk mandi dan mengganti pakaiannya dengan pakaian rapi.


Hari ini untuk pertama kalinya setelah sekian lama akhirnya Alga mengikuti salah satu event tahunan SMA Effect, night party nya Effect live show. Acara ini membawa semua anak SMA Effect datang dengan pasangan masing-masing, sebenarnya bukan kewajiban tapi karena sudah tradisi dari tahun ke tahun menjadi sebuah kebiasaan kalau datang ke party ini harus membawa pasangan.



Kemeja putih dengan dasi serta celana kain dipadukan dengan jas hitam dan sepatu sneakers menjadi pilihan Alga malam ini, jam sudah menunjukkan pukul 8 malam saat laki-laki itu keluar dari rumahnya. Bersamaan dengan mobil yang berhenti didepan rumah Erika yang bersebelahan tidak jauh dari rumahnya. Alga sempat saling melihat dengan Devano yang keluar dari mobilnya untuk menjemput Erika. Kabarnya hubungan Erika dan Devano tidak baik, tapi sepertinya Devano tetap menepati janjinya dengan Erika untuk pergi ke Effect live show dengan gadis itu.


Mengabaikan masalah Erika dan Devano, Alga langsung meluncur ke rumah Chatrina, jarak rumah yang tidak begitu jauh jika ditempuh menggunakan mobil dengan jalanan yang lumayan renggang. Mobil Alga berhenti didepan rumah Chatrina, gadis cantik itu keluar dari rumahnya mengenakan dress yang sangat cantik walaupun tidak secantik pemakainya.


Tema Effect live show tahun ini formal, dimana perempuan memakai dress putih dan laki-laki memakai kemeja rapi. Acara tahunan yang sebenarnya tidak wajib di adakan tapi sangat mempengaruhi tingkat popularitas sekolah ini menjadi ajang paling di tunggu karena selalu ada kejutan di dalamnya. Tahun lalu ada yang memiliki kesempatan mengungkapkan perasaannya yang telah lama dipendam pada perempuan yang disukai, tahun sebelumnya juga ada penghargaan pasangan paling populer di sekolah, sedangkan tahun ini masih dirahasiakan mengingat banyaknya peristiwa yang bisa dijadikan sebuah ide.



“Kamu sangat cantik malam ini.” Ucap Alga sambil membukakan pintu mobilnya untuk Chatrina.


Chatrina tersenyum “Thanks.” Gadis itu masuk kedalam mobil Alga.


Selama dalam perjalanan, sesekali Alga melihat perempuan yang duduk dengan sangat tenang di sebelahnya. Wajah cantik, semuanya Alga suka dari Chatrina hingga membuatnya tidak ingin berpaling walau hanya sedikit saja.


Sampai di parkiran sekolah yang sudah sangat penuh, disana ada beberapa anak butterfly dengan penampilan terbaik mereka masing-masing. Alga keluar dari mobilnya membukakan pintu untuk Chatrina sebelum gadis itu membukanya sendiri. bahkan Alga juga menggandeng tangan Chatrina saat masuk kedalam.

__ADS_1


Jangan tanyakan bagaimana nasib kedua teman dekat Alga, Edgar dan Gavin karena mereka sudah mendapatkan pasangan satu malam untuk malam ini. Sebagai anggota butterfly, sangat mudah mendapatkan pasangan. Kebetulan Gavin bersama dengan Liana, teman satu kelas Chatrina. Sedangkan Edgar sepertinya menang tender sehingga berpasangan dengan Amanda malam ini.


Setelah menunjukkan kartu undangan pasangan, diperbolehkan masuk kedalam aula dengan banyak hiasan dan serta panggung di tengah-tengah paling ujung. Untuk makanan sangat banyak dan bisa mengambil sendiri-sendiri, sebenarnya pasangan itu hanya untuk masuk ke dalam aula, setelah itu terserah mau bagaimana dengan yang lain, tidak harus selalu berpasangan bergandengan tangan.


“Bos!.” Teriak Edgar sambil melambaikan tangannya pada Alga, Edgar bersama dengan Amanda malam ini. Gadis itu memakai dress putih pendek yang mengekspos kulit pahanya yang putih.


“Hai...” Amanda menyapa Chatrina sambil tersenyum, kalau ingat pertemuan pertama mereka, Chatrina tidak menyangka kalau sebenarnya Amanda sangat baik.


“Hai.”


“Mau kesana nggak?.”


Chatrina melihat ke arah Alga, setelah Alga mengangguk, gadis itu mengikuti Amanda menuju ke salah satu meja kosong untuk duduk disana sebentar.


“Dress lo bagus malam ini.” Puji Chatrina.


“Thanks, punya lo juga bagus.”


“Belum datang, terus teman lo mana?.”


“Gue cuma punya teman satu, Liana. Tapi sepertinya belum masuk.”


Amanda hanya mengangguk mengerti.


“Soal lo yang di toilet, lo pernah di kerjain orang, sebenarnya gue tau pelakunya tapi gue nggak mau lo kecewa.”


“Kejadian itu udah sangat lama.”


“Bagi lo gitu tapi rasa benci orang itu sama lo akan tetap ada sampai hari ini. Gue nggak bilang ke Alga karena gue tau apa yang akan Alga lakukan ke anak itu kalau dia sampai tau, gue nggak pernah nanya alasannya apa, tapi kayaknya lo perlu tau dan tanyakan sendiri ke dia.”

__ADS_1


“Kenapa gue harus percaya sama lo kali ini?.”


“Karena gue liat sendiri dia yang kunci lo di toilet bahkan nyiapin semuanya.”


“Siapa?.”


“Temen satu kelas lo yang cupu sama temen lo sendiri, Liana.”


“Hahaha lo pasti bercanda kan? Nggak mungkin Liana.”


Ketidakpercayaan Chatrina pada Amanda hilang saat Liana melambaikan tangannya pada Chatrina sambil berdiri disebelah Gavin, mereka datang bersamaan.


“Lo tanyain sendiri ke anaknya.” Amanda mengambil satu minuman dan meninggalkan Chatrina disana yang mulai di hampiri oleh Liana.


“Eh... gue sama Gavin malam ini, thanks ya Cha...”


“Gavin bingung nyari temen buat dateng jadi gue rekomendasiin lo jadi pasangannya.”


“Thanks banget, lo emang sahabat gue yang terbaik.” Liana menyentuh pundak Chatrina namun Chatrina menepis tangannya sambil melihat Liana dengan pandangan tidak nyaman “Kenapa?.”


“Gue mau nanya Li.”


“Tanya aja.”


“Gue pernah di kunci dan di siram air comberan waktu ke toilet, nggak ada yang tau siapa yang ngelakuin itu. Kira-kira lo tau nggak? Soalnya lo orang terakhir yang sama gue waktu itu sebelum gue pamit ke toilet.”


“Gue nggak tau lah, kan gue langsung ke lapangan.” Liana menjawab pertanyaan Chatrina dengan wajah gugup, bahkan Chatrina sangat menyadari raut wajah Liana yang gugup tersebut dengan jelas.


Bersambung...

__ADS_1



__ADS_2