The Butterfly Effect

The Butterfly Effect
Episode 19


__ADS_3

Malam itu nampak ramai di website sekolah, saat sebuah uploadnya selama 15 menit sebuah video vulgar seorang siswa siswi SMA Effect yang melakukan adegan tak senonoh di sebuah gudang tak terpakai di sekolah, 3 orang siswa siswi yang terkena kasus pelaku pelecehan seksual atau percobaan pemerkosaan sebelumnya.



Karena video yang hanya di posting 15 menit hilang, sekolah tidak bisa melacak pelaku pembobolan web sekolah, bukan hanya itu, video tersebut ada yang merekam ulang dan di posting di sebuah akun anonim twitter.



Di Kediaman keluarga Erika malam itu sangat ramai, ayahnya marah besar, banyak barang yang di banting.


"Kamu tau Erika, siapa paling malu disini? Ya papa!!!." Teriak ayahnya dengan lantang.


"Mas kenapa salahin anak kita sih."


"Anakmu! Bukan anakku sialan!!."


"Ini juga pasti kelakuan anakmu juga yang bikin Erika malu."


"Masih nyalahin orang lain, udah jelas itu Erika lagi apa kamu buta?."


"Ya aku tau, bukannya hal itu wajar buat anak remaja."


"Kamu ini gila atau gimana? Bagaimana ngw kamu bilang wajar?."


"Tau lah jangan pernah sakiti anakku." Ibu Erika membawa Erika keluar dari ruangan kerja ayahnya menuju kamarnya.


Erika duduk di ranjangnya "ma, Erika ngga mau sekolah lagi."


"Ngga papa sayang, its okay, orang juga bakal lupa nantinya."


"Tapi ma ngga mungkin, video nya nyebar di twitter juga."


"Sialan, pasti Chatrina di balik ini semua, mama akan beri pelajaran anak itu."


"Maa..."


"Udah ya sayang nggak papa, jangan pikirin, nanti mama nyuruh orang buat hapus videonya sekalian laporin yang nyebarin."


"Makasih ma."


...


Alga baru saja tiba di rumah Chatrina pagi itu seperti biasa menjemput pacar ke sekolah, Chatrina nampak cantik memakai seragam sekolah dibalut jaket hitamnya, sepatu putih, rambut yang dibiarkan tergerai berwarna hitam.


"Pagi cantik."


"Pagi."


Chatrina naik ke atas motor Alga dan mereka menuju ke sekolah, dalam perjalanan Chatrina yang biasa diam membuka mulutnya.


"Soal video Erika."


"Iya aku yang buat, aku nggak akan rela orang yang aku cintai disakiti jadi apapun aku lakukan untuk mu."


"Tapi bagaimana kamu bisa mendapatkannya."


"Itu hanya keberuntungan."


"Bukankah hal itu cukup keterlaluan sampek buat Erika malu banget."

__ADS_1


"Jangan pikirin apapun."


Sampai di sekolah, Chatrina sama sekali tidak tenang banyak orang membicarakan mengenai Erika. Dan kabarnya Bono Dodi keluar dari SMA Effect yang kemungkinan pindah sekolah di luar kota karena malu.


Menurut Chatrina permasalahan ini sangat keterlaluan, Chatrina memang tidak menyukai Erika tapi bukan berarti hatinya tertutup karena rasa tidak suka pada gadis itu.


Chatrina mengirim dm ke anonim yang mengirim ulang video Erika, menyuruhnya untuk menghapus video itu secara permanen, sayangnya hal tersebut di post ke publik, perbincangan antara anonim dan Chatrina.



"Gila, lo nge dm anonim cuma biar video Erika di hapus?." Liana yang tau postingan terbaru anonim langsung menghampiri Chatrina yang duduk di bangkunya.


"Iya gue nggak nyangka kalo bakal di ss dan di buat tweet, gimana dong?."


"Ya ampun lo tuh terlalu baik ga sih cha."


"Nggak juga, lagipula kan emang keterlaluan udahan."


Dari jauh Alga memandangi Chatrina, semakin hari Alga semakin salut dengan gadis itu, dia adalah segalanya, melebihi ekspektasi Alga dan Alga merasa sangat beruntung mendapatkannya.


"Chatrina terlalu baik jadi orang." Ucap Edgar yang baru saja membuat twitter dan melihat postingan terbaru anonim.


"Emang yang jahat itu Alga."


"Ya menurut gue emang bener sih Alga, ini mah Chatrina nya yang terlalu baik dan polos."


"Gue salut sama Chatrina."


Bukan hanya mereka berdua yang kagum dengan Chatrina tapi hampir seluruh siswa di SMA Effect menyukai Chatrina, dia sangat baik dan baik sekali bak malaikat.


Saat pulang sekolah, Alga masih berada di ruang guru karena suatu hal, Chatrina lebih dulu keluar menuju parkiran, tiba-tiba ibu Erika menarik Chatrina keluar dari area sekolah.


"Cari muka terus kamu hah? Apa yang kamu lakuin ke Erika itu adalah kelakuan setan!." Teriak ibu Erika


"Tante apaan sih? Saya nggak ngelakuin apapun ke Erika."


"Jangan sok bodoh, kamu fikir saya ngga tau kalau yang nyebar video Erika itu kamu?."


"Tante gila ya? Saya ngga tau apapun, bahkan mikirin ke situ aja ngga pernah, harusnya tante tanya ke Erika kenapa sampai ada kejadian kayak gitu."


Plaaakkk


"Kamu bilang anak saya yang salah?."


"Saya ngga pernah bilang kalau anak tante salah, harusnya tante ngajarin Erika yang bener bukannya apa-apa malah di dukung."


Tangan ibu Erika ingin kembali menampar pipi Chatrina namun Chatrina berhasil menangkap tangannya.


"Lepas! Kamu jangan kurang ajar jadi anak."


"Saya bukan anak tante dan tante tidak berhak menampar saya lagi."


Chatrina menghempaskan tangan ibu Erika.


"Permisi." Chatrina berjalan masuk kedalam sekolah meninggalka ibu Erika yang sangat kesal.


Di dalam mobil juga ada Erika yang kesal melihat Chatrina, apalagi postingan terbaru anonim yang memuju Chatrina.


"Dasar muka dua!." Teriak Erika sambil membanting ponselnya.

__ADS_1


"Kenapa sih kamu?."


"Chatrina bermuka dua sok-sok nya minta hapus video nya."


"Anak itu memang sama saja dengan ibunya."


"Ma lakuin sesuatu kayak dulu!."


"Kamu tenang aja."


Chatrina melihat Alga yang baru saja keluar dari area lorong sekolah menghampiri Chatrina yang menunggunya di parkiran.


"Eh pipimu merah kenapa?." Tanya Alga khawatir.


"Ini nggak papa kok, panas aja."


"Nggak mungkin." Alga menengok kesana kemari hingga menemukan mobil milik Erika di depan sekolah. "Mereka yang melakukan?."


"Bukan, aku nggak papa kok."


Alga menyentuh lembut pipi Chatrina "bisakah kamu tidak sebaik ini? Aku tidak bisa melihatmu terluka."


"Alga, aku nggak papa, lagian gini doang nanti pake air es juga bakal balik."


"Ya sudah nanti aku bantuin ya."


"Makasih."


Chatrina dan Alga pun pulang menggunakan motor Alga menuju rumah Chatrina, mobil milik ibu Chatrina ada di dalam, seharusnya dia belum pulang, seharusnya pulang minggu depan.


"Chatrina." Ibunya langsung berlari dan memeluk Chatrina erat "are you okay honey?."


"I'm okay ma."


"Mama khawatir banget Chatrina, papa mu bilang kalau kamu hampir diperkosa sama suruhan Erika."


"Papa bilang ke mama?."


"Iya papa juga minta maaf soal itu."


"Iya nggak papa kok ma, untungnya Alga nolongin Chatrina."


"Alga, terima kasih udah jagain anak tante."


"Sama-sama tante."


Mereka masuk kedalam rumah, memang mama Chatrina memutuskan untuk ijin pulang lebih awal karena putrinya, dan kebetulan bos tempat kerjanya sangat mengijinkan bahkan di berikan uang saku untuk pulang.


"Mama kenapa pulang?."


"Tentu saja mama khawatir sama kamu."


"Maafin Chatrina ya ma, Chatrina nggak bilang ke mama, takutnya mama jadi kepikiran kayak gini."


"Harusnya kamu bilang ke mama sayang."


"Maafin Chatrina ya ma."


Ibu Chatrina memeluk Chatrina kembali.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2