The Butterfly Effect

The Butterfly Effect
Episode 24


__ADS_3

Pagi itu mobil milik Alga sudah berada didepan rumah Chatrina, Sarah baru saja turun dari lantai dua saat melihat Alga yang duduk di ruang tengah.


"Loh Alga, udah disini aja pagi-pagi."


"Iya tan, mau jemput Chatrina."


"Chatrina nya belum turun?."


"Tadi udah, hp nya ketinggalan di atas katanya."


"Ngga sarapan dulu aja?."


"Eh ngga usah tan."


Chatrina baru saja menuruni tangga "pagi ma."


"Pagi sayang, kamu ngga sarapan dulu, sekalian ajak Alga."


"Eemmm..." Chatrina melihat Alga yang tengah duduk di sofa "yaudah deh." Chatrina menghampiri Alga "mau sarapan bareng dulu? kasihan mama sarapan sendirian."


"Apa ngga papa?."


"Ngga papa lah, anggap rumah sendiri."


Mereka bertiga pun menghabiskan sarapan pagi itu, dengan sedikit bercandaan, terkadang Chatrina ingat ayahnya tapi semua itu hanya bayangan masa lalu, entahlah dia tidak tahu bagaimana perasaan ibunya kalau teringat apa yang sudah dilakukan ayahnya itu.


Selesai makan, Chatrina dan Alga berpamitan untuk berangkat ke sekolah. Tidak seperti biasanya sekolah nampak riwuh dengan anak-anak yang bergerombol, mereka tidak tahu kalau Devano sudah kembali ke sekolah hari ini saat Edgar menghampiri mereka berdua.


"Bos, Devano dah balik ke sekolah." Bisik Edgar


"Biarin aja dulu, jangan cari masalah kalau dia nggak cari masalah."


"Siap bos." Edgar melihat kearah Chatrina dan tersenyum ceria "Pagi Chatrina!." sapa Edgar dengan wajah cerahnya.


"Pagi." Chatrina mengeluarkan kotak sandwich nya "mau ini?." tanya Chatrina pada Edgar.


"Serius?."


"Iyalah."


"Mau!."


"Nih." Chatrina memberikan kotak itu pada Edgar


"Ah memang bu Bos baik banget, sayang dehh."


"Berisik." Alga mendorong tubuh Edgar yang akan memeluk Chatrina membuat Chatrina tertawa.


Saat tengah bercanda, seseorang menghampiri mereka, pria bertubuh Atletis yang kemungkinan ada tato dibalik seragam SMA nya itu tersenyum pada Alga, Chatrina, juga Edgar. Chatrina yang tidak mengenalnya sama sekali hanya diam, tak bersuara bahkan saat pria itu menatapnya pun Chatrina hanya menunjukkan wajah datar, tatapan pria itu seakan menelanjangi, membuatnya sangat kesal.


"Apa kabar?."

__ADS_1


"Baik, gimana lo?."


"Baik juga seperti yang lo liat." pria itu memang berbincang dengan Alga tapi beberapa kali mencuri pandang ke arah Chatrina. "lo ngga mau kenalin gue ke cewek lo?."


"Dia Chatrina."


"Hi, gue Devano."


"Chatrina."


"Nama yang indah seperti pemiliknya."


"Thanks."


"Gue mau ke kelas." Alga menarik tangan Chatrina meninggalkan Devano yang masih memandangi Chatrina dari atas hingga bawah.


"Pantas saja, lebih cantik dari aslinya." Celetuk Devano lirih, tapi masih didengar oleh Edgar.


"Chatrina cuma milik bos Alga, jangan sok-sok an mau merebut." Ucap Edgar pada Devano yang kemudian pergi mengikuti langkah Alga.


Suara seorang gadis membuat Devano menengok, Erika berada di sana dengan tangan yang melambai menghampiri Devano. Semua orang menatap apa yang dilihatnya tak percaya, Devano memeluk pinggang Erika seakan mereka sangat dekat.


"Pengumuman!! Semua dengarkan!! Mulai hari ini ngga akan ada yang bisa ganggu Erika, dia punya gue sekarang!!." Teriak Devano membuat semua terkejut bahkan Erika sendiri terkejut mendengarnya.


Setelah mengantarkan Erika ke kelasnya, Devano ke kelas nya sendiri, kelas 12 IPA 1 sekelas dengan Alga. Memang dia anak IPA 1 sejak dulu jadi wajar kalau dia masuk kelas IPA 1 sekarang.


"Lo minggir, ini tempat duduk gue." Ucap Devano pada gadis berkacamata yang duduk didepan Chatrina.


"Baru aja masuk, harusnya nyari tempat duduk lain bukannya merebut tempat duduk orang lain." Sindir Chatrina, lagipula Chatrina sering ngobrol dengan Dinda, Dinda itu memang penampilannya culun tapi anaknya baik dan suka membantu.


Alga hanya memandangi perdebatan mereka, itulah Chatrina yang Alga kenal, dia yang keras dan dingin.


"Oke oke gue nyari bangku lain." Devano keluar kelas mencari bangku baru dan meletakkan di belakang sendiri paling pojok.


"Makasih cha." Ucap Dinda pada Chatrina


"Sama-sama, lagi pula mana mungkin gue biarin ada orang merebut milik orang lain."


...


Jam istirahat, Alga dipanggil oleh teman-temannya jadi harus pergi keluar lebih dulu, dikelas hanya tinggal Chatrina yang tengah membereskan buku-bukunya. Dan juga Devano yang duduk di bangkunya, beberapa kali Devano melihat kearah Chatrina.


Hingga pria itu beranjak dari duduknya menghampiri Chatrina, Devano duduk di bangku Dinda. "Pantas saja Alga suka sama lo." Ucap Devano dengan tiba-tiba.


Chatrina mengabaikan pria itu malah beranjak dari tempat duduknya, namun tangan Devano menarik tangan Chatrina membuatnya terjatuh di pangkuan pria itu.


"Ouuhh." Ucap Devano saat Chatrina tanpa sengaja menduduki miliknya.


"Sorry." Chatrina langsung berdiri dan melepaskan tangan Devano.


Devano malah tersenyum melihat Chatrina, Chatrina yang merasa risih langsung berlari keluar kelas menuju ke perpustakaan karena sudah ditunggu Liana dan Dinda.

__ADS_1


Di Kelas 12 IPA 1, Devano yang akan keluar kelas di hentikan oleh Amanda yang berdiri di depannya.


"Ah gue denger lo deketin Erika." Ucap Amanda sambil menyentuh lembut dada bidang Devano.


"Bukan urusan lo."


"Gue juga liat lo lagi deketin Chatrina."


"Hahaha terus kenapa? Ada masalah?."


"Harusnya lo udah tau kan kalau mereka berdua adik kakak, dan yang pasti udah lo tau kalau Chatrina punya Alga."


"Maksud lo adik kakak?."


"Erika itu adik tiri nya Chatrina, semua juga tau hal itu, hubungan mereka juga tidak baik. Kalau Erika tau lo suka sama Chatrina, pasti perang dunia lagi."


"Baguslah." Jawab santai Devano.


"Jangan ganggu hubungan Chatrina dan Alga, jangan cari masalah lagi."


Devano menatap tajam ke arah Amanda "bukannya lo juga tau apa yang buat gue benci Alga."


"Itu bukan salah Alga."


"Terus? Tetap saja itu salahnya." Devano meninggalkan Amanda yang kesal.


Sudah satu tahun lamanya tapi kejadian itu masih terasa nyata hingga saat ini. Kejadian yang membuat persahabatan Alga dan Devano hancur lebur, membuat Devano pindah ke Amerika beberapa waktu.


Erika tengah berada di kantin diantara para anak-anak cewek yang sengaja menumpahkan jusnya di baju Erika, dia adalah anak-anak kelas 12 yang sangat membenci Erika, bukan karna kejadian Chatrina melainkan karena hubungan gadis itu dengan seleb sekolah si badboy Devano Mahaputra.


"Lo pikir lo tuh siapa? Udah bikin masalah bukannya keluar malah ngga tau diri."


"Bener banget, jijik tau ngga ada cewek kayak gini."


"Paling juga ngasih tubuhnya buat Devan."


"Bener juga, lo ngasih tubuh lo buat Devan kan."


"Cukup!!." Suara seorang pria dari belakang mereka membuat mereka semua menengok. "Apa kalian tidak dengar apa yang gue bilang? Jangan ganggu cewek gue!." Tegas Devano.


Devano menarik Erika meninggalkan kantin, mereka berdua berhadapan di depan toilet.


"Makasih kak udah nolongin."


"Sama-sama, setidaknya lo ada hutang sama gue kan."


"Apapun akan aku berikan, buat balas jasa kak Devan."


"Baguslah." Devano mengusap pipi Erika lembut.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2