
Kelas ramai seperti biasanya, mereka bertiga tengah belajar di antara anak-anak yang tidak ingin diam di jam kosong, ada yang nyanyi-nyanyi, ada yang main pesawat terbang, bahkan ada yang main kartu atau tidur di area belakang yang kosong. Chatrina, Liana, dan Dinda mereka tengah membahas mengenai pelajaran matematika, Dinda yang lumayan pintar di pelajaran matematika mengajari Liana dan Chatrina.
Di bangku pojok paling belakang terlihat Devano yang tadi baru saja datang tengah memperhatikan Chatrina, Alga yang baru tiba di kelas karena dihukum bolos di jam pertama langsung melihat kearah Devano yang mengarahkan matanya pada Chatrina. Alga menghampiri Devano dan menghalangi arah pandang pria itu.
"Mata lo ngga pernah di colok ya?." Ucap Alga keras
"Belajar jadi psikopat lo?." Tanya Devano tak kalah sinis.
"Jangan pernah main-main sama cewek gue atau lo tau akibatnya." Alga meninggalkan Devano menuju Chatrina yang tengah belajar, lelaki itu terlihat berbincang dengan Chatrina beserta yang lain kemudian mengajak Chatrina keluar kelas.
Disanalah mereka saat ini, balkon paling atas gedung SMA Effect yang kosong, hanya ada penampungan air berwarna orange di pojok dan juga sebuah pintu untuk turun dari sana. Chatrina dan Algaleo duduk di pinggiran balkon atas, hanya mereka berdua.
"Kenapa ga?." Chatrina mulai membuka mulut setelah sepersekian detik hanya diam menunggu Alga berbicara.
"Aku cuma ngga suka kamu terus di liatin Devano."
"Emangnya kenapa? lagian kan Devan cuma liatin doang gak ngapa-ngapain."
"Tapi aku khawatir sayang."
"Aku nggak papa kok." Tangan Chatrina menyentuh tangan Alga lembut seakan memberitahukan bahwa dia benar-benar baik-baik saja.
Bel istirahat membuat mereka menghentikan candaan dan memilih turun untuk makan siang di kantin. terlihat kantin yang penuh saat jam makan siang membuat Chatrina harus mengantri kalau saja tidak bersama Alga, tapi karena Alga dia akhirnya bisa mendapatkan tempat duduk di antara anak-anak butterfly termasuk Edgar dan Gavin.
klunting klunting
suara dentingan ponsel setiap anak berbunyi sahut menyahut, semua melihat ke ponsel mereka masing-masing. media sekolah baru saja mengirimkan pemberitahuan baru mengenai acara pesta akhir semester atau pesta tahunan yang sudah menjadi kebiasaan SMA Effect.
Chatrina yang baru pertama kali tau mengenai acara tersebut hanya tengok kanan kiri karena semua heboh menanyakan pasangan ke acara tersebut.
"Jadi acara ini acara tahunan SMA Effect, biasanya emang desember dan sekaligus natal, harusnya sih libur, aku juga nggak tau kenapa diadakan waktu natal." jelas Alga memecahkan rasa pesaran Chatrina.
"Dan pesta ini harus bawa pasangan, gue aja belum dapet masa tahun ini nyewa lagi, mana mahal banget cewek-cewek sewanya." ucap Edgar meratapi nasib.
"Kalo kamu tahun sebelumnya sama siapa?." Tanya Chatrina pada Alga membuat lelaki itu terdiam.
"Biasanya Alga dateng sama-." Jawaban Edgar terhenti saat Gavin membungkam mulut lelaki itu.
"Aku ngga pernah dateng ke acara itu, banyak yang ngajakin tapi aku tolak."
"Berarti tahun ini kamu datang?."
__ADS_1
"Sesuai kamu, kalau kamu datang, aku pasti datang juga."
"Kalo gitu kita dateng."
"Tentu."
Chatrina tersenyum walaupun sebenarnya dia penasaran apa yang terjadi sebelumnya, kenapa Edgar tidak boleh melanjutkan ucapannya mengenai Alga.
selesai makan siang, semua murid kembali ke kelas masing-masing mendengar bel masuk berbunyi, jam terakhir di hari rabu siang. saat kembali ke kelas, tanpa sengaja lagi Chatrina bertemu Erika, karena Alga yang masih ada urusan mengharuskan Chatrina berjalan sendiri menuju kelas.
"Gue mau ngomong sama lo." Ucap Erika membuat Chatrin mengikuti langkah gadis itu menuju belakang sekolah yang sepi, hanya tumpukan kursi tak dipakai disana, dan area lembab di isi tanaman liar.
"Ngomong aja." Chatrina bersuara saat sampai di belakang sekolah, membuat Erika menghentikan langkahnya dan menengok ke belakang.
"Gue tau Devan suka sama lo."
"Gila lo?."
"Gue nggak gila, tapi kenapa semua milik gue, lo rebut?."
"Bukannya semua akan menjadi gampang kalo lo nggak ngerebut milik gue dulu." Jawab Chatrina tak kalah kasar.
"Akhirnya lo ngeluarin taring."
plaaakkk
Tangan Erika menampar pipi kiri Chatrina membuatnya memerah seperti tomat matang, namun Chatrina malah tersenyum melihat Erika yang marah.
"Pukulan lo nggak akan ngaruh di gue, tapi pengaruhnya di lo. Lagi lo tuh harus jaga sikap kalo ngga mau nama lo jelek di sekolah, bukannya video lo aja udah rame, pake buat masalah lagi."
"Bukan urusan lo dan itu semua salah lo."
"Harusnya lo pake cara gue sekarang, bukannya dari dulu lo gitu. atau upss ngga bisa lagi ya, karna lo udah terlihat munafik kalo kayak gitu."
"Gue akan bikin lo menderita, liat aja, bokap lo milik gue, dan semua milik gue, Alga Devan, semua akan jadi milik gue, liat aja."
"Gue tunggu Er." Ucapan terakhir Chatrina sebelum Erika meninggalkan gadis itu.
Tanpa Chatrina sadari seorang pria tengah memperhatikannya di sudut, kala itu dia tengah merokok sendirian di belakang sekolah saat sebuah langkah kaki mendekat, dia mematikan rokoknya dan bersembunyi di balik dinding. Suara Chatrina dan Erika terdengar berdebat sangat sengit, banyak hal yang dia baru tau mengenai Chatrina, gadis itu mencoba membalaskan dendam pada Erika.
"Udah bel masuk masih aja gosipin gue." Suara yang membuat Chatrina menengok kebelakang dengan wajah terkejut, Devano berada disana dengan tingkah menyebalkannya.
"Sejak kapan lo ada disitu?."
__ADS_1
"Sejak gue denger suara kaki datang kemari mungkin, ah atau sejak sebelum bel bunyi."
“Lo denger semua?."
"Tentu saja, persaingan adik kakak."
"Terserah gue nggak peduli."
"Jadi lo sama Alga cuma buat Erika kesal kan?."
Chatrina melihat ke arah Devano tajam.
"Bukan urusan lo."
"Kasihan banget Alga, dia cowok yang baik banget ke cewek eh malah di manfaatin kayak gini."
"Gue ngga gitu!."
"Harusnya Alga sama Nayla, sayang udah mati."
"Siapa Nayla?."
"Jadi lo nggak tau? gue lupa kalo lo murid baru, harusnya lo denger tentang Nayla, tanya aja ke Alga."
"Semua yang lo denger tadi bener tapi gue nggak pernah manfaatin Alga, gue mau tau tentang Nayla, apa lo bisa kasih tau?."
"Tentu saja, asal lo jadi pasangan gue waktu Effect Live Show."
"Gue sama Alga."
"Ya udah gue ngga perlu kasih tau lo."
"Yang lain, gue bakal turutin asal lo kasih tau."
"Ya udah kalo gitu temuin gue di Cafe depan sekolah nanti malam."
"Oke, gue bakal datang."
"Bagus, gue tunggu."
Chatrina dan Devano kembali ke kelas mereka, Chatrina lebih dulu kembali ke kelas meninggalkan Devano. harusnya guru sudah datang tapi kelas masih sepi, Alga duduk di kursinya dengan menaruh kepala di meja, dia pasti tidur di jam pelajaran terakhir.
Bersambung...
__ADS_1