The Butterfly Effect

The Butterfly Effect
Episode 28


__ADS_3

Setelah menunggu hampir kurang lebih satu jam, mereka berdua akhirnya bisa masuk ke studio bioskop 1. Duduk di bangku yang ada di tengah-tengah, lumayan penuh isi satu studio bioskop jadi lumayan ramai juga saat semua berteriak karena jumpscare. Tapi tidak untuk Chatrina, gadis itu terlihat sangat tenang menikmati film horor yang disuguhkan sambil memakan popcorn.


Beberapa kali sewaktu jumpscare Alga melihat kearah Chatrina tapi wajahnya biasa saja seakan tidak peduli bahkan tidak sadar kalau ada jumpscare.


"Kamu ngga kaget?." Tanya Alga yang membuat Chatrina menengok.


"Engga." Jawab singkat Chatrina.


"Aneh juga."


Selesai nonton film, mereka berdua keluar dari bioskop, tapi sepertinya memang tidak lagi beruntung saat mereka bertemu Devano dan Erika yang baru saja keluar dari sebuah toko pakaian, Erika membawa paper bag yang berisi pakaian.


"Hi kak." Sapa Erika dengan wajah manisnya pada Chatrina, sudah muak melihat tingkah anak itu kalau lagi bermuka dua sok polos.


"Hi." Jawab Chatrina singkat.


Erika dan Devano menghampiri mereka berdua, tatapan Devano pada Chatrina selalu membuat Alga emosi, pria itu menyebalkan bagi Alga.


"Kak Chatrina habis nonton ya?." Tanya Erika bersahabat.


"Kalo keluar dari bioskop itu ya nonton masa habis jogging."


Jawaban Chatrina membuat Alga menahan tawa, bukan hanya Alga tapi juga Devano, apalagi melihat wajah malas Chatrina.


"Kak, gimana kalau kita ke game zone. Udah lama ngga main disana."


"Gue sibuk, mau pulang." Chatrina menarik tangan Alga meninggalkan Erika dan Devano tapi baru beberapa langkah suara Erika kembali terdengar di telinganya.


"Aku dengar tante Sarah mau menikah? Titip ucapan selamat, aku dan keluargaku ikut bahagia mendengarnya, aku juga udah tenang ngga ada lagi yang ganggu hubungan mama sama papa."


Tangan Chatrina mengepal, ingin rasanya menonjok wajah Erika, pasti wajahnya terlihat menyebalkan. Dengan senyuman Chatrina melihat kebelakang "Terimakasih ucapannya, tapi sepertinya lo salah deh, bukannya nyokap lo ya yang ngerusak hubungan keluarga gue, ups! Sorry kalo gue terlalu jujur." Setelah mengatakan hal tersebut Chatrina meninggalkan area mall bersama Alga.


Alga melihat kearah Chatrina yang masih diam sejak keluar dari mall, walaupun Alga melihat sosok asli Chatrina saat marah tapi dia juga tidak ingin melihat sosok Chatrina saat seperti ini, Alga tau bahwa di otak gadis itu berbagai macam cerita berkecamuk namun dia tidak bisa melakukan apapun kecuali memberikan waktu untuk Chatrina berfikir.


"Bukankah apa yang lo lakuin ke Chatrina udah keterlaluan?." Tanya Devano dengan tiba-tiba pada Erika, melihat Chatrina yang berubah raut wajahnya entah kenapa membuat Devano tersentuh.


"Kok kak Devano belain kak Chatrina sih?."


"Gue nggak belain siapa-siapa, tapi menurut gue lo salah aja bilang gitu, lagian Chatrina bakal jadi sepupu gue nantinya, gue nggak mau om Kevin marahin gue cuma karena hal sepele."


"Kak Devano suka ya sama kak Chatrina?."

__ADS_1


"Engga."


"Baguslah, kakak kan cuma milik aku, lagian kak Chatrina udah ada kak Alga jadi aku sama kakak aja." Erika bergelayut manja di lengan Devano.


Devano bukanlah pria manis yang berhubungan dengan wanita, dia hanyalah maniak **** yang mencari kepuasannya sendiri, setelah dia puas dengan bonekanya maka boneka nya itu akan dibuang layaknya sampah.


Gadis yang paling dekat dengan Devano, tau semua tentang Devano hanyalah Amanda. Kalau memang Devano sesuai dengan tipe Amanda, cowok yang bertanggung jawab, sejak awal dia tidak akan mencari pria lain, melainkan mengejar Devano, buktinya Amanda mengejar Alga, bukan Devano yang sudah jelas sangat dekat dengannya.



Devano menghentikan kegiatan makannya saat story instagram terbaru Amanda mengalihkan kegiatannya. Amanda memang sangat cantik, sayangnya cowok Amanda juga sangat kaya dan yang pasti royal ke Amanda, wajar jika hubungan Amanda dan pacarnya bertahan hampir 2 tahun.


"Kak lagi liatin apa?." Tanya Erika membuat Devano meletakkan ponselnya.


"Bukan apa-apa, selesaikan makan malam mu lalu aku akan mengantarmu pulang."


"Iya kak."


...


Chatrina berada di sebuah butik untuk menemani ibunya fitting baju pengantin, mereka akan melaksanakan pernikahan mewah di salah satu hotel milik Keluarga Mahaputra. Gaun yang di coba Sarah pun memiliki harga yang lumayan fantastis, mengingat betapa kayanya keluarga Mahaputra, hanya saja Chatrina tidak begitu bahagia.


"Masih kusut aja tuh muka." Suara Devano membuat Chatrina menengok, tidak tahu kalau pria itu ada di butik yang sama.


"Mau nyoba baju lah."


"Ohh."


"Eh Devan, sudah datang, om Kevin mana?." Tanya Sarah


"Om Kevin nya masih dijalan tante."


"Oh gitu. Cha, itu dress mu kamu coba dulu."


"Iya ma."


Chatrina berjalan masuk ke dalam ruang ganti baju, dress putih panjang satin dengan tali spageti, terbuka di punggung belakang dan belahan paha yang lumayan tinggi hingga diatas lutut. Chatrina keluar dari ruang ganti, gadis itu terlihat sangat cantik, bukan hanya cantik biasa, tapi terlihat lebih dewasa.


Devano melihat penampilan Chatrina dari atas hingga bawah, di dalam kepalanya hanya terpikir pantas kalau Alga menyukai Chatrina, gadis itu memang cantik, seksi juga, hanya saja memang anak rumahan. Devano berjalan ke arah Chatrina, melewati gadis itu masuk ke ruang fitting juga, namun saat melewati Chatrina, Devano berbisik singkat "lo cantik, seksi." membuat wajah Chatrina kesal.


Buughh

__ADS_1


Sedikit keras Chatrina menendang kaki Devano, namun tetaplah bagi Devano tidak terasa, lelaki itu hanya tertawa melihat tingkah Chatrina yang menurutnya sangat lucu.


Selesai fitting pakaian, mereka berpisah di lobby, Kevin dan Sarah akan pergi ke tempat WO untuk melihat konsep, sedangkan Chatrina akan pulang kerumah.


"Dev, anterin Chatrina pulang ya." Ucap Kevin


"Iya om."


"Ngga usah om, saya bisa naik taksi lagian Devan pasti masih ada urusan."


"Engga kok kosong ini." Jawab Devan langsung


"Ngga usah merepotkan."


"Ngga ngerasa di repotkan juga."


"Udah Chatrina, mama khawatir lo, kamu pulang sama Devan aja ya?."


"Tapi ma."


Melihat wajah Sarah yang memohon, Chatrina pun menurut di antarkan oleh Devano pulang kerumah. Selama dalam perjalanan, Devano terus mengajak Chatrina mengobrol tapi gadis itu hanya menjawab seadanya hingga sampai di depan rumah.


Ceklek ceklek


Saat akan membuka pintu mobil Devano, pintu itu tidak bisa terbuka, Chatrina membalik badan kearah Devano untuk protes tapi di kejutkan dengan wajah Devano yang sangat dekat dengannya.


"Apaan sih lo!." Teriak Chatrina sedikit mundur kembali.


"Hahaha lo emang lucu."


"Gajelas, buka pintu nya gue capek."


"Galak banget, kayaknya lo beda kalo ke Alga."


"Emang lo siapa?."


"Calon sepupu lo."


"Ya ya ya terserah, buka sekarang!."


Devano pun membuka kuncinya, dan pintu pun bisa terbuka, sebelum melangkah keluar, Chatrina melihat ke Devano.

__ADS_1


"Thanks udah nganterin pulang." Setelah nya langsung keluar dan tidak lagi membalik badan melihat ke arah Devano yang senyum sendiri tidak jelas.


Bersambung...


__ADS_2