The Butterfly Effect

The Butterfly Effect
Episode 18


__ADS_3

"Saya sudah mengantarkan Chatrina ke rumahnya, dia baik-baik saja tapi saya tidak yakin dengan mentalnya, apa yang terjadi hari ini sudah sangat keterlaluan apalagi di area sekolah, kalau sampai orang luar tau maka reputasi sekolah akan dipertaruhkan. Apakah tidak sebaiknya menghukumnya sangat berat seperti mengeluarkan pelaku dari sekolah ini."


Deegg


Ucapan Alga membuat orang tua Erika benar-benar marah, terutama ibu Erika yang langsung bangun dari kursinya.


"Kamu gila hah? putriku tidak akan melakukan hal tersebut kalau dia tidak melakukan apapun padanya."


"Bagaimana mungkin tante membela orang yang jelas salah? bagaimana kalau Chatrina terluka. Om bukankah anda ayah kandung Chatrina, tapi kenapa membela anak orang lain?."


"Diam kamu bocah!."


"Sudah-sudah cukup, kami akan menindak lanjuti soal ini, dari pihak sekolah akan memutuskan untuk menskorsing kalian bertiga selama satu minggu, dan kalau hal ini terulang lagi, kami pihak sekolah tidak akan mentolerir kembali."


Alga memang tidak puas, tapi itulah keputusan dari sekolah, selama masih ada anak butterfly, mereka semua akan menjadi bully an semua anak butterfly sampai mengatakan mengundurkan diri dari sekolah, itu adalah janji Alga pada dirinya sendiri.


Dan hari itu pula awal penderitaan yang di peroleh Erika dan kedua anak laki-laki itu dimulai.


...



Tweet milik Amanda lumayan ramai menjadi perbincangan, hanya karena Amanda mengatakan kalau ada hal mengejutkan di ruang boxing, banyak yang berfikir dia melihat seseorang yang tengah ramai di perbincangkan yaitu Chatrina, tapi semua kembali membantah saat pihak website siswa mengatakan berita yang mengejutkan.



Seorang gadis tersenyum tatkala membuka macbooknya, sebuah berita yang mengejutkan malam ini membuat hatinya benar-benar bahagia melihat kolom komentar yang dipenuhi cacian dan makian. Dia akan tidur dengan wajah bahagia malam ini.


Headline sekolah hari ini tetap mengenai kasus kemarin, sangat disayangkan pelaku tidak berada di sekolah, semua siswa menyayangkan hal tersebut.


Chatrina baru saja tiba di sekolah dengan Alga seperti biasanya, Alga semakin menempel pada gadis itu, bahkan yang biasa naik motor berganti naik mobil agar Chatrina lebih nyaman.


Semua manatap iba pada Chatrina, bahkan banyak yang mengatakan kalau Chatrina sangat kuat padahal kejadian kemarin membuat beberapa orang tak bisa bangun dari tidurnya tapi Chatrina benar-benar kuat.


"Hi cha." Panggil Amanda yang berdiri di lorong dengan kedua temannya


"Hi."


Amanda mendekatkan kepalanya di telinga Chatrina. “Gue ikut sedih ya." Bisiknya pelan.


"Makasih manda."


"Iya, gue duluan."


Chatrina berjalan menuju kelas nya bersama Alga, sama di kelas Liana langsung menghampiri Chatrina dan memeluknya.


"Huhuhu gue sedih bgt, lo nggak papa kan cha."

__ADS_1


"Gue nggak papa kok Li."


"Syukurlah, gue mau pites tuh bocah ngga ada akhlak."


"Udahlah gue nggak papa kok."


"Kok bisa sih lo tetep sabar padahal kan tuh anak jahat banget ke lo."


"Emangnya harus di bales ya? Kalo gue bales gue sama aja dong kayak dia."


"Iya juga sih, aahhh bagaimana mungkin Tuhan nurunin malaikat, sayang bgt sama Chatrina." Liana kembali memeluk Chatrina.


Beberapa orang melihat hal tersebut mengunggahnya ke media sosial, seorang berhati malaikat pacar Algaleo memang berbeda pantas kalau Alga sangat menyukai Chatrina, memang Chatrina pantas untuk Alga.


Termasuk tweet milik Chatrina yang di serbu banyak fans yang mendukungnya, Chatrina hanya tidak ingin Erika menjadi bahan bully an lagi.



Beberapa anak butterfly mendatangi kelas Erika, dipimpin oleh Alga yang ada di paling depan. Mereka semua memiliki tatapan tajam yang membunuh.


"Semua dengar baik-baik, gue Algaleo Thomas bersumpah membully sampai habis siapapun yang ada di pihak Erika dan kedua temannya!!!."


Semua hanya diam ketakutan.


"Kalian siapapun yang tau rencana itu, angkat tangan!!." Teriak Gavin.


Satu orang, dua orang, dan tiga orang mengangkat tangannya. Name tag di pakaian bernama kan Sahara, Natasya, dan Giova. Alga menyuruhnya datang ke arah pria itu.


Mereka hanya mengikuti perintah Alga duduk dilantai.


"Kak saya minta maaf." Ucap Natasya.


"Siapa yang nyuruh lo ngomong?."


"Maaf kak."


"Diam kalo ngga di suruh ngomong!." Bentak Edgar, pria yang biasa penuh canda itu menjadi sosok yang menakutkan saat berada di antara anak butterfly.


"Gue kasih kalian kesempatan buat minta maaf ke Chatrina atau kalian bakal kena sama anak butterfly."


"Iya kak pasti."


"Sana!."


Mereka bertiga keluar kelas menuju kelas 12 IPA 1, sedangkan anak-anak butterfly masih mencari teman-teman bono dan dodi, lumayan kalo kata anak butterfly buat bahan melampiaskan kekesalan.


Di Lapangan basket, saat bola itu terlempar, Alga menangkapnya dengan satu tangan, wajah tampannya terlihat menakutkan dan dingin. Diikuti anak-anak butterfly yang sedikit menakutkan menuju ke lapangan basket, mereka ada 4 anak yang berteman dengan bono dan dodi.

__ADS_1


Name Tag di seragam yang bertuliskan Laskar, ketua tim basket kelas 11. Menghampiri Alga, berhadapan langsung didepan Alga.


"Gue ngga ada hubungan apa-apa sama bono dan dodi, mereka ngga di terima di basket, kalo lo mau nyari pelampiasan." Ucap Laskar


"Tau juga lo, apa yang lo tau tentang mereka yang nggak gue tau?."


"Gue nggak tau."


"Baguslah kalo lo ngga ada hubungannya sama dua anak itu, kalo gue sampek tau lo berhubungan sama mereka, habis lo!."


"Bang, gue tau." Salah satu anak mengangkat tangannya, seragam yang dipakainya bertuliskan nama Aldino M kelas 10.


"Sini lo."


Aldino mendekat "gue bisa jelasin kan bang, tapi sebelumnya gue ngga ada sangkut pautnya sama mereka berdua."


"Ya udah ngomong aja."


"Waktu itu gue habis basket, gue liat Erika, Bono sama Dodi di gudang belakang sekolah, gue kira mereka lagi ngapain kan, ternyata mereka lagi threesome."


Semua anak butterfly bersorak mendengar hal itu.


"Terus?."


"Bukannya gue mau ngintipin bang, tapi gue denger kalau mereka berdua di bayar ngw sama Erika terus mohon maaf bgt bang, buat nodain cewek lo."


"Bangsaattt!!!." Alga mengepalkan tangannya.


"Sabar ga." Gavin menyentuh pundak Alga "udah itu aja?." Tanya Gavin pada Aldino


"Gue ngerekam kegiatan mereka."


"Wadaw anjing bgt ni bocah." Ucap Edgar sambil tertawa


"Kirim ke gue."


"Siap bang."


Mereka anak-anak butterfly meninggalkan lapangan basket, kunci sudah ada di Alga, tapi pria itu sama sekali tidak berniat melihat video yang dikirimkan Aldino, dia mungkin akan menyuruh David meretas situs sekolah untuk memposting video tersebut, hanya saja Alga masih punya hati untuk memblur tubuh mereka hanya menunjukkan kepala dan suara nya saja.


"Gue mau video itu ada di situs sekolah." Ucap Alga tegas pada David


"Ntar kalau guru ada yang tau gimana?."


"Gue yang tanggung jawab tapi jangan sampai ada guru yang tau, setting video tersebut terhapus dalam 15 menit setelah di posting."


"Oke siap."

__ADS_1


15 menit di media sosial yang banyak akses itu terbilang lama, bahkan yang 1 menit aja udah bahaya. Yang bahaya itu, orang lain yang menyimpan dan menyebarkan kembali.


Bersambung...


__ADS_2