The Butterfly Effect

The Butterfly Effect
Episode 26


__ADS_3

"Makasih buat malam ini." Ucap Devano, pria itu bangun dari ranjang, menyalakan rokoknya dan membelakangi Erika.


Tubuh polos Erika hanya berbalut selimut tebal, tempat itu adalah apartemen milik Devano, dia baru saja pindah disana karena baru saja dibersihkan oleh pembantu di rumah keluarga Mahaputra.


"Kak boleh ya aku ambil foto."


"Terserah."


"Makasih kak."



"Gue anterin lo balik, atau lo mau nginep disini aja?." Tanya Devano pada Erika.


"Apa aku boleh menginap?."


"Tentu saja, asal ada ronde 3."


"Iya tentu." Erika mengedipkan matanya pada Devano.


Chatrina baru saja menyelesaikan tugasnya tengah malam, gadis itu menscroll twitter dan menemukan tweet milik Erika, sejak hari itu Erika telah berubah, dia menunjukkan sifat aslinya, Erika yang polos telah membuka jati diri aslinya.


Chatrina menutup ponselnya dan mulai terlelap dalam mimpi indahnya untuk menemui pagi.


...


Sekolah ramai mengenai tweet milik Erika, bukannya terlihat so sweet tapi semua menganggap kalau Erika sengaja menjual tubuhnya pada Devano agar pria itu mau dengan Erika yang banyak sekali terkena kasus terutama kasus porno nya di gudang sekolah.


"Devan!." Teriak Amanda di parkiran sekolah saat melihat Devano yang baru saja datang dengan Erika.


"Ke kelas aja dulu." Ucap Devano pada Erika, Erika hanya mengiyakan lalu pergi ke kelasnya lebih dulu.


"Lo gila ya?." Amanda mengomel didepan Devano


"Kenapa sih lo."


"Nih." Amanda menunjukkan tweet Erika


"Memangnya kenapa?."


"Jangan sampai ada Nayla dua ya, gue ngga mau tau lagi."


"Ngga akan ada, gue nggak sebodoh dulu." Ucap Devano dengan lantang.


Alga dan Chatrina baru saja datang dengan motor Alga di sekolah, Alga sangat perhatian pada gadis itu bahkan membantu Chatrina melepaskan helm yang dipakainya. Bersamaan dengan itu Gavin dan Edgar juga baru saja datang.


"Pagi Chatrina." Sapa Devano dengan senyuman nakalnya.


Chatrina memutar bola matanya kesal


"Jangan ganggu cewek gue." Ucap Alga dingin saat melewati Devano sambil menggandeng tangan Chatrina.


Chatrina menengok ke belakang kearah Devano dan menjulurkan lidahnya. Malah membuat Devano tertawa, menurutnya Chatrina terlihat lucu.


Saat jam istirahat, Chatrina dan Alga duduk di bangku taman sekolah, mereka berdua membawa milkshake stroberi dan coklat. Stroberi milik Alga dan coklat milik Chatrina, karena Chatrina sudah membawa bekal untuknya dan Alga pagi ini.


"Mama akan menikah lagi." Ucap Chatrina tiba-tiba membuat Alga menyemprotkan minumannya.

__ADS_1


"Apa?."


"Iya, mama menikah lagi sama om Kevin."


"Kevin Mahaputra?."


"Kamu kenal?."


"Itu om nya Devano."


"Iya benar, mama kerja di perusahaan om Kevin sejak lama, sepertinya mereka saling mencintai, aku juga tidak bisa melarangnya."


"Apa kamu setuju?."


"Sebenarnya aku selalu berharap mama bisa baikan dengan papa dan papa bisa ninggalin istri nya, tapi sepertinya itu tidak mungkin kan."


"Terkadang kita memang tidak tau bagaimana perasaan orang dewasa disaat kita masih remaja, perselingkuhan itu bukan hal sederhana, tante Sarah bahkan membutuhkan waktu lama untuk memulihkan traumanya, untuk kembali kepada masa lalu itu hanya akan mengembalikan traumanya." Jelas Alga, dan Chatrina paham bahwa apa yang dikatakan Alga ada benarnya, dia juga harusnya mengerti keadaan orang tuanya.


"Terima kasih Alga."


Alga memeluk Chatrina erat, rasanya tak ingin melepaskan gadis itu, terkadang melihat Devano menatap Chatrina membuatnya kesal, mendengar mengenai pernikahan antara om Devano dan ibu Chatrina, mereka kemungkinan akan lebih dekat.


Mereka berdua kembali ke kelas setelah jam masuk pelajaran di mulai, hari ini ada pelajaran olahraga di jam kedua karena jam pertama guru olahraganya masih rapat jadi bertukar jam dengan jam pelajaran kedua. Setelah mengganti seragam nya dengan seragam olahraga, Alga menuju lapangan, semua sudah ada di lapangan kecuali Chatrina.


"Dimana Chatrina?." Tanya Alga pada Liana.


"Tadi katanya mau ambil minum dulu di loker."


"Baik anak-anak sekarang pemanasan terlebih dahulu, Alga maju sini."


"Baik pak."


"Tapi Chatrina belum kesini pak."


"Biarkan dia menyusul."


Alga pun memulai pemanasan, dari kepala hingga kaki, tapi Chatrina tak kunjung datang. Saat nya lari memutari lapangan, Alga keluar dari lapangan menemui pak Hardi.


"Pak, saya mau cari Chatrina sebentar soalnya dia belum kelapangan sejak tadi."


"Ya sudah kalau nanti sudah ketemu, balik ke lapangan."


"Baik pak."


Alga berlari meninggalkan lapangan menuju ruang loker kelas 12, disana kosong tidak ada siapapun, semua loker juga tertutup, saat menuju ke kelas, Alga bertemu dengan Amanda yang membawa buku-buku dari ruang guru.


"Lo ngapain beb?." Tanya Amanda


"Liat Chatrina ngga?."


"Engga tuh."


"Ya udah makasih."


Alga kembali lari menuju kelasnya tapi kosong, Alga keluar kelas lagi, hingga dia melewati toilet wanita yang tertutup.


"Chatrina!!!." Panggil Alga di depan pintu toilet itu.

__ADS_1


"Alga." Suara Chatrina lirih terdengar dari dalam.


Ceklek ceklek


Alga berusaha membuka pintu itu tapi terkunci, "minggir lah, aku akan membukanya."


Braaakkk


Pintu berhasil didobrak oleh Alga, Chatrina basah kuyup, dia memakai seragam olahraganya tapi penuh dengan kotoran dan basah, baunya seperti air buangan.


Alga memeluk Chatrina erat, nafasnya beradu sangat cepat, dia tidak tau lagi melihat Chatrina ada dihadapannya sekarang membuatnya tenang walaupun Chatrina sedang tidak baik-baik saja.


"Siapa yang melakukan ini?."


Chatrina menggeleng, dia sendiri tidak tau siapa yang melakukannya, dia hanya mendengar suara agak berisik di luar, dan dari atas air membasahi tubuhnya dengan tiba-tiba, di atas ada jendela yang tidak begitu besar, dari sanalah air di siramkan.


“Kamu nggak papa? kita ke uks ya?.”


"Aku nggak papa, tapi baju mu ikutan kotor."


"Tidak apa-apa, aku lega menemukanmu."


"Maaf membuatmu khawatir."


"Its okay, aku akan mengambilkan seragam mu di loker, tunggu sebentar."


Sangat cepat Alga berlari menuju ke ruang loker dan mengambil seragam milik Chatrina dan seragam nya sendiri. Alga kembali dengan membawa seragam Chatrina.


"Ini, aku sudah mengatakan pada Edgar untuk membawakan peralatan mandi untukmu, tunggu sebentar ya."


Edgar dengan berlari menghampiri mereka, kebetulan kelasnya kosong jadi dia pergi untuk membeli pesanan Alga.


"Ini gantinya." Alga memberikan uang 100rb pada Edgar.


"Thanks bos, tapi kenapa bisa jadi seperti ini."


"Selidiki ini, jangan biarkan siapapun tau soal ini sebelum gue tau siapa pelaku."


"Siap bos, yang sabar bu bos, sedih banget."


Chatrina malah tertawa melihat wajah Edgar yang lucu.


Setelah membersihkan badannya masing-masing dan mengganti pakaian nya dengan seragam sekolah. Chatrina dan Alga menuju lapangan menemui pak Hardi.


"Loh kalian habis dari mana kenapa lama sekali dan kenapa ini ngga pakai baju olahraga?."


"Ceritanya panjang pak, Chatrina sepertinya kena bully, dia di kunci di dalam toilet dan disiram air kotor."


"Benar itu Chatrina?."


"Iya pak."


"Ya udah kalian lihat saja hari ini, nggak perlu ikut ke lapangan."


"Terima kasih pak."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2