
Satu minggu berlalu, kejadian mengenai Erika dan video syur nya sudah mulai redup, anak-anak butterfly juga sudah diam, mereka tidak membully teman-teman Erika lagi, seperti semula, kehidupan sekolah yang tenang tidak ada masalah apapun. Chatrina berjalan dilorong dari perpustakaan membantu bu Andini membereskan beberapa buku yang berserakan, kebetulan Chatrina berada di perpustakaan jadi membantu bu Andini terlebih dahulu sebelum kembali ke kelas.
"Dari mana?." suara Alga terdengar dari belakang Chatrina membuat gadis itu sedikit terkejut secara tiba-tiba entah Alga keluar dari mana.
"Dari perpustakaan."
"Sini aku bantuin." Alga mengambil dua buku tebal yang dibawa Chatrina dan membawanya.
Dari kejauhan Chatrina melihat Erika yang berjalan berlawanan arah dengannya, ya dia sendirian, banyak yang menggoda nya waktu berjalan di lorong terutama anak laki-laki.
"Duh bayar berapa ni satu jam?."
"Lah bukannya gratis ya."
"Ntar pulang sekolah yuk Er di belakang sekolah, udah gue bersihin tuh."
"Ke sekolah nggak usah pake baju, udah liat juga."
Dan banyak lagi ucapan anak laki-laki yang menggoda Erika, Erika yang kesal berlari hampir menabrak Chatrina kalau saja Alga tidak menariknya menepi.
"Woi kalo lari liat jalan!." Teriak Alga ke belakang dimana Erika sudah mulai jauh.
Chatrina bukannya melihat Erika yang menjauh malah menghampiri segerombolan anak yang menggoda Erika tadi, dengan wajah datar dan menakutkannya, Chatrina berdiri di antara mereka tanpa sepengetahuan Alga.
"Kalian semua!." Teriak Chatrina membuat Alga juga menengok dan menemukan Chatrina sudah ada di antara mereka yang mengganggu Erika. "udah ngerasa suci? ngerasa hebat setelah membully orang lain? norak tau ngga!."
"Apa urusan lo? harusnya lo tuh bersyukur kita bully dia."
"Emang gue minta lo-lo semua buat ngebully dia? gue yang di sakitin!. dengerin semua yang ada disini." Chatrina berteriak sangat lantang membuat semua melihat ke arahnya "siapapun yang membully Erika berhadapan sama gue! karna ngga ada yang boleh ngebully dia selain gue!." Kalimat terakhir yang membuat semua tercengang.
Setelah nya Chatrina meninggalkan lorong. Alga yang masih berdiri di lorong hanya mengedikkan bahu nya seakan tak tau apa-apa.
"Waah gila, keren banget, pacar bos Alga memang beda." Ucap Edgar yang tiba-tiba merangkul Alga dari belakang.
Alga hanya tersenyum, memang Chatrina juga keren menurutnya, hanya saja gadis itu banyak diamnya karena kalau bukan urusannya dia tidak akan ikut campur apapun, entah lah kenapa masih membela Erika dengan cara itu. sebenarnya Chatrina juga tidak akan membully Erika, itu hanya di gunakan agar tidak ada yang membully Erika lagi.
Erika duduk sendirian di ruang ganti, gadis itu hanya diam di pojokan, niatnya mengambil baju di loker tapi diurungkan dan memilih menyendiri di ruang ganti. Banyak yang menyindirnya dimanapun dan kapanpun, hingga suara dari ruang ganti sebelah membuatnya memicingkan telinga.
"Eh lo denger kan yang tadi, Chatrina belain tuh adek kelas."
"Iya, gue sampek heran masih aja tuh bocah dibelain."
"Walaupun bilang gitu, tapi sebenarnya Chatrina cuma mau ngelindungin Erika ngga sih."
"Sumpah sih kalo masih ngacauin Chatrina, Erika emang ga tau diri."
"Katanya emang bener tau kalo nyokap nya Erika itu nikah sama bokapnya Chatrina, nyokapnya pelakor."
__ADS_1
"Gue kira boongan anjirr."
"Temen nyokap gue temen nyokapnya Chatrina, gue sih kasihan sama Chatrina dan nyokapnya, untung nyokapnya anak orang kaya jadi ya kalo mau menghidupi anak mah gampang aja lagipula dia juga wanita karir, pokoknya keren banget deh."
"Tetep aja bokapnya di rebut, anak mana coba yang nggak sedih keluarganya dihancurkan orang lain."
"Iya bener juga kalo gue jadi Chatrina paling gue ngga akan bantuin Erika sih, udah gue buat dia di keluarin aja dari sekolah."
"Lagian aneh juga Erika ngga di keluarin."
"Ini info terbaru ya yang gue tau bokapnya nyogok sekolah biar Erika ngga di keluarin."
"Maksud lo bokapnya Chatrina juga kan?."
"Iya bener, emang bokap siapa lagi, orang bokap kandung Erika kan nggak tau kemana."
Braaakkk
Erika membanting pintu dan keluar dari ruang ganti terburu-buru menuju kelas Chatrina, gadis itu sudah di selimuti emosi. Tiba-tiba saat Chatrina tengah membaca buku, Erika menarik rambut Chatrina.
"Ini semua gara-gara lo." Teriak Chatrina
Levi yang ada di bangkunya langsung menghampiri mereka berusaha menarik tangan Erika yang menjambak rambut Chatrina.
Bukannya berusaha melepaskan, Chatrina memandangi Erika dengan wajah puasnya, namun hanya Erika sendiri yang sadar akan tatapan itu membuatnya semakin menarik rambut Chatrina.
Alga yang baru saja datang langsung menarik Erika melepaskan tangan gadis itu dari rambut Chatrina, bahkan Alga juga mengusap rambut Chatrina dengan sayang.
"Ngga papa kan?."
"Ngga papa."
Alga menatap tajam ke arah Erika "lo gila ha?? Sebenarnya lo ada masalah apa sih sama Chatrina?!."
"Dia yang bikin gue hancur!."
"Lo sendiri anjing!! Nggak usah nyalahin orang lain, itu kelakuan lo sendiri!."
"Kak Alga..." Erika menatap Alga sedih, ucapan kasar Alga sama sekali tak pernah Erika bayangkan akan terlontar.
"Lo bakal di keluarin dari sini, kalau masih ganggu Chatrina. Gue pastiin!."
Alga menarik tangan Chatrina keluar dari kelas, membawanya menuju lapangan belakang sekolah, dibawah pohon rindang bersama anak-anak butterfly yang saat Alga datang semua menjauh.
Alga menyentuh kedua tangan Chatrina, wajahnya nampak sangat khawatir.
"Kamu ngga papa kan?."
__ADS_1
"Aku ngga papa ga."
"Syukurlah, kenapa kamu masih membelanya, dia ngga akan berubah Sayang."
"Erika itu juga adek ku, aku nggak mau dia kenapa-napa."
"Bukannya kamu ngga suka sama dia awalnya?."
"Iya emang aku nggak suka tapi makin kesini aku tau kalau Erika cuma butuh perhatian."
"Kamu terlalu baik sayang, untuk sekarang jangan lagi membela Erika, dia nggak pantas dapatkan itu dari kamu."
"Aku ngga janji."
Alga mengusap kepala Chatrina, menata rambut gadisnya.
"I Love You."
"I Love You too."
Chatrina memeluk Alga erat, sayangnya tempat itu ramai anak butterfly.
"Ciee ciee bos Alga."
"Huuu pengen juga punya pacar biar bisa peluk."
"Kejar satu aja lo ngga bisa."
"Susah tau buat orang muka pas-pasan, dari pada lo nggak bisa move on."
"Berisik lo."
Sedangkan Erika keluar dari sekolah membawa tasnya, didepan sudah ada mobil milik ibunya yang menunggu. Erika langsung masuk, wajahnya juga sangat kesal.
"Gue benci Chatrina dasar muka dua!!." Teriak Erika
"Makanya kamu itu jangan gegabah jadi orang."
"Ma tolongin dong."
"Sudah mama tolongin kamu biar bertahan di SMA Effect malah kamunya nyari masalah."
"Gue sebel sama Chatrina."
"Caramu salah."
Bersambung...
__ADS_1