
Pagi itu seperti hari biasa Chatrina sampai di sekolah dengan Alga menggunakan motor gede milik Alga. Dengan bantuan laki-laki itu Chatrina turun dari motor sambil melepaskan helm yang dia pakai.
“Aku masuk duluan ya.”
“Oke, aku nyusul setelah ngobrol sama yang lain.”
Chatrina tersenyum pada Alga dan melangkahkah kakinya masuk kedalam sekolah, semua orang melihatnya dengan tatapan aneh, bahkan Chatrina sendiri bingung dengan apa yang terjadi.
“Sayangnya udah di unboxing ya sama Algaleo.”
“Ternyata sama aja ya sama Erika.”
“Namanya juga adik kakak, apa bedanya. Sama-sama l*nt*.”
Chatrina bingung tapi semua orang melihatnya dengan tatapan jijik serta menelanjangi, hingga sebuah tangan menariknya pergi ke area belakang sekolah. Bukan Alga melainkan Devano, dia tidak mengatakan apapun hanya membawa Chatrina menghindar dari siswa lain di lorong.
“Lo nggak papa kan?.” Tanya Devano dengan wajah khawatir.
“Emang gue kenapa? Gue mau ke kelas.”
“Tunggu, lo bingung kan apa yang terjadi. sorry tapi lo harus liat.” Devano memberikan ponselnya pada Chatrina.
Disana Chatrina menemukan fotonya, wajahnya tanpa busana di akun media sosial anonim sam effect. Terakhir kali Chatrina bahkan tidak memiliki musuh, apalagi ananom effect, dia tidak pernah mencari masalah dengan akun tersebut.
“Erika yang ngelakuin ini.”
“Lo tau dari mana?.”
“Gue tau semuanya tentang dia, dan dia yang ngelakuin ini. Dia salah satu admin anonim sma effect sekarang.”
Chatrina hanya tersenyum, kelihatan editan fotonya tapi tetap saja itu adalah aib saat wajahnya berada di tubuh wanita telanjang.
Chatrina dan Devano menoleh saat mendengar langkah kaki terburu-buru menuju ke arah mereka berdua. Alga berada di sana dengan wajah khawatir, laki-laki itu langsung menghampiri Chatrina dan membawanya ke dalam pelukan. “Kamu baik-baik saja kan?.” Chatrina terdiam, jantungnya berdetak sangat cepat, ada rasa bahagia ada rasa yang tidak pernah Chatrina bayangkan akan datang kembali.
Alga melepaskan pelukannya dan menatap ke arah Chatrina “Sayang... kamu baik-baik saja kan?.” Pertanyaan kembali Alga lontarkan membuat Devano yang berada di antara mereka melihat dengan tatapan bosan.
“Aku baik-baik saja.”
“Syukurlah, tenang saja aku akan mengatasi semuanya.”
__ADS_1
“Alga.” Panggil Chatrina.
“Iya? Kamu butuh apa?.”
“Tidak, terimakasih.” Chatrina kembali memeluk Alga erat.
***
Tatapan dingin Alga dan beberapa anak butterfly membuat nyali semua orang yang mengatakan jelek pada Chatrina menjadi sangat takut, tidak ada yang mau berurusan dengan anak butterfly terutama Alga, iya kalau urusan baik, urusan disini adalah urusan buruknya. Alga berjalan menuju ke kelas 12 IPA 1 meninggalkan Chatrina disana, setelah itu kembali keluar kelas menuju ke kelas 11 IPA 2, dia ingin menemui satu orang yang pasti tau siapa admin dari Anonim Effect sebenarnya.
“Hoi! Mana yang namanya Ganendra.” Teriak Alga didepan pintu yang membuat semua anak kelas 11 IPA 2 melihat kearah pintu, yang perempuan pada kagum dengan ketampanan Alga dan yang lain khawatir mendapatkan masalah dengan Alga.
“Saya kak.” Anak laki-laki dengan name tag di seragam sekolahnya bertuliskan Ganendra P. Mengangkat tangannya dan berjalan kearah Alga.
“Ikut gue.”
Ganendra ikut bersama dengan anak-anak butterfly menuju ke belakang sekolah, di sidang dengan beberapa anggota butterfly lainnya. Mereka di sana ada Gavin dan juga Edgar yang tengah bersantai merokok, area belakang sekolah sudah seperti markas untuk anak butterfly, selain tempatnya jarang di kunjungi guru-guru juga disana ada jalan untuk bolos sekolah yang tembusnya lapangan belakang sekolah.
“Kenapa kak?.”
“Lo tau kan adminnya Anonim Effect?.”
“Tau.”
“Tapi privasi kak.”
“Lo tau kan siapa kita?.” Edgar mematikan rokoknya dan menghampiri Ganendra dengan wajah sok galak.
“Tau kak, adminnya dari anak kelas 12, 11, sama 10. Ada sekitar 5 orang, kalau dari kelas 12 ada kak Levi, terus kelas 11 ada Hannah dan Alea. Kelas 10 nya ada Dino sama Erika, kelas 10 nya anak baru yang kemungkinan baru megang akunnya akhir-akhir ini karena kak Levi otw pensiun.” Jelas Ganendra.
“Good, lo bisa balik ke kelas. Thanks.”
“Iya kak.” Ganendra langsung kembali ke kelasnya.
“Kita ke kelas Erika sekarang, gue tau dia pelakunya, Gavin lo kumpulkan semua admin lainnya.”
“Oke.”
Alga dan Edgar serta beberapa anak Butterfly menuju ke kelas 10 IPA 1, kelas milik Erika. Mereka menjadi pemandangan lorong hari ini karena kehadirannya bagaikan tengah berada di pertunjukan busana, jaket bertuliskan butterfly menjadi pemandangan siang ini.
Kelas 10 IPA 1, kelas yang sedang ramai karena anak-anaknya main uno di bagian belakang. Kedatangan Alga dan temannya menjadi pengalih kegiatan mereka.
__ADS_1
“Mana Erika?.”
Erika yang baru saja dari toilet menghentikan langkahnya saat melihat Alga dan teman-teman butterfly ada di kelasnya.
“Itu kak.” Semua menunjuk ke arah pintu di belakang Alga.
Alga menoleh dan menemukan Erika di sana dengan wajah gugup tapi tidak ada perasaan bersalah sedikitpun.
“Ikut gue.”
Erika yang menolak ikut tidak bisa lagi saat beberapa anak butterfly menariknya menuju ke belakang sekolah bergabung dengan Levi, Hannah, Alea, dan Dino yang sudah berada disana sejak awal.
“Lo semua tau kan kenapa gue bawa kesini? Bukan soal Chatrina, cewek gue aja, tapi soal ke valid an dari konten norak yang kalian buat.” Ucapan Alga membuat semua admin dari akun tersebut melihat ke arah Erika.
“Gue tau siapa yang melakukan, tapi ini sebagai peringatan buat kalian dari anak butterfly, tutup akunnya dan buat permintaan maaf secara terbuka atas foto-foto itu, setelah itu kalian bisa pergi kecuali satu orang.” Alga melihat kearah Erika.
Erika yang menundukkan kepala tidak bisa mengatakan apapun, dia tau konsekuensinya tapi dia punya cara sendiri untuk keluar dari masalah ini dengan mudah.
Setelah membuat permintaan maaf dan menutup akunnya sampai anak kelas 12 lulus, Levi, Hannah, Alea dan Dino meninggalkan belakang sekolah dengan wajah kesal. Mereka tau setelah konten itu di posting, sebenarnya ingin melakukan take down tapi banyak reaksi yang diberikan dari foto Chatrina yang di posting walaupun kebenarannya tidak ada, alias hanya editan saja.
Tinggalkan Erika disana dengan wajah tidak bersalah.
“Lo mau hukuman apa sekarang? Lo udah banyak masalah sama anak Butterfly.” Ucap Gavin dengan nada lembut namun terasa sangat dingin.
“Bukan gue yang ngelakuin itu.”
“Terus siapa lagi kalau bukan lo?.”
Erika mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan pesan chatnya dengan Liana, Liana yang mengirimkan foto-foto editan Chatrina pada Erika untuk di posting.
“Gue benci Chatrina, tentu saja gue bakal mau posting itu di media sosial, tapi bukan berarti gue satu-satunya orang bersalah disini, ada Liana yang nyuruh gue.”
Alga menyalakan rokoknya mendengarkan ucapan Erika, jika semua berpikir Alga akan percaya dengan ucapan Erika maka jawabannya tidak, Liana tidak seberani itu walaupun dia pernah membuat Chatrina hampir celaka.
“Gue nggak butuh lo minta maaf ke Chatrina, tapi jangan harap lo bisa bertahan disini kedepannya.” Kalimat dingin Alga mengakhiri perbincangan mereka disana, semua anak butterfly meninggalkan belakang sekolah bersamaan dengan bel masuk kelas.
Menyisakan Erika dan Gavin yang masih ada disana.
__ADS_1
“Gue harap lo bisa tahan di sekolah ini, lo harus bayar kesalahan lo, lo tau Algaleo kayak gimana, harusnya lo tau juga akhirnya lo kayak gimana.” Kalimat panjang Gavin membuat Erika menoleh kearah laki-laki itu, tapi tatapan dingin Gavin sama sekali tidak membuat Erika tenang, apalagi saat laki-laki itu juga melangkahkan kakinya pergi.
Bersambung...