
Rasa takut menguasai pikiran tetapi hati masih bertahan di tengah badai yang menerjang. Begitulah situasi yang dialami keluarga Wellington. Mereka tidak tahu bagaimana semua bermula dan karena apa hanya saja hasil akhir menjadi ganjaran dimuka.
Penjelasan Monica semakin memperjelas bahwa situasi sudah tidak memungkinkan. Terlebih lagi kini kehilangan empat anggota sekaligus. Mereka percaya bahwa di dalam villa ada seseorang yang tengah mengintai untuk mencari kesempatan melakukan pergerakan selanjutnya.
Sementara Kevin baru saja kembali melompati jendela dapur setelah membuat simpul pada lahan yang dianggap sesuai perhitungannya. Ia hanya menyatukan sisa ingatan serta semua hasil penelitian selama beberapa tahun terakhir. Semua pasti saling berkaitan meski itu tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Diberikannya segelas air putih agar sahabatnya tidak kehausan, "Sebenarnya apa rencanamu, Vin?"
"Tidak ada, Ans. Teoriku masih belum sempurna. Lagian siapapun dia yang memainkan permainan maut akan menjadi pengawas. Entah dia bersembunyi dimana tapi jelas tahu semuanya tanpa keluar dari persembunyian.
__ADS_1
"Jangan tanya gimana aku tahu karena tiba-tiba ingatan masa lalu mulai balik ke tempatnya. Ada satu kejadian yang membuat keluargaku merasa aneh dan keanehan itu terjadi sebelum tragedi. Jadi secara tidak langsung ada pemicu untuk melanjutkan tindakan next." tutur Kevin seraya menerima gelas dari Ans.
Obrolan keduanya terhenti ketika melihat Papa Bara datang masuk ke dapur. Dimana pria itu menatap Kevin dengan tatapan serius yang tidak bisa dijabarkan. Apa semua baik-baik saja? Kenapa dari sorot mata mengatakan tidak ada yang baik?
"Katakan padaku, bagaimana membawa anak-anak kami kembali? Aku tidak mungkin meninggalkan mereka dalam kesulitan." ucap Papa Bara membuat Kevin meneguk air putih hingga tandas.
Apa yang bisa dikatakan? Bagaimana jika pria bule itu tau bahwa untuk menyelamatkan diri sendiri maka seseorang harus lebih pintar dari sang dalang. Seperti dirinya hanya mengandalkan insting tetapi juga menggunakan ilmu matematika saat harus berjuang antara hidup dan mati.
"Permasalahannya, aku tidak tahu kenapa kalian memilih villa terpencil sebagai tempat liburan? Apa karena menyukai ketenangan atau sekedar saran dari seseorang? Pertanyaan ini harus mendapatkan jawaban. Setelah itu baru bisa dikaitkan satu sama lain." sambung Kevin dengan berkata jujur.
__ADS_1
Pepatah mengatakan. Tidak mungkin ada asap tanpa api. Hal itu akan selalu berlaku untuk setiap masalah kehidupan. Maka dari itu setiap insan diwajibkan untuk waspada serta menjaga diri agar terlindungi dari marabahaya.
Pengakuan Kevin jelas hanya saja untuk merangkai setiap kejadian. Maka ia harus flashback untuk mengingat kapan pembahasan liburan di mulai. Setelah diam beberapa waktu, barulah teringat obrolan hangat para pria dewasa. Yah sepuluh hari sebelum keberangkatan mereka ke Indonesia.
Awalnya tidak ada rencana liburan panjang karena melihat jadwal dari pekerjaan seorang dokter dan pebisnis cukup padat. Akan tetapi di hari itu, para orang tua tersadar bahwa liburan bukan ditujukan hanya untuk mereka. Melainkan untuk para istri dan anak. Sehingga memikirkan tentang liburan.
Anehnya semula berpikir tidak mungkin untuk melakukan liburan tapi tiba-tiba ada saja alasan untuk melanjutkan rencana tersebut. Seperti ia dan sang kakak yang diberikan cuti panjang sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang baru saja di dapatkan. Tak ayal mereka menyepakati untuk berlibur. Yah semudah itu.
Entah hal itu termasuk dari rangkaian peristiwa atau tidak. Ia hanya tahu untuk menceritakan secara detail dari awal pembahasan liburan di mulai hingga sampai di Indonesia. Lalu mengisahkan bagaimana waktu yang dilewati bersama. Termasuk saat anak-anak pergi bersama sang penjaga villa.
__ADS_1
Ans dan Kevin menyimak begitu serius tanpa ingin menjeda. Cerita yang bisa dirangkai seperti kepingan puzzle. Satu per satu mulai terbaca hingga aroma bakaran yang tercium menyengat mengalihkan perhatian mereka. Bau sangit benar-benar mengganggu indra penciuman.
"Bukankah ini aroma daging?" tanya Ans yang bisa membedakan aroma dari baunya. Apalagi begitu menyengat seakan ada disekitar mereka.