
Entah kenapa mendadak firasat semakin tidak enak. Langkah kaki berjalan meninggalkan dapur, ternyata bukan hanya ketiga lelaki itu tetapi semua penghuni juga mencium aroma yang sama. Mereka berjalan dengan perasaan was-was sesekali saling lempar pandang.
"Pa, apa kita harus memeriksa? Mama tidak berani." bisik Mama Delano dengan tangannya memegang lengan sang suami begitu erat.
Sentuhan tangan dingin menjelaskan betapa tegangnya sang istri. Ia tahu selama beberapa waktu hanya ada ketegangan tanpa bisa menetralkan. "Kita harus memeriksa, Papa merasa ini akan lebih baik."
"Maaf, Tuan. Bisa tolong anak-anak untuk tetap di belakang saja? Ini demi kebaikan mereka." Kevin menyela tanpa berniat kurang ajar tetapi ia ingat akan teror yang pasti di luar nalar dan adab.
Tanpa ini dan itu. Papa Delano meminta para wanita untuk tetap diam di tempat menjaga anak-anak, sedangkan para pria melanjutkan perjalanan mendekati jendela depan villa. Jarak yang semakin terkikis menambah debaran jantung hingga tangan terangkat, lalu menyibak tirai yang jatuh menjuntai ke bawah.
Mata terbelalak tak kuasa menahan pemandangan yang ada di depan mata. Di depan sana ada tubuh dengan luka parah yang diikat di tiang dengan api unggun di bawahnya. Kegilaan macam apa? Siapa yang tega melakukan itu? Mereka ditempat yang begitu menyeramkan secara nyata.
"Ini salah. Tidak ada adegan pembakaran yang masuk ke dalam kisah. Apa semua ini karena kita tahu apa yang tengah diincar atau ada hal lain yang membuat kekacauan rencana?" gumam Kevin bertanya pada dirinya sendiri.
And yang mendengar ikut berpikir. Jika benar seperti pernyataan Kevin. Maka jelas dalang yang menciptakan semua kekacauan tengah memberi peringatan agar tidak ikut campur tapi manusia memiliki pertahanan diri yang harus selalu diperjuangkan. Apapun niat dan tujuan si dalang pasti hanya untuk satu tujuan.
Tanpa ingin larut menatap tubuh terbakar di depan sana. Ans memilih berbalik menatap seluruh ruangan dari tempatnya berdiri. Ia berpikir dimana posisi yang tepat untuk melihat semua peristiwa di dalam villa. Dari satu sudut hingga ke sudut lain memikirkan segala kemungkinan.
__ADS_1
Diam termenung menyatukan insting, kesimpulan dan situasi yang ada. Villa itu tidak memiliki CCTV atau ada kamera tersembunyi? Satu pertanyaannya, jika benar ada CCTV. Pasti diletakkan di tempat terjangkau tapi tak seorangpun menyangka hal tersebut.
"Vin, bantu aku untuk memeriksa semua barang di rumah ini," Ditariknya tangan Kevin tanpa permisi. Alhasil sahabatnya tersentak mengikuti langkah kaki yang buru-buru. "Monica tolong buat pengawasan segi sembilan."
Pengawasan segi sembilan yang dimaksud adalah target utama akan menjadi pusat lingkaran, sedangkan yang lain akan berdiri melindungi dengan pola melingkar saling bergandengan tangan. Hal ini dilakukan agar bisa melihat bahaya dari semua penjuru. Antisipasi dalam bentuk pencegahan.
Monica hanya mengedipkan mata, lalu melakukan permintaan Ans. Gadis itu memanggil semua orang agar berkumpul kemudian menjelaskan apa keinginan sang sahabat untuk menjadi perlindungan anak-anak sedangkan Kevin dan Ans sendiri mulai melakukan pengecekan di setiap barang yang ada.
Dua jam telah berlalu tetapi tidak ada tanda apapun hingga Ans menemukan sebuah buku terselip di antara tumpukan majalah usang yang menjadi penghuni bufet. Buku sejarah itu terlalu mencolok, sontak ia memeriksa lebih teliti dan ternyata benar. Sebuah kamera mini ditemukan.
Melihat itu, Ans mulai yakin jika semua teror dilakukan oleh manusia hanya saja bertambah mencekam karena meminta bantuan makhluk tak kasat mata. Yah, pasti seperti itu karena hati manusia yang terkontaminasi lebih berbahaya dari makhluk gaib itu sendiri.
Meski kenyataannya adalah semua tabiat kejahatan dilakukan atas bisikan jin yang menyesatkan yaitu Jin Qorin. Akan tetapi untuk mengimbanginya, Allah SWT juga menciptakan malaikat bernama Qorin. Sehingga malaikat Qorin dan jin Qorin bertugas mendampingi manusia dalam hidupnya.
Sebenarnya, Qorin adalah istilah yang digunakan untuk menyebut jin (golongan setan) dan malaikat yang mendampingi setiap manusia sejak lahir hingga ajalnya. Kedua makhluk ciptaan Allah SWT tersebut disebut sebagai kembaran setiap manusia.
__ADS_1
Menurut Syaikh Ibnu Utsaimin, jin Qorin adalah setan yang bertugas menyesatkan manusia dengan izin Allah. Ia bertugas mengajak para kemungkaran dan mencegah amar ma’ruf. Allah berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 286 bahwa setan menjanjikan kefakiran untuk manusia dan memerintahkan kemungkaran. Sementara Allah menjanjikan ampunan dan karunia dari-Nya.
Keberadaan jin Qorin telah disebutkan dalam dalil Al-Quran maupun hadis. Surat Qaf ayat 27 menyebutkan, “ yang menyertai manusia berkata: ‘Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkan tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh.’”
Menurut Tafsir Ibnu Katsir, beberapa ulama seperti Ibnu Abbas dan Qatadah mengatakan, “ yang menyertai manusia adalah setan yang ditugasi untuk menyertai manusia.”
Hadis dari Ibnu Mas’ud ra, Nabi SAW bersabda, “ setiap orang di antara kalian telah diutus untuknya seorang qarin (pendamping) dari golongan jin. Para sahabat bertanya, “ termasuk Anda, Ya Rasulullah?” Beliau SAW menjawab, “ termasuk saya, hanya saja Allah membantuku menundukkannya, sehingga dia masuk Islam. Karena itu, dia tidak memerintahkan kepadaku kecuali yang baik.” (HR. Muslim)
Tugas dari jin Qorin adalah membisikkan keburukan kepada manusia dan mengajak kepada kesesatan. Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim, menjelaskan tentang hadis riwayat Imam Muslim di atas.
Terdapat peringatan keras terhadap adanya godaan jin Qorin dan bisikannya. Nabi SAW memberitahu kepada para sahabat bahwa jin Qorin bersama manusia, agar manusia waspada dan sebisa mungkin menolak bisikannya.
Kemudian Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajid mengatakan, tidak ada tugas bagi jin Qorin selain menyesatkan, mengganggu, menggoda, membisikkan keburukan kepada manusia. Godaan dari jin Qorin akan semakin melemah seiring bertambah kuatnya iman seseorang.
Meskipun jin Qorin selalu menyesatkan, namun kita sebagai manusia bisa berlindung kepada Allah SWT dari berbagai godaannya. Memperbanyak dzikir dan berdoa memohon perlindungan kepada Allah adalah cara yang paling ampuh. Sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-A’raf ayat 200:
“ Apabila setan menggodamu maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui.”
Tafsir As-Sa’di dijelaskan tentang cara berlindung dari jin Qorin yaitu memohon perlindungan kepada-Nya.
“ Kapanpun dan dalam kondisi apapun, saat setan menggodamu, dimana kamu merasakan adanya bisikan setan, menghalangimu melakukan kebaikan, mendorongmu berbuat dosa, membangkitkan semangat bermaksiat, maka berlindunglah kepada Allah, sandarkan diri kepada-Nya, mintalah perlindungan-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar terhadap apa yang kamu ucapkan dan Maha Mengetahui niatmu, kekuatan dan kelemahanmu. Dia mengetahui kesungguhanmu dalam bersandar kepada-Nya, sehingga Dia akan melindungimu dari godaan dan bisikan setan.”
"Ans!" Panggil Kevin tetapi tidak ada jawaban. Sontak ia menepuk pundak pria muda yang berdiri di depannya, "Apa yang kamu pikirkan?"
"Bukan apa-apa hanya memikirkan bagaimana kita caranya kita melihat hasil rekaman, sedangkan yang ditemukan hanya kamera tanpa kartu memori." jawab Ans apa adanya.
Ingin tertawa keras akan pernyataan sahabatnya yang benar-benar di luar akal. Apa pria itu lupa, jika dia sendiri juga seorang teknisi spesial? Apa karena situasi yang menekan batin sehingga melupakan bakat yang Allah berikan. Sungguh keterlaluan karena melupakan hal yang sudah mendasar.
Semua barang sudah ditumpuk menjadi satu, lalu ia pegang kedua pundak Ans seraya menatap sahabatnya itu. "Ansel, calm down! Kepala dingin akan membantumu untuk menyudahi pemikiran yang sudah pasti jawabannya. Kamulah yang bisa mengotak-atik dunia canggih."
__ADS_1
"Astagfirullah, kenapa aku lupa?" tanya Ans ambigu membuat Kevin spontan menepuk keningnya sedikit keras. "Auw, sakit …,"
"Jangan berpikir jauh karena itu bukan kebiasaanmu. Aku merasa ada satu barang yang menjadi pusat dari kamera. Menurutmu barang apa yang bisa dijadikan spot terbaik?" sela Kevin menyudahi drama ambigu Ans.