
"Ayo naik." Kata Deon melihat Freya.
"Baik." Freya tersenyum kemudian menaiki motor Deon.
"Broom." Deon menarik gas dan mengendarai motor.
"Deon." Kata Freya.
"Apa." Tanya Deon.
"Bolehkah aku memelukmu." Tanya Freya.
"Terserah." Jawab Deon. Freya tersenyum kemudian memeluk Deon.
30 Menit kemudian Deon dan Freya berada di bioskop yang terletak di sebuah mall. "Deon, apa film yang ingin kamu tonton." Tanya Freya.
"Aku ingin menonton film Rise of the beasts." Jawab Deon.
"Kami berdua ingin menonton film Rise of the beasts." Kata Freya melihat kasir wanita.
"Totalnya 100 ribu kak." Kata kasir wanita.
"Deon, apa kamu ingin popcorn." Tanya Freya.
"Kamu bisa pesan popcorn dan air mineral." Deon mengangguk.
"Aku pesan 2 popcorn dan 2 air mineral." Kata Freya melihat kasir wanita.
"Totalnya 300 ribu kak." Kata kasir wanita.
Setelah membayar tiket bioskop. Deon dan Freya masuk ke dalam studio. "Ini tempat duduk kita." Kata Freya melihat nomor kursi di tiketnya. Deon dan Freya kemudian duduk di kursi.
"Deon, saat bersama Gisella kamu menonton film apa." Tanya Freya.
"Aku menonton film romance." Jawab Deon.
"Ahh, lalu mengapa kamu mengajakku menonton film Fantasi." Freya terkejut.
"Gisella yang mengajakku menonton film romance." Kata Deon.
"Ahh, jadi begitu." Kata Freya.
Beberapa menit kemudian Deon melihat film telah di mulai. "Deon." Kata Freya melihat Deon.
"Apa." Tanya Deon.
"Bolehkah aku bersandar di bahumu." Tanya Freya.
"Kamu bisa bersandar di bahuku." Jawab Deon.
"Terimakasih." Freya tersenyum kemudian bersandar di bahu Deon.
1 Jam kemudian Deon melihat film telah selesai. "Ayo pergi." Kata Deon melihat Freya.
"Baik." Freya mengangguk. Deon dan Freya kemudian keluar dari studio.
"Deon." Saat keluar dari studio bioskop, Deon mendengar seseorang memanggilnya.
"Zion." Kata Deon melihat Zion bersama seorang wanita berambut coklat panjang.
"Deon, bagaimana kabarmu." Zion tersenyum dan mengulurkan tangannya.
"Kabarku baik." Deon tersenyum dan menjabat tangan Zion.
"Zion, siapa dia." Kata Deon melihat wanita berkulit putih berambut coklat panjang.
"Dia Angel pacarku." Jawab Zion.
"Angel dia Deon temanku." Kata Zion melihat Deon.
__ADS_1
"Angel." Angel Tersenyum dan mengulurkan tangannya.
"Deon" Deon tersenyum dan menjabat tangan Angel.
"Freya." Freya tersenyum dan mengulurkan tangannya.
"Angel." Angel tersenyum dan menjabat tangan Freya.
"Deon, apa kamu dan Freya sudah menjalin hubungan yang lebih serius." Tanya Zion.
"Tidak, aku dan Freya hanya berteman." Deon menggeleng.
"Deon apa kamu baru saja selesai menonton film." Tanya Zion.
"Benar, aku dan Freya baru saja selesai menonton film." Deon mengganguk.
"Sayang sekali, jika kamu belum menonton film. Aku akan mengajakmu menonton film bersama." Zion menghela nafas.
"Kring." Deon mendengar smartphonenya berbunyi. Deon membuka smartphonenya dan melihat panggilan dari Gisella.
Deon menjauh dari Zion dan Freya kemudian menjawab panggilan Gisella. "Ada apa." Kata Deon.
"Deon, aku sudah mengevaluasi ulang ranking hunterku. Sekarang aku sudah menjadi hunter rangking C. Besok ayo kita pergi berburu monster bersama." Kata Gisella.
"Maaf, besok aku tidak bisa pergi berburu. Aku akan pergi ke Yogjakarta. Menghadiri pemakaman bibiku yang meninggal." Kata Deon.
"Ahhh." Gisella terkejut mendengar kata Deon. "Deon, aku turut berduka cita." Kata Gisella.
"Terimakasih." Kata Deon.
"Apa ada lagi yang ingin kamu bicarakan." Tanya Deon.
"Tidak ada." Kata Gisella.
"Jika begitu aku mengakhiri panggilan." Kata Deon mematikan panggilan.
"Baik, berhati-hati di jalan." Jawab Zion.
"Baik." Deon mengangguk. "Freya ayo pulang." Kata Deon berjalan pergi.
"Baik." Freya mengangguk kemudian mengikuti Deon.
"Brroom." Deon menghidupkan motor scooternya. "Ayo naik." Kata Deon melihat Freya.
"Baik." Freya mengangguk kemudian menaiki motor. "Broom." Deon menarik gas dan mengendarai motor.
30 menit kemudian Deon telah sampai di apartemennya. "Deon." Kata Freya.
"Apa." Deon melihat Freya. "Terimakasih sudah mau menonton film bersamaku." Freya tersenyum.
"Tidak perlu berterimakasih, aku juga senang menonton film bersamamu." Balas Deon.
"Kringg." Deon mendengar smartphonenya berbunyi. Deon membuka smartphonenya dan melihat panggilan dari Clara. "Ada apa." Kata Deon menjawab panggilan.
"Kak, ibu menyuruhmu untuk membeli air mineral dan snack buat besok." Kata Clara.
"Baik." Kata Deon kemudian mematikan panggilan.
"Aku akan pergi ke supermarket." Kata Deon melihat Freya.
"Baik, aku akan kembali ke apartemen." Freya tersenyum.
Deon kemudian berjalan ke arah supermarket yang tidak jauh dari apartemennya. Deon masuk ke dalam supermarket kemudian membeli 3 botol air mineral dan beberapa snack. "Kak Deon." Kata kasir wanita melihat Deon.
"Siapa." Kata Deon melihat wanita berkulit putih berambut keriting panjang.
"Aku Aurel adik kelas SMA mu." Kata kasir wanita melihat Deon.
"Aurel." Gumam Deon kemudian mengingat wanita gemuk berambut keriting yang menyatakan perasaannya.
__ADS_1
"Oohh, aku mengingatmu." Kata Deon. "Aurel kamu telah berubah drastis." Kata Deon melihat wanita berambut keriting.
"Hehe." Wanita berambut keriting yang di panggil Aurel tersenyum.
"Kak Deon, sekarang kamu kerja dimana." Tanya Aurel.
"Aku seorang hunter." Jawab Deon. "Ahhh." Aurel terkejut mendengar jawaban Deon.
"Berapa total belanjaanku." Kata Deon melihat Aurel.
"Totalnya 100 ribu." Kata Aurel. Deon kemudian membayar belanjaannya.
"Kak Deon, bolehkah aku minta nomor teleponmu." Tanya Aurel.
"Boleh." Kata Deon kemudian memberikan nomor teleponnya.
"Baiklah, aku akan pergi." Kata Deon melihat Aurel.
"Baik kak." Aurel tersenyum. Deon keluar dari supermarket kemudian berjalan ke arah apartemennya.
Tidak lama kemudian Deon sampai ke apartemennya. Deon menaruh barang belanjaan di kursi kemudian masuk ke dalam kamarnya. "Hari ini sungguh melelahkan." Deon menguap kemudian memejamkan matanya.
Keesokan harinya Deon, Clara dan Ibunya keluar dari apartemen. "Deon, kamu yang menyetir." Kata Ibu Deon memberikan kunci mobil kepada Deon.
"Baik bu." Kata Deon kemudian masuk ke dalam mobil suv. Melihat Clara dan ibunya masuk ke dalam mobil. Deon kemudian menjalankan mobil.
9 Jam kemudian Deon sampai di Yogyakarta. "Kita sudah sampai." Kata Deon menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah.
Deon, Clara dan Ibu Deon kemudian turun dari mobil. "Bibi." Deon melihat seorang perempuan berkulit putih, berambut hitam pendek berlari ke arah ibunya.
"Kathrina." Kata ibu Deon melihat perempuan berambut hitam pendek.
"Bibi, ibu telah meninggal." Perempuan berambut hitam pendek yang di panggil Kathrine memeluk ibu Deon dan menangis.
"Jangan menangis Kathrina. Kamu masih punya bibi." Ibu Deon menangis dan memeluk Kathrina.
"Bibi, kak Deon, Clara ayo masuk ke dalam." Kata Kathrina melihat Deon.
"Baik." Deon, Ibu Deon dan Clara kemudian masuk ke dalam rumah.
"Bibi, kak Deon, Clara jika kalian lelah. Kalian bisa istirahat di kamar." Kata Katrina.
"Baik." Clara mengangguk kemudian masuk ke dalam salah satu kamar.
"Kathrina ceritakan bagaimana ibumu bisa meninggal." Tanya ibu Deon. Kathrina kemudian menceritakan ibunya yang meninggal karena kecelakaan.
"Bibi, sekarang Kathrina tidak mempunyai siapa-siapa." Kathrina mulai menangis.
"Kamu masih mempunyai bibi Kathrina." Ibu Deon memeluk Kathrina.
"Jika kamu mau. Kamu bisa tinggal bersama bibi di Jakarta." Kata ibu Deon.
"Bagaimana dengan sekolahku." Tanya Kathrina.
"Tidak perlu khawatir. Bibi akan mengurus proses perpindahan sekolahmu." Ibu Deon tersenyum.
"Terimakasih bibi." Kathrina memeluk ibu Deon.
"Tidak perlu berterimakasih. Kita adalah keluarga." Ibu Deon tersenyum dan mengelus punggung Kathrina.
"Kathrina, bibi ingin melihat makam ibumu." Kata ibu Deon.
"Baik bibi." Kathrina mengangguk. Deon kemudian mengikuti Kathrina dan ibunya pergi ke makam.
Beberapa menit kemudian Deon, ibunya dan Kathrina sampai di makam. "Ibu." Kathrina menangis saat melihat makam ibunya.
Deon dan ibunya meletakkan bunga di makam ibu Kathrina. "Ayo pergi." Kata ibu Deon melihat Deon dan Kathrina.
"Baik bibi." Kathrina mengusap air matanya. Deon, ibunya dan Kathrina kemudian pergi dari makam.
__ADS_1