The Hunter

The Hunter
40. Melawan Griffin


__ADS_3

"Kathrina. Aku akan membasuh tubuhmu." Kata Deon mengambil sabun. "Baik kak." Kathrina mengangguk dengan malu. Deon kemudian mulai membasuh tubuh Kathrina. "Ahhh." Kathrina mengerang saat Deon membasuh pussynya.


"Kathrina, hari ini ayo kita lakukan hal berbeda." Deon berbisik di telinga Kathrina. "Maksud kakak." Kathrina bingung.


"Ayo kita berhubungan anal." Jawab Deon. "Ahhh." Kathrina terkejut saat mendengar kata Deon.


Deon kemudian memasukan satu jarinya ke dalam anus Kathrina. "Ahhh." Kathrina berteriak saat jari Deon masuk ke dalam anusnya. "Berbaringlah di lantai." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk kemudian berbaring di lantai. Deon kemudian memasukan penisnya ke dalam anus Kathrina. "Ahhhh. Sakit kak." Kathrina berteriak.


"Tidak perlu khawatir. Saat pertama kali memang menyakitkan." Kata Deon menghapus air mata Kathrina. Deon mencium bibir Kathrina kemudian mendorong penisnya. "Ahhhh." Kathrina berteriak.


1 Jam telah berlalu. Saat ini Deon dan Kathrina masih berhubungan badan. "Aku keluar." Kata Deon mengeluarkan spermnya ke dalam anus Kathrina. "Ahhhh." Badan Kathrina gemetar saat cairan Deon mengalir ke dalam anusnya.


"Bagaimana rasanya berhubungan anal." Kata Deon melihat Kathrina. "Rasanya sungguh aneh kak." Kata Kathrina melihat Deon.


"Kruuukk." Deon mendengar perut Kathrina berbunyi. "Ayo kita makan terlebih dulu." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina tersipu malu saat perutnya berbunyi.


Deon keluar dari kamarnya kemudian berjalan ke dapur. "Biar aku saja yang memasak kak." Kata Kathrina melihat Deon.


"Baiklah." Deon mengangguk. Kathrina memakai apron kemudian mulai memasak.


Deon berdiri di belakang Kathrina kemudian meremas pantat Kathrina. "Ahhh." Kathrina terkejut saat Deon tiba-tiba meremas pantatnya. "Teruslah memasak." Kata Deon melepas celana Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk.


Deon kemudian menjilati pussy Kathrina. "Ahhh." Kathrina mengerang saat Deon menjilati pussynya. Setelah puas menjilati pussy Kathrina, Deon kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Kathrina. "Ahhhh." Kathrina mengerang saat milik Deon masuk ke dalam pussynya.


30 Menit telah berlalu. Saat ini Deon dan Kathrina masih berhubungan badan di dapur. "Aku keluar." Kata Deon mengeluarkan cairannya di dalam pussy Kathrina. "Ahhh." badan Kathrina gemetar saat cairan Deon mengalir di dalam pussynya.


Deon melihat masakan Kathrina yang hangus dan berkata. "Kamu istirahatlah di kamar. Biar aku saja yang memasak."


"Baik kak." Kathrina mengangguk dengan lemah.


Beberapa menit kemudian Deon telah selesai membuat telur mata sapi. "Kathrina ayo makan." Kata Deon memanggil Kathrina.


"Baik kak." Kathrina keluar dari kamarnya.

__ADS_1


"Kak, ayo kita saling menyuapi dari mulut ke mulut. Sudah lama kita tidak saling menyuapi dari mulut ke mulut." Kata Kathrina.


"Baiklah, ayo kita saling menyuapi dari mulut ke mulut." Kata Deon memasukan makanan ke dalam mulutnya kemudian mencium bibir Kathrina. "Emmm." "Glekkk." Kathrina menelan makanan yang di berikan Deon.


Kathrina memasukan makanan ke dalam mulutnya kemudian mencium bibir Deon. "Gleekk." Deon kemudian menelan makanan yang di berikan Kathrina.


Deon dan Kathrina saling menatap kemudian tersenyum. "Aku mencintaimu kak." Kathrina tersenyum.


"Aku juga mencintaimu Kathrina." Balas Deon. Deon dan Kathrina kemudian mulai berciuman.


30 menit kemudian Deon dan Kathrina telah selesai makan. "Kathrina, ayo kita ke kamar." Kata Deon meremas pantat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina tersipu malu saat Deon meremas pantatnya. Deon kemudian menggendong Kathrina. "Ahhh." Kathrina terkejut Deon tiba-tiba menggendongnya. Deon kemudian berjalan ke kamar dengan menggendong Kathrina.


Deon masuk ke dalam kamar kemudian membaringkan Kathrina ke kasur. "Kathrina, besok ayo kita pergi ke tempat piercing. Kamu pasti terlihat semakin cantik setelah pusarmu di tindik." Kata Deon mengelus perut Kathrina.


"Baik kak, Kathrina akan mengikuti semua keinginan kak Deon." Kathrina tersenyum.


"Kathrina kamu adalah yang terbaik." Kata Deon kemudian mencium bibir Kathrina. "Emmm." Kathrina memejamkan matanya dan memeluk Deon.


1 Jam telah berlalu. Saat ini Deon dan Kathrina sedang berhubungan badan. "Aku keluar." Kata Deon keluar di dalam pussy Kathrina. "Emm." Kathrina mengerang saat Deon keluar di dalam pussynya.


"Kathrina ayo kita tidur." Kata Deon melihat Kathrina. "Emmm." Kathrina mengangguk. Deon kemudian menekan Ya. Deon merasakan matanya menjadi berat dan kemudian tertidur.


Saat membuka matanya Deon melihat dirinya berada di sebuah pegunungan. "Quest bertahan hidup. Bunuh semua Griffin. Reward 90 Poin." Deon melihat notifikasi yang muncul di depannya.


"Quaakk." Deon melihat puluhan monster bertubuh singa berkapala rajawali yang memiliki sayap terbang ke arahnya.


"Ini akan menjadi Quest yang menyusahkan setelah quest melawan patung." Kata Deon melihat puluhan Griffin yang terbang ke arahnya.


"Bangkit." Kata Deon kemudian 25 arwah Minotaur dan 14 arwah werewolf muncul di depannya.


"Bunuh semua Griffin yang menyerang." Kata Deon memberi perintah. "Moookk." "Rooaarrr." Arwah Minotaur dan arwah werewolf kemudian menyerang Griffin.


"Bone armor." Kata Deon kemudian armor tulang menyelimuti tubuhnya.


"Busshh." Deon kemudian melompat ke arah Griffin yang terbang di udara. "Mati." Kata Deon memukul wajah Griffin. "Booomm." Griffin jatuh dari langit dan menghantam tanah dengan keras.


"Shadow Exchange." Kata Deon kemudian dirinya bertukar lokasi dengan arwah Minotaur yang berada di dekat Griffin yang terjatuh dari langit.

__ADS_1


"Berikan kapakmu." Kata Deon melihat arwah Minotaur. Arwah minotaur kemudian memberikan kapaknya kepada Deon. "Crashh." Deon kemudian memotong kepala Griffin menggunakan kapak prajurit arwahnya.


"Arwah telah kembali ke kematian abadi." Deon melihat arwah minotaur yang bertukar lokasi dengannya telah mati.


"Bangkit." Kata Deon melihat mayat Griffin yang baru saja dia bunuh. "Wuuzzz." Bayangan hitam keluar dari tubuh Griffin dan membentuk bayangan griffin sebesar 5 meter. "Quaaakk." Arwah Griffin berteriak.


Deon melompat ke atas tubuh Griffin dan berkata. "Ayo kita terbang di langit." "Quuaakk." Arwah Griffin berteriak kemudian terbang ke langit.


"Wuusshh." Deon melompat ke arah Griffin kemudian memotong kedua sayap Griffin menggunakan kapak. "Quaaakk." Griffin berteriak saat Deon memotong kedua sayapnya.


"Wuusshh." Deon kemudian melompat ke arah Griffin lain. "Crasshh." Deon memotong kepala Griffin.


"Wuusshh." Deon melompat ke arah arwah Griffin. "Jika prajurit arwahku bisa bertarung di udara. Aku tidak perlu bersusah payah untuk ikut bertarung." Kata Deon melihat prajurit arwahnya.


12 Jam telah berlalu. Saat ini Deon sedang berada di atas tubuh Griffin. "Wuusshh." Deon melompat ke arah Griffin dan memotong kepalanya menggunakan kapak. "Crasshh." Kepala Griffin terpotong.


"Quest Selesai." "Anda mendapatkan 90 Poin." "Akhirnya selesai juga." Kata Deon melihat notifikasi yang muncul di depannya.


"Quuaakk." Deon mendarat di atas tubuh arwah Griffin. Deon merasakan matanya menjadi berat kemudian tertidur di atas tubuh arwah Griffin.


Saat membuka matanya Deon melihat Kathrina sedang terbaring di sampingnya. "Selamat pagi kak." Kathrina tersenyum melihat Deon terbangun.


"Selamat pagi juga." Deon tersenyum.


Deon membuka smartphonenya dan melihat pukul 8 Pagi. "Kathrina apa kamu tidak pergi sekolah." Tanya Deon.


"Tidak, bukankah kak Deon hari ini mengajak Kathrina ke tempat piercing. Terlebih lagi sekarang sudah jam 8 pagi." Jawab Kathrina.


"Membutuhkan waktu 12 jam lebih untuk menyelesaikan Quest. Jadi aku tertidur selama 12 jam." Gumam Deon di pikirannya.


"Mandilah terlebih dulu, setelah itu kita akan pergi ke tempat piercing." Kata Deon.


"Baik kak." Kathrina tersenyum kemudian berjalan ke kamar mandi.


Deon membuka smartphonenya kemudian mengirim pesan kepada Gisella. "Hari ini aku sibuk. Ayo kita pergi berkencan lain kali saja." Deon meletakkan smartphonenya kemudian berjalan ke dalam kamar mandi.


Deon masuk ke dalam kamar mandi dan berkata. "Aku akan membasuh tubuhmu."


"Baik kak." Kathrina tersipu malu. Deon mengambil sabun kemudian membasuh perut Kathrina. "Eeemm." Kathrina mengerang saat Deon membasuh pussynya.

__ADS_1


__ADS_2