
"Deon, Ayo kita berburu bersama. Sudah lama aku tidak berburu bersamamu." Kata Gisella.
"Baiklah, karena kamu sekarang hunter rank B. Ayo kita berburu di dungeon rank A." kata Deon. "Ahhhh." Gisella terkejut mendengar kata Deon.
"Apa kamu takut berburu di dungeon rank A." Tanya Deon.
"Tidak, selama aku bersamamu. Aku tidak takut berburu di dungeon rank A." Gisella tersenyum. Gisella tahu dengan kemampuan pemanggilan arwah Deon. Deon dapat membunuh monster dengan mudah.
"Baiklah, ayo kita pergi dari sini dan mencari dungeon rank A." Kata Deon melihat Gisella.
"Baik." Gisella mengangguk.
30 Menit kemudian Deon dan Gisella berada di depan Gate. "Ayo kita masuk." Kata Deon melihat Gisella.
"Baik." Gisella mengangguk. Deon dan Gisella kemudian masuk ke dalam Gate.
Saat masuk ke dalam Gate. Deon melihat dirinya berada di dalam hutan. "Mooookkk." "Mamut." Kata Deon melihat gajah bewarna coklat sebesar 4 meter yang berlari ke arahnya.
"Gisella, bunuh mamut itu." Kata Deon melihat Gisella. "Baik." Gisella mengangguk.
"Wind arrow." Kata Gisella kemudian menembakan 10 panah angin ke arah mamut.
"Mamut itu baik-baik saja setelah terkena 10 panah anginku." Gisella terkejut melihat mamut yang baik-baik saja setelah terkena serangan sihirnya.
"Jangan samakan monster rank a, dengan monster rank b." Kata Deon melihat Gisella.
"Benar, aku terlalu meremehkan monster rank a." Kata Gisella.
"Whirwind." Kata Gisella kemudian angin tornado tiba-tiba muncul dan bergerak dengan cepat ke arah mamut. "Mooookkk." Gajah berteriak saat terkena angin tornado.
Setelah Angin tornado menghilang gajah tergeletak di tanah dengan badan penuh luka. "Wind arrow." Kata Gisella kemudian menembakan 10 panah angin ke arah kepala gajah. "Buusshh." "Buusshh." Gajah kemudian meninggal setelah terkena serangan sihir angin Gisella.
"Akhirnya gajah itu mati juga." Kata Gisella melihat gajah yang mati setelah terkena sihir anginnya.
"Moookk." Deon melihat 2 gajah sebesar 4 meter yang berlari ke arahnya. "Biar aku yang membunuh 2 gajah itu." Kata Deon.
"Baik." Gisella mengangguk.
"Bangkit." Kata Deon kemudian 10 arwah Orc dan 16 arwah banteng muncul di depan Deon.
"Bunuh 2 gajah itu." Kata Deon memberi perintah. "Rooaarr." "Moooo." Arwah orc dan arwah banteng kemudian berlari ke arah gajah.
"Moookk." Gajah bertiak dan menyerah prajurit arwah Deon. "Arwah telah kembali ke kematian abadi." Deon melihat prajurit arwahnya terbunuh setelah terkena serangan gajah.
"Rooaar." Arwah orc berteriak kemudian menyerang gajah.
Tidak lama kemudian Deon melihat prajurit arwahnya berhasil mengalahkan 2 gajah. "Level Up." "Poin +5." "Silakan pilih hadiah anda. New Skill / Poin+10." Notifikasi muncul di depan Deon.
"Aku akan memilih new skill." Kata Deon memilih new skill.
"Explosion of corpse. Skill yang membuat anda dapat meledakan tubuh mahluk mahluk hidup yang telah mati."
__ADS_1
"Skill ini sangat bagus." Deon tersenyum melihat skill baru yang dia dapatkan.
Deon melihat 3 mayat gajah yang tergeletak di tanah dan berkata. "Bangkit." "Wuuzzz." 3 bayangan keluar dari tubuh 3 gajah dan membentuk bayangan gajah sebesar 4 meter.
"Anda berhasil membangkitkan arwah." "Arwah yang bisa di summon 26/26." Notifikasi muncul di depan Deon.
"Mooookk." Deon melihat 3 gajah sebesar 4 meter yang berlari ke arahnya. "Kebetulan sekali. Aku ingin mencoba kemampuan baru yang aku peroleh." Deon tersenyum.
Deon melihat 3 mayat gajah yang tergeletak di tanah dan berkata. "Explosion." "Boooomm." 3 mayat gajah meledak. "Moookkk." 3 gajah berteriak saat terkena ledakan.
"Ahhh." Gisella terkejut melihat mayat gajah yang tiba-tiba meledak.
"Sepertinya mereka masih belum mati." Kata Deon melihat 3 gajah yang tergeletak di tanah dengan tubuh penuh luka bakar.
"Bunuh 3 gajah itu." Kata Deon memberi perintah kepada arwah prajuritnya. "Rooaarr." "Moookk." Arwah prajurit Deon kemudian menyerang 3 gajah yang tergeletak di tanah.
Melihat 3 gajah telah mati Deon berkata. "Ayo kita masuk ke dalam hutan."
"Baik." Gisella mengangguk. Deon dan Gisella kemudian masuk ke dalam hutan.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Deon sedang melihat gajah bewarna hitam sebesar 5 meter yang berlari ke arahnya. "Gisella gunakan semua manamu untuk menyerang gajah itu." Kata Deon.
"Baik." Gisella mengangguk. "Whirwind." Kata Gisella kemudian angin tornado tiba-tiba muncul dan bergerak dengan cepat ke arah gajah. "Mooookkk." Gajah berteriak saat terkena angin tornado.
"Bos dungeon rank A sangatlah kuat. Aku tidak menyangka dia akan menerima sedikit luka setelah menerima sihir terkuatku." Kata Gisella melihat gajah yang masih berdiri dengan tegak.
"Bangkit." Kata Deon kemudian arwah Orc, banteng dan gajah muncul di depannya.
"Bone Armor." Kata Deon kemudian armor tulang menyelimuti tubuhnya.
"Shadow Stealth." Kata Deon kemudian tubuhnya menjadi bayangan. "Wuusshh." Deon kemudian berlari ke arah bayangan.
Deon melompat kemudian memukul wajah gajah. "Booom." Gajah terdorong mundur 1 meter setelah terkena pukulan Deon. "Moookk." Arwah gajah berteriak kemudian menyerang gajah.
Tidak lama kemudian Deon melihat prajutit arwahnya berhasil mengalahkan bos gajah. "Level Up." "Poin+5." Notifikasi muncul di depan Deon.
"Wuuzzz." Deon melihat sebuah gate yang muncul di depannya.
"Bawa mayat gajah itu keluar dari dungeon." Kata Deon melihat prajurit arwahnya. "Rooaarr." "Moookk." Prajurit arwah Deon kemudian membawa mayat gajah keluar dari dungeon.
"Gisella ayo kita keluar." Kata Deon melihat Gisella.
"Baik." Gisella mengangguk. Deon dan Gisella kemudian keluar dari dungeon.
"Kalian berdua menyelesaikan dungeon rank a." Pria berpakaian hitam terkejut melihat Gate yang menghilang setelah Deon dan Gisella yang keluar dari dungeon.
"Benar, kami berdua menyelesaikan dungeon rank a." Deon mengangguk.
"Apa asosiasi Hunter tertarik membali mayat bos dungeon yang aku bunuh." Kata Deon melihat mayat gajah sebesar 5 meter.
"Saya akan bertanya kepada atasan saya terlebih dulu." Kata pria berpakaian hitam.
__ADS_1
"Tidak masalah." Deon mengangguk. Pria berpakaian hitam kemudian mulai menghubungi seseorang.
"Kami tertarik membeli mayat gajah ini seharga 50 juta." Kata pria berpakaian hitam.
"Deal, aku akan menjual mayat gajah ini kepada asosiasi hunter." Deon tersenyum.
"Kirimkan nomor rekening anda." Kata pria berpakaian hitam. Deon kemudian mengirimkan nomor rekeningnya.
"Ting." Deon melihat 50 juta masuk ke dalam rekeningnya. "Gisella kirim nomor rekeningmu." Kata Deon.
"Baik." Gisella mengangguk kemudian mengirim nomor rekeningnya. Deon kemudian mentransfer 25 juta ke rekening Gisella.
"Sekarang aku bisa melunasi hutangku." Gisella tersenyum melihat 25 juta masuk ke dalam rekeningnya.
"Deon, ayo makan di rumahku." Gisella tersenyum.
Deon melihat jam di smartphonenya dan berkata. "Maaf, sebentar lagi aku akan menjemput sepupuku."
"Ahh, begitu ya." Gisella tersenyum kecut mendengar Deon menolak ajakannya.
"Deon, apa besok kamu sibuk." Tanya Gisella. "Memangnya kenapa." Tanya Deon.
"Besok ayo kita pergi berkencan." Kata Gisella tersipu malu.
"Oohh." Deon terkejut mendengar Gisella mengajak dirinya berkencan.
"Baiklah, besok ayo kita pergi berkencan." Deon mengangguk. Gisella tersenyum mendengar Deon setuju untuk pergi berkencan dengannya.
"Baiklah, aku akan menjemput sepupuku." Kata Deon melihat Gisella.
"Baik." Gisella mengangguk.
"Broom." Deon menghidupkan motor scooternya. "Brooom." Deon menarik gas kemudian mengendarai motor.
30 Menit kemudian Deon sampai di depan sekolah Kathrina. "Kak Deon." Deon melihat Kathrina berlari ke arahnya.
"Apa kamu sudah makan." Tanya Deon.
"Belum kak." Kathrina menggeleng.
"Sebelum pulang, ayo kita pergi cari makan." Kata Deon melihat Kathrina.
"Baik kak." Kathrina mengangguk. "Broom." Deon menarik gas kemudian mengendarai motor.
Beberapa menit kemudian Deon sampai di restoran. "Kathrina apa kamu suka steak." Tanya Deon.
"Kathrina suka steak kak." Kathrina mengangguk.
"Kami pesan 2 steak dan 2 cocktail." Kata Deon melihat pelayan restoran.
"Baik, silakan duduk. Kami akan membuat pesanan anda." Kata pelayan restoran. Deon dan Kathrina kemudian duduk di kursi kosong.
__ADS_1