
"Kali ini naga dengan atribut petir ya." Kata Deon melihat naga bewarna ungu. "Rooaarr." Arwah naga berteriak kemudian menembakan peluru petir ke arah naga petir. "Buusshh." Peluru angin menembus sayap naga petir. "Rooaaarrr." Naga petir kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari langit.
"Bunuh naga itu." Kata Deon memberi perintah kepada 20 arwah Cerberus.
"Rooaarr." 20 arwah Cerberus kemudian menyerang naga petir. "Rooaarrr." Naga petir berteriak saat 20 arwah Cerberus mencabik-cabik tubuhnya.
Tidak lama kemudian Deon melihat 20 arwah Cerberus telah membunuh naga petir. "Bangkit." Kata Deon melihat mayat naga petir. "Wuuzzz." Bayangan hitam keluar dari mayat naga dan membentuk arwah naga sebesar 10 meter.
"Anda berhasil membangkitkan arwah." "Arwah yang bisa di summon 51/51." Notifikasi muncul di depan Deon.
"Rooaarr." Deon melihat naga bewarna putih sebesar 10 meter. "Bunuh naga itu." Kata Deon tanpa basa-basi.
"Quuaakk." "Rooaarr." 9 Arwah Griffin, 20 Arwah Wyvern dan 3 Arwah Dragon terbang ke arah naga bewarna putih.
"Rooaarr." Naga bewarna putih berteriak kemudian menembakan bola cahaya ke arah arwah Griffin. "Booomm." Bola cahaya meledak saat mengenai tubuh arwah Griffin.
"Arwah telah kembali ke kematian abadi." Notifikasi muncul di depan Deon.
"Kali ini naga dengan atribut cahaya." Kata Deon melihat naga bewarna putih yang bertarung dengan prajurit arwahnya.
12 Jam telah berlalu. Saat ini Deon sedang melihat 51 arwah naga sedang bertarung dengan seekor naga bewarna hitam. "Roooaaarr." Naga bewarna hitam berteriak kemudian menembakan bola hitam ke arah arwah naga.
"Roaarrr." Puluhan arwah naga berteriak kemudian menembakan bola angin, bola api, bola petir, bola cahaya ke arah bola hitam. "Booomm." Ledakan besar terjadi.
"Wuussshh." Setelah asap ledakan menghilang Deon melihat tubuh naga hitam penuh dengan luka bakar. "Rooaarr." Naga hitam berteriak kemudian terjatuh dari langit. "Booommm!!"
"Quest selesai." "Anda mendapatkan 100 poin." "Selamat anda telah menyelesaikan semua misi di dalam game."
"Pilih hadiah yang ingin anda inginkan. Poin +1000 / Batasan level di hapus." Notifikasi muncul di depan Deon.
"Apa yang harus aku pilih." Deon bingung melihat pilihan hadiah yang dia dapatkan.
"Di dunia ini setiap manusia yang terbangkitkan memiliki max level 99. Aku akan menjadi manusia terkuat di dunia ini. Jika batasan levelku di hapus." Gumam Deon.
"Tapi semakin tinggi levelku. Maka semakin sulit aku level up." Gumam Deon melihat pilihan hadiah di depannya.
Deon terdiam beberapa detik dan berkata. "Aku akan memilih 1000 poin. Karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan."
__ADS_1
Deon kemudian memilih hadiah 1.000 poin. "Selamat anda mendapatkan 1000 poin." Notifikasi muncul di depan Deon.
Deon merasakan matanya menjadi berat dan tidak lama kemudian tertidur.
Saat membuka matanya Deon melihat Kathrina yang melepas pakaian sekolahnya. "Akhirnya kamu bangun juga kak." Kata Kathrina melihat Deon.
"Mengapa kamu melepas pakaian sekolahmu." Tanya Deon.
"Sekarang sudah jam 7 lebih kak. Aku membangunkanmu dari tadi. Tapi kamu tidak bangun-bangun." Kata Kathrina.
Deon membuka smartphonenya dan melihat jam pukul 07.10. "Maaf, karena aku bangun terlalu siang. Kamu jadi tidak sekolah." Kata Deon melihat Kathrina.
"Kamu tidak perlu minta maaf kak." Kathrina tersenyum.
"Aku akan memberitahu gurumu. Bahwa hari ini kamu tidak bisa masuk sekolah." Kata Deon kemudian menghubungi guru Kathrina.
"Selamat pagi, saya Deon wali murid Kathrina." Kata Deon.
"Saya tidak menyangka bahwa wali murid Kathrina adalah anda hunter Deon." Kata guru Kathrina.
"Saya menghubungi anda untuk memberi tahu, bahwa Kathrina tidak bisa sekolah karena sedang sakit." Kata Deon.
"Iya." Kata Deon kemudian mengakhiri panggilan.
"Aku sudah memberitahu gurumu. Bahwa kamu hari ini sedang sakit." Kata Deon melihat Kathrina.
"Terimakasih kak." Kathrina tersenyum dan memeluk Deon. "Krukkk." Deon mendengar perut Kathrina berbunyi.
"Apa kamu belum makan." Tanya Deon.
"Belum kak." Kathrina menggeleng.
"Aku akan mandi. Setelah itu kita akan pergi ke restoran." Kata Deon masuk ke dalam kamar mandi.
"Kak, ayo kita mandi bersama." Kata Kathrina masuk ke dalam kamar mandi.
"Bukankah kamu sudah mandi." Tanya Deon melihat Kathrina.
__ADS_1
"Aku ingin mandi lagi bersama kak Deon." Kathrina tersenyum. "Dasar." Deon tersenyum. Deon dan Kathrina saling menatap kemudian mulai berciuman.
1 Jam kemudian Deon dan Kathrina keluar dari apartemen. Deon dan Kathrina kemudian berjalan ke tempat parkir apartemen. "Broomm." Deon menghidupkan motornya. Melihat Kathrina menaiki motor dan memeluk dirinya. Deon kemudian menarik gas dan mengendarai motor.
Beberapa menit kemudian Deon berada di restoran yang terletak tidak jauh dari apartemennya. "Kami pesan 2 steak dan 2 teh hijau." Kata Deon melihat pelayan restoran.
"Baik, silakan tunggu. Kami akan membuat pesanan anda." Kata pelayan restoran. Deon dan Kathrina kemudian duduk di kursi kosong.
Beberapa menit kemudian Deon melihat pesanannya datang. "Ayo kita makan." Kata Deon melihat Kathrina.
"Baik kak." Kathrina mengangguk. Deon dan Kathrina kemudian mulai makan.
30 Menit kemudian Deon dan Kathrina telah selesai makan. "Ayo kita pergi." kata Deon melihat Kathrina.
"Baik kak." Kathrina mengangguk. Deon dan Kathrina kemudian keluar dari restoran. "Broomm." Deon menghidupkan motornya. Melihat Kathrina menaiki motor. Deon menarik gas dan mengendarai motor.
"Broomm." Deon menghidupkan motornya. Melihat Kathrina menaiki motor. Deon menarik gas dan mengendarai motor.
30 Menit kemudian Deon sampai di apartemennya. "Lepas pakaianmu dan berbaringlah di kasur." Kata Deon melihat Kathrina.
"Baik kak." Kathrina tersipu malu kemudian melepas pakaiannya dan berbaring di kasur.
Melihat Kathrina berbaring di kasur, Deon kemudian menjilati pussy Kathrina. "Aaaahh." Kathrina mengerang saat Deon menjilati pussynya.
"Kak, berhenti kak." Kata Kathrina menatap Deon. Deon kemudian berhenti menjilati pussy Kathrina. Kathrina memeluk Deon dan mencium bibir Deon.
"Kamu sangat agresif." Kata Deon meremas pantat Kathrina.
"Kak, ayo kita berhubungan badan. Aku sudah tidak tahan." Kathrina menatap Deon.
"Baiklah." Deon tersenyum kemudian membaringkan Kathrina ke kasur. Deon melebarkan kaki Kathrina kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Kathrina. "Aaahhh." Kathrina mengerang saat milik Deon masuk ke dalam pussynya.
1 Jam telah berlalu. Saat ini Deon dan Kathrina masih berhubungan badan. "Aku keluar." Kata Deon mengeluarkan cairannya ke dalam pussy Kathrina. "Aaahhh." Badan Kathrina gemetar saat cairan milik Deon mengalir ke dalam pussynya.
"Ting." Deon melihat smartphonenya berbunyi. Deon membuka smartphone dan melihat pesan dari Aurel kakak Jessica.
"Deon, bisakah kita bertemu. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu." Deon membaca pesan dari Aurel.
__ADS_1
"Baiklah, 30 Menit dari sekarang ayo kita bertemu di coffee shop yang berada di dekat apartemenku." Deon membalas pesan dan mengirim lokasi coffe shop yang berada di dekat apartemennya kepada Aurel.
"Ting." Deon melihat Aurel membalas pesannya. "Baik, aku akan bersiap-siap." Deon membaca pesan dari Aurel.