
"Deon siapa yang sakit." Tanya apoteker wanita.
"Sepupuku yang sakit." Jawab Deon.
"Ini obatnya. Di minum pagi dan malam setelah makan." Kata apoteker wanita memberi Deon Obat.
"Baik." Deon mengangguk kemudian berjalan ke arah Kathrina.
"Ayo kita pulang." Kata Deon melihat Kathrina.
"Baik kak." Kathrina mengangguk. Deon dan Kathrina kemudian keluar dari rumah sakit.
"Brooom." Deon menghidupkan motor scooternya. Melihat Kathrina memeluknya dengan erat, Deon kemudian mengendarai motor.
Beberapa menit kemudian Deon dan Kathrina telah kembali ke apartemen. "Apa kamu sudah makan." Tanya Deon.
"Belum kak." Kathrina menggeleng.
"Aku akan membuatkanmu bubur." Kata Deon.
"Baik kak." Kathrina mengangguk.
Deon berjalan ke dapur dan berkata. "Aku lupa tidak mempunyai bubur."
"Kathrina aku akan pergi ke supermarket. Kamu tunggulah di kamar." Kata Deon melihat Kathrina.
"Baik kak." Kathrina mengangguk dan masuk ke dalam kamar.
Deon keluar dari apartemen kemudian berjalan ke arah supermarket. Deon masuk ke dalam supermarket kemudian membeli 6 bubur dengan 3 macam rasa. Setelah selesai membeli bubur. Deon kembali ke apartemennya.
Deon masuk ke dalam kamar Kathrina dan berkata. "Kathrina kamu ingin bubur rasa apa."
"Aku ingin bubur rasa ayam kak." Kata Kathrina yang terbaring di kasur.
"Oke, aku akan membuatkanmu bubur rasa ayam." Deon mengangguk kemudian mulai membuat bubur.
Beberapa menit kemudian Deon telah selesai membuat bubur. Deon kemudian masuk ke dalam kamar Kathrina dengan membawa bubur. "Kak, bisakah kamu menyuapiku." Kathrina melihat Deon.
"Aku akan menyuapimu." Deon tersenyum.
"Terimakasih kak." Kathrina tersenyum.
"Buka mulutmu." Kata Deon. "Ahhh." Kathrina membuka mulutnya. Deon kemudian mulai menyuapi Kathrina.
Beberapa menit kemudian Deon melihat Kathrina telah menghabiskan bubur buatannya. "Ayo minum obatnya." Kata Deon.
"Baik kak." Kathrina mengangguk kemudian meminum obat.
"Kak, bisakah kamu disini. Kathrina tidak ingin sendiri." Kata Kathrina melihat Deon.
"Baik, aku akan disini." Deon mengangguk.
"Tidurlah di sampingku kak." Kata Kathrina melihat Deon. Deon kemudian berbaring di samping Kathrina.
"Saat Kathrina sedang sakit. Mama selalu menemani Kathrina." Kata Kathrina meneteskan air mata.
"Jangan menangis. Aku akan menggantikan tugas mamamu untuk merawatmu." Kata Deon mengusap air mata Kathrina.
"Terimakasih kak." Kathrina menangis.
__ADS_1
"Kring." Deon mendengar bel apartemennya berbunyi. "Kamu tunggulah di sini." Kata Deon keluar dari kamar.
"Baik kak." Kathrina mengangguk.
Deon membuka pintu dan melihat Freya berdiri di depan pintu. "Deon, apa hari ini kamu akan berburu." Tanya Freya.
"Hari ini aku tidak berburu. Aku menjaga sepupuku yang sakit." Jawab Deon.
"Sepupu." Freya bingung. Deon kemudian menceritakan tentang Kathrina kepada Freya. "Ahhh." Freya terkejut mendengar cerita Deon.
"Aku turut berduka cita Deon. Aku tidak tahu bahwa kamu ke Yogjakarta untuk menghadiri pemakaman bibimu." Kata Freya.
"Kak." Kathrina keluar dari kamar dan berjalan ke arah Deon.
"Dia Kathrina sepupuku." Kata Deon melihat Kathrina yang berdiri di sampingnya.
"Halo Kathrina. Namaku Freya. Aku juga tinggal di apartemen ini." Freya tersenyum. Kathrina mengangguk kemudian bersandar di bahu Deon. Freya terkejut melihat Kathrina bersandar di bahu Deon.
"Ting." Freya melihat smartphonenya berbunyi. Freya membuka smartphonenya dan melihat sebuah pesan dari Agnes. "Deon, Agnes menungguku. Aku pamit pergi." Kata Freya melihat Deon.
"Baik." Deon mengangguk. Freya melihat Kathrina kemudian keluar dari apartemen.
"Kak, ayo kembali ke kamar." Kata Kathrina menggengam tangan Deon.
"Baik, ayo kembali ke kamar." Deon mengangguk. Deon dan Kathrina kemudian masuk ke dalam kamar.
"Bagaimana Freya. Apa Deon mau berburu bersama kita." Tanya Agnes melihat Freya berjalan ke arahnya.
"Tidak, hari ini Deon tidak berburu." Jawab Freya. Freya mengingat Kathrina yang bersandar di bahu Deon dan bergumam. "Sepertinya aku punya saingan lain."
"Kak, mengapa kamu menjadi hunter." Tanya Kathrina melihat Deon yang berbaring di sampingnya.
"Karena Hunter adalah pekerjaan yang menjanjikan. Jika aku menjadi hunter ranking tinggi. Aku dapat menghasilkan uang puluhan juta hanya dalam 1 hari." Jawab Deon.
"Benar, Freya adalah seorang hunter ranking C." Deon mengangguk.
"Apa kakak sering berburu bersama wanita bernama Freya itu." Tanya Kathrina.
"Aku sering berburu bersamanya." Jawab Deon.
"Kak, bisakah aku menjadi hunter juga." Tanya Kathrina.
"Tidak, bukankah kamu tahu pemerintah melarang pelajar yang belum berusia 17 tahun untuk memasuki dungeon. Jadi kamu tidak bisa menjadi hunter." Jawab Deon.
Kathrina terdiam mendengar jawaban Deon. Kathrina tahu bahwa pemerintah melarang pelajar di bawah umur sepertinya untuk masuk ke dalam dungeon.
"Kak, bisakah kamu memelukku." Tanya Kathrina. Deon mengangguk kemudian memeluk Kathrina. Kathrina tersenyum saat Deon memeluknya.
"Tidurlah." Kata Deon melihat Kathrina.
"Baik kak." Kathrina mengangguk kemudian memejamkan matanya.
"Jika di lihat-lihat dia lebih cantik dari Clara." Gumam Deon melihat wajah putih Kathrina.
Melihat Kathrina tertidur. Deon kemudian keluar dari kamar. "Kruukk." Deon mendengar perutnya berbunyi.
"Aku lupa belum makan sama sekali sejak pagi." Kata Deon kemudian berjalan ke dapur.
Beberapa jam kemudian Deon melihat Clara dan ibunya telah kembali. "Kathrina ayo kita pergi ke dokter." Kata ibu Deon.
__ADS_1
"Tidak perlu, tadi pagi aku sudah mengantar Kathrina periksa ke dokter." Kata Deon.
"Benar bibi. Tadi pagi aku sudah ke rumah sakit bersama kak Deon." Kathrina keluar dari kamarnya.
Ibu Deon berjalan ke arah Kathrina kemudian menyentuh dahinya. "Apa kamu sudah minum obat." Tanya ibu Kathrina.
"Sudah bibi." Kathrina mengangguk.
"Bagus, obatnya diminum supaya kamu cepat sembuh." Kata ibu Deon.
"Baik bibi." Kathrina mengangguk.
"Kathrina apa kamu mau makan. Jika kamu mau makan. Aku akan membuatkanmu bubur." Kata Deon melihat Kathrina.
"Baik kak. Aku ingin makan bubur buatanmu." Kathrina tersenyum.
Deon berjalan ke dapur kemudian membuatkan bubur Kathrina. "Kak, aku buatkan mie juga." Kata Clara.
"Kamu tidak sakit, jadi buatlah sendiri." Kata Deon. Clara cemberut mendengar kata Deon. Kathrina tertawa melihat Clara dan Deon.
Beberapa menit kemudian Deon telah selesai membuat bubur. "Kak, bisakah kamu menyuapi lagi." Kata Kathrina dengan malu.
"Aku akan menyuapimu." Kata Deon. Kathrina tersenyum mendengar Deon akan menyuapinya.
"Buka mulutmu." Kata Deon. "Ahhh." Kathrina membuka mulutnya. Deon kemudian menyuapi Kathrina.
Beberapa menit kemudian Deon melihat Kathrina telah menghabiskan bubur buatanya. "Nanti sebelum kamu tidur. Minumlah obatnya." Kata Deon melihat Kathrina.
"Baik kak." Kathrina mengangguk.
"Bagus." Deon mengusap kepala Kathrina kemudian masuk ke dalam kamarnya. Deon berbaring di kasur kemudian memejamkan matanya.
Keesokan harinya. "Clara, bangunkan kakakmu." Kata ibu Deon.
"Baik bu." Clara mengangguk kemudian mengetuk pintu kamar Deon. "Bangun kak."
"Aku sudah bangun." Kata Deon keluar dari kamarnya.
"Deon, ibu ada pekerjaan di luar kota. Mungkin ibu akan kembali 3 hari lagi. Jaga adikmu dan Kathrina saat ibu tidak ada." Kata ibu Deon.
"Ibu tidak perlu khawatir." Kata Deon.
"Clara, ibu pergi." "Kathrina, Bibi pergi." Kata Ibu Deon.
"Hati-hati di jalan bu." Kata Clara. "Hati-hati di jalan bibi." Kata Kathrina.
Ibu Deon mengangguk kemudian keluar dari apartemen. Melihat ibunya pergi Clara kemudian masuk ke dalam kamar.
"Kak." Kathrina melihat Deon.
"Apa." Deon melihat Kathrina.
Kathrina kemudian mencium pipi Deon. "Terimakasih sudah merawat Kathrina." Kathrina tersipu malu kemudian masuk ke dalam kamarnya.
"Dasar." Deon tersenyum melihat Kathrina yang mencium pipinya.
Deon membuka Smarphone kemudian mengirim pesan kepada Gisella dan Freya. "1 Jam dari sekarang ayo kita pergi berburu."
"Ting." "Ting." Deon melihat 2 pesan masuk dari Gisella dan Freya.
__ADS_1
"Baik. Ayo kita pergi bersama." Deon membaca pesan dari Gisella.
"Baik. Sudah lama aku ingin pergi berburu denganmu." Deon membaca pesan dari Freya.