
"Baiklah, ayo kita mandi bersama." Deon tersenyum. Deon dan Kathrina kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Tidak lama setelah Deon dan Kathrina masuk ke dalam kamar mandi. Suara erangan dan rintihan mulai terdengar.
Keesokan harinya Deon berada di apartemennya. "Kring." Deon melihat smartphonenya berbunyi. Deon membuka smartphonenya dan melihat panggilan dari Gisella.
"Ada apa." Tanya Deon. "Deon, hari ini ayo kita berburu bersama." Jawab Gisella.
"Baiklah, ayo kita berburu bersama." Jawab Deon.
"Deon, aku akan menunggumu di rumahku. Karena di dekat rumahku ada dungeon rank A yang muncul." Kata Gisella.
"Baik, aku akan pergi ke rumahmu." Kata Deon mematikan panggilan. Deon keluar dari apartemennya dan berjalan ke tempat parkir apartemen. "Broomm." Deon menghidupkan motor scooternya. "Broomm." Deon menarik gas dan mengendarai motor.
30 Menit kemudian Deon sampai di rumah Gisella. "Deon." Gisella tersenyum saat melihat Deon.
"Ayo naik." Kata Deon melihat Gisella. "Baik." Gisella mengangguk kemudian menaiki motor. "Broomm." Deon menarik gas dan mengendarai motor.
Beberapa menit kemudian Deon sampai di lokasi dungeon rank A. Deon dan Gisella kemudian menunjukan kartu identitas hunter mereka kepada pria berpakaian hitam.
"Kalian berdua bisa masuk." Kata pria berpakaian hitam melihat Deon dan Gisella. Deon dan Gisella kemudian masuk ke dalam gate.
Saat masuk ke dalam gate. Deon melihat dirinya berada di tengah hutan. "Auuuu." Deon mendengar suara lolongan serigala.
"Ggrrrr." Deon melihat 10 monster setengah manusia dan setengah serigala sebesar 4 meter mengelilingi dirinya dan Gisella.
"Bangkit." Kata Deon kemudian 31 Minotaur muncul di sekelilingnya. "Gisella, apa kamu bisa membunuh 4 Werewolf." Tanya Deon.
"Aku bisa membunuh 4 werewolf. Tapi setelah membunuh 4 werewolf manaku mungkin habis." Jawab Gisella.
"Jika begitu bunuhlah 3 werewolf." Kata Deon melihat Gisella. "Baik." Gisella mengangguk.
"Whirlwind." Kata Gisella kemudian 3 angin tornado tiba-tiba muncul dan bergerak dengan cepat ke arah 3 manusia serigala. "Rooaarrr." 3 manusia serigala berteriak saat terkena angin tornado.
"Bunuh 7 werewolf itu." Kata Deon memberi perintah kepada arwah prajuritnya. "Moookk." 31 Arwah Minotaur berteriak kemudian menyerang 6 manusia serigala. "Crasshh." Arwah Minotaur menyerang kepala manusia serigala dengan kapaknya. "Buukk." Kepala manusia serigala terpotong dan menggelinding ke tanah.
Tidak lama kemudian Deon melihat arwah prajuritnya berhasil mengalahkan 7 manusia serigala. "Bangkit." Kata Deon melihat 7 mayat manusia serigala yang tergeletak di tanah. "Wuuzzz." 7 Bayangan hitam keluar dari 7 mayat serigala dan membentuk 7 bayangan manusia serigala setinggi 4 meter.
"Anda berhasil membangkitkan arwah." "Arwah yang bisa di summon 38/39." Notifikasi muncul di depan Deon.
"Wind Arrow." Gisella berteriak kemudian menembakan 3 panah angin ke arah 3 manusia serigala yang terbaring di tanah. "Buusshh." "Buusshh." 3 panah angin menembus kepala manusia serigala.
"Membunuh 3 manusia serigala menghabiskan 75% manaku." Kata Gisella mengusap keringat di dahinya.
__ADS_1
"Kita akan beristirahat terlebih dulu. Setelah manamu pulih. Kita akan lanjut berburu." Kata Deon melihat Gisella.
"Baik." Gisella mengangguk.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Deon sedang melihat manusia serigala bewarna merah sebesar 5 meter berlari ke arahnya. "Gisella, gunakan semua manamu untuk menyerang werewolf itu." Kata Deon melihat Gisella.
"Baik." Gisella mengangguk. "Whirlwind." Kata Gisella kemudian angin tornado muncul dan bergerak dengan cepat ke arah manusia serigala. "Auuuu." Manusia serigala berteriak saat terkena angin tornado.
"Bangkit." Kata Deon kemudian 25 Arwah Minotaur dan 14 Arwah Werewolf muncul di depan Deon.
"Bunuh werewolf itu." Kata Deon memberi perintah. "Moookk." "Auuu." Prajurit arwah Deon kemudian menyerang manusia serigala.
"Auuuu." Manusia serigala berteriak kemudian menyerang arwah Minotaur. "Crasshh." Arwah minotaur mati dalam sekali serang.
"Arwah telah kembali ke kematian abadi." Notifikasi muncul di depan Deon. yang muncul.
"Bone armor." Kata Deon kemudian armor tulang menyelimuti tubuhnya.
"Shadow Exchange." Kata Deon kemudian bertukar lokasi dengan arwah Minotaur yang berada di depan werewolf.
"Mati." Teriak Deon kemudian memukul wajah manusia serigala. "Boomm." Manusia serigala menghantam tanah dengan keras.
"Bunuh werewolf itu." Kata Deon memberi perintah kepada pasukan arwahnya. "Moookk." "Auuuu." Prajurit arwah Deon kemudian menyerang manusia serigala.
"Akhirnya aku level 80." Kata Deon melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Aku akan memilih new skill." Kata Deon menekan New Skill.
"Dark Mist. Skill yang membuat anda dapat menciptakan kabut kegelapan untuk menghalangi penglihatan musuh." Notifikasi muncul di depan Deon.
"Aku mendapatkan skill yang bagus." Deon tersenyum melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Wuuzzz." Sebuah Gate muncul di depan Deon. "Bawa mayat Werewolf itu keluar dungeon." Kata Deon melihat prajurit arwahnya. "Moookk." "Auuuu." Prajurit arwah Deon kemudian membawa tubuh werewolf keluar dungeon.
"Ayo kita keluar." Kata Deon melihat Gisella. "Baik." Gisella mengangguk. Deon dan Gisella kemudian keluar dari dungeon.
"Kalian berdua menyelesaikan dungeon rank A." Pria berpakaian hitam terkejut melihat gate yang menghilang setelah Deon dan Gisella keluar dari dungeon.
"Tidak perlu terkejut. Aku sudah sering menyelesaikan dungeon rank A." Kata Deon.
"Apa asosiasi ingin membeli mayat Werewolf ini." Kata Deon memegang mayat Werewolf. Pria berpakaian hitam memeriksa mayat Werewolf dan berkata. "50 Juta adalah harga yang bisa aku tawarkan padamu."
__ADS_1
"Deal, aku akan menjual mayat ini seharga 50 juta." Kata Deon.
"Kirim nomor rekeningmu." Kata pria berpakaian hitam. Deon kemudian mengirimkan nomor rekeningnya.
"Ting." Deon melihat 50 Juta masuk ke dalam rekeningnya. "Gisella kirim nomor rekeningmu. Aku akan mentransfer bagianmu." Deon melihat Gisella.
"Baik." Gisella mengangguk kemudian mengirim nomor rekeningnya. Deon kemudian mentransfer 25 juta ke rekening Gisella.
"Terimakasih Deon." Gisella tersenyum dan memeluk Deon.
"Gisella ayo kita pulang." Kata Deon melihat Gisella. "Baik." Gisella mengangguk.
"Broomm." Deon menghidupkan motor scooternya. Melihat Gisella menaiki motor, Deon kemudian menarik gas dan mengendarai motor.
Tidak lama kemudian Deon sampai di rumah Gisella. "Deon, ayo masuk ke rumahku." Kata Gisella melihat Deon.
"Baik." Deon mengangguk kemudian masuk ke dalam rumah Gisella. "Dimana ibumu." Tanya Deon melihat tidak ada siapapun di dalam rumah Gisella.
"Ibuku sedang pergi bekerja." Jawab Gisella. "Deon, kamu ingin makan apa. Aku akan membuatkan makanan untukmu." Kata Gisella melihat Deon.
"Aku ingin memakanmu." Kata Deon meremas pantat Gisella. Gisella tersipu malu saat mendengar kata Deon. Deon dan Gisella saling menatap kemudian mulai berciuman.
"Deon, tubuhku bau keringat. Ayo kita mandi terlebih dulu." Kata Gisella melihat Deon.
"Baik, ayo kita mandi terlebih dulu." Kata Deon. Deon dan Gisella kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Tidak lama kemudian suara erangan dan rintihan mulai terdengar di dalam kamar mandi.
1 Jam kemudian Deon sedang berada di luar rumah Gisella. "Deon, besok ayo kita pergi berkencan." Kata Gisella.
"Baiklah, besok kita akan pergi berkencan." Jawab Deon. Gisella tersenyum mendengar Deon setuju kencan dengannya.
"Deon, Hati-hati di jalan." Gisella tersenyum kemudian mencium pipi Deon.
"Aku pasti berhati-hati di jalan." Deon tersenyum kemudian menarik gas dan mengendarai motornya.
30 Menit kemudian Deon sampai di sekolah Kathrina. "Kak Deon." Deon melihat Kathrina berjalan ke arahnya.
"Hari ini kita akan makan di rumah." Kata Deon melihat Kathrina.
"Baik kak." Kathrina mengangguk kemudian menaiki motor. Melihat Kathrina menaiki motor, Deon menarik gas kemudian mengendarai motor.
Beberapa menit kemudian Deon sampai di apartemennya. "Kathrina, ayo kita mandi bersama." Kata Deon meremas pantat Kathrina.
__ADS_1
"Baik kak." Kathrina tersipu malu saat Deon meremas pantatnya. Deon dan Kathrina kemudian masuk ke dalam kamar mandi.