
"Saat ini aku tidak kekurangan uang. Jadi anggap saja uang itu hadiah dariku." Kata Deon.
"Terimakasih Deon." Gisella tersipu malu saat mendengar kata Deon.
"Ayo kita pulang." Kata Deon berjalan ke arah motornya.
"Baik." Gisella mengangguk dan mengikuti Deon.
"Broomm." Deon menghidupkan motornya. Melihat Gisella menaiki motor dan memeluk dirinya. Deon kemudian menarik gas dan mengendarai motor.
30 Menit kemudian Deon sampai di rumah Gisella. "Ayo masuk." Kata Gisella melihat Deon.
"Baik." Deon mengangguk kemudian masuk ke dalam rumah Gisella.
"Deon." Kata ibu Gisella melihat Deon.
"Halo bibi." Deon tersenyum saat melihat ibu Gisella.
"Deon kapan kamu akan menikahi Gisella." Tanya ibu Gisella.
"Ibu." Wajah Gisella menjadi merah saat mendengar kata ibunya.
"Deon tunggulah di kamarku. Aku akan membuat makanan untukmu." Kata Gisella melihat Deon.
"Baik." Deon masuk ke dalam kamar Gisella kemudian berbaring di kasur.
Deon terdiam beberapa detik dan berkata. "Open status window." Status window kemudian muncul di depan Deon.
Nama : Deon
Usia : 25 tahun
Ras : Manusia
Class : Necromancer
Level : 90
Health : 100
Strength : 100
Agility : 100
Stamina : 50/100
Mana : 250/505
Poin : 5
Deon melihat statusnya kemudian menambahkan 5 poin di mana. "Sing." Cahaya biru menyelimuti tubuh Deon.
Beberapa menit kemudian Deon melihat Gisella masuk ke dalam kamar dengan membawa makanan. "Deon, ayo makan." Gisella tersenyum kepada Deon.
"Baik." Jawab Deon. Deon dan Gisella kemudian mulai makan.
30 Menit kemudian Deon dan Gisella telah selesai makan. "Gisella aku akan pulang." Kata Deon melihat Gisella.
__ADS_1
"Aku akan mengantarmu sampai depan." Kata Gisella mengantar Deon sampai depan rumahnya.
"Deon, besok ayo kita keluar." Kata Gisella melihat Deon.
"Kita lihat saja besok. Jika aku tidak sibuk. Besok kita akan pergi keluar." Balas Deon.
"Baik." Gisella tersenyum.
"Broomm." Deon menghidupkan motornya.
"Deon." Kata Gisella melihat Deon.
"Apa." Tanya Deon. Gisella mencium bibir Deon. "Berhati-hatilah di jalan." Gisella tersenyum.
"Iya." Deon tersenyum kemudian mengendarai motornya.
30 Menit kemudian Deon sampai di apartemennya. "Aku pulang." Kata Deon masuk ke dalam apartemennya.
"Selamat datang kak." Kathrina tersenyum melihat Deon yang telah pulang.
"Kak, kamu ingin mandi terlebih dulu atau makan. Aku sudah menyiapkan makanan untukmu." Kathrina tersenyum kepada Deon.
"Aku ingin memakan dirimu." Kata Deon meremas pantat Kathrina. Kathrina tersipu malu saat mendengar kata Deon.
Deon dan Kathrina saling menatap kemudian mulai berciuman. "Ayo kita mandi terlebih dulu." Kata Deon mengelus wajah Kathrina.
"Baik kak." Kathrina mengangguk. "Aaahhh." Deon menggendong Kathrina dan berjalan ke kamar mandi.
"Kak, aku akan membersihkan tubuhmu." Kata Kathrina. "Baiklah." Kata Deon.
"Kak, hari ini aku ingin ada di atas." Kata Kathrina melihat Deon.
"Baiklah." Kata Deon kemudian berbaring di lantai. Kathrina kemudian memasukan milik Deon ke dalam pussynya. "Aaahhh." Kathrina mengerang saat milik Deon masuk ke dalam pussynya.
1 Jam telah berlalu. Saat ini Deon dan Kathrina sedang berhubungan badan. "Kathrina buka mulutmu." Kata Deon melihat Kathrina. "Aaahh." Kathrina kemudian membuka mulutnya.
"Aku keluar." Kata Deon mengeluarkan cairannya ke dalam mulut Kathrina. "Aaahh." "Gleekk." Kathrina menelan cairan milik Deon.
"Ayo kita makan." Kata Deon melihat Kathrina yang sedang terbaring di ranjang.
"Emm, baik kak." Kathrina mengangguk. Deon dan Kathrina kemudian keluar dari kamar tanpa mengenakan pakaian.
"Duduklah di pangkuan." Kata Deon duduk di kursi. "Baik kak." Kathrina kemudian duduk di pangkuan Deon.
"Buka mulutmu. Aku akan menyuapimu." Kata Deon meremas dada Kathrina. "Aahh, baik kak." Kathrina mengangguk.
Deon memasukan makanan ke mulutnya kemudian mencium Kathrina. "Emm, gleekk." Kathrina menelan makanan.
"Sekarang giliranmu untuk menyuapiku." Kata Deon. "Baik kak." Kathrina mengangguk. Deon dan Kathrina kemudian saling menyuapi dari mulut ke mulut.
30 Menit kemudian Deon dan Kathrina telah selesai makan. "Kak, ayo kita berhubungan lagi." Kata Kathrina menatap Deon.
"Baiklah." Kata Deon menggendong Kathrina. Kemudian membaringkan Kathrina ke sofa.
Deon melebarkan kaki Kathrina kemudian menjilati pussy Kathrina yang bewarna pink. "Aaahhh." Kathrina mengerang saat Deon menjilati pussynya.
"Kak, aku sudah tidak tahan." Kata Kathrina. Deon tersenyum kemudian memasukan penisnya ke dalam lubang pussy Kathrina. "Aaahhh." Kathrina mengerang saat milik Deon masuk ke dalam pussynya.
__ADS_1
1 Jam telah berlalu. Saat ini Deon dan Kathrina sedang berbaring di kasur. "Apa anda tertarik berpatisipasi ke dalam game. Ya/Tidak." Notifikasi muncul di depan Deon.
"Kathrina ayo kita tidur." Kata Deon melihat Kathrina.
"Baik kak." Kathrina tersenyum dan memejamkan mata. Deon menekan Ya kemudian memejamkan mata dan tertidur.
Saat membuka matanya Deon berada di tengah gunung berapi. "Quest bertahan hidup. Bunuh semua dragon. Reward 100 poin." Deon melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Roooaarr." Deon melihat naga merah sebesar 10 meter yang terbang ke arahnya.
"Aku tidak tahu, apakah ini akan menjadi misi yang mudah atau sulit." Kata Deon melihat naga merah yang terbang ke arahnya.
"Bangkit." Kata Deon kemudian 10 arwah Griffin, 20 arwah Cerberus dan 20 arwah Wyvern muncul di sekeliling Deon.
Deon melompat ke atas tubuh arwah wyvern dan berkata. "Bunuh naga itu." "Quuaakk." "Rooarr." 10 arwah Griffin dan 20 arwah wyvern terbang ke arah naga.
"Rooaarr." Naga api berteriak kemudian menyemburkan api dari mulutnya.
"Rooaarr." 20 arwah wyvern berteriak kemudian menyemburkan api hitam ke arah naga. "Wuussshh." Api merah yang di semburkan naga terdorong mundur oleh api hitam yang di semburkan 20 arwah wyvern.
"Rooaarr." Naga merah berteriak saat api hitam membakar tubuhnya. "Booomm." Naga merah kemudian terjatuh dari langit setelah kedua sayapnya terbakar.
"Bunuh naga itu." Kata Deon melihat 20 arwah Cerberus.
"Rooaarr." 20 arwah Cerberus kemudian mencabik-cabik tubuh naga.
Tidak lama kemudian Deon melihat arwah Cerberus berhasil membunuh naga merah. "Rooaarr." Deon melihat naga bewarna hijau sebesar 10 meter yang terbang ke arahnya.
Deon melihat mayat naga merah dan berkata. "Bangkit." "Wuuzzz." Bayangan hitam keluar dari mayat naga dan membentuk arwah naga sebesar 10 meter.
"Anda berhasil membangkitkan arwah." "Arwah yang bisa di summon 51/51." Notifikasi muncul di depan Deon.
Deon melompat ke atas tubuh arwah naga dan berkata. "Bunuh naga itu." Kata Deon memberi perintah. "Rooaarr." Arwah naga berteriak dan terbang ke arah naga bewarna hijau sebesar 10 meter.
"Rooaarr." Naga hijau berteriak kemudian menembakan peluru angin dari mulutnya. "Rooaarr." Arwah naga berteriak dan menghindari peluru angin.
"Rooaarr." Arwah naga berteriak kemudian menyemburkan api ke arah naga bewarna hijau.
"Rooaarrr." Naga hijau berteriak saat tubuhnya terbakar. "Booomm." Naga hijau terjatuh dari langit saat kedua sayapnya terbakar.
"Bunuh naga itu." Kata Deon melihat 20 arwah Cerberus. "Rooaarr." 20 arwah Cerberus berteriak kemudian menyerang naga hijau. "Rooaarrr." Naga Hijau berteriak sebelum kematiannya.
Deon melompat turun dari langit dan melihat 1 arwah Cerberus. "Menghilanglah." "Wuusss." Arwah Cerberus kemudian menghilang.
"Arwah telah kembali ke kematian abadi." Notifikasi muncul di Deon.
Deon melihat mayat naga hijau dan berkata. "Bangkit." "Wuuzzz." Bayangan keluar dari mayat naga hijau dan membentuk arwah naga sebesar 10 meter.
"Anda berhasil membangkitkan arwah." "Arwah yang bisa di summon 51/51." Notifikasi muncul di depan Deon.
"Rooaarr." Deon melihat naga bewarna ungu sebesar 10 meter terbang ke arahnya. "Sepertinya ini akan menjadi pertempuran yang panjang. Jika setiap aku berhasil membunuh seekor naga. Maka datang lagi naga yang lain.." Kata Deon melihat naga bewarna ungu.
"Bunuh naga itu." Kata Deon memberi perintah kepada prajurit arwahnya. "Quuaakk." "Rooaarr." 10 arwah Griffin, 20 arwah Wyvern dan 2 arwah dragon terbang ke arah naga bewarna ungu.
"Rooaarr." Naga bewarna ungu berteriak kemudian menembakan bola petir ke arah arwah Griffin. "Boomm." Bola petir meledak setelah mengenai arwah Griffin.
"Arwah telah kembali ke kematian abadi." Notifikasi muncul di depan Deon.
__ADS_1