
"Deon." Kata Chelsea melihat Deon yang sedang makan. "Apa." Tanya Deon.
"Apa kamu tidak tertarik dengan wanita yang sudah memiliki anak." Kata Chelsea melihat Deon.
"Jika aku tidak tertarik denganmu. Aku tidak akan mau tidur denganmu." Balas Deon. Wajah Chelsea menjadi merah saat mendengar kata Deon. Chelsea teringat saat dirinya dan Deon berhubungan badan 2 bulan lalu.
"Jika kamu tertarik denganku. Mengapa kamu tidak pernah menghubungiku. Pasti selalu aku yang menghubungimu terlebih dulu. Kamu juga tidak pernah mengajak aku keluar setelah malam hari itu." Chelsea menatap Deon. Deon terdiam mendengar kata Chelsea.
Melihat Deon yang terdiam, Chelsea menghela nafas. "Ternyata benar bahwa kamu tidak tertarik denganku."
Beberapa menit kemudian Deon dan Chelsea telah selesai makan. "Terimakasih karena kamu sudah mau makan bersamaku." Kata Chelsea melihat Deon.
"Setelah hari ini aku tidak akan mengusikmu lagi." Kata Chelsea kemudian keluar dari restoran.
"Kring." Deon mendengar smartphonenya berbunyi. Deon membuka smartphonenya dan melihat panggilan dari Gisella. "Ada apa." Tanya Deon menjawab panggilan.
"Deon aku ingin bertemu denganmu." Kata Gisella.
"Baiklah, 30 menit dari sekarang ayo kita bertemu di apartemenku." Kata Deon mengakhiri panggilan.
Deon keluar dari restoran dan berjalan ke arah motornya. "Broomm." Deon menghidupkan motornya. "Broom." Deon menarik gas dan mengendarai motornya.
30 menit kemudian Deon sampai di apartemennya. "Kring." Deon melihat bel apartemennya berbunyi.
Deon membuka pintu dan melihat Gisella berdiri di depan pintu. "Masuklah." Kata Deon melihat Gisella. Gisella kemudian masuk ke dalam apartemen.
"Kamu ingin minum apa." Tanya Deon. "Aku tidak ingin minum." Gisella menggeleng.
"Baiklah, jika kamu tidak ingin minum." Kata Deon duduk di samping Gisella.
"Deon, kapan kamu akan menikahiku. Usia kandunganku sudah 1 bulan lebih." Gisella menatap Deon.
"Kamu tidak perlu khawatir. Aku pasti akan bertanggung jawab." Deon tersenyum dan mengusap wajah Gisella.
"Maaf, aku tidak mood untuk berhubungan badan." Gisella berdiri.
"Apa kamu mau pergi." Tanya Deon.
"Benar, jika kamu tidak menikahiku. Jangan berharap untuk berhubungan badan denganku." Jawab Gisella kemudian keluar dari apartemen. Melihat Gisella keluar dari apartemennya Deon kemudian mulai merokok.
"Ting." Deon melihat smartphonenya berbunyi. Deon membuka smartphonenya dan melihat pesan dari Freya.
"Deon, besok ayahku ulang tahun. Bisakah kamu datang ke pesta ulang tahun orang tuaku." Deon membaca pesan dari Freya.
"Aku akan datang ke acara ulang tahun orang tuamu." Deon membalas pesan dari Freya. "Ting." Deon melihat Freya membalas pesannya.
"Terimakasih Deon. Aku menunggumu kehadiranmu." Deon membaca pesan dari Freya. Deon meletakkan smartphonenya kemudian melanjutkan merokok.
Beberapa jam kemudian Deon berada di depan sekolah Kathrina. "Kak Deon." Deon melihat Kathrina berjalan ke arahnya.
"Apa kamu sudah makan." Kata Deon melihat Kathrina.
"Belum kak." Kathrina menggeleng kemudian menaiki motor.
"Kamu ingin makan apa." Tanya Deon.
"Steak kak." Jawab Kathrina. "Broomm." Deon menarik gas kemudian mengendarai motornya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Deon sampai di sebuah restoran. "Kami pesan 2 steak dan 2 teh hijau." Kata Deon melihat pelayan restoran.
"Baik, silakan tunggu. Kami akan membuat pesanan anda." Balas pelayan restoran. Deon dan Kathrina kemudian duduk di kursi kosong.
"Kak." Kata Kathrina melihat Deon.
"Apa." Tanya Deon. Kathrina kemudian mulai bercerita mengenai Jessica yang mengatakan dirinya bertambah gemuk.
"Apa kamu masih ingin bersekolah." Tanya Deon melihat perut Kathrina yang sedikit besar.
"Tidak kak, jika aku masih bersekolah. Aku takut guru dan teman-temanku akan tahu bahwa aku sedang hamil." Kathrina menggeleng.
"Jika begitu kamu tidak perlu sekolah." Kata Deon. "Baik kak." Kathrina mengangguk.
"Ini pesanan anda." Deon melihat pelayan restoran mengantarkan pesanan makanannya. "Ayo kita makan." Deon melihat Kathrina.
"Baik kak." Kathrina mengangguk. Deon dan Kathrina kemudian mulai makan.
Keesokan harinya Deon sedang makan bersama Kathrina. "Kring." Deon melihat smartphonenya berbunyi.
Deon membuka smartphonenya dan melihat panggilan dari Chelsea. "Ada apa." Kata Deon menjawab panggilan.
"Deon, apa kamu bisa mengantarku ke rumah sakit. Anakku sedang sakit." Kata Chelsea.
"Baiklah, aku akan mengantarmu ke rumah sakit." Kata Deon kemudian mengakhiri panggilan.
"Siapa kak." Tanya Kathrina.
"Teman kerjaku. Dia memintaku untuk mengantarnya ke rumah sakit." Jawab Deon.
"Dia dan suaminya bercerai." Jawab Deon.
Beberapa menit kemudian Deon telah selesai makan. "Aku akan pergi." kata Deon mencium bibir Kathrina.
"Hati-hati di jalan kak." Kathrina tersenyum.
"Baik." Deon mengangguk kemudian keluar dari apartemen. Deon masuk ke dalam mobilnya, kemudian menghidupkan mesin mobilnya. "Broomm." Deon menginjak gas kemudian mengemudikan mobilnya.
30 Menit kemudian Deon sampai di rumah Chelsea. Deon turun dari mobilnya kemudian mengetuk pintu rumah Chelsea. "Tok." "Tok." "Siapa." Tanya Chelsea di dalam rumah.
"Deon." Jawab Deon. "Kreekk." Deon melihat Chelsea membuka pintu.
"Deon." Kata Chelsea melihat Deon.
"Aku tunggu kamu di mobil." Kata Deon masuk ke dalam mobilnya.
"Baik." Chelsea mengangguk kemudian masuk ke dalam rumahnya.
Tidak lama kemudian Deon melihat Chelsea masuk ke dalam mobil bersama anak kecil berusia 2 tahun.
"Maaf Deon, kemarin aku mengatakan tidak akan mengusikmu lagi. Tapi sekarang aku justru merepotkanmu." Kata Chelsea melihat Deon.
"Aku memaafkanmu. Dan kamu tidak merepotkanku." Jawab Deon.
"Terimakasih Deon." Chelsea tersenyum mendengar jawaban Deon. "Broomm." Deon menginjak gas kemudian mengemudikan mobilnya.
30 Menit kemudian Deon dan Chelsea sampai di rumah sakit. "Aku tunggu kamu disini." Kata Deon duduk di ruang tunggu.
__ADS_1
"Baik." Chelsea mengangguk kemudian mengambil nomor antrian.
30 Menit kemudian Deon melihat Chelsea telah selesai memeriksakan anaknya. "Sakit apa anakmu." Tanya Deon melihat anak Chelsea.
"Anakku sakit demam." Jawab Chelsea mengelus kepala anaknya.
"Deon, ayo kita pulang." Kata Chelsea melihat Deon.
"Baik." Balas Deon. Deon dan Chelsea kemudian masuk ke dalam mobil. Melihat Chelsea telah memakai sabuk pengaman, Deon kemudian mengemudikan mobilnya.
30 Menit kemudian Deon sampai di rumah Chelsea. "Deon, ayo masuk." Kata Chelsea melihat Deon.
"Terimakasih, tapi aku akan langsung pulang." Balas Deon.
"Aahh, baiklah." Chelsea kecewa saat mendengar kata Deon.
"Chelsea." Kata Deon melihat Chelsea.
"Iya." Chelsea melihat Deon.
Deon kemudian mencium bibir Chelsea. "Besok ayo kita makan siang bersama anakmu juga."
"Aahhh, baik." Chelsea tersenyum bahagia saat mendengar kata Deon.
Deon masuk ke dalam mobilnya kemudian menginjak gas dan mengemudikan mobilnya. "Sekarang waktunya membeli kado untuk orang tua Freya." Kata Deon yang sedang mengemudikan mobil.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Deon sedang berada di apartemennya. "Kak, bagaimana penampilanku." Kata Kathrina memakai gaun bewarna hitam.
"Kamu seperti permaisuri dari negeri dongeng saat memakai gaun itu." Kata Deon memuji Kathrina. Kathrina tersenyum Bahagia saat mendengar pujian Deon.
"Baiklah, ayo kita pergi." Kata Deon melihat Kathrina.
"Baik kak." Kathrina mengangguk. Deon dan Kathrina kemudian keluar dari apartemen dan berjalan ke tempat parkir apartemen. Deon dan Kathrina kemudian masuk ke dalam mobil. Melihat Kathrina memakai sabuk pengaman, Deon kemudian mengemudikan mobil.
30 Menit Deon dan Kathrina sampai di rumah Freya. Saat masuk ke dalam rumah Freya, Deon melihat puluhan orang melihat dirinya.
"Aahh, bukankah dia Hunter Deon."
"Benar, dia hunter Deon."
"Apa Freya dan Deon berteman."
"Siapa perempuan muda yang bersama dirinya itu."
"Apa kamu tidak tahu, dia adalah Kathrina sepupu hunter Deon. Aku dengar Deon tinggal berdua bersama sepupunya di sebuah apartemen." Deon melihat semua orang di dalam ruangan membicarakannya.
"Deon." Deon melihat Freya berjalan ke arahnya. "Freya." Deon tersenyum saat melihat Freya.
"Deon, orang tuaku ingin bicara denganmu." Kata Freya melihat Deon. Deon mengangguk kemudian berjalan ke arah orang tua Freya.
"Aku pikir kamu tidak akan datang di acara ulang tahunku." Kata Ayah Freya melihat Deon.
"Tentu saja aku akan datang di acara ulang tahun paman." Deon tersenyum.
"Paman, ini hadiah dariku." Kata Deon memberikan kado kepada ayah Freya.
"Terimakasih Deon." Ayah Freya berterimakasih. Deon kemudian mulai mengobrol dengan orang tua Freya.
__ADS_1