The Hunter

The Hunter
34. Bersama Gisella


__ADS_3

"Look at the stars, look how they shine. For you and all the things that you do." Deon dan Gisella kemudian selesai beryanyi.


"Gisella, I like you." Kata Deon menatap Gisella.


"I like you too Deon." Jawab Gisella menatap Deon. Deon dan Gisella saling menatap kemudian mulai berciuman. Gisella tersipu malu setelah dirinya dan Deon berciuman.


"Ayo kita lanjut menyanyi." Kata Deon melihat Gisella.


"Baik." Gisella mengangguk.


1 Jam kemudian Deon dan Gisella keluar dari karaoke. "Deon." Kata Gisella.


"Apa." Tanya Deon.


"Apa sekarang kita menjadi sepasang kekasih." Kata Gisella.


"Apa kamu mau menjadi kekasihku." Kata Deon.


"Mengapa kamu masih bertanya." Kata Gisella tersipu malu. Deon tersenyum kemudian mencium bibir Gisella. Gisella memejamkan matanya saat Deon mencium bibirnya.


"Selanjutnya kita akan pergi kemana." Tanya Deon.


"Ayo kita menonton film. Hari ini ada film baru yang rilis." Jawab Gisella.


"Baiklah, ayo kita pergi menonton film." Kata Deon.


"Brooom." Deon menghidupkan motor scooternya. Melihat Gisella menaiki motor, Deon menarik gas dan mengendarai motor.


30 Menit kemudian Deon dan Gisella berada di sebuah bioskop yang terletak di dalam mall. "Film apa yang ingin anda tonton." Tanya seorang pemuda melihat Deon dan Gisella.


"Kami ingin menonton film The Hunter." Kata Gisella.


"Baik, totalnya 100 ribu." Kata pemuda.


"Deon, apa kamu mau popcorn." Tanya Gisella.


"Aku mau." Deon mengangguk.


"Kami pesan 2 popcorn dan 2 minuman." Kata Gisella.


"Totalnya 300 ribu." Kata pemuda. Setelah membayar tiket bioskop Deon dan Gisella kemudian masuk ke dalam studio.


Tidak lama kemudian Deon melihat film telah di mulai. "Gisella." Kata Deon. "Iya." Gisella melihat Deon.


"Deon kemudian mencium bibir Gisella. "Emmm." Gisella terkejut saat Deon tiba-tiba mencium bibirnya.


"Gisella bibirmu sangat manis." Kata Deon memegang bibir Deon. Gisella tersipu malu saat mendengar kata Deon.


"Gisella setelah kita selesai menonton film. Ayo ke apartemen baruku." Kata Deon mengelus wajah Gisella.


"Baik." Gisella mengangguk dengan malu.


1 Jam kemudian Deon melihat film telah selesai. "Ayo kita cari makan terlebih dulu." Kata Deon melihat Gisella.


"Baik." Gisella mengangguk. Deon dan Gisella kemudian keluar dari studio.


Tidak lama kemudian Deon dan Gisella berada di food court yang terletak di dalam mall. "Gisella kamu ingin makan apa." Tanya Deon.


"Aku ingin makan ayam." Kata Gisella. "Kami pesan 2 ayam dan 2 lemon tea." Kata Deon melihat seorang pria.

__ADS_1


"Baik." Pria mengangguk. Deon dan Gisella kemudian duduk di kursi kosong.


Beberapa menit kemudian Deon melihat pesanannya datang. "Ayo kita makan." Kata Deon melihat Gisella.


"Baik." Gisella mengangguk. Deon dan Gisella kemudian mulai makan.


30 Menit kemudian Deon dan Gisella telah selesai makan. "Gisella ayo kita ke apartemenku." Kata Deon melihat Gisella.


"Baik." Gisella mengangguk. Deon dan Gisella kemudian keluar dari food court.


30 Menit kemudian Deon sampai di apartemennya. "Gisella." Kata Deon melihat Gisella.


"Iya." Gisella melihat Deon.


Deon kemudian mencium bibir Gisella. "Emmm." Gisella memejamkan matanya dan memeluk Deon.


"Ahhh." Gisella berteriak saat Deon tiba-tiba menggendongnya. Deon masuk ke dalam kamar kemudian membaringkan Gisella ke kasur.


"Deon, aku ingin mandi terlebih dulu." Kata Gisella dengan malu.


"Tidak perlu, aku suka bau keringatmu." Kata Deon kemudian mencium bibir Gisella. "Emmm." Gisella memejamkan matanya dan memeluk Deon.


Setelah puas mencium bibir Gisella. Deon kemudian melepas pakaian Gisella. "Dadamu sungguh indah." Kata Deon melihat dada bulat Gisella dan ****** Gisella yang bewarna merah. Gisella tersipu malu saat mendengar kata Deon.


Deon kemudian meremas dan menjilati dada Gisella. "Ahhh." Gisella mengerang saat Deon menjilati dadanya.


Setelah puas menjilati dada Gisella. Deon kemudian menjilati pussy Gisella. "Ahhh, Deon pussyku kotor." Kata Gisella.


"Tidak, pussymu tidak kotor sama sekali." Kata Deon terus menjilati pussy Gisella.


Setelah puas menjilati pussy Gisella. Deon kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Gisella. "Ahhh." Gisella mengerang saat Deon memasukan penisnya ke dalam pussynya.


1 Jam kemudian Deon dan Gisella sedang berbaring telanjang di kasur. "Deon, apa kamu kecewa karena aku sudah tidak virgin." Tanya Gisella.


"Di dalam novel, Gisella di ceritakan berhubungan badan dengan Zion." Gumam Deon.


"Aku tidak kecewa. Aku tidak peduli kamu virgin atau tidak." Kata Deon mengelus wajah Gisella. Gisella tersenyum saat mendengar jawaban Deon.


"Deon." Kata Gisella. "Apa." Tanya Gisella.


"Aku menyukaimu." Kata Gisella mencium bibir Deon.


"Aku juga menyukaimu Gisella." Balas Deon kemudian mencium bibir Gisella.


"Ayo kita melakukan ronde ke 2." Kata Deon melihat Gisella.


"Baik." Gisella mengangguk dengan malu.


1 Jam kemudian Deon dan Gisella masih berhubungan badan. "Aku keluar." Kata Deon mengeluarkan spermnya ke dalam pussy Gisella. "Ahhh." Badan Gisella gemetar saat Deon mengeluarkan cairannya ke dalam pussynya.


Deon membuka smartphonenya dan berkata. "Gisella, Ayo kita mandi bersama. Setelah itu aku akan mengantarmu pulang."


"Emmm." Gisella mengangguk. Deon dan Gisella kemudian masuk ke dalam kamar mandi.


"Gisella, aku akan membasuh tubuhmu." Kata Deon melihat Gisella.


"Baik." Gisella mengangguk. Deon mengambil sabun kemudian mulai membasuh tubuh Gisella. "Ahh." Gisella mengerang saat Deon membasuh pussynya.


Deon dan Gisella saling menatap kemudian mulai berciuman. "Deon, membaringkan Gisella ke lantai kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Gisella. "Ahhh." Gisela mengerang saat milik Deon masuk ke dalam pussynya.

__ADS_1


1 Jam kemudian Deon dan Gisella keluar dari apartemen. "Brooom." Deon menghidupkan motor scooternya. Gisella menaiki motor dan memeluk Deon dengan erat. "Brooom." Deon menarik gas dan mengendarai motor.


30 Menit kemudian Deon sampai di rumah Gisella. "Deon ayo masuk ke dalam untuk menemui ibuku." Kata Gisella melihat Deon.


"Baiklah." Deon mengangguk kemudian masuk ke dalam rumah Gisella.


"Ibu ada Deon." Kata Gisella.


"Ahh Deon." Kata ibu Gisella melihat Deon.


"Halo tante." Deon tersenyum.


"Maaf Deon, bibi tidak bisa datang ke pemakaman ibumu dan adikmu." Kata ibu Gisella.


"Tidak masalah tante." Kata Deon.


"Kring." Deon melihat smartphonenya berbunyi. Deon membuka smartphonenya dan melihat panggilan dari Kathrina.


"Ada apa." Kata Deon menjawab panggilan.


"Kak Deon, aku sudah pulang." Kata Kathrina.


"Baiklah, aku akan menjemputmu." Kata Deon kemudian mematikan telepon.


"Gisella aku akan menjemput sepupuku." Kata Deon.


"Aku akan mengantarmu ke depan." Kata Gisella. Deon kemudian keluar dari rumah Gisella.


"Deon." Kata Gisella. "Apa." Tanya Deon.


Gisella kemudian mencium pipi Deon. "Terimakasih untuk hari ini. Hari ini sungguh menyenangkan." Gisella tersenyum.


"Benar, hari ini sangat menyenangkan." Deon tersenyum.


"Broom." Deon menghidupkan motor scooternya. "Deon, hati-hati di jalan." Kata Gisella. Deon mengangguk kemudian mengendarai motornya.


Beberapa menit kemudian Deon sampai di depan sekolah Kathrina. "Kak Deon." Kathrina berlari ke arah Deon.


"Hari ini kamu ingin makan di luar apa di rumah." Tanya Deon.


"Aku ingin makan di rumah kak." Jawab Kathrina.


"Baiklah, ayo naik." Kata Deon.


"Baik." Kathrina mengangguk kemudian menaiki motor dan memeluk Deon. "Brooom." Deon menarik gas dan mengendarai motor.


Beberapa menit kemudian Deon sampai di apartemennya. "Kamu ingin makan apa. Aku akan memesan makanan secara online." Tanya Deon.


"Aku ingin makan ayam." Kata Kathrina.


"Baiklah, aku akan memesan ayam." Kata Deon.


30 Menit kemudian Deon melihat pesanan makanannya datang. "Ambil ini." Kata Deon memberikan 100 ribu kepada pemuda.


"Terimakasih." Pemuda tersenyum melihat Deon memberinya tip.


"Kathrina ayo kita makan." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk. Deon dan Kathrina kemudian mulai makan.

__ADS_1


__ADS_2