The Hunter

The Hunter
38. Jessica


__ADS_3

"Jika kakakku seorang hunter. Aku pasti akan tinggal di apartemen juga." Gumam Jessica di pikirannya.


"Kak Deon, apa kamu sudah punya kekasih." Tanya Jessica.


Melihat Kathrina yang berada di dapur, Deon berkata. "Aku tidak punya."


Mendengar kata Deon, Jessica kemudian berbisik di telinga Deon. "Apa kamu serius dengan yang kamu katakan." Kata Deon melihat Jessica.


"Aku serius kak." Jessica mengangguk.


"Kathrina, aku mau pulang." Kata Jessica melihat Kathrina.


"Ahhh, mengapa kamu sudah mau pulang." Tanya Kathrina.


"Ada sepupuku yang datang luar kota." Jessica berbohong.


"Aku akan mengantar Jessica pulang." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk.


Deon dan Jessica kemudian keluar dari apartemen dan berjalan ke tempat parkir apartemen. "Broomm." Deon menghidupkan motor scooternya. Melihat Jessica naik ke motor, Deon menarik gas dan mengendarai motor.


Beberapa menit kemudian Deon berhenti di sebuah hotel. Deon memarkir motornya kemudian masuk ke dalam hotel bersama Jessica. "Aku pesan 1 kamar untuk 1 Hari." Kata Deon menunjukan kartu identitas hunternya kepada resepsionis hotel.


Resepsionis hotel terkejut saat melihat kartu identitas hunter Deon. "Kamar anda ada di lantai nomor 2." Kata resepsionis hotel memberikan cardlock kepada Deon. Deon mengangguk kemudian naik ke lantai 2 bersama Jessica.


Deon membuka pintu kamar hotel dan berkata. "Ayo masuk."


"Baik." Jessica mengangguk kemudian masuk ke dalam kamar. Deon masuk ke dalam kamar kemudian menutup pintu.


"Aku akan mandi terlebih dulu." Kata Jessica melihat Deon.


"Baik." jawab Deon. Jessica kemudian masuk ke dalam kamar mandi.


Beberapa menit kemudian Deon melihat Jessica keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk. "Duduklah di sampingku." Kata Deon melihat Jessica.


"Baik." Jessica mengangguk kemudian duduk di samping Deon.


Deon dan Jessica saling menatap kemudian mulai berciuman. Deon melepas handuk Jessica dan berkata. "Kamu mempunyai dada yang bagus." Jessica tersipu malu saat mendengar kata Deon.


Deon membaringkan Jessica ke kasur kemudian menjilati dada bulat Jessica. "Ahhhh." Jessica mengerang saat Deon menjilati dadanya.


Setelah puas menjilati dada Jessica. Deon kemudian menjilati pussynya. "Ahhhh." Jessica terkejut saat Deon tiba-tiba menjilati pussynya. "Apa kamu siap." Kata Deon melihat Jessica.


"Aku siap." Jessica mengangguk. Deon melebarkan kaki Jessica kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Jessica. "Ahhhh." Jessica berteriak saat milik Deon masuk ke dalam pussynya.


"Pussy perempuan virgin adalah yang terbaik." Gumam Deon melihat darah yang mengalir dari milik Jessica.


"Kak, tolong lakukan dengan lembut." Kata Jessica melihat Deon.


"Baik." Deon mencium bibir Jessica kemudian mendorong penisnya dengan pelan. "Ahhhh." Jessica mengerang.


1 Jam kemudian Deon dan Jessica masih berhubungan badan. "Aku keluar." Kata Deon mengeluarkan cairanya ke dalam pussy Jessica. "Ahhh." badan Jessica gemetar saat cairan Deon mengalir ke dalam pussynya.


"Bersihkan tubuhmu. Setelah itu ayo kita pergi dari sini." Kata Deon melihat Jessica yang terengah-engah.

__ADS_1


"Baik." Jessica mengangguk.


30 Menit kemudian Deon dan Jessica keluar dari hotel. "Brooomm." Deon menghidupkan motornya. Melihat Jessica menaiki motor Deon menarik gas dan mengendarai motor.


Beberapa menit kemudian Deon dan Jessica berada di sebuah outlet Smartphone. "Ada yang bisa saya bantu." Seorang pemuda berambut hitam bertanya kepada Deon.


"Aku ingin membeli Smartphone Sumsang S 23 Ultra." Kata Deon melihat pemuda.


"Smartphone Sumsang S 23 Ultra harganya 22 Juta rupiah." Kata pemuda berambut hitam.


"Aku akan membayarnya lewat rekening." Balas Deon.


"Baik." Pemuda mengangguk kemudian mengirim nomor rekening Outlet Smartphone kepada Deon. Deon kemudian mentransfer 22 Juta ke rekening Outlet Smartphone.


"Terimakasih sudah berbelanja di outlet kami." Pemuda tersenyum dan memberikan smartphone kepada Deon.


"Sesuai perjanjian, aku membelikanmu smartphone Sumsang S 23 Ultra setelah kita berhubungan badan." Deon memberikan smartphone yang baru saja dia beli kepada Jessica.


"Terimakasih kak." Jessica tersenyum bahagia saat Deon memberinya Smartphone.


"Baiklah, sekarang aku akan mengantarmu pulang." Kata Deon berjalan ke arah motornya.


"Baik kak." Jessica mengangguk kemudian mengikuti Deon.


"Brooomm." Deon menghidupkan motor scooternya. Melihat Jessica menaiki motor Deon menarik gas dan mengendarai motor.


Beberapa menit kemudian Deon berhenti di depan sebuah rumah. "Kak, ayo masuk ke rumahku." Kata Jessica melihat Deon.


"Baiklah." Jawab Deon. Jessica tersenyum saat Deon setuju untuk masuk ke dalam rumahnya.


"Aku pulang." Kata Jessica masuk ke dalam rumahnya. Deon kemudian mengikuti Jessica masuk ke dalam rumahnya.


"Jessica siapa dia." Tanya wanita paruh baya melihat Deon.


"Dia adalah kak Deon, sepupuku temanku Kathrina. Kak Deon yang mengantarku pulang." Kata Jessica.


"Halo bibi." Deon tersenyum melihat wanita paruh baya.


"Terimakasih sudah mengantar Jessica pulang, aku adalah ibunya Jessica." Wanita paruh baya tersenyum.


"Aku pulang." Deon melihat seorang wanita berkulit putih, berambut keriting panjang yang tidak lain Aurel masuk ke dalam rumah.


"Deon, mengapa kamu ada di rumahku." Aurel terkejut saat melihat Deon.


"Kak Aurel. Apa kamu mengenal kak Deon." Tanya Jessica.


"Aku mengenalnya. Dia adalah seniorku waktu di sekolah dulu." Kata Aurel melihat Deon.


"Ahh, jadi begitu." Jessica mengangguk.


"Kak Aurel, Deon sepupuku temanku Kathrina. Kak Deon yang mengantarku pulang ke rumah." Kata Jessica.


"Terimakasih Deon, kamu sudah mengantar adikku pulang." Aurel berterimakasih.


"Aku tidak menyangka Jessica adalah adik Aurel." Gumam Deon di pikirannya.

__ADS_1


"Baiklah, Aurel, Jessica aku akan pulang." Kata Deon melihat Aurel dan Jessica.


"Aku akan mengantarmu ke depan kak." Kata Jessica. Aurel terkejut melihat Jessica mengantar Deon ke depan rumahnya.


"Broomm." Deon menghidupkan motor scooternya.


"Hati-hati di jalan kak." Jessica tersenyum kepada Deon. Deon mengangguk kemudian menarik gas dan mengendarai motornya. Melihat Deon telah pergi, Jessica masuk ke dalam rumahnya.


Beberapa menit kemudian Deon sampai di apartemennya. "Kak Deon, hari ini ayo kita keluar." Kata Kathrina.


"Kamu ingin keluar kemana." Tanya Deon.


"Ayo kita pergi ke taman hiburan kak." Kata Kathrina.


"Baiklah, ayo kita pergi ke taman hiburan." Deon mengangguk.


30 Menit kemudian Deon dan Kathrina berada di taman hiburan. "Kak, ayo kita naik roller coaster." Kata Kathrina.


"Baik, ayo kita naik roller coaster." Deon mengangguk. Deon dan Kathrina kemudian naik roller coaster. "Ahhhh." Kathrina berteriak saat naik kereta luncur.


3 Jam telah berlalu. Saat ini Deon dan Kathrina sedang berada di outlet cafe. "Kamu ingin minum apa." Tanya Deon.


"Aku ingin minum Cappucino kak." Kata Kathrina. "Kami pesan 1 Americano dan Cappucino." Kata Deon melihat Barista.


"Baik, silakan duduk. Kami akan membuat pesanan anda." Jawab Barista. Deon dan Kathrina kemudian duduk di kursi kosong.


"Kak, hari ini sungguh menyenangkan." Kathrina tersenyum.


"Benar, hari ini sungguh menyenangkan." Deon tersenyum.


"Ini pesanan anda." Deon melihat seorang pemuda mengantarkan kopi pesanannya.


"Ayo kita minum." Kata Deon melihat Kathrina. "Baik kak." Kathrina mengangguk.


Deon dan Kathrina kemudian meminum kopi. "Enak." Kata Kathrina saat meminum kopi.


"Hari ini kamu ingin makan apa." Kata Deon melihat Kathrina.


"Terserah kak Deon." Jawab Kathrina. "Bagaimana dengan ramen." Tanya Deon.


"Baik, ayo kita makan ramen kak." Kathrina mengangguk.


1 Jam kemudian Deon dan Kathrina sedang berada di sebuah restoran. "Ini pesanan anda." Kata seorang wanita mengantar 2 ramen kepada Deon dan Kathrina.


"Kathrina ayo kita makan." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk. Deon dan Kathrina kemudian mulai makan.


30 Menit kemudian Deon dan Kathrina telah selesai makan. "Ayo kita pulang." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk.


Deon dan Kathrina kemudian keluar dari restoran. "Broomm." Deon menghidupkan motor scooternya. Melihat Kathrina menaiki motor dan memeluk dirinya. Deon kemudian menarik gas dan mengendarai motor.


Beberapa menit kemudian Deon sampai di apartemennya. "Ahhh, hari ini sungguh melelahkan." Kata Kathrina berbaring di kasur.

__ADS_1


"Mandilah terlebih dulu sebelum tidur." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik, tapi kakak harus mandi juga bersama Kathrina." Kathrina tersenyum.


__ADS_2