
"Sepertinya aku harus ikut bertarung." Kata Deon melihat banteng merah yang membunuh prajurit arwahnya dengan mudah.
"Bone armor." Kata Deon kemudian armor tulang menyelimuti tubuhnya.
"Shadow Doppelanger." Kata Deon kemudian bayangan keluar dari tubuhnya dan membentuk clone dirinya.
"Ayo bunuh banteng merah itu." Kata Deon melihat clonenya.
"Baik." Clone Deon mengangguk.
"Shadow stealth." Kata Deon kemudian melesat ke arah banteng merah.
"Mati." Deon berteriak kemudian memukul kepala banteng merah. "Booomm." "Mooo." Banteng merah terdorong mundur sejauh 2 meter setelah terkena pukulan Deon.
"Buukk." Clone Deon memukul tubuh banteng merah. "Mooo." Banteng merah berteriak kemudian menyerang clone Deon.
"Clone telah hancur." Notifikasi muncul di depan Deon.
"Rooaar." Arwah orc berteriak kemudian menyerang banteng merah. "Crassh." "Crasshh."
Tidak lama kemudian Deon melihat prajurit arwahnya berhasil mengalahkan banteng merah. "Level up." "Poin +5." Notifikasi muncul di depan Deon.
"Wuuuzzz." Deon melihat sebuah gate muncul di depannya. "Bawa mayat banteng merah itu keluar dari dungeon." Kata Deon memberi perintah.
"Rooaarr." "Mooo." Prajurit arwah Deon kemudian membawa mayat banteng merah keluar dari dungeon.
"Aku tidak menyangka kamu menyelesaikan dungeon ranking B seorang diri." Kata pria berpakaian hitam melihat Deon.
"Apa asosiasi hunter tertarik untuk membeli tubuh banteng merah yang berhasil aku kalahkan." Kata Deon melihat pria berpakaian hitam.
"Aku akan menanyakan terlebih dulu kepada atasanku." Kata pria berpakaian hitam.
"Baiklah." Jawab Deon. Pria berpakaian hitam kemudian menghubungi seseorang. "Asosiasi hunter akan membeli mayat banteng merah ini seharga 30 Juta." Kata pria berpakaian hitam melihat Deon.
"Deal, aku akan menjual banteng merah ini kepada asosiasi hunter." Deon mengangguk.
"Berikan nomor rekeningmu." Kata pria berpakaian hitam melihat Deon. Deon kemudian memberikan nomor rekeningnya kepada pria berpakaian hitam.
"Ting." Deon melihat 30 Juta masuk ke rekeningnya. "Aku senang berbisnis dengan asosiasi hunter." Deon tersenyum dan berjabat tangan dengan pria berpakaian hitam.
30 Menit kemudian Deon kembali ke apartemen barunya. "Aku pulang." Kata Deon masuk ke dalam apartemen.
"Selamat datang Kak Deon." Deon melihat Kathrina menyambut dirinya.
"Kak Deon, kamu ingin makan atau mandi terlebih dulu." Kathrina tersenyum kepada Deon.
Deon memegang wajah Kathrina dan berkata. "Aku ingin memakanmu." Kathrina tersipu malu saat mendengar kata Deon.
Deon dan Kathrina saling menatap kemudian mulai berciuman. "Kathrina, ayo kita mandi bersama." Kata Deon memegang bibir Kathrina.
"Baik kak." Kathrina mengangguk. Deon dan Kathrina kemudian berjalan ke kamar mandi.
"Kak Deon, aku akan membasuh badanmu." Kata Kathrina.
"Baiklah." Kata Deon kemudian melepas pakaiannya. Kathrina mengambil sabun kemudian membasuh tubuh Deon.
"Kathrina gunakan mulutmu untuk membersihkan penisku." Kata Deon.
"Baik kak." Kathrina mengangguk kemudian mulai menjilati milik Deon.
"Kamu bisa berhenti." Kata Deon melihat Kathrina. Kathrina kemudian berhenti menjilati milik Deon.
__ADS_1
"Sekarang giliranku untuk membasuh badanmu." Kata Deon melihat Kathrina.
"Baik kak." Kathrina mengangguk. Deon kemudian membasuh badan Kathrina dengan sabun.
"Emmm." Kathrina mengerang saat Deon membasuh pussynya. "Berbaringlah di lantai." Kata Deon melihat Kathrina.
"Baik kak." Kathrina kemudian berbaring di lantai. Deon kemudian mulai menjilati pussy Kathrina. "Ahhh." Kathrina mengerang saat Deon menjilati pussynya.
Setelah puas menjilati pussy Kathrina. Deon kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Kathrina. "Ahhh." Kathrina berteriak saat Deon memasukan penisnya ke dalam pussynya.
"Kak cium aku." Kata Kathrina melihat Deon. Deon kemudian mencium bibir pink Kathrina. "Emmm." Kathrina memejamkan matanya dan memeluk Deon dengan erat.
1 Jam kemudian Deon dan Kathrina sedang berbaring di kasur dengan telanjang. "Ayo kita makan." Kata Deon melihat Kathrina.
"Baik kak." Kathrina mengangguk.
"Tidak perlu pakai baju." Kata Deon melihat Kathrina.
"Ahh, baik kak." Kathrina mengangguk.
Deon dan Kathrina berjalan ke ruang makan tanpa mengenakan pakaian. "Kak." Kata Kathrina.
"Apa." Tanya Deon.
"Kathrina ingin menyuapi kakak." Kata Kathrina dengan malu.
"Kamu bisa menyuapiku." Deon tersenyum. Kathrina tersenyum mendengar jawaban Deon.
"Kak, buka mulutmu." Kata Kathrina. Deon membuka mulutnya. Kathrina kemudian mulai menyuapi Deon.
"Kamu seperti anak kecil kak." Kathrina tertawa saat melihat Deon.
"Kathrina mengapa kita tidak saling menyuapi dari mulut ke mulut." Kata Deon. "Ehhh." Kathrina bingung mendengar kata Deon.
"Bagaimana, apa kamu tertarik saling menyuapi dari mulut ke mulut." Kata Deon melihat Kathrina.
"Kathrina tertarik kak." Kathrina mengangguk. Kathrina memasukan makanan ke dalam mulutnya kemudian mencium Deon. Deon dan Kathrina kemudian saling menyuapi dari mulut ke mulut.
30 menit kemudian Deon dan Kathrina telah selesai makan. "Kak, Kathrina ingin tidur." Kata Kathrina melihat Deon.
"Baiklah, ayo kita ke kamar." Kata Deon. Deon dan Kathrina kemudian masuk ke dalam kamar.
"Kak." Kata Kathrina.
"Apa." Tanya Deon.
"Akhir pekan ayo ke Yogjakarta. Kathrina ingin pergi ke makam ibu." Kata Kathrina.
"Baik, akhir pekan kita akan ke Yogjakarta." Kata Deon.
"Terimakasih kak." Kathrina tersenyum. Deon dan Kathrina saling menatap kemudian mulai berciuman.
Keesokan harinya Deon sedang mengantar Kathrina sekolah. "Kak, nanti jemput Kathrina jam 3 sore." Kata Kathrina.
"Baik, aku akan menjemputmu jam 3 sore." Jawab Deon. Kathrina mencium pipi Deon kemudian masuk ke dalam sekolahnya.
Melihat Kathrina masuk ke dalam sekolahnya Deon berkata. "Open status window." Status window kemudian muncul di depan Deon.
Nama : Deon
Usia : 25 tahun
__ADS_1
Ras : Manusia
Class : Necromancer
Level : 59
Health : 65
Strength : 65
Agility : 60
Stamina : 50/60
Mana : 260/260
Poin : 5
"Kurang 1 level lagi aku akan level 60 dan mendapatkan skill baru." Kata Deon melihat statusnya.
"Aku akan menambahkan 5 Poin di Agility." Kata Deon meningkatkan Agilitynya. "Sing." Cahaya biru menyelimuti tubuh Deon.
"Seharusnya dengan kekuatanku yang sekarang. Aku bisa meningkatkan ranking hunterku. Menjadi hunter ranking A." Kata Deon melihat statusnya. "Brrooom." Deon menarik gas dan mengendarai motornya.
30 Menit kemudian Deon sampai di markas asosiasi Hunter. "Aku ingin mengevaluasi ranking hunterku." Kata Deon melihat pria berpakaian hitam. Pria berpakaian hitam kemudian memberikan sebuah nomor kepada Deon.
"Nomor 10." Kata Deon melihat nomor yang di berikan pria berpakaian hitam kepadanya.
"Nomor 3." Kata wanita berpakaian hitam. "Sepertinya aku akan menunggu cukup lama." Kata Deon kemudian duduk di kursi.
30 menit kemudian. "Nomor 10." Kata wanita berpakaian hitam.
"Giliranku." Kata Deon kemudian masuk ke dalam ruangan.
"Saya ingin melihat kartu identitas anda." Kata wanita berpakaian hitam melihat Deon. Deon kemudian memberikan kartu identitas hunternya.
"Ahh, anda hunter ranking B." Kata wanita berpakaian hitam melihat Deon.
"Benar, aku hunter ranking B." Kata Deon.
"Apa anda ingin mengevaluasi ulang ranking hunter anda." Tanya wanita berpakaian hitam.
"Benar, aku ingin mengevaluasi ulang ranking hunterku." Jawab Deon.
"Tolong letakan tangan anda di kristral hitam." Kata wanita berpakaian hitam. Deon kemudian menyentuh kristal bewarna hitam. "Tiitt." Wanita berpakaian hitam melihat angka 515 di monitor.
"Bisakah saya melihat kemampuan Necromancer anda." Tanya wanita berpakaian hitam.
"Bangkit." Kata Deon kemudian Orc setinggi 3 meter muncul di belakang Deon.
"Berapa banyak jumlah arwah yang bisa anda summon." Tanya wanita berpakaian hitam.
"Aku bisa mensummon 26 arwah." Jawab Deon.
"Apa anda memiliki kemampuan lain." Tanya wanita berpakaian hitam.
"Aku mempunyai kemampuan lain. Yaitu kemampuan membaca ingatan dari orang yang sudah mati dan menciptakan armor tulang." Jawab Deon.
"Bisakah saya melihat kemampuan armor tulang anda." Kata wanita berpakaian hitam.
"Bone armor." Kata Deon kemudian armor tulang bewarna putih menyelimuti tubuhnya.
__ADS_1
"Anda bisa mengirim file foto yang ingin anda gunakan sebagai kartu identitas hunter anda." Kata wanita berpakaian hitam. Deon kemudian mengirim fotonya kepada wanita berpakaian hitam.