The Hunter

The Hunter
28. Membunuh Banteng


__ADS_3

Setelah puas menjilati dada Kathrina. Deon kemudian melepas celana Kathrina. "Kathrina pussymu sungguh indah." Kata Deon melihat pussy bewarna pink Kathrina yang memiliki sedikit bulu. Kathrina tersipu malu saat mendengar kata Deon.


Deon kemudian menjilati pussy Kathrina. "Ahhh, itu kotor kak." Kathrina mengerang saat Deon menjilati pussynya.


"Seluruh tubuhmu tidak ada yang kotor Kathrina." Kata Deon kemudian mencium bibir Kathrina. "Emmm." Kathrina memejamkan matanya saat Deon mencium bibirnya.


"Kathrina aku memasukannya penisku ke dalam milikmu." Kata Deon melihat Kathrina. "Baik kak." Kathrina mengangguk.


Deon kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Kathrina. Deon melihat darah yang mengalir dari pussy Kathrina. "Ahhh, sakit kak." Kathrina berteriak dan meneteskan air mata.


Deon mencium bibir Kathrina kemudian mendorong penisnya ke dalam pussy Kathrina, "Ahhh." Kathrina mengerang.


1 Jam telah berlalu. Saat ini Deon sedang berhubungan badan dengan Kathrina. "Aku keluar." Kata Deon mengeluarkan cairannya di dalam pussy Kathrina.


"Ahhh." badan Kathrina gemetar saat Deon mengeluarkan cairannya di dalam pussynya.


"Karena memiliki stamina 55 poin. Aku tidak merasa kelelahan setelah berhubungan badan selama 1 jam." Kata Deon.


Melihat cairan putih yang keluar dari pussy Kathrina, Deon bergumam. "Karena ini pertama kali aku berhubungan badan di dunia ini. Aku tidak bisa mengendalikan diri dan mengeluarkan cairanku ke dalam pussynya."


Keesokan harinya Deon terbangun dan melihat Kathrina yang tidur di sampingnya. "Selamat pagi Kathrina." Kata Deon melihat Kathrina.


"Selamat pagi juga kak." Kata Kathrina dengan malu. Deon dan Kathrina saling melihat kemudian mulai berciuman. "Emmm." Kathrina memejamkan matanya saat Deon mencium bibirnya.


"Mandilah, aku akan mengantarmu ke sekolah." Kata Deon melihat Kathrina.


"Tapi sekarang sudah siang kak." Kata Kathrina. Deon membuka smartphoneya dan melihat Jam 8.


"Apa pussymu masih sakit." Tanya Deon melihat Kathrina.


"Tidak kak." Kathrina menggeleng.


"Baiklah, jika begitu kita akan melakukan hubungan badan lagi." Kata Deon. Kathrina tersipu malu saat mendengar kata Deon.


Deon membaringkan Kathrina ke kasur kemudian menjilati dadanya. "Ahhh." Kathrina mengerang saat Deon menjilati dadanya.


Setelah puas bermain dengan dada Kathrina. Deon kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Kathrina. "Ahhh." Kathrina mengerang saat milik Deon masuk ke dalam pussynya.


"Kak, aku menyukaimu." Kathrina mencium bibir Deon.


"Aku juga menyukaimu Kathrina." Balas Deon kemudian mencium bibir Kathrina.


1 Jam kemudian Deon dan Kathrina masih berhubungan badan. "Aku keluar." Kata Deon mengeluarkan cairannya ke dalam pussy Kathrina. "Ahhh." Badan Kathrina gemetar saat Deon mengeluarkan cairannya ke dalam pussynya.


"Kathrina, ayo kita mandi bersama." Kata Deon melihat Kathrina. "Baik kak." Kathrina mengangguk. "Ahhh." Deon menggendong Kathrina kemudian berjalan ke kamar mandi.


"Aku akan membasuh tubuhmu." Kata Deon mengambil sabun.


"Baik kak." Kathrina mengangguk. Deon kemudian mulai membasuh tubuh Kathrina.


"Kak." Kata Kathrina.


"Apa." Tanya Deon.


"Kita berdua seperti suami istri yang baru menikah." Kata Kathrina dengan malu.

__ADS_1


"Benar, kita berdua seperti suami istri yang baru menikah." Kata Deon kemudian meremas dada Kathrina. "Ahhh." Kathrina mengerang saat Deon meremas dadanya.


"Kak, aku ingin membasuh tubuhmu juga." Kata Kathrina.


"Baik." Deon kemudian memberikan sabun kepada Kathrina. Kathrina kemudian membasuh tubuh Deon.


"Kak. Punyamu berdiri." Kathrina tersipu malu melihat milik Deon yang berdiri.


"Kathrina mengapa kamu tidak membersihkan penisku dengan mulutmu." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak. Kathrina akan membersihkan milik kakak dengan mulut Kathrina." Kathrina mengangguk kemudian mulai menjilati milik Deon.


"Kathrina kamu bisa berhenti." Kata Deon. "Emm." Kathrina kemudian berhenti menjilati milik Deon.


Deon membaringkan Kathrina ke lantai kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Kathrina. "Ahhhh." Kathrina mengerang saat Deon memasukan penisnya ke dalam pussynya.


1 Jam kemudian Deon dan Kathrina masih berhubungan badan. "Aku keluar." Kata Deon mengeluarkan cairannya ke dalam pussy Kathrina. "Ahhh." Badan Kathrina gemetar saat cairan milik Deon masuk ke dalam pussynya.


"Kathrina kamu ingin makan apa." Tanya Deon.


"Terserah kakak." Jawab Kathrina.


"Bagaimana dengan fried chicken." Tanya Deon.


"Baik kak, ayo kita makan ayam." Kathrina mengangguk.


"Baiklah, aku akan memesan fried chicken secara online." Kata Deon mengambil smartphonenya.


30 menit kemudian Deon mendengar bel apartemennya berbunyi. "Kring." Deon membuka pintu dan melihat seorang pemuda berambut hitam sedang membawa sebuah kotak makanan. "Apa anda Deon yang memesan fried chicken." Tanya pemuda.


"Ini Fried chicken pesanan anda." Pemuda memberikan kotak makanan kepada Deon.


"Terimakasih." Kata Deon melihat pemuda.


"Terimakasih kembali karena sudah memesan fried chicken di restoran kami." Pemuda tersenyum kemudian berjalan pergi.


"Kathrina ayo makan." Deon memanggil Kathrina.


"Baik kak." Kathrina keluar dari kamar. Deon dan Kathrina kemudian mulai makan.


Beberapa menit kemudian Deon dan Kathrina telah selesai makan. "Kathrina aku akan pergi berburu." Kata Deon melihat Kathrina.


"Apa kak Deon akan berburu bersama Freya dan Gisella." Tanya Kathrina.


"Apa kamu cemburu jika aku pergi berburu bersama Freya dan Gisella." Tanya Deon.


"Tentu saja Kathrina cemburu." Jawab Kathrina. Deon tersenyum mendengar jawaban Kathrina.


"Aku akan pergi berburu sendiri." Kata Deon melihat Kathrina.


"Kak." Kata Kathrina.


"Apa." Tanya Deon.


Kathrina kemudian mencium bibir Deon. "Pulanglah sebelum matahari terbenam." Kata Kathrina tersipu malu.

__ADS_1


"Baik, aku akan pulang sebelum matahari terbenam." Deon tersenyum kemudian keluar dari apartemennya.


30 Menit kemudian Deon berada di depan sebuah gate. "Apa anda akan melakukan solo hunting." Kata pria berpakaian hitam melihat kartu identitas hunter Deon.


"Benar, aku akan melakukan solo hunting." Jawab Deon kemudian masuk ke dalam dungeon.


Saat masuk ke dalam dungeon Deon melihat dirinya berada di padang rerumputan. "Mooo." Deon melihat 10 banteng hitam sebesar 3 meter berlari ke arahnya.


"Bangkit." Kata Deon kemudian 20 arwah Orc setinggi 3 meter muncul di depan Deon.


"Bunuh semua banteng itu." Kata Deon memberi perintah. "Roooaar." 20 arwah Orc berteriak kemudian berlari ke arah 10 banteng.


"Crassshh." Arwah Orc menyerang banteng dengan pedangnya. "Moooo." Banteng berteriak dan menyerang arwah Orc.


Beberapa menit kemudian Deon melihat prajurit arwahnya berhasil mengalahkan 10 banteng. "Level up." "Poin +5." Notifikasi muncul di depan Deon.


"Open status window." Kata Deon kemudian status window muncul di depannya.


Nama : Deon


Usia : 25 tahun


Ras : Manusia


Class : Necromancer


Level : 53


Health : 55


Strength : 55


Agility : 55


Stamina : 50/55


Mana : 240/260


Poin : 5


"Aku akan menambahkan 5 Poin di Health." Kata Deon meningkatkan Healthnya. "Sing." Cahaya biru menyelimuti tubuh Deon.


Deon melihat 10 mayat banteng dan berkata. "Bangkit." "Wuuzz." 8 bayangan keluar dari mayat banteng dan membentuk 8 bayangan banteng sebesar 3 meter.


"Anda berhasil membangkitkan arwah." "Arwah yang bisa di summon 26/26." Notifikasi muncul di depan Deon.


Deon melompat ke atas Banteng dan berkata. "Pergi ke arah utara." "Mooo." Banteng kemudian berlari ke arah utara.


Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Deon melihat banteng bewarna merah sebesar 4 meter berlari ke arahnya. "Bangkit." Kata Deon kemudian 12 arwah orc dan 14 arwah banteng muncul di depan Deon.


"Bunuh banteng merah itu." Kata Deon memberi perintah. "Rooaar." "Mooo." Arwah Orc dan 14 arwah banteng kemudian berlari ke arah banteng merah.


"Mooo." Banteng merah berteriak dan menghantam arwah banteng dengan tanduknya. "Arwah telah kembali ke kematian abadi." Deon melihat banteng merah membunuh arwah banteng dengan sekali serang.


"Roooar." Arwah Orc berteriak kemudian menebas tubuh banteng merah dengan pedang. "Crasshh." "Moooo." Banteng merah berteriak kemudian menghantam arwah orc dengan tanduknya.

__ADS_1


"Arwah telah kembali ke kematian abadi." Notifikasi muncul di depan Deon.


__ADS_2