The Hunter

The Hunter
36. Melawan Minotaur


__ADS_3

Deon melihat mayat ular hitam dan berkata "Bangkit." "Wuuzz." Bayangan hitam keluar dari tubuh mayat ular dan membentuk bayangan ular sebesar 10 meter.


"Anda berhasil membangkitkan arwah." "Arwah yang bisa di summon 11/31." Notifikasi muncul di depan Deon.


"Ayo kita lanjut berburu." Kata Deon melihat Freya dan Agnes.


"Baik." Freya dan Agnes mengangguk.


Beberapa jam telah berlalu. Saat Ini Deon, Freya dan Agnes sedang bertarung melawan ular merah sebesar 15 meter.


"Lightning ball." "Fire ball." Kata Freya dan Agnes kemudian menembakan 10 bola petir dan 10 bola api ke arah ular bewarna merah. "Booomm." Ledakan terjadi.


"Ssss." Melihat Ular bewarna merah masih hidup setelah terkena serangan Freya dan Agnes Deon berteriak. "Bunuh ular itu." "Ssss." "Moookk." 4 Arwah gajah dan 27 arwah ular menyerang ular merah.


Tidak lama kemudian Deon melihat prajurit arwahnya berhasil mengalahkan ular merah. "Level Up." "Poin +5." Notifikasi muncul di depan Deon."


"Wuuzzz." Deon melihat sebuah gate yang muncul di depannya.


"Bawa tubuh ular itu keluar dungeon." Deon memberi perintah kepada prajurit arwahnya. "Sssss." "Moookk." Arwah gajah dan arwah ular kemudian membawa mayat ular merah keluar dungeon.


"Ayo kita keluar." Kata Deon melihat Freya dan Agnes.


"Baik." Freya dan Agnes mengangguk. Deon, Freya dan Agnes kemudian keluar dari dungeon.


"Kalian bertiga menyelesaikan dungeon rank A." Pria berpakaian hitam terkejut melihat dungeon yang menghilang setelah Deon, Freya dan Agnes keluar dari gate.


"Benar, kami bertiga menyelesaikan dungeon rank A." Jawab Deon.


"Apa kamu ingin menjual tubuh ular ini kepada asosiasi hunter." Kata pria berpakaian hitam melihat mayat ular merah.


"Benar, aku ingin menjual tubuh ular ini kepada asosiasi hunter." Deon mengangguk.


Pria berpakaian hitam memegang tubuh ular merah dan berkata. "Asosiasi hunter akan membeli ular merah ini seharga 50 Juta. 50 Juta adalah harga umum tubuh bos monster rank A."


"Baik, saya akan menjualnya kepada asosiasi hunter." Kata Deon.


"Kirim nomor rekeningmu." Kata pria berpakaian hitam melihat Deon. Deon kemudian mengirim nomor rekeningnya.


"Ting." Deon melihat 50 juta masuk ke dalam rekeningnya. "Freya, Agnes kirim nomor rekening kalian berdua." Kata Deon melihat Freya dan Agnes.


"Baik." Freya dan Agnes kemudian mengirim nomor rekening mereka berdua. Deon kemudian mentransfer 16,6 juta ke rekening Freya dan Agnes.


"Terimakasih Deon." Agnes tersenyum melihat 16,6 juta masuk ke rekeningnya.


"Deon, ayo kita pergi cari makan." Kata Freya melihat Deon.


"Maaf, sebentar lagi aku akan menjemput sepupuku." Kata Deon.


"Ahhh, baiklah." Freya tersenyum kecut.


"Deon, apa besok kamu sibuk." Tanya Freya.

__ADS_1


"Memangnya kenapa." Tanya Deon.


"Besok, ayo kita pergi berkencan." Kata Freya dengan wajah merah. Agnes tertawa melihat Freya mengajak Deon berkencan.


"Jika besok aku tidak sibuk. Ayo kita pergi berkencan." Deon tersenyum. Freya tersenyum mendengar jawaban Deon.


"Baiklah, aku akan menjemput sepupuku." Kata Deon melihat Freya. "Baik." Freya mengangguk.


"Brooom." Deon menghidupkan motor scooternya. "Broom." Deon menarik gas dan mengendarai motor.


Beberapa menit kemudian Deon sampai di depan sekolah Kathrina. "Kak Deon." Deon melihat Kathrina keluar dari sekolahnya.


"Hari ini kamu ingin makan apa." Tanya Deon. "Terserah kakak." Kata Kathrina menaiki motor dan memeluk Deon.


"Hari ini ayo kita makan steak." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk. "Brooom." Deon menarik gas dan mengendarai motor.


30 Menit kemudian Deon dan Kathrina berada di sebuah restoran. "Kak, bolehkah aku minum whiskey." Kata Kathrina melihat seorang pelanggan yang sedang minum whiskey.


"Tidak masalah." Jawab Deon.


"Aku pesan 2 steak, 2 teh hijau dan 1 botol whiskey." Kata Deon melihat pelayan restoran.


"Baik. Silakan duduk. Kami akan membuat pesanan anda." Kata pelayan restoran. Deon dan Kathrina kemudian duduk di kursi kosong.


Beberapa menit kemudian Deon melihat pesanannya datang. "Ayo kita makan terlebih dulu." Kata Deon melihat Kathrina.


"Cobalah minum." Kata Deon menuangkan whiskey ke dalam gelas.


"Baik kak." Kathrina mengangguk kemudian meminum whiskey. "Ahhh, jadi seperti ini rasanya whiskey." Kata Kathrina.


"Apa kamu masih ingin minum." Tanya Deon.


"Aku masih ingin minum kak." Kathrina mengangguk. Deon kemudian menuangkan whiskey ke gelas Kathrina.


"Kak, kepalaku pusing." Kathrina melihat Deon.


"Bersandarlah di bahuku." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina kemudian bersandar di bahu Deon. Melihat Kathrina bersandar di bahunya, Deon kemudian melanjutkan makan.


Beberapa menit kemudian Deon telah selesai makan. Setelah membayar tagihan makanannya Deon kemudian keluar dari restoran dengan merangkul Kathrina.


"Broom." Deon menghidupkan motornya. Melihat Kathrina menaiki motor dan memeluk tubuhnya dengan erat. Deon kemudian menarik gas dan mengendarai motor.


Beberapa menit kemudian Deon sampai di apartemennya. Deon kemudian membaringkan Kathrina yang sedang mabuk ke kasur. "Kak, tolong lepas pakaianku." Kata Kathrina. Deon kemudian melepas pakaian Kathrina.


"Kak cium aku." Kata Kathrina memeluk Deon. Deon kemudian mencium bibir Kathrina dan meremas dada Kathrina. "Emmm." Kathrina mengerang saat Deon meremas dadanya.


Deon melepas celananya kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Kathrina. "Ahhhh." Kathrina mengerang saat milik Deon masuk ke dalam pussynya.

__ADS_1


1 Jam telah berlalu. Saat ini Deon sedang duduk di kursi dan melihat Kathrina sedang tertidur di kasur. "Sekarang aku mempunyai 100 juta di rekeningku. Aku akan melihat barang-barang yang di jual di hunter shop." Kata Deon membuka aplikasi hunter.


"Pakaian ini terlihat sangat bagus." Kata Deon melihat pakaian bewarna hitam.


"Pakaian yang terbuat dari kulit monster serigala rank A. Harga 100 Juta rupiah." Deon terkejut melihat harga pakaian.


"Dagger yang terbuat dari taring ular Rank A. Harga 100 juta rupiah." Kata Deon melihat sebuah pisau.


"Semua barang yang di jual di hunter Shop. Tidak ada yang di bawah 100 Juta rupiah." Kata Deon melihat semua barang yang di jual di hunter shop.


"Apa anda tertarik berpatisipasi ke dalam game.Ya/Tidak." Deon melihat sebuah notifikasi yang muncul di depannya.


"Sebelum berpatisipasi ke dalam game. Aku akan meningkatkan statusku terlebih dulu. Open status window." Kata Deon kemudian status window kemudian muncul di depannya.


Nama : Deon


Usia : 25 tahun


Ras : Manusia


Class : Necromancer


Level : 76


Health : 90


Strength : 90


Agility : 90


Stamina : 40/85


Mana : 300/310


Poin : 5


Deon melihat statusnya dan berkata. "Aku akan menambahkan 5 Poin di Stamina."


"Sing." Cahaya biru menyelimuti tubuh Deon. Deon melihat notifikasi berpatisipasi ke dalam game kemudian menekan Ya. Deon berbaring di kasur kemudian memejamkan matanya.


Saat membuka matanya Deon melihat dirinya berada di sebuah padang rerumputan. "Quest Bertahan hidup. Bunuh semua Minotaur. Reward 80 Poin." Notifikasi muncul di depan Deon.


"Moookk." Deon melihat ratusan monster berbentuk manusia berkepala banteng sebesar 5 meter berlari ke arahnya.


"Bangkit." Kata Deon kemudian 4 Arwah gajah dan 27 arwah ular muncul di sekeliling Deon. "Bunuh semua minotaur yang mendekat.


"Sssss." "Moookk." Arwah gajah dan arwah ular kemudian menyerang Minotaur yang mendekat ke arah Deon. "Sssss." Arwah ular melilit tubuh Minotaur. "Moook." Arwah gajah menginjak tubuh Minotaur.


1 Jam telah berlalu. Saat ini Deon sedang melihat prajurit arwahnya bertarung dengan ratusan Minotaur. "Crasshh." Minotaur menebas kepala arwah gajah menggunakan kapak.


"Arwah telah kembali ke kematian abadi." Notifikasi muncul di depan Deon.

__ADS_1


__ADS_2