
1 Jam kemudian acara ulang tahun orang tua Freya telah selesai. "Freya aku akan pulang." Kata Deon melihat Freya.
"Baik, berhati-hatilah di jalan." Freya tersenyum. Deon mengangguk kemudian masuk ke dalam mobil. "Broomm." Deon menginjak gas kemudian mengemudikan mobil.
30 Menit kemudian Deon sampai di apartemennya. "Kak, apa besok kamu ingin pergi hunting." Tanya Kathrina.
"Aku tidak tahu. Memangnya kenapa." Tanya Deon melepaskan pakaiannya.
"Jika kak Deon tidak pergi hunting. Kathrina ingin menonton film." Kata Kathrina.
Deon tersenyum dan berkata. "Baiklah, besok ayo kita pergi menonton film."
"Terimakasih kak." Kathrina tersenyum.
Deon dan Kathrina saling menatap kemudian mulai berciuman. "Ayo kita berhubungan badan sebelum tidur." Kata Deon meremas pantat Kathrina.
"Emm, baik kak." Kathrina mengangguk dengan malu. Tidak lama kemudian Deon dan Kathrina mulai berhubungan badan.
Keesokan harinya Deon sedang berada di depan rumah Chelsea. "Deon." Deon melihat Chelsea keluar dari rumahnya.
"Ayo masuk." Chelsea tersenyum kepada Deon. Deon mengangguk kemudian masuk ke dalam rumah Chelsea.
"Apa anakmu sudah sembuh." Tanya Deon. "Anakku sudah sembuh." Jawab Chelsea tersenyum.
"Olivia kesini." Kata Chelsea. "Iya ma." Deon melihat anak kecil perempuan berusia 2 tahun berjalan ke arah Chelsea.
"Dia adalah Om Deon. Yang mengantar mama dan kamu ke rumah sakit kemarin." Kata Chelsea melihat Deon.
"Halo Olivia." Deon tersenyum kepada putri Chelsea.
"Halo om." Putri Chelsea tersipu malu saat melihat Deon.
"Olivia hari ini kamu ingin makan apa. Om Deon akan mentraktir kita makan." Tanya Chelsea.
"Aku ingin makan Cumi-cumi, gurita dan lobster ma." Kata Olivia.
"Dia mengingatkanku pada Clara." Gumam Deon melihat Olivia.
"Ayo kita ganti pakaian." Kata Chelsea melihat Olivia. "Baik ma." Olivia mengangguk. Chelsea dan Olivia kemudian masuk ke dalam kamar.
Tidak lama kemudian Deon melihat Chelsea keluar dari kamar bersama putrinya. "Deon, ayo kita pergi." Kata Chelsea melihat Deon.
"Baik." jawab Deon.
Deon dan Chelsea kemudian keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil. Melihat Chelsea dan putrinya telah memakai sabuk pengaman. Deon kemudian mengemudikan mobil.
30 Menit kemudian Deon sampai di sebuah restoran. "Selamat datang, ada yang bisa saya bantu." Kata pelayan restoran menyambut Deon dan Chelsea.
__ADS_1
"Aku pesan 3 porsi cumi-cumi, 3 gurita, 3 lobster, 3 kepiting jumbo dan 3 salmon. Minumnya kami pesan 3 lemon tea." Kata Deon melihat pelayan restoran.
"Baik, silakan tunggu. Kami akan membuat pesanan anda." Jawab pelayan restoran. Deon, Chelsea dan putrinya kemudian duduk di kursi kosong.
Beberapa menit kemudian Deon melihat pesanannya datang. "Yeaayy, lobster." Putri Chelsea berteriak senang melihat pesanan makanannya datang.
Deon tersenyum dan berkata. "Ayo kita makan." "Baik." Chelsea tersenyum. "Baik om." Putri Chelsea tersenyum. Deon, Chelsea dan putrinya kemudian mulai makan.
30 Menit kemudian Deon, Chelsea dan putrinya telah selesai makan. "Ayo kita pulang." Kata Deon melihat Chelsea.
"Baik." Chelsea mengangguk. Deon dan Chelsea kemudian keluar dari restoran.
"Jika Om Deon adalah ayah Olivia, mungkin setiap hari Olivia bisa makan enak." Kata Olivia.
"Olivia." Chelsea terkejut mendengar kata putrinya. Deon tersenyum kemudian masuk ke dalam mobil. Melihat Chelsea dan putrinya telah memakai sabuk pengaman. Deon kemudian mengemudikan mobil.
30 Menit kemudian Deon sampai di rumah Chelsea. "Kita sudah sampai." Kata Deon melihat putri Chelsea yang tertidur selama perjalanan.
"Baik." Chelsea mengangguk kemudian menggendong putrinya.
"Deon, ayo masuk ke dalam." Kata Chelsea. Deon mengangguk kemudian mengikuti Chelsea masuk ke dalam rumahnya.
"Deon kamu ingin minum apa." Tanya Chelsea. "Air putih." Jawab Deon.
Chelsea kemudian memberikan segelas air putih kepada Deon. "Deon terimakasih untuk hari ini." Chelsea tersenyum kepada Deon.
"Jika orang tuanya suka denganku. Otomatis anaknya juga suka denganku." Kata Deon melihat Chelsea.
"Kamu." Chelsea tersipu malu saat mendengar kata Deon. Deon dan Chelsea saling menatap kemudian mulai berciuman.
"Deon ayo kita ke kamar." kata Chelsea dengan wajah merah.
"Baik." Balas Deon kemudian menggendong Chelsea. "Aahhh." Chelsea terkejut saat Deon tiba-tiba menggendongnya.
Deon kemudian masuk ke dalam kamar dengan menggendong Chelsea. "Deon, apa aku berat." Kata Chelsea menatap Deon.
"Kamu tidak berat sama sekali." Kata Deon membaringkan Chelsea ke kasur. Chelsea tersenyum kemudian mencium bibir Deon.
"Deon, hari ini aku adalah milikmu. Kamu boleh melakukan apapun pada diriku." Kata Chelsea menatap Deon.
"Jika kamu berkata seperti itu. Maka aku tidak akan ragu untuk memakanmu." Kata Deon mengelus wajah Chelsea. Chelsea tersipu malu saat mendengar kata Deon.
Deon kemudian melepaskan pakaian Chelsea. "Kamu punya dada yang indah untuk wanita yang sudah memiliki anak." Kata Deon melihat dada Chelsea yang sedikit mengendur. Chelsea tersipu malu saat mendengar kata Deon.
"Deon hisaplah dadaku." Kata Chelsea dengan malu.
"Tanpa perlu kamu suruh. Aku akan menghisap dadamu." Kata Deon kemudian menjilati dada Chelsea. "Aaaahh." Chelsea mengerang saat Deon menjilati dadanya.
__ADS_1
Setelah puas bermain dengan dada Chelsea. Deon kemudian mulai menjilati pussy Chelsea. "Aaahh." Chelsea mengerang saat Deon menjilati pussynya.
Setelah puas menjilati pussy Chelsea, Deon kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Chelsea. "Aaahh." Chelsea berteriak saat milik Deon masuk ke dalam pussynya.
1 Jam telah berlalu. Saat ini Deon dan Chelsea masih berhubungan badan. "Chelsea, aku akan keluar." Kata Deon.
"Deon, keluarkan di dalam." Kata Chelsea.
"Aku keluar." Kata Deon mengeluarkan cairannya di dalam pussy Chelsea. "Aaahhh." Badan Chelsea gemetar saat cairan Deon mengalir di dalam pussynya.
"Deon." Kata Chelsea menatap Deon. "Apa." Tanya Deon.
"Aku menyukaimu." Jawab Chelsea. "Aku juga menyukaimu." Balas Deon. Chelsea tersenyum bahagia saat mendengar Deon juga menyukainya. Deon dan Chelsea saling menatap kemudian mulai berciuman.
30 Menit kemudian Deon berada di luar rumah Chelsea. "Deon, besok apa kamu akan ke perusahaan." Tanya Chelsea.
"Apa aku ada jadwal pemotretan." Tanya Deon. "Tidak ada." Chelsea menggeleng.
"Jika begitu aku tidak akan pergi ke perusahaan." Balas Deon.
"Baiklah, jika tidak ada yang ingin kamu katakan lagi, aku akan pulang." Kata Deon berjalan ke arah mobilnya.
"Deon." Chelsea memeluk Deon dari belakang. "Apa." Tanya Deon.
"Ayo kita berhubungan badan lagi." Kata Chelsea dengan malu.
Deon berbalik kemudian mencium bibir Chelsea. "Eeemm." Chelsea memainkan lidahnya dan memeluk Deon dengan erat.
"Masuklah ke dalam mobil. Kita akan melakukan hubungan badan di dalam mobil." Kata Deon mengelus bibir Chelsea.
"Baik." Chelsea mengangguk dengan malu. Deon dan Chelsea kemudian masuk ke dalam mobil. Tidak lama setelah Deon dan Chelsea masuk ke dalam mobil. Suara erangan dan rintihan mulai terdengar.
1 Jam telah berlalu. Saat ini Deon dan Chelsea sedang berciuman di dalam mobil. "Deon, aku tidak ingin kamu pergi." Kata Chelsea memeluk Deon.
"Aku harus pergi. Tapi kamu tidak perlu khawatir. Karena besok aku akan menemuimu lagi." Kata Deon menglus bibir Chelsea.
"Benarkah besok kamu akan menemuiku lagi." Tanya Chelsea menatap Deon.
"Benar, besok malam aku akan ke rumahmu." Jawab Deon.
"Awas jika kamu sampai berbohong." Kata Chelsea.
"Aku tidak akan berbohong." Balas Deon kemudian mencium bibir Chelsea. "Eeemm." Chelsea memainkan lidahnya dan memeluk Deon dengan erat.
Beberapa menit kemudian Chelsea keluar dari mobil Deon. "Deon, berhati-hatilah di jalan." Chelsea tersenyum.
"Baik." Deon tersenyum kemudian menginjak gas dan mengemudikan mobil.
__ADS_1