
1 Bulan telah berlalu. Saat ini Deon sedang berada di apartemennya. "Ting." Deon melihat smartphonenya berbunyi.
Deon membuka smartphonenya dan melihat sebuah pesan dari Gisella. "Aku ingin bertemu denganmu." Deon membaca pesan dari Gisella.
"Ayo kita bertemu di coffe shop tempat kita bertemu biasanya." Deon membalas pesan.
"Ting." Deon melihat Gisella membalas pesannya. "Tidak, aku ingin kita bertemu di apartemenmu." Deon membaca pesan dari Gisella.
"Kak, makanannya sudah siap." Kata Kathrina. Deon kemudian berjalan ke ruang makan.
"Kak. Ayo kita saling menyuapi." Kathrina tersenyum. "Baiklah." Deon kemudian menyuapi Kathrina.
"Kak, setelah kita selesai makan. Ayo kita pergi ke mall. Aku ingin membeli pakaian baru." Kata Kathrina melihat Deon.
"Baik, setelah selesai makan. Kita akan pergi ke mall." Balas Deon.
30 Menit kemudian, Deon yang baru saja selesai makan, mendengar bel apartemennya berbunyi.
Deon membuka pintu dan melihat Gisella berdiri di depan pintu. "Siapa kak." Tanya Kathrina berjalan ke arah Deon.
"Aahh, ternyata kak Gisella." Kata Kathrina melihat Gisella.
Gisella terkejut saat melihat perut Kathrina yang cukup besar. "Kathrina mengapa perutmu besar." Tanya Gisella.
"Ahh, aku sedang hamil kak." Kathrina tersenyum.
"Jangan bilang kamu hamil anak Deon." Gisella menatap Deon.
"Aku memang hamil anak kak Deon kak." Jawab Kathrina. Mendengar jawaban Kathrina Gisella kemudian menampar wajah Deon. "Plasshh."
"Deon, aku tidak menyangka kamu sangat buruk. Kamu bahkan menghamili sepupumu sendiri." Gisella berteriak.
"Kathrina masuklah ke dalam kamarmu." Kata Deon melihat Kathrina.
"Baik kak." Kathrina melihat perut Gisella yang cukup besar kemudian masuk ke dalam kamarnya.
"Kamu ingin minum apa." Tanya Deon melihat Gisella. "Aku tidak ingin minum." Jawab Gisella.
"Baiklah jika kamu tidak ingin minum." Kata Deon duduk di kursi.
"Duduklah." Kata Deon melihat Gisella. Gisella menatap Deon kemudian duduk di kursi.
"Katakan, sejak kapan kamu memiliki hubungan dengan Kathrina." Gisella menatap Deon.
"Aku memiliki hubungan dengan Kathrina setelah keluargaku meninggal." Jawab Deon.
"Jadi sebelum kita menjadi sepasang kekasih kamu sudah memiliki hubungan dengan sepupumu." Kata Gisella.
"Benar, sebelum kita menjadi sepasang kekasih. Aku sudah memiliki hubungan dengan Kathrina." Kata Deon.
"Jika aku tahu kamu memiliki hubungan dengan sepupumu. Aku tidak akan menjalin hubungan bersamamu." Gisella mencengkram tangannya.
"Apa kamu mempunyai wanita lain selain aku dan Kathrina." Kata Gisella menatap Deon.
"Aku menjalin hubungan dengan Freya. Tapi aku tidak pernah berhubungan badan dengan Freya." Kata Deon melihat Gisella.
__ADS_1
"Deon, kamu lebih berengsek dari pada Zion." Kata Gisella memegang kepalanya.
"Baiklah, sekarang giliranku bertanya kepadamu. Apa kamu masih ingin bersamaku atau tidak." Tanya Deon melihat Gisella.
"Aku akan memikirkanya terlebih dulu." Kata Gisella berdiri.
"Apa kamu akan pulang." Tanya Deon.
"Mengapa kamu masih bertanya." Jawab Gisella kemudian keluar dari apartemen.
Melihat kepergian Gisella, Deon kemudian masuk ke dalam kamar Kathrina. "Kak, apa kak Gisella sama sepertiku." Tanya Kathrina.
"Benar, dia sama sepertimu. Dia hamil anakku." Jawab Deon.
"Apa kamu kecewa kepadaku." Tanya Deon.
"Tidak kak." Kathrina menggeleng.
"Sebenarna Kathrina sudah tahu bahwa kak Deon menjalin hubungan dengan kak Gisella." Kata Kathrina menatap Deon.
"Kathrina juga tahu kak Deon menjalin hubungan dengan kak Freya dan Jessica." Kata Kathrina.
Deon terkejut saat mendengar kata Kathrina. "Aku tahu kak Deon tidak cukup dengan satu wanita. Jadi Kathrina tidak keberatan jika kak Deon memiliki wanita lain." Kathrina tersenyum.
"Kamu adalah wanita terbaik Kathrina." Kata Deon memeluk Kathrina.
Keesokan harinya Deon sedang berada di apartemennya. "Ting." Deon melihat smartphonenya berbunyi. "Aku akan ke apartemenmu." Deon membaca pesan dari Gisella.
"Baiklah, aku akan menunggu kedatanganmu." Deon membalas pesan.
"Masuklah." Kata Deon melihat Gisella. Gisella kemudian masuk ke dalam apartemen.
"Aku ingin bicara berdua dengan Kathrina." Kata Gisella melihat Kathrina yang berada di samping Deon.
"Baiklah, kalian bisa bicara empat mata." Kata Deon keluar dari apartemennya. Melihat Deon keluar dari apartemen. Gisella dan Kathrina mulai mengobrol.
Beberapa menit telah berlalu. Saat ini Deon yang sedang merokok di luar apartemen, melihat Gisella berjalan ke arahnya. "Masuklah, aku dan Kathrina telah selesai mengobrol." Kata Kathrina. Mendengar kata Kathrina, Deon kemudian masuk ke dalam apartemennya.
"Deon." Kata Gisella melihat Deon. "Apa." Tanya Deon.
"Aku tetap akan bersamamu." Kata Gisella melihat Deon.
"Oohh, mengapa kamu masih ingin bersamaku." Tanya Deon. Deon awalnya menebak bahwa Gisella akan memutuskan hubungan dengan dirinya.
"Jika aku berpisah denganmu. Bayi di dalam kandunganku tidak akan memiliki seorang ayah." Jawab Gisella.
"Kamu tidak perlu khawatir, Jika kamu tidak menjalin hubunganku. Aku tetap akan membiayai anak dalam kandunganmu sampai dewasa." Kata Deon melihat Gisella.
"Berengsek, apa kamu ingin berpisah denganku." Gisella menatap Deon.
"Bukankah itu yang kamu inginkan." Kata Deon melihat Gisella. Badan Gisella gemetar saat mendengar kata Deon.
"Kak." Kathrina menggeleng.
"Gisella, aku hanya bercanda." Kata Deon melihat Gisella.
__ADS_1
"Tidak, aku tahu kamu tidak bercanda." Gisella meneteskan air mata.
Gisella mengusap air matanya, kemudian keluar dari apartemen. "Kak, kejarlah kak Gisella." Kata Gisella memegang tangan Deon.
"Baiklah." Kata Deon keluar dari apartemennya dan mengejar Gisella.
"Gisella." Kata Deon memegang tangan Gisella. "Deon, lepaskan aku." Kata Gisella.
Deon memeluk Gisella dan berkata. "Maafkan aku Gisella. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu." "Hiks hiks." Gisella menangis di pelukan Deon.
"Ayo kembali ke apartemenku." Kata Deon menghapus air mata Gisella. "Eeemm." Gisella mengangguk.
Deon kemudian masuk ke dalam apartemennya bersama Gisella. "Kathrina, ambil air putih." Kata Deon melihat Kathrina.
"Baik kak." Kathrina kemudian mengambil air putih.
"Minum." Kata Deon memberikan air putih kepada Gisella. Gisella kemudian meminum air yang di berikan Deon.
"Apa kamu sudah tenang." Tanya Deon. "Aku sudah tenang." Gisella mengangguk.
Melihat Gisella sudah tenang Deon berkata. "Kamu tidak perlu khawatir. aku tidak akan meninggalkanmu."
"Nikahi aku dan Kathrina baru aku percaya denganmu." Kata Gisella.
"Baiklah, 1 bulan lagi aku akan menikahimu dan Kathrina." Kata Deon.
"Aku harap kamu tidak berbohong." Kata Gisella. Deon, Gisella dan Kathrina kemudian mulai mengobrol.
"Deon, karena kamu belum berhubungan badan dengan Freya. Putuskan hubunganmu dengan Freya." Kata Gisella menatap Deon.
Deon menghela nafas dan berkata. "Baiklah, aku akan memutuskan hubunganku dengan Freya."
"Beriksan Smartphonemu. Aku akan menghubungi Freya." Kata Gisella melihat Deon. Deon kemudian memberikan smartphonenya. Gisella membuka smartphone Deon, kemudian menghubungi Freya.
"Halo Deon, jarang sekali kamu menghubungiku." Kata Freya menjawab panggilan Deon.
"Bicaralah." Gisella memberikan smartphone kepada Deon.
"Freya, aku ingin kita berpisah." Kata Deon.
"Deon, mengapa kamu ingin berpisah. Apakah aku punya salah denganmu." Freya terkejut mendengar Deon ingin berpisah dengannya.
"Jelaskan bahwa kamu telah menghamiliku dan akan menikahiku." Gisella menatap Deon.
"Freya, datanglah ke apartemenku. Aku akan menjelaskan alasanku ingin berpisah denganmu." Kata Deon.
"Baik, aku akan pergi ke apartemenmu." Balas Freya.
30 Menit kemudian Deon melihat bel apartemennya berbunyi. "Kring." Deon membuka pintu dan melihat Freya.
"Masuklah." Kata Deon melihat Freya. Freya mengangguk kemudian masuk ke dalam apartemen.
"Gisella." Freya terkejut saat melihat Gisella ada di apartemennya Deon.
Freya kemudian melihat perut Gisella yang cukup besar. "Freya, alasanku ingin berpisah denganmu. Karena aku telah menghamili Gisella." Kata Deon melihat Freya. Freya terkejut mendengar kata Deon.
__ADS_1