The Hunter

The Hunter
31. Tawaran Ketua Asosiasi


__ADS_3

30 menit kemudian Deon dan Kathrina berada di sebuah restoran. "Kathrina kamu ingin makan apa." Tanya Deon.


"Aku ingin makan ramen kak." Jawab Kathrina. "Kami pesan 2 ramen dan 2 Lemon tea." Kata Deon.


"Baik, silakan duduk. Kami akan membuat pesanan anda." Kata pelayan restoran. Deon dan Kathrina kemudian duduk di kursi yang kosong.


Beberapa menit kemudian Deon melihat pesanannya datang. "Ayo kita makan." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk.


30 menit kemudian Deon dan Kathrina telah selesai makan. "Kathrina ayo kita pulang." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk.


Deon dan Kathrina kemudian keluar dari restoran. Melihat Kathrina telah masuk ke dalam mobil. Deon kemudian menjalankan mobil.


30 Menit kemudian Deon telah kembali ke rumah Kathrina. "Belanja berjam-jam di mall sungguh melelahkan." Kata Kathrina berbaring di sofa.


"Istirahatlah jika kamu Lelah. Karena besok pagi kita akan kembali ke Jakarta." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk kemudian masuk ke dalam kamarnya. Melihat Kathrina masuk ke dalam kamarnya Deon kemudian mulai memakan snack.


Keesokan harinya Deon dan Kathrina berada di pemakaman. "Ibu aku akan kembali ke Jakarta." Kata Kathrina melihat makam ibunya.


"Tapi ibu tidak perlu khawatir. Setiap 1 bulan sekali. Kathrina akan kembali Ke Yogjakarta untuk melihat makam ibu." Kathrina tersenyum.


"Ayo kita kembali ke Jakarta kak." Kata Kathrina melihat Deon. "Baik." Deon mengangguk.


Deon dan Kathrina kemudian masuk ke dalam. "Brooom." Deon menghidupkan mesin mobil kemudian menjalankan mobil.


9 Jam kemudian Deon telah kembali ke apartemennya di Jakarta. "Kathrina, kamu ingin makan apa. Aku akan memesan makanan secara online." Kata Deon melihat Kathrina.


"Ayam kak. Ayam yang kak Deon pesan beberapa hari lalu cukup enak." Kata Kathrina.


"Baik, aku akan memesan ayam." Kata Deon kemudian mulai memesan makanan secara online.


30 Menit kemudian Deon melihat bel apartemennya berbunyi. Deon membuka pintu dan melihat pemuda berambut hitam membawa kotak makanan. "Ini pesanan anda." Kata pemuda memberikan kotak makanan kepada Deon.


"Ambil ini." Deon memberikan 100 ribu kepada pemuda.


"Terimakasih." Pemuda tersenyum. Deon mengangguk kemudian menutup pintu.


"Kathrina ayo kita makan." Kata Deon memanggil Kathrina.


"Baik kak." Kata Kathrina keluar dari kamar. Deon dan Kathrina kemudian mulai makan.


30 Menit kemudian Deon dan Kathrina telah selesai makan. "Kak, ayo kita mandi bersama." Kata Kathrina melihat Deon.

__ADS_1


"Ayo." Jawab Deon. Deon dan Kathrina kemudian masuk ke dalam kamar mandi.


Deon melepas pakaian Kathrina kemudian membasuh perut Kathrina. "Setelah selesai mandi. Pakailah Lingerie yang kita beli kemarin." Kata Deon membasuh dada Kathrina.


"Emm, baik kak." Kathrina mengangguk.


Beberapa menit kemudian Deon dan Kathrina telah selesai mandi. "Kak, aku malu memakai ini." Kata Kathrina dengan wajah merah.


"Ini adalah pertama kali kamu memakai lingerie. Jadi wajar jika kamu malu. Tapi kamu terlihat semakin cantik saat memakai lingerie." Kata Deon melihat Kahrina yang memakai lingerie bewarna pink. Kathrina tersipu malu saat Deon mumuji dirinya.


Deon mengusap wajah Kathrina kemudian mencium bibir Kathrina. "Emmm." "Kak, Kathrina sangat mencintaimu." Kata Kathrina menatap Deon.


"Aku juga mencintaimu Kathrina." Balas Deon. Kathrina dan Deon saling menatap kemudian mulai berciuman.


Deon membaringkan Kathrina ke kasur kemudian menjilati dada Kathrina. "Ahhh." Kathrina mengerang saat Deon menjilati dadanya.


Setelah puas menjilati dada Kathrina. Deon kemudian menjilati pussy Kathrina yang memiliki sedikit bulu. "Ahhhh." Kathrina mengerang saat Deon menjilati pussynya.


Setelah puasy menjilati pussy Kathrina, Deon kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Kathrina. "Ahhh." Kathrina mengerang dan memeluk Deon dengan erat.


2 Jam kemudian Deon sedang duduk di kasur dan melihat Kathrina sedang terbaring tanpa pakaian di sampingnya. "Sepertinya aku terlalu berlebihan kepadanya." Gumam Deon melihat Kathrina.


"Ting." Deon melihat sebuah pesan masuk. Deon membuka smartphonenya dan melihat pesan masuk dari nomor tidak di kenal.


"Saudara Deon, kartu identitas anda telah selesai di buat. Besok anda bisa mengambil kartu identitas hunter anda." Deon membaca pesan. Deon meletakkan smartphonenya kemudian berbaring di samping Kathrina.


"Iya." Deon tersenyum. Kathrina mencium pipi Deon kemudian masuk ke dalam sekolahnya.


"Brooom." Melihat Kathrina masuk ke dalam sekolahnya, Deon kemudian mengendarai motor.


30 Menit kemudian Deon sampai di markas asosiasi hunter. "Apa anda saudara Deon." Pria berpakaian hitam melihat Deon.


"Benar, aku Deon." Jawab Deon.


"Silakan ikuti saya. Ketua ingin bertemu dengan anda." Kata pria berpakaian hitam.


"Ooohh." Deon terkejut mendengar ketua asosiasi ingin bertemu dengannya. Deon kemudian mengikuti pria berpakaian hitam.


"Anda bisa masuk ke dalam." Kata pria berpakaian hitam berhenti di depan sebuah pintu. Deon mengangguk kemudian masuk ke dalam ruangan.


Saat masuk ke dalam ruangan Deon melihat pria paruh baya berpakaian hitam yang duduk di kursi. "Di dalam cerita ketua Asosiasi hunter adalah salah satu hunter rangking s di Indonesia." Gumam Deon melihat pria paruh baya berpakaian hitam.


"Ayo kita memperkenalkan diri terlebih dulu. Namaku adalah James." Kata pria paruh baya melihat Deon.


"Nama saya adalah Deon. Saya senang bisa bertemu dengan anda ketua James." Deon tersenyum dan menjabat tangan pria paruh baya.


"Apa kamu tahu alasanku ingin bertemu denganmu." Tanya James.

__ADS_1


"Saya menebak bahwa ketua James ingin mengundangku ke asosiasi hunter." Kata Deon melihat James.


"Benar, aku ingin mengundangmu ke asosiasi hunter." James mengangguk.


"Jika kamu bergabung ke asosiasi hunter. Kamu akan mendapatkan gaji 100 juta perbulan. Asosiasi hunter juga akan menghapus pajak dari tubuh monster yang kamu jual." Kata James.


"Oohh." Deon terkejut saat mendengar tawaran James.


"Apa saja tugas saya jika bergabung ke dalam asosiasi monster." Tanya Deon. James kemudian memberikan kertas kepada Deon.


Deon membaca kertas dan berkata. "Maaf, 3 hari libur dalam 1 bulan terlalu sedikit untukku." Deon menggeleng.


"Berapa banyak libur dalam 1 bulan yang kamu inginkan. Aku akan mempertimbangkannya" Tanya James.


"Tidak banyak, aku ingin setiap akhir pekan libur." Deon tersenyum.


Ekspresi James menjadi buruk saat mendengar jawaban Deon. "Deon, Gate muncul setiap hari. Tugas asosiasi adalah mencegah terjadinya dungeon break." Kata James.


"Jika begitu aku tidak bisa bergabung dengan asosiasi hunter." Kata Deon.


James menghela nafas mendengar jawaban Deon. "Ini kartu identitas huntermu. Jika kamu berubah pikiran dan ingin bergabung dengan asosiasi hunter. Kamu bisa datang ke markas asosiasi hunter menemuiku." Kata James.


"Baik, jika aku ingin bergabung dengan asosiasi hunter. Saya akan menemui anda." Deon mengangguk kemudian keluar dari ruangan.


"Deon." Deon melihat seseorang memanggil dirinya. "Gisella." Kata Deon melihat Gisella.


"Deon, Apa kamu kesini untuk mengevaluasi ulang rank huntermu." Tanya Gisella.


"Tidak, aku kesini untuk mengambil kartu identitas hunterku." Kata Deon menunjukan kartu identitas hunter miliknya.


"Ahhh. Kamu sudah menjadi hunter rank A." Gisella terkejut melihat kartu identitas hunter Deon.


"Benar, aku sudah menjadi hunter rank A." Deon mengangguk.


"Apa kamu kesini untuk mengevaluasi rank huntermu." Tanya Deon.


"Benar, aku kemari untuk mengevaluasi ulang rank hunterku." Gisella mengangguk.


"Nomor 12." Kata wanita berpakaian hitam. "Deon, sekarang giliranku." Kata Gisella melihat Deon.


"Aku akan menunggumu disini." Kata Deon melihat Gisella. Gisella tersenyum kemudian masuk ke dalam ruangan.


Beberapa menit kemudian Deon melihat Gisella keluar dari ruangan. "Deon coba tebak, apakah peringkat hunterku naik ke rank B atau tidak." Kata Gisella melihat Deon.


"Aku tebak peringkat huntermu naik ke rank b." Jawab Deon.


"Benar, sekarang aku hunter rank b adalah rank b." Gisella tersenyum dan menunjukan kartu identitas hunternya. 

__ADS_1


__ADS_2