
Beberapa menit kemudian Deon telah kembali ke rumah Kathrina. "Bibi, kak Deon apa kalian berdua sudah makan." Tanya Kathrina.
"Kami belum makan." Jawab ibu Deon.
"Aku akan membuatkan bibi, kak Deon dan Clara makanan." Kata Kathrina.
"Bibi akan membantumu." Kata ibu Deon.
"Tidak perlu bibi. Biar Kathrina sendiri yang membuat makanan." Kathrina tersenyum.
"Baiklah." Ibu Deon mengangguk.
30 Menit kemudian Kathrina telah selesai membuat makanan. "Bibi, kak Deon makanannya sudah siap." Kathrina tersenyum.
"Clara ayo kita makan." Kata ibu Deon.
"Baik bu." Kata Clara keluar dari kamar.
Deon kemudian berjalan ke ruang makan di ikuti ibunya dan Clara. "Kathrina, kamu makanlah juga." Kata ibu Deon.
"Baik bibi." Kathrina mengangguk. Deon, ibunya, Clara dan Kathrina kemudian mulai makan.
"Kathrina makanan buatanmu sungguh enak." Kata Ibu Deon.
"Hehe, bibi terlalu memujiku." Kathrina tersenyum.
"Tidak Kathrina. Makananmu memang enak." Kata Deon.
"Terimakasih kak Deon." Kathrina tersipu malu saat Deon memuji masakannya.
Beberapa menit kemudian Deon telah selesai makan. "Kak Deon, bisakah kamu mengantarku ke supermarket." Tanya Kathrina.
"Ayo, aku akan mengantarmu ke supermarket." Jawab Deon. Kathrina tersenyum saat mendengar Deon akan mengantarnya ke supermarket.
"Kak, belikan aku es cream." Kata Clara.
"Iya." Jawab Deon masuk ke dalam mobil. Melihat Kathrina masuk ke dalam mobil, Deon kemudian mengemudikan mobil.
"Kak Deon, apa sekarang kamu mempunyai kekasih." Tanya Kathrina.
"Aku tidak punya." Jawab Deon. Kathrina tersenyum saat mendengar jawaban Deon.
"Kamu sendiri apa mempunyai kekasih." Tanya Deon.
"Aku juga tidak punya." Jawab Kathrina.
Beberapa menit kemudian Deon sampai di supermarket. Deon dan Kathrina masuk ke dalam supermarket kemudian mulai berbelanja. "Totalnya 200 ribu." Kata kasir wanita melihat Kathrina.
"Aku saja yang membayar." Kata Deon memberikan uang 200 ribu kepada kasir.
"Terimakasih kak." Kathrina tersenyum.
"Tidak perlu berterimakasih, kita berdua adalah keluarga." Kata Deon. Kathrina tersenyum mendengar kata Deon.
Deon keluar dari supermarket kemudian masuk ke dalam mobil. Melihat Kathrina masuk ke dalam mobil. Deon kemudian mengemudikan mobil.
Beberapa menit kemudian Deon telah kembali ke rumah Kathrina. "Kak Deon, jika kamu ingin istirahat. Kamu bisa istirahat di kamar." Kata Kathrina.
__ADS_1
"Baik." Deon mengangguk kemudian masuk ke dalam kamar. Deon berbaring di kasur kemudian memejamkan matanya.
Keesokan harinya Deon sedang makan bersama ibunya, Clara dan Kathrina. "Kathrina, setelah selesai makan. Ayo pergi ke sekolahmu. Bibi akan mengurus proses perpindahan sekolahmu." Kata ibu Deon melihat Kathrina.
"Baik bibi." Kathrina tersenyum.
Beberapa menit kemudian ibu Deon dan Kathrina telah selesai makan. "Kathrina ayo pergi." Kata Ibu Deon masuk kedalam mobil.
"Baik bibi." Kathrina mengangguk kemudian masuk ke dalam mobil. "Brroom." Deon kemudian melihat ibunya pergi bersama Kathrina.
"Kring." Deon melihat smartphonenya berbunyi. Deon membuka smartphonenya dan melihat panggilan dari Freya.
"Ada apa." Kata Deon menjawab panggilan.
"Deon, hari ini ayo kita pergi berburu bersama." Kata Freya.
"Sekarang aku ada di Yogjakarta." Kata Deon. "Ahhh." Freya terkejut mendengar Deon ada di Yogjakarta.
"Baiklah, jika aku kembali ke Jakarta. Aku akan menghubungimu." Kata Deon kemudian mengakhiri panggilan.
"Kak, sepertinya kak Freya menyukaimu." Kata Clara melihat Deon.
"Dia menyukaiku karena aku seorang hunter yang jauh lebih kuat darinya. Jika aku bukan seorang hunter. Dia tidak akan menyukaiku." Kata Deon.
Beberapa jam kemudian Deon melihat ibunya telah kembali. "Deon, besok pagi kita akan kembali ke Jakarta." Kata ibu Deon.
"Baik bu." Deon mengangguk.
Keesokan harinya Deon, Clara, ibunya dan Kathrina berada di makam ibu Kathrina. "Ibu Kathrina akan pergi ke Jakarta." Kathrina menangis.
Tidak lama kemudian Deon melihat Clara, ibunya dan Kathrina masuk ke dalam mobil. "Ayo pergi." Kata ibu Deon.
"Baik." Jawab Deon kemudian menjalankan mobil.
10 Jam kemudian Deon sampai di Jakarta. "Kita sudah sampai." Kata Deon memarkir mobil di tempat parkir apartemen.
"Deon, bantu Kathrina membawa barang-barangnya." Kata Ibu Deon turun dari mobil.
"Baik Bu." Deon kemudian membantu Kathrina membawa barang-barangnya.
"Terimakasih kak." Kathrina tersenyum melihat Deon membantu membawa barang-barangnya. Deon mengangguk kemudian berjalan ke apartemennya.
"Kathrina ini adalah apartemen bibi." Kata ibu Deon membuka pintu apartemen.
"Mulai hari ini kamu akan tinggal di apartemen ini bersama bibi, Deon dan Clara." Kata ibu Deon.
"Terimakasih bibi." Kathrina meneteskan air mata.
"Karena di apartemen ini hanya ada 3 kamar. Kamu akan satu kamar dengan Clara." Kata ibu Deon.
"Baik bibi." Kathrina mengangguk.
"Ting." Deon melihat smartphonenya berbunyi. Deon membuka smartphone dan melihat pesan dari Gisella. "Deon, apa kamu masih di Yogjakarta." Deon membaca pesan.
"Tidak, aku sudah pulang." Deon membalas pesan.
"Ting." Deon melihat pesan masuk dari Gisella. "Deon, besok ayo kita pergi berburu bersama." Deon membaca pesan.
__ADS_1
"Jika besok aku ingin berburu. Aku akan menghubungimu." Deon mengirim pesan.
"Ting." Deon melihat pesan masuk dari Gisella. "Oke." Deon membaca pesan.
Melihat Clara dan Kathrina yang mengobrol, Deon kemudian masuk ke dalam kamarnya. Kathrina melihat Deon yang masuk ke dalam kamarnya dan berkata. "Clara kirim nomor kak Deon."
"Oke." Kata Clara kemudian mengirim nomor Deon kepada Kathrina.
Keesokan harinya Deon sedang mengendarai motor scooternya di jalan. "Brroom." Deon kemudian berhenti di sebuah gedung. Deon memarkir motornya kemudian masuk ke dalam gedung.
"Aku ingin mengevaluasi ulang ranking hunterku." Kata Deon melihat pria berpakaian hitam. Pria berpakaian hitam kemudian memberikan nomor kepada Deon.
"Nomor 8." Kata Deon kemudian duduk di kursi.
"Antrian nomor 8." Kata wanita berpakaian hitam. Deon kemudian masuk ke dalam ruangan.
"Saya ingin melihat kartu identitas anda." Kata wanita berkacamata berambut hitam panjang. Deon kemudian memberikan kartu identitas hunter miliknya.
"Ahh, anda hunter rank C." Kata wanita berkacamata melihat Deon.
"Benar, aku hunter rank C." Deon mengangguk.
"Apa anda ingin mengevaluasi ulang ranking hunter anda." Tanya wanita berkacamata.
"Benar, aku ingin mengevaluasi ulang ranking hunterku." Deon mengangguk.
"Tolong letakan tangan anda di kristal hitam." Kata wanita berkacamata. Deon kemudian menyentuh kristal hitam. "Tiit." Wanita berkacamata melihat angka 360 di monitor.
"Bisakah saya melihat kemampuan Necromancer anda." Tanya wanita berkacamata.
"Bangkit." Kata Deon kemudian arwah kalajengking sebesar 4 meter muncul di belakangnya.
"Ahhh." Wanita berkacamata terkejut saat melihat arwah kalajengking yang muncul di belakang Deon.
"Berapa banyak jumlah arwah yang bisa anda summon." Tanya wanita berkacamata.
"Aku bisa mensummon 20 arwah." Jawab Deon.
"Apa anda memiliki kemampuan lain." tanya wanita berkacamata.
"Aku mempunyai kemampuan lain. Yaitu kemampuan membaca ingatan dari orang yang sudah mati." Jawab Deon.
"Kirim file foto yang ingin anda gunakan sebagai foto kartu identitas hunter anda." Kata wanita berkacamata. Deon kemudian mengirim foto kepada wanita berkacamata.
"Silakan duduk, saya akan membuat kartu identitas hunter anda." Kata wanita berkacamata.
"Baik." Deon mengangguk kemudian duduk di kursi.
Tidak lama kemudian Deon melihat kartu identitasnya telah selesai di buat. "Hunter Deon, apa anda tertarik bergabung dengan asosiasi hunter. Jika anda bergabung dengan asosiasi hunter. Anda akan mendapatkan 50 juta setiap bulannya." Kata wanita berkacamata.
"Untuk saat ini, aku tidak tertarik bergabung dengan asosiasi hunter." Kata Deon.
"Baik, jika anda tertarik bergabung dengan asosiasi hunter. Anda bisa menghubungi saya." Kata wanita berkacamatanya memberikan kartu identitas asosiasi kepada Deon.
"Baik, aku akan menghubungimu. Jika aku tertarik bergabung dengan asosiasi hunter." Balas Deon kemudian keluar dari ruangan.
Deon keluar dari markas asosiasi hunter dan berjalan ke arah motornya.
__ADS_1