
Setelah puas mencium bibir Jessica, Deon kemudian menjilati pussy Jessica. "Aahh." Jessica mengerang saat Deon menjilati pussynya. Deon berhenti menjilati pussy Jessica kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Jessica. "Aaahh." Jessica berteriak saat milik Deon masuk ke dalam pussynya.
"Pelan-pelan kak." Kata Jessica. "Baik." Deon mencium bibir Jessica kemudian mendorong penisnya dengan pelan. "Eeemm." Jessica memejamkan matanya dan memeluk Deon.
1 Jam telah berlalu. Saat ini Deon dan Jessica sedang berhubungan badan. "Aku keluar." Kata Deon mengeluarkan cairannya ke dalam pussy Jessica.
"Aahh." Badan Jessica gemetar saat cairan Deon mengalir ke dalam pussynya.
"Kring." Deon mendengar smartphonenya berbunyi. Deon membuka smartphonenya dan melihat panggilan dari Gisella. "Ada apa." Tanya Deon menjawab panggilan.
"Deon, nanti malam jika kamu tidak sibuk. Ayo kita pergi keluar." Kata Gisella.
"Maaf, nanti malam aku ada janji dengan teman kerjaku." Kata Deon kemudian menceritakan bahwa dirinya menjadi brand ambassador perusahaan Ace. "Aahhh." Gisella terkejut saat mendengar cerita Deon.
"Aku tidak menyangka kamu menjadi brand ambassador perusahaan Ace." Kata Gisella.
"Deon, besok ayo kita pergi hunting." Kata Gisella.
"Baik, besok ayo kita pergi hunting." Jawab Deon kemudian mengakhiri panggilan.
"Siapa yang menelponmu kak." Tanya Jessica.
"Dia teman huntingku." Deon berbohong. Jessica terdiam saat mendengar kata Jessica. Jessica tahu pasti banyak wanita yang mengejar Deon.
"Ayo kita mandi. Setelah selesai mandi kita akan pergi dari sini." Kata Deon melihat Jessica.
"Ahh, baik." Jessica mengangguk.
Deon dan Jessica kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Tidak lama setelah Deon dan Jessica masuk ke dalam kamar mandi. Suara erangan dan rintihan mulai terdengar.
1 Jam telah berlalu. Saat ini Deon dan Jessica sedang berada di restoran. "Kamu ingin makan." Tanya Deon.
"Aku ingin makan ramen kak." Jawab Jessica.
"Aku pesan 2 Ramen dan 2 Lemon Tea." Kata Deon melihat pelayan restoran.
"Baik, silakan tunggu. Kami akan membuat pesanan anda." Deon dan Jessica kemudian duduk di kursi kosong.
Beberapa menit kemudian Deon melihat ramen pesanannya datang. "Ayo kita makan, setelah kita selesai makan. Kita akan pergi menonton film." Kata Deon melihat Jessica.
"Baik kak." Jessica mengangguk. Deon dan Jessica kemudian mulai makan.
30 Menit kemudian Deon dan Jessica telah selesai makan. "Ayo kita pergi." kata Deon melihat Jessica. "Eemm." Jessica mengangguk.
Deon dan Jessica kemudian keluar dari restoran. Deon masuk ke dalam mobil dan memakai sabuk pengaman. Melihat Jessica telah memakai sabuk pengaman. Deon kemudian menjalankan mobil.
__ADS_1
30 Menit kemudian Deon sampai di bioskop yang terletak di dalam mall. "Kami berdua ingin menonon film The Last Hunter." Kata Deon melihat pemuda.
"Totalnya 100 ribu." Jawab pemuda melihat Deon.
"Jessica apa kamu mau popcorn." Tanya Deon. "Tidak kak. Aku sudah kenyang." Jessica menggeleng.
"Kami pesan 2 minuman." Kata Deon melihat pemuda.
"Totalnya 200 ribu." Kata pemuda melihat Deon. Deon kemudian mulai membayar tiket bioskop.
Setelah selesai membayar tiket bioskop Deon dan Jessica masuk ke dalam studio bioskop.
Beberapa menit kemudian Deon melihat film telah dimulai. "Jessica." Kata Deon melihat Jessica. "Iya kak." Jessica menatap Deon.
Deon kemudian mencium bibir Jessica. "Eemm." Jessica terkejut saat Deon tiba-tiba mencium bibirnya. "Eeemm." Jessica mengerang saat Deon meremas dadanya.
"Jangan berisik." Kata Deon berbisik di telinga Jessica. "Eeemm." Jessica mengangguk. Deon mencium bibir Jessica kembali dan meremas dada Jessica. "Eeemm." Jessica memejamkan dan memeluk Deon dengan erat.
"Ayo keluar dari sini." Kata Deon mengelus bibir Jessica. "Baik kak." Jessica mengangguk.
Deon dan Jessica kemudian keluar dari studio bioskop. "Ahhh." Deon menarik Jessica masuk ke dalam kamar wanita.
"Kak, bagaimana jika ada orang lain yang melihat kita berdua." Kata Jessica dengan gugup.
"Kamu tidak perlu gugup. Saat ini semua orang sedang menonton film." Kata Deon masuk ke dalam toilet.
"Duduklah di water closet." Kata Deon melihat Jessica. "Eemm." Jessica mengangguk kemudian duduk di water closet.
Deon melebarkan kaki Jessica kemudian menjilati pussy Jessica yang sedikit memiliki bulu. "Aahhh." Jessica mengerang saat Deon menjilati pussynya.
Setelah puas menjilati pussy Jessica, Deon kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Jessica. "Aahhh." Jessica berteriak saat milik Deon masuk ke dalam pussynya.
"Film tadi sangat jelek." Kata seorang wanita berbadan gemuk masuk ke dalam toilet.
"Benar, film tadi sangat jelek. Pemeran prianya sangat buruk dalam berperan." Kata wanita berkulit putih, berambut pendek masuk ke dalam toilet.
"Pelankan suaramu." Deon menutup mulut Jessica. "Eeemm." Jessica mengangguk.
"Apa kamu tahu hunter ranking S ke 5 Indonesia." Tanya wanita berbadan gemuk.
"Aku tahu, Namanya adalah Deon. Dia adalah teman sekelasku saat sekolah." Kata wanita berambut pendek yang tidak lain Slyvia. Wanita yang Deon temui saat di rumah sakit.
"Ahh, jadi kamu mengenalnya. Apa kamu mempunyai nomor teleponnya." Tanya wanita berbadan gemuk.
"Aku tidak mempunyai nomor teleponnya." Slyvia menggeleng.
__ADS_1
"Apa Deon memiliki kekasih. Jika dia tidak memiliki kekasih. Aku mau menjadi kekasihnya." Kata wanita berbadan gemuk.
"Sepertinya Deon tidak tertarik dengan wanita." Kata Slyvia.
"Aahh, apakah kamu serius." Wanita berbadan gemuk terkejut.
"Aku juga tidak tahu. Karena waktu di sekolah dulu. Deon tidak tertarik dengan perempuan. Meski banyak perempuan yang tertarik kepadanya." Kata Slyvia.
"Slyvia, apa kamu juga tertarik kepada Deon." Tanya wanita berbadan gemuk.
"Kamu tidak perlu tahu." Kata Slyvia keluar dari kamar mandi. "Slyvia tunggu aku." Wanita berbadan gemuk mengejar Slyvia.
"Aku tidak menyangka bahwa kak Deon saat waktu sekolah tidak tertarik dengan perempuan." Kata Jessica menatap Deon.
"Apa kamu pikir aku adalah playboy." Tanya Deon. "Tidak, kakak memiliki wajah tampan. Jadi wajar jika memiliki seorang kekasih saat sekolah." Jawab Jessica.
"Saat sekolah itu waktunya belajar. Bukan untuk mencari perempuan." Kata Deon. "Aku tidak salah memilihmu kak." Jessica tersenyum saat mendengar kata Deon.
"Benar, kamu tidak salah memilihku." Deon tersenyum kemudian mencium bibir Jessica. "Eeemm." Jessica memainkan lidahnya dan memeluk Deon dengan erat.
30 Menit kemudian Deon dan Jessica masih berhubungan di dalam toilet. "Aku keluar." Kata Deon keluar di dalam pussy Jessica. "Aaahhh." Badan Jessica gemetar saat Deon keluar di dalam pussynya.
"Ayo kita pergi dari sini." Kata Deon melihat Jessica. "Baik kak." Jessica mengangguk. Setelah selesai berpakaian Deon dan Jessica keluar dari kamar mandi wanita.
Beberapa menit kemudian Deon dan Jessica berada di dalam mobil. "Bagaimana rasanya berhubungan badan di tempat umum." Tanya Deon.
"Rasanya sungguh menegangkan kak. Aku pikir kita akan ketahuan." Jawab Jessica. Deon tersenyum mendengar jawaban Jessica.
"Kak, apa sekarang kita menjadi sepasang kekasih." Tanya Jessica.
"Kita menjadi sepasang kekasih." Deon mengangguk. Jessica tersenyum bahagia saat mendengar jawaban Deon.
30 Menit kemudian Deon sampai di rumah Jessica. "Kak, ayo masuk." Kata Jessica melihat Deon.
"Terimakasih, tapi aku akan langsung pulang. Kathrina pasti sudah menungguku." Kata Deon.
"Baiklah kak, berhati-hatilah di jalan." Jessica tersenyum. Deon mengangguk kemudian menjalankan mobilnya.
30 Menit kemudian Deon kembali ke apartemennya. "Kak, akhir pekan besok ayo kita ke Yogjakarta. Aku ingin pergi ke makam ibuku." Kata Kathrina melihat Deon yang telah kembali.
"Baiklah, akhir pekan besok kita akan ke Yogjakarta." Deon mengangguk.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Deon sedang berada di dalam kamarnya. "Kak, kamu ingin pergi kemana." Tanya Kathrina melihat Deon memakai pakaian rapi.
"Aku ingin makan malam bersama teman satu perusahaanku. Kamu tunggulah di apartemen. Aku tidak akan lama." Kata Deon melihat Kathrina. "Baik kak." Kathrina mengangguk.
__ADS_1
Deon kemudian keluar dari kamarnya dan berjalan ke tempat parkir. "Karena aku sudah memiliki uang 1 miliar. Sepertinya aku harus membeli mobil baru." Kata Deon masuk ke dalam mobil peninggalan orang tuanya.
"Ting." Deon melihat smartphonenya berbunyi. Deon membuka smartphonenya dan melihat Chelsea mengirim lokasi rumahnya kepadanya. Deon memakai sabuk pengaman kemudian mengendarai mobil.