
"Kak." Kata Kathrina menatap Deon. "Apa." Tanya Deon.
"Ayo kita melakukan hubungan badan hubungan badan disini." Kata Kathrina dengan malu.
"Kamu semakin bertambah mesum." Deon tersenyum kemudian mencium bibir Kathrina.
"Eeemm." "Kamu yang membuatku menjadi seperti ini kak." Kata Kathrina menatap Deon. Deon melepas pakaian Kathrina kemudian menjilati dada Kathrina yang memiliki piercing.
"Aaahhh." Kathrina mengerang saat Deon menjilati dadanya. Setelah puas menjilati dada Kathrina. Deon kemudian menjilati pussy Kathrina. "Aaahhh." Kathrina mengerang saat Deon menjilati pussynya.
"Kak, cepat masukan penismu ke dalam pussyku. Aku sudah tidak tahan." Kata Kathrina menatap Deon.
"Baiklah, aku akan memasukan penisku ke dalam pussymu." Deon tersenyum kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Kathrina. "Aahhh." Kathrina mengerang saat milik Deon masuk ke dalam pussynya.
30 Menit Deon dan Kathrina masih berhubungan badan. "Aku keluar." Kata Deon mengeluarkan cairannya ke dalam pussy Kathrina. "Aahh." Badan Kathrina gemetar saat cairan milik Deon mengalir ke dalam pussynya.
"Pakai bajumu. Ayo kita pergi dari sini." Kata Deon melihat Kathrina. "Iya kak." Kathrina mengangguk dengan lemah.
Beberapa menit kemudian Deon dan Kathrina keluar dari tempat karaoke. "Broomm." Deon menghidupkan motor scooternya. "Broomm." Deon menarik gas dan mengendarai motornya.
30 Menit kemudian Deon sampai di apartemennya. "Kak, ayo kita berhubungan lagi. Aku masih belum puas." Kata Kathrina melihat Deon.
"Baiklah, ayo kita mulai ronde ke 2." Kata Deon melepaskan pakaian Kathrina.
Deon membaringkan Kathrina ke kasur kemudian menjilati dada Kathrina yang di piercing. "Eemmm." Kathrina mengerang saat Deon menjilati dadanya.
"Kak, masukan penismu ke dalam anusku." Kata Kathrina. "Oke." Kata Deon kemudian memasukan penisnya ke dalam anus Kathrina. "Aahhh." Kathrina berteriak saat milik Deon masuk ke dalam anusnya.
1 Jam telah berlalu. Saat ini Deon dan Kathrina masih berhubungan badan. "Aku keluar." Kata Deon mengeluarkan cairannya ke dalam anus Kathrina. "Ahhh." Badan Kathrina gemetar saat cairan Deon mengalir ke dalam anusnya.
"Apa sekarang kamu puas." Kata Deon melihat Kathrina. "Aku sangat puas kak." Kathrina tersenyum bahagia.
Deon dan Kathrina saling menatap kemudian mulai berciuman. "Ayo kita mandi." Kata Deon melihat Kathrina.
"Baik kak." Kathrina tersenyum. Deon dan Kathrina kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Tidak lama setelah Deon dan Kathrina masuk ke dalam kamar mandi. Suara erangan dan rintihan mulai terdengar.
Keesokan harinya Deon berada di markas asosiasi hunter. "Deon, ikuti aku." Kata pria paruh baya yang tidak lain James ketua asosiasi hunter.
"Baik." jawab Deon kemudian mengikuti James.
Saat masuk ke dalam ruangan. Deon melihat puluhan reporter yang telah berkumpul. "Selamat pagi semuanya. Kalian semua pasti bertanya-tanya mengapa aku mengumpulkan kalian semua disini." Kata James melihat puluhan reporter.
"Pria yang di sampingku bernama Deon. Dia adalah hunter ranking S ke 5 Indonesia." kata James melihat Deon.
__ADS_1
"Apa!!." Semua reporter terkejut mendengar kata James. "Ckreekk." "Ckreekk." Semua reporter kemudian memfoto wajah Deon.
"Apakah benar bahwa anda hunter ranking S." Seorang reporter bertanya kepada Deon.
"Benar, aku adalah hunter ranking S." Jawab Deon.
"Jika boleh tahu apa class anda." Tanya reporter lain. "Classku adalah Necromancer." Jawab Deon.
"Necromancer." Semua reporter terkejut mendengar jawaban Deon.
"Apa anda anggota asosiasi hunter." Tanya reporter lain. "Tidak, aku bukan anggota asosiasi hunter." Jawab Deon.
"Apa anda berniat bergabung dengan 3 guild besar di Indonesia." Tanya Reporter lain.
"Aku tidak berniat bergabung dengan guild manapun. Karena aku suka kebebasan." Jawab Deon. "Ckreekk." "Ckreekk." Semua reporter memfoto wajah Deon.
Saat ini di suatu tempat Zion sedang menonton televisi bersama seorang wanita berambut coklat panjang. "Zion, bukankah dia temanmu" Kata wanita berambut coklat melihat Deon yang sedang melakukan konferensi pers.
"Benar, dia adalah Deon temanku." Jawab Zion. "Aku tidak menyangka Deon menjadi hunter ranking S." Kata Zion melihat Deon yang sedang melakukan konferensi pers.
Saat ini di tempat lain. "Kathrina, mengapa kamu tidak memberi tahuku bahwa sepupumu adalah hunter rank S." kata Jessica menonton Deon yang sedang konferensi pers di smarphonenya.
"Aku juga baru tahu bahwa kak Deon adalah hunter rank S." Jawab Kathrina.
"Aku akan bertanya dulu kepada kak Deon." Jawab Kathrina menonton Deon yang sedang konferensi pers.
Saat ini Deon telah selesai konferensi pers. "Saudara Deon, saya Antony wakil ketua dari guild Black Bull. Bisakah kita berbicara sebentar." Deon melihat pria berjaz hitam berbicara kepadanya.
"Baiklah, ayo kita berbicara di coffee shop yang tidak jauh dari sini." Jawab Deon.
"Baik." Jawab pria berjaz hitam.
Beberapa menit kemudian Deon dan pria berjaz hitam berada di coffee shop. "Apa yang kamu ingin bicarakan kepadaku." Kata Deon melihat pria berjaz hitam.
"Saya ingin mengundang saudara Deon bergabung ke guild Black bull." Jawab pria berjaz hitam.
"Apa yang aku dapat jika bergabung dengan guild black bull." Tanya Deon. Pria berjaz hitam kemudian memberikan kertas kepada Deon.
Deon kemudian mulai membaca kertas yang di berikan pria berjaz hitam. "Maaf, aku tidak tertarik bergabung dengan guild black bull." Kata Deon melihat pria berjaz hitam.
"Jika boleh tau apa alasan anda tidak ingin bergabung dengan guild black bull." Tanya pria berjaz hitam.
"Pendapatan yang aku dapat jika bergabung guildmu sangat sedikit. Aku juga tidak tertarik bekerja di bawah seseorang." Jawab Deon. Pria berjaz hitam menghela nafas saat mendengar kata Deon.
__ADS_1
"Jika tidak ada yang ingin kamu bicarakan lagi. aku akan pergi." Kata Deon melihat pria berjaz hitam.
"Jika anda berubah pikiran dan tertarik bergabung dengan guild black bull. Anda bisa menghubungi saya." Kata pria berjaz hitam memberikan kartu Namanya.
"Baiklah." Jawab Deon kemudian keluar dari coffee shop.
"Kring." Deon melihat smartphonenya berbunyi. Deon membuka smartphonenya dan melihat panggilan dari Freya. "Ada apa." Kata Deon menjawab panggilan dari Freya.
"Deon, selamat karena menjadi hunter ranking S." Kata Freya. "Terimakasih." Deon berterimakasih.
"Deon, besok datanglah ke rumahku. Aku akan memberimu sebuah hadiah." Kata Freya.
"Baiklah, aku tidak sabar melihat hadiah yang akan kamu berikan kepadaku." Jawab Deon kemudian mengakhiri panggilan.
"Kring." Deon melihat smartphonenya berbunyi. Deon membuka smartphonenya dan melihat panggilan dari Gisella. "Ada apa." Kata Deon menjawab panggilan dari Gisella.
"Deon, kamu sekarang ada di mana." Tanya Gisella.
"Saat ini aku berada di dekat markas asosiasi. Aku berencana kembali ke apartemenku." Kata Deon.
"Baiklah, ayo kita bertemu di apartemenmu." Kata Gisella. "Baik." Jawab Deon mengakhiri panggilan.
"Broomm." Deon menghidupkan motor scooternya. "Broomm." Deon menarik gas dan mengendarai motor scooternya.
Beberapa menit kemudian Deon sampai di apartemennya. "Ting." Deon mendengar bel apartemennya berbunyi. Deon membuka pintu dan melihat Gisella yang berdiri di depan pintu. "Deon, selamat karena kamu menjadi hunter ranking S." Gisella berteriak dan memeluk Deon.
"Apa kamu hanya memberiku ucapakan selamat dan tidak memberiku sebuah hadiah." Tanya Deon.
"Hadiah apa yang kamu inginkan dariku." Tanya Gisella.
"Hadiah yang aku inginkan darimu. Adalah tubuhmu Gisella." Kata Deon meremas pantat Gisella.
"Bukankah kamu sudah memiliki tubuh dan hatiku." Kata Gisella tersipu malu.
"Aku lupa jika aku sudah memiliki tubuh dan hatimu." Kata Deon menatap Gisella. Deon dan Gisella saling menatap kemudian mulai berciuman.
Deon menggendong Gisella kemudian berjalan ke dalam kamarnya. Deon membaringkan Gisella ke kasur kemudian mencium bibir Gisella. "Eeemm." Gisella memainkan lidahnya dan memeluk Deon dengan erat.
"Gisella." Kata Deon melihat Gisella.
"Iya." Gisella menatap Deon.
"Apa kamu pernah berhubungan anal sebelumnya." Kata Deon melihat Gisella.
__ADS_1
"Aku belum pernah berhubungan anal." Gisella menggeleng.