The Hunter

The Hunter
48. Menjadi Brand Ambassador


__ADS_3

"Benar, anda akan mendapatkan 1 miliar setelah menjalin kontak sebagai brand ambassador perusahaan kami. Setelah itu anda akan mendapat komisi jika ada produk yang berhasil di jual." Kata pria paruh baya.


"Saat menjalin kontrak dengan perusahaan kami. Anda tidak boleh menjadi brand ambassador perusahaan lain." Kata pria paruh baya.


"Baiklah, aku akan menjadi brand ambassador perusahaanmu dalam 1 tahun." Kata Deon melihat pria paruh baya. Pria paruh baya tersenyum saat Deon setuju menjadi brand ambassador perusahaannya.


"Hunter Deon, silakan tanda tangan." Wanita berambut pendek memberikan pulpen kepada Deon. Deon kemudian tanda tangan.


"Hunter Deon, mulai saat ini kami mohon kerja samanya." Pria paruh baya tersenyum. Deon mengangguk dan menjabat tangan pria paruh baya.


"Baiklah, ayo kita makan." Kata pria paruh baya melihat pesanan milik dirinya dan Deon datang.


"Kathrina ayo kita makan." Kata Deon melihat Kathrina. "Baik kak." Kathrina mengangguk.


Deon, Kathrina, pria paruh baya dan wanita berambut pendek kemudian mulai makan.


30 Menit kemudian Deon dan Kathrina telah selesai makan. "Jika tidak ada yang ingin anda bicarakan. Aku akan pergi." Kata Deon melihat pria paruh baya.


"Besok pagi datanglah ke perusahaan. Kita akan melakukan sesi pemotretan." Kata pria paruh baya.


"Baik." Jawab Deon.


"Kathrina, ayo pergi." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk. Deon dan Kathrina kemudian keluar dari restoran.


Deon dan Kathrina kemudian masuk ke dalam mobl. "Kak." Kathrina melihat Deon yang memakai sabuk pengaman.


"Apa." Tanya Deon.


"Ayo kita berhubungan badan di dalam mobil. Kita belum pernah berhubungan badan di dalam mobil." Kata Kathrina menatap Deon.


"Baiklah, aku akan mencari tempat sepi. Untuk memarkir mobil." Kata Deon melihat Kathrina. Kathrina tersenyum saat mendengar jawaban Deon.


Beberapa menit kemudian Deon berhenti di tempat sepi. "Ayo pindah ke kursi belakang." Kata Deon meremas pantat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina tersipu malu. Deon dan Kathrina kemudian pindah ke kursi belakang.


"Hisap penisku." Kata Deon melepas celananya. "Eemmm." Kathrina mengangguk kemudian menjilati milik Deon.


"Kamu semakin pandai dalam melakukan fellatio." Kata Deon melihat Kathrina yang menjilati penisnya.


"Kamu bisa berhenti." kata Deon melihat Kathrina.


"Kathrina kemudian berhenti menjilati milik Deon. Deon melebarkan kaki Kathrina, kemudian menjilati pussy Kathrina. "Aahhh." Kathrina mengerang saat Deon menjilati pussynya.


"Kak, cepat masukan penismu ke dalam pussyku. Aku sudah tidak tahan." Kata Kathrina menatap Deon.


Deon tertawa kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Kathrina. "Aahh." Kathrina mengerang saat milik Deon masuk ke dalam pussynya.


30 Menit kemudian Deon dan Kathrina masih berhubungan badan di dalam mobil. "Aku keluar." Kata Deon mengeluarkan cairannya kedalam pussy Kathrina. "Aahhh." Badan Kathrina gemetar saat cairan milik Deon mengalir ke dalam pussynya.


"Pakai gaunmu kembali." Kata Deon melihat Kathrina. "Baik kak." Kathrina mengangguk.


Deon memakai celananya kemudian kembali ke kursi Depan. Melihat Kathrina telah selesai memakai gaunnya. Deon kemudian menjalankan mobil.

__ADS_1


30 Menit Deon dan Kathrina telah kembali ke apartemen. "Kak." Kata Katharina.


"Apa." Tanya Deon. Kathrina kemudian mencium bibir Deon. "Aku masih belum puas. Ayo kita berhubungan badan lagi." Kathrina tersenyum.


"Baiklah. Ayo lakukan ronde ke 2." Deon membaringkan Kathrina ke kasur dan mencium bibir Kathrina. "Eeemm." Kathrina memainkan lidahnya dan memeluk Deon dengan erat.


Keesokan harinya Deon sedang berada di apartemennya. "Kathrina aku pergi." Kata Deon mencium bibir Kathrina.


"Hati-hati di jalan kak." Kathrina tersenyum. Deon mengangguk kemudian berjalan ke tempat parkir apartemen.


"Broomm." Deon menghidupkan motor scooternya. "Broomm." Deon menarik gas dan mengendarai motornya.


30 Menit kemudian Deon sampai di perusahaan Ace. "Deon, apa kamu datang sendiri." Tanya wanita berkulit putih, berambut hitam pendek yang tidak lain Chelsea.


"Aku datang sendiri." Jawab Deon.


"Aku pikir kamu datang bersama sepupumu." Kata Chelsea.


"Tidak, sepupuku saat ini ada di apartemen." Kata Deon.


"Ehh, apa kamu tinggal bersama dengan sepupumu." Chelsea terkejut.


"Benar, aku tinggal bersama dengannya. Dia tidak memiliki keluarga lain selain diriku." Kata Deon. "Aahhh." Chelsea terkejut saat mendengar kata Deon.


"Baiklah, ayo lakukan sesi pemotretan." Kata Deon melihat Chelsea. "Baik." Chelsea mengangguk.


Saat ini di apartemen. Kathrina yang sedang menonton televisi mendengar bel apartemen berbunyi. "Kring." "Siapa." Tanya Kathrina.


"Ini aku Jessica." Kata Jessica yang berada di luar pintu. Kathrina kemudian membuka pintu.


"Ayo masuk." Kata Kathrina melihat Jessica. "Baik." Jessica mengangguk dan masuk ke dalam apartemen.


"Kathrina, dimana kak Deon." Tanya Jessica.


"Kak Deon saat ini sedang bekerja." Jawab Kathrina.


"Ahh, jadi kak Deon sedang berburu monster." Kata Jessica.


"Tidak, kak Deon saat ini sedang melakukan sesi pemotretan di perusahaan Ace. Kak Deon saat ini menjadi brand ambassador perusahaan Ace." Kata Kathrina.


"Aahhh." Jessica terkejut mendengar kata Kathrina.


2 Jam telah berlalu. Saat ini Deon telah selesai melakukan pemotretan. "Deon, apa nanti malam kamu ada acara." Tanya Chelsea.


"Nanti malam aku tidak ada acara. Memangnya kenapa." Kata Deon melihat Chelsea.


"Nanti malam ayo kita keluar bersama." Chelsea tersenyum kepada Deon.


"Baiklah, nanti malam ayo kita keluar bersama." Deon tersenyum kemudian keluar dari perusahaan. "Broomm." Deon menghidupkan motor scooternya. "Broomm." Deon menarik gas dan mengendarai motor.


30 Menit kemudian Deon sampai di apartemennya. "Halo kak Deon." Deon melihat Jessica yang berada di apartemennya.


"Halo Jessica." Kata Deon melihat Jessica.


"Dimana Kathrina." Tanya Deon.

__ADS_1


"Kathrina sedang ada di kamar mandi." Jawab Jessica.


"Ahh, kamu sudah pulang kak." Kathrina keluar dari kamar mandi.


"Aku sudah pulang." Jawab Deon.


"Kathrina aku mau pulang." Kata Jessica melihat Deon.


"Ehh, kamu sudah mau pulang." Kata Kathrina.


"Orang tuaku menyuruhku pulang." Kata Jessica. "Ahh, baiklah." Kata Kathrina.


"Kak Deon, bisakah kamu mengantarku pulang." Tanya Jessica.


"Aku akan mengantarmu pulang." Jawab Deon.


"Terimakasih kak." Jessica tersenyum. Deon dan Jessica kemudian keluar dari apartemen.


"Ayo masuk." Kata Deon masuk ke dalam mobil.


"Kak." Kata Jessica masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Deon. "Apa." Tanya Deon.


"Sebenarnya orang tuaku, tidak menyuruhku pulang. Aku ingin menghabiskan waktu bersama kak Deon." Kata Jessica tersipu malu.


"Apa kamu ingin berhubungan badan lagi." Tanya Deon.


"Tidak kak, aku ingin berkencan dengan kak Deon." Kata Jessica tersipu malu.


"Oohh. Apa kamu menyukaiku." Kata Deon melihat Jessica.


"Aku menyukai kak Deon." Jessica mengangguk dengan malu.


"Setelah berhubungan badan dengan kak Deon. Aku selalu memikirkan kak Deon." Kata Jessica dengan malu. Deon tersenyum kemudian mencium bibir Jessica. "Eeemmm." Jessica terkejut saat Deon tiba-tiba mencium bibirnya. Jessica memejamkan matanya dan memeluk Deon.


"Sebenarnya aku juga menyukaimu." Kata Deon mengelus wajah Jessica.


"Ahh, benarkah kak." Jessica.


"Benar, aku menyukai wajah cantikmu dan tubuhmu yang seksi." Kata Deon mengelus bibir Jessica. Wajah Jessica menjadi merah saat Deon mengelus bibirnya. Deon dan Jessica saling menatap kemudian mulai berciuman.


"Ayo kita pergi ke hotel. Setelah itu kita akan pergi berkencan." Kata Deon mengelus bibir Jessica.


"Baik kak, ayo kita pergi ke hotel." Kata Jessica dengan wajah merah. Deon tersenyum kemudian mulai menjalankan mobil.


Beberapa menit kemudian Deon berada di dalam hotel yang tidak jauh dari apartemennya. "Ayo masuk." Kata Deon membuka pintu kamar hotel.


"Baik kak." Jessica mengangguk kemudian masuk ke dalam kamar. Deon masuk ke dalam kamar kemudian menutup pintu.


"Kak, apa aku perlu mandi terlebih dulu." Tanya Jessica.


"Tidak perlu." Kata Deon membaringkan Jessica ke kasur dan melepas pakaian jessica. Jessica tersipu malu saat Deon melepas pakaiannya.


"Kamu memiliki ukuran dada yang besar. Untuk perempuan seusiamu." Kata Deon melihat dada bulat Jessica. Jessica tersipu malu saat mendengar kata Deon.


Deon mencium bibir Jessica dan meremas dadanya. "Eemmm." Jessica mengerang saat Deon mencium bibirnya dan meremas dadanya secara bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2