The Hunter

The Hunter
41. Belanja Di Mall


__ADS_3

"Berbaringlah di lantai." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk kemudian berbaring di lantai. Deon melebarkan kaki Kathrina kemudian menjilati pussy Kathrina. "Ahhh." Kathrina mengerang kenikmatan saat Deon menjiati pussynya.


"Kak, cepat masukan penismu ke dalam pussyku." Kata Kathrina menatap Deon.


Deon tersenyum dan berkata. "Baiklah, aku akan memasukan ***** kesukaanmu ke dalam pussymu." Deon kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Kathrina. "Ahhh." Kathrina mengerang saat milik Deon masuk ke dalam pussynya.


1 Jam telah berlalu saat ini Deon dan Kathrina sedang berciuman di ranjang. "Ayo kita makan. Setelah makan, kita akan pergi ke tempat piercing." kata Deon mengelus wajah Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk. Deon dan Kathrina kemudian keluar dari kamar dan berjalan ke ruang makan.


1 Jam telah berlalu. Saat in Deon dan Kathrina sedang berada di sebuah ruangan. "Ada yang bisa saya bantu." Tanya seorang wanita melihat Deon dan Kathrina.


"Kekasihku ingin menindik pusarnya." Jawab Deon. Wajah Kathrina menjadi merah saat Deon mengatakan dirinya kekasihnya.


"Silakan lihat piercing mana yang ingin anda gunakan." Kata wanita menunjukan piercing kepada Kathrina.


Kathrina kemudian melihat piercing yang di tunjukan wanita. "Kak, bagaimana dengan piercing yang ini." Kata Kathrina.


"Piercing itu bagus." Jawab Deon.


"Baik, silakan masuk ke dalam ruangan." Kata wanita. Kathrina kemudian mengikuti wanita masuk ke dalam ruangan.


30 Menit kemudian Deon melihat Kathrina dan wanita keluar dari ruangan. "Pembayaran silakan di kasir." Kata wanita melihat Deon.


Deon kemudian membayar biaya piercing di kasir. "Kathrina ayo pergi." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk. Deon dan Kathrina kemudian keluar dari tempat piercing.


"Kak." Kata Kathrina. "Apa." Tanya Deon.


"Ayo kita pergi ke hotel. Bukankah sepasang kekasih biasanya pergi ke hotel." Kata Kathrina. Kathrina teringat Deon mengatakan dirinya adalah kekashnya.


Deon tersenyum dan berkata. "Baiklah, ayo kita pergi ke hotel."


30 menit kemudian Deon sampai di sebuah hotel. Deon kemudian memesan satu kamar kepada resepsionis hotel. "Kamar anda ada di lantai nomor 3." Kata resepsionis hotel memberikan cardlock kepada Deon.


"Terimakasih." Kata Deon kemudian naik ke lantai 3 bersama Kathrina.


"Ayo masuk." Kata Deon membuka pintu hotel.


"Baik kak." Kathrina mengangguk kemudian masuk ke dalam kamar.


Deon masuk ke dalam kamar kemudian menutup pintu. "Kak, apa kita perlu mandi terlebih dulu." tanya Kathrina duduk di kasur.


"Tidak perlu, bukankah sebelum pergi ke tempat piercing kita berdua sudah mandi." Kata Deon meremas pantat Kathrina. Deon dan Kathrina saling menatap kemudian mulai berciuman.


"Kak, bolehkah aku memanggilmu sayang." Kata Kathrina tersipu malu.


"Kamu boleh memanggilku dengan sebutan sayang." Deon tersenyum.


Kathrina tersenyum bahagia saat mendengar jawaban Deon. "Sayang, aku sangat mencintaimu." Kathrina mencium bibir Deon.

__ADS_1


"Aku juga mencintaimu sayang." Balas Deon mencium bibir Kathrina.


Deon membaringkan Kathrina ke kasur kemudian melepas pakaiannya. "Kathrina kamu semakin cantik setelah pusarmu di tindik." Kata Deon melihat pusar Kathrina yang di tindik. Wajah Kathrina menjadi merah mendengar pujian Deon.


Deon melebarkan kaki Kathrina kemudian menjilati pussy Kathrina. "Ahhh." Kathrina mengerang dan memegang rambut Deon.


"Kathrina, ayo kita melakukan hubungan anal." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak. Ayo kita lakukan hubungan anal." Kathrina mengangguk. Deon kemudian memasukan penisnya ke dalam anus Kathrina. "Aahhh." Kathrina berteriak saat milik Deon masuk ke dalam lubang anusnya.


"Sayang cium aku." Kathrina menatap Deon. Deon kemudian mencium bibir Kathrina. "Eemmm." Kathrina memejamkan matanya dan memeluk Deon dengan erat.


1 Jam telah berlalu. Saat ini Deon dan Kathrina sedang berhubungan badan. "Kathrina buka mulutmu." Kata Deon.


"Aahhh." Kathrina kemudian membuka mulutnya. "Aku keluar." Kata Deon keluar di mulut Kathrina. "Gleekk." Kathrina menelan cairan Deon.


"Kathrina." Kata Deon melihat Kathrina. "Iya kak." Kata Kathrina terengah-engah.


"Besok ayo ke tempat tatoo. Kamu pasti akan semakin cantik jika mempunyai tatoo di pantatmu." Kata Deon meremas pantat Kathrina.


"Baik kak, besok ayo kita pergi ke tempat tatoo." Kathrina mengangguk.


"Kamu adalah perempuan terbaik." Deon tersenyum kemudian mencium bibir Kathrina. "Emmm." Kathrina memejamkan matanya dan memeluk Deon.


"Kathrina ayo kita mulai ronde ke 2." Kata Deon melihat Kathrina. "Aahhh." Kathrina terkejut mendengar kata Deon. Deon melebarkan kaki Kathrina kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Kathrina. "Aahhh." Kathrina mengerang saat milik Deon masuk ke dalam pussynya.


Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Deon dan Kathrina keluar dari hotel. "Sebelum kembali ke apartemen. Ayo kita pergi cari makan terlebih dulu." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk.


"Ayo kita makan." Kata Deon melihat Kathrina. "Baik kak." Kathrina mengangguk. Deon dan Kathrina kemudian mulai makan.


Beberapa menit kemudian Deon dan Kathrina telah selesai makan. "Ayo kita pergi." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk. Deon dan Kathrina kemudian keluar dari restoran. "Broomm." Deon menghidupkan motor scooternya. Melihat Kathrina menaiki motor, Deon menarik gas dan mengendarai motor.


30 Menit kemudian Deon telah kembali ke apartemen. "Mandilah dulu sebelum tidur." Kata Deon melihat Kathrina.


"Apa kak Deon tidak ingin mandi bersama Kathrina." Kathrina tersenyum.


Deon tersenyum dan berkata. "Siapa yang tidak mau mandi bersama perempuan secantik dirimu." Kathrina tersenyum bahagia saat mendengar kata Deon.


Deon menggendong Kathrina kemudian berjalan ke dalam kamar mandi. Tidak lama setelah Deon dan Kathrina masuk ke dalam kamar mandi. Suara erangan dan rintihan mulai terdengar.


Keesokan harinya Deon sedang berada di apartemennya. "Open status window." Kata Deon kemudian status window muncul di depannya.


Nama : Deon


Usia : 25 tahun


Ras : Manusia


Class : Necromancer

__ADS_1


Level : 80


Health : 100


Strength : 100


Agility : 90


Stamina : 80/90


Mana : 390/390


Poin : 90


"Aku lupa belum menambahkan 90 poin yang aku dapatkan dari menyelesaikan Quest." Kata Deon melihat 90 Poin yang dia miliki.


"Aku akan menambahkan 10 Poin di Agility, 10 Poin di Stamina dan 70 Poin di mana." Kata Deon meningkatkan statusnya.


"Sing." Cahaya biru menyelimuti tubuh Deon.


"Ting." Deon melihat smartphonenya berbunyi. Deon membuka smartphonenya dan melihat pesan dari Gisella. "Apa hari ini kamu masih sibuk." Deon membaca pesan dari Gisella.


"Hari ini aku tidak sibuk. Ayo kita pergi berkencan." Deon membalas pedan Gisella.


"Ting." Deon melihat Gisella membalas pesannya. "Aku menunggumu di rumah." Deon membaca pesan Gisella.


"Oke." Deon membalas pesan Gisella.


30 Menit kemudian Deon sampai di rumah Gisella. "Deon." Deon melihat wanita berkulit putih, berambut hitam panjang yang tidak lain Gisella memanggil dirinya.


"Kita akan pergi kemana." Tanya Deon. "Ayo kita pergi ke mall." Kata Gisella menaiki motor.


"Baik." Deon menarik gas kemudian mengendarai motornya.


30 Menit kemudian Deon dan Gisella berada di sebuah mall. "Deon, apa pakaian ini cocok untukku." Kata Gisella menunjukan sebuah pakaian kepada Deon.


"Tidak ada pakaian yang tidak cocok. Untuk wanita secantik dirimu." Kata Deon. Gisella tersipu malu saat mendengar kata Deon.


"Jangan bercanda, pakaian ini bagus atau tidak." Tanya Gisella. "Pakaian itu bagus." Jawab Deon.


"Karena kamu bilang pakaian ini bagus. Aku akan membeli pakaian ini." Kata Gisella.


2 Jam kemudian Deon dan Gisella telah selesai berbelanja di mall. "Deon, ayo kita pergi ke coffee shop." Kata Gisella melihat Deon.


"Baik." Deon mengangguk. Deon dan Gisella kemudian pergi ke coffee shop.


Beberapa menit kemudian Deon dan Gisella berada di dalam coffee shop. "Ada yang bisa saya bantu." Tanya seorang pria.


"Aku pesan Americano." Kata Deon.


"Aku pesan Mocha." Kata Gisella.


"Baik, silakan tunggu. Kami akan membuat pesanan anda." Kata pria. Deon dan Gisella kemudian duduk di kursi kosong.

__ADS_1


__ADS_2