
"Ssss." Arwah ular kemudian melilit tubuh Minotaur. "Kraakk." Minotaur mati setelah di lilit arwah ular.
"Bangkit." Kata Deon melihat mayat Minotaur yang tergeletak di tanah. "Wuuzz." Bayangan hitam keluar dari mayat Minotaur dan membentuk bayangan minotaur sebesar 5 meter.
"Anda berhasil membangkitkan arwah." "Arwah yang bisa di summon 31/31." Notifikasi muncul di depan Deon.
"Bunuh Minotaur yang mendekat." Deon memberi perintah kepada arwah minotaur. "Mookk." Arwah minotaur kemudian menyerang kepala Minotaur menggunakan kapak. "Crasshh." Kepala Minotaur terpotong.
"Explode." Kata Deon melihat mayat Minotaur yang baru saja terbunuh. "Booom." Mayat Minotaur meledak. "Moookk." Beberapa Minotaur berteriak saat terkena ledakan.
Beberapa Jam telah berlalu. Saat ini Deon sedang melihat prajurit arwahnya sedang bertarung dengan 10 Minotaur. "Sekarang hanya tersisa 10 Minotaur." Kata Deon.
"Moookk." Arwah minotaur menyerang kepala Minotaur menggunakan kapak. "Crasshh." Kepala minotaur terpotong.
"Explode." Kata Deon melihat mayat Minotaur yang mati dengan kepala terpotong. "Boooomm." Mayat Minotaur meledak. "Moookk." 2 Minotaur berteriak saat terkena ledakan.
Beberapa menit kemudian Deon melihat semua Minotaur telah terbunuh oleh prajurit arwahnya. "Quest Selesai." "Anda mendapatkan 80 Poin." Notifikasi muncul di depan Deon. Deon merasakan matanya menjadi berat dan perlahan tertidur di tanah.
Saat membuka matanya Deon melihat sedang berada di dalam kamarnya. "Open status window." Kata Deon kemudian status window muncul di depannya.
Nama : Deon
Usia : 25 tahun
Ras : Manusia
Class : Necromancer
Level : 76
Health : 90
Strength : 90
Agility : 90
Stamina : 80/90
Mana : 310/310
Poin : 80
"Aku akan menambahkan semua poin yang aku dapat di mana." Kata Deon menambahkan 80 Poin di Mana." "Sing." Cahaya biru menyelimuti tubuh Deon.
"Kak, aku mencintaimu." Kata Kathrina. "Sepertinya dia mengigau." Kata Deon melihat Kathrina yang sedang tertidur.
Keesokan harinya Deon sedang berada di apartemennya. "Ayo kita pergi." kata Deon mengirim pesan kepada Freya.
"Ting." Deon melihat Freya membalas pesannya. "Deon, bisakah kamu menjemputku di apartemenku." Deon membaca pesan dari Freya.
"Baiklah, aku akan menjemputmu." Balas Deon mengirim pesan.
"Ting." Deon melihat Freya membalas pesannya. "Baiklah, aku akan menunggumu." Deon membaca pesan dari Freya.
Deon keluar dari apartemennya kemudian berjalan ke tempat parkir apartemen. "Brooomm." Deon menghidupkan motor scooternya. "Broomm." Deon menarik gas dan mengendarai motor.
30 Menit kemudian Deon sampai di apartemen lamanya. "Deon." Deon melihat Freya berjalan ke arahnya.
"Apa Agnes tidak ikut." Tanya Deon.
"Tidak, kita hanya pergi berdua." Freya menggeleng.
__ADS_1
"Kita akan pergi kemana." Tanya Deon. "Bagaimana dengan pergi ke taman hiburan." Kata Freya.
"Baiklah, ayo kita pergi ke taman hiburan." Kata Deon.
"Baik." Freya tersenyum kemudian menaiki motor. "Broomm." Deon menarik gas dan mengendarai motornya.
30 Menit kemudian Deon dan Freya sampai di taman hiburan. Deon dan Freya membeli tiket, kemudian masuk ke dalam taman hiburan. "Deon, ayo kita naik Roller coaster." Kata Freya.
"Baik, ayo kita kita naik roller coaster." Kata Deon. Deon dan Freya kemudian menaiki roller coaster.
Beberapa menit kemudian Deon dan Freya turun dari roller coaster. "Naik roller coaster tidak menengangkan seperti apa yang aku pikirkan." Kata Freya.
"Deon, ayo kita masuk ke rumah hantu." Kata Freya.
"Baik, ayo kita masuk ke rumah hantu." Kata Deon. Deon dan Freya kemudian masuk ke dalam rumah hantu.
"Ahhhh." Freya menjerit dan memeluk Deon saat melihat wanita yang memakai kostum hantu muncul di depannya. "Ehh, apakah kamu takut hantu." Kata Deon melihat Freya yang memeluk dirinya dengan erat.
"Aku sedikit takut dengan hantu." Kata Freya tersipu malu.
"Aku tidak menyangka kamu yang seorang hunter rank B takut dengan hantu." Deon tertawa. Freya cemberut saat Deon mengejek dirinya.
Sementara itu di tempat lain. "Kathrina, apa smartphone milikmu di berikan oleh sepupumu." Tanya perempuan berkulit putih berambut hitam pendek.
"Benar, smartphoneku di belikan oleh sepupuku." Jawab Kathrina.
"Kathrina akhir pekan besok apa boleh aku bermain ke apartemenmu." Kata perempuan berambut hitam pendek.
"Aku akan bertanya dulu kepada sepupuku." Kata Kathrina.
"Baik." Perempuan berambut hitam pendek mengangguk.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Deon dan Freya sedang duduk di taman bunga. "Deon hari ini sungguh menyenangkan." Freya tersenyum.
"Deon." Kata Freya. "Apa." Tanya Deon.
"Tidak jadi." Kata Freya. Deon tersenyum mendengar kata Freya. Deon tahu Freya menunggu dirinya mengungkapkan perasaanya.
"Freya." Kata Deon melihat Freya. "Iya." Freya melihat Deon.
"Aku menyukaimu." Kata Deon memegang tangan Freya. Freya tersenyum saat mendengar kata Deon.
"Aku juga menyukaimu Deon." Freya tersenyum. Deon dan Freya saling menatap kemudian mulai berciuman. Freya tersipu malu setelah berciuman dengan Deon.
"Kringg." Deon melihat smartphonenya berbunyi. "Ada apa." Kata Deon menjawab panggilan.
"Kak, Kathrina sudah pulang sekolah." Kata Kathrina.
"Deon, kamu bisa menjemput sepupumu. Aku bisa pulang sendiri." Kata Freya.
"Apa tidak masalah, kamu pulang sendiri." Tanya Deon.
"Tidak masalah, aku akan memesan taxi online." Freya tersenyum.
"Kathrina, aku akan menjemputmu." Kata Deon kemudian mematikan panggilan.
"Freya, aku pergi." Kata Deon melihat Freya. "Baik." Freya tersenyum.
Deon melihat Freya kemudian keluar dari taman hiburan. "Broomm." Deon menghidupkan motor scooternya. "Broomm." Deon menarik gas dan mengendarai motor.
30 Menit kemudian Deon sampai di sekolah Kathrina. "Kak." Deon melihat Kathrina dan perempuan berkulit putih berambut pendek berjalan ke arahnya.
__ADS_1
"Kak, Apa boleh teman Kathrina bermain ke apartemen kita." Tanya Kathrina.
"Aku tidak percaya perempuan seusia Kathrina mempunyai tubuh yang seksi." Gumam Deon melihat perempuan berambut pendek yang berdiri di samping Kathrina.
"Tentu saja boleh." Deon tersenyum. Perempuan berambut pendek tersenyum mendengar jawaban Deon.
"Namaku Jessica kak." Perempuan berambut pendek tersenyum dan mengenalkan dirinya.
"Namaku Deon." Deon tersenyum dan menjabat tangan Jessica.
"Jessica." Deon melihat seorang pemuda berjalan ke arahnya.
"Kak Albert." Kata Jessica melihat pemuda yang berjalan ke arahnya.
"Ahh, mengapa anda disini." Pemuda terkejut saat melihat Deon.
"Kak, apa kamu mengenal kak Deon." Tanya Jessica.
"Aku mengenalnya, aku sering mengantar pesanan makanannya." Kata pemuda melihat Deon.
"Kak, dia adalah kak Deon sepupuku temanku Kathrina." Kata Jessica melihat pemuda.
"Aku Albert kakak Jessica." Pemuda tersenyum dan mengenalkan dirinya.
"Deon." Deon tersenyum dan menjabat tangan Albert.
"Kak, besok aku akan bermain ke apartemen Kathrina." Kata Jessica.
"Tidak masalah, aku akan mengantarmu ke apartemennya." Balas Albert.
"Kathrina ayo kita pulang." Kata Deon menaiki motornya.
"Baik kak." Kathrina mengangguk kemudian menaiki motor. "Brooom." Deon menarik gas dan mengendarai motor.
"Jessica ayo kita pulang juga." Kata Albert. "Iya." Jawab Jessica melihat Deon yang telah pergi.
Keesokan harinya. Deon berada di apartemennya. "Kring." Deon mendengar bel apartemennya berbunyi. Deon membuka pintu dan melihat perempuan berkulit putih, berambut hitam pendek yang tidak lain Jessica.
"Halo kak Deon." Jessica tersenyum. "Halo Jessica." Deon tersenyum.
"Jessica." Kata Kathrina melihat Jessica. "Kathrina." Jessica tersenyum melihat Kathrina.
"Dimana kakakmu." Tanya Kathrina.
"Kakakku sudah pergi. Dia hanya mengantarku sampai di luar apartemen." Jawab Jessica.
"Jessica ayo masuk." Kata Kata Kathrina. "Baik." Jessica mengangguk kemudian masuk ke dalam apartemen.
"Jessica kamu ingin minum apa." Tanya Kathrina.
"Air putih saja." Kata Jessica. Kathrina kemudian memberikan air putih kepada Jessica.
"Kathrina apartemenmu sungguh bagus." Kata Jessica melihat seluruh ruangan.
"Ini apartemen sepupuku." Kata Kathrina.
"Kak Deon, hari ini apa kamu tidak berburu monster." Tanya Jessica. Jessica sudah di beritahu oleh Kathrina, bahwa Deon adalah seorang hunter.
"Hari ini aku tidak berburu." Jawab Deon.
"Kak Deon, jika boleh tahu rank apa kamu sekarang." Tanya Jessica.
__ADS_1
"Aku hunter rank A." Jawab Deon.
"Ahhh." Jessica terkejut mendengar jawaban Deon. Jessica tahu bahwa hunter Rank A dapat menghasilkan uang puluhan juta dalam 1 bulan.